
Setelah mendekam di Dungeon lantai satu cukup lama, orang-orang mulai mempersiapkan persiapan terbaik mereka untuk bertarung melawan Boss Monster yang mana nantinya, jika dikalahkan mereka dapat pergi ke lantai selanjutnya.
Saat ini, mereka sedang berdiri di depan gerbang yang cukup besar. Jika diukur tingginya, mungkin sekitar 20m.
Di dekat gerbang, terlihat lima orang yang sedang berdiri dibagian depan seperti seorang pemimpin, mereka berlima adalah para tokoh terkenal yang memiliki keahlian dalam bidangnya masing-masing. Tidak perlu ditanya lagi, mereka berlima adalah ZZ, Bruze Lee, Samuraze, Gameze dan Shizo Micizo.
Di sisi lain, Zaizen berdiri dibarisan paling belakang mengingat, dirinya satu-satunya orang yang memiliki level terendah dari yang lainnya ditambah lagi, Ia juga diperlakukan bak seorang Raja karena Skill menganalisa miliknya.
"Bukankah ini terlalu berlebihan." Zaizen berbicara kepada pria dengan baju armor yang ada disebelahnya.
Alasan Zaizen mengatakan hal itu karena, dirinya saat ini sedang dikawal oleh 4 Orang dengan Job Class seorang Tanker (Pelindung).
"Terlalu berlebihan? Kurasa tidak. Saat ini, kau adalah kunci utama agar kita dapat keluar dari Dungeon ini." balas orang tersebut.
"Kunci utama? Mereka terlalu berlebihan untuk mengatakan hal itu kepadaku lagi pula, Skill Analyzeku hanya berguna untuk menganalisa 200 Objek saja." gumam Zaizen kemudian berbicara.
"Terserah kalian."
Beberapa saat berselang, Shizo Micizo mulai berbicara.
"Tim A, Tim B, Tim C dan Tim D. Apakah semuanya siap?" Shizo Micizo memastikan.
"Siap!" jawab serentak.
Setelah semua dirasa siap, dua orang dengan Job Class Tanker lainnya mulai mendorong kedua pintu gerbang tersebut.
Glek glek glek keeeekk...
Perlahan namun pasti, gebang itu terbuka.
Ketika mereka masuk kedalam, mereka tidak melihat apapun selain lantai datar yang minim pencahayaan.
"Aku tidak dapat melihat apapun dari kejauhan." Bruze Lee berbicara.
"Yang kita perlukan hanyalah waspada." ujar Shizo Micizo.
"Tanganku sudah mulai gatal untuk mengayunkan pedang katana." Samuraze berbicara sendiri.
"WOI! MONSTER SIALAN TUNJUKKAN DIRIMU!!!" ZZ berteriak dengan penuh ketidaksabaran.
"Seperti yang pak Shizo bilang. Tetaplah waspada." Gameze menyarankan.
Ketika semua orang sudah memasuki ruangan Boss Monster, gerbang perlahan menutup dengan sendirinya.
"Gerbangnya mulai menutup!" teriak orang lain.
"Sudah dimulai ya..." gumam Gameze kemudian mengeluarkan pedang miliknya.
Sesaat setelah gerbang tertutup, saat itu juga Boss Monster mulai menampakkan diri dengan kemunculannya yang mengejutkan.
Bukan muncul dari bawah maupun dari depan, Boss Monster itu muncul dari atas langit-langit seperti sebuah meteor jatuh menghantam tanah.
"Apa kau mendengar sesuatu?" Bruze Lee bertanya sambil menoleh kearah teman-temannya.
"Aku tidak mendengar apapun." balas Shizo sebelum akhirnya Gameze berteriak.
"AWAS DARI ATAS!!!"
Mendengar perkataan Gameze. Semua orang mendongak, disaat yang sama Boss Monster itu sudah terjatuh menghantam lantai hingga membentuk sebuah kawah kecil.
Blarrrr!
Suara hantaman keras seketika mengema keseluruh ruangan.
Dengan armor yang menutupi seluruh tubuhnya dan memiliki tubuh besar, Boss Monster itu berteriak.
Roarrrrrrr!
Sesuai berteriak, sebuah layar hologram muncul didepan Boss Monster tersebut hingga orang-orang dapat melihatnya dengan jelas.
\=\=\=\=[Boss Monster]\=\=\=\=
__ADS_1
Nama : Golem Armoroed
Level : 100
HP. : 100.000
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Level 100!!!" Semua orang berteriak dengan penuh ketidak percayan.
Walaupun Gameze sudah merencanakan untuk tinggal lebih lama di Dungeon lantai satu untuk meningkatkan level setinggi-tingginya yang mana, ketika mereka melawan Boss Monster levelnya tidak terpaut jauh sayangnya, prediksi nya gagal setelah melihat perbedaan level yang sangat jauh itu.
"Aku lupa kalau dunia ini bukan tercipta dari sistem Game saja cihh, diriku sungguh naif." Gameze bergumam sembari dipenuhi oleh penyesalan.
Di samping itu, ZZ berlari dengan penuh semangat untuk menghancurkan Boss Monster tersebut.
"Rasakan ini!" teriak ZZ.
"Jangan lakukan! Terlalu gegabah!" Gameze berteriak kearah ZZ namun tidak dipedulikan oleh ZZ.
★Demon Upercut!★
Dengan pukulan yang dipenuhi oleh kekuatan, ZZ menghantam wajah Golem Armoroed tersebut dengan begitu percaya diri.
Blarrrr!
Tidak hanya ZZ, ketiga orang lainnya juga ikut membantu ZZ antara lain, Bruze Lee, Samuraze dan Shizo Micizo. Mereka juga tahu bahwa perbedaan level mereka terpaut jauh, akan tetapi tidak ada pilihan lain selain menyerangnya.
★Moon Slash!★
Samuraze melancarkan jurusnya.
★Ultimate Sleding Tackle!★
Bruze Lee mencoba menghancurkan keseimbangannya.
★Blaster Edge!★
Setelah dirasa cukup melancarkan serangan, mereka kembali menjaga jarak kemudian melihat layar hologram yang telah berpindah keatas kepala Golem Armoroed tersebut.
\=\=\=\=[Boss Monster]\=\=\=\=
Nama : Golem Armoroed
Level : 100
HP. : 99.996
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Hanya berkurang 4?" Bruze Lee bertanya dengan penuh ketidak percayaan.
Sayangnya, serangan yang mereka berempat lancarkan masing-masing hanya memberikan 1 Damage (Kerusakan) saja, sebelum akhirnya Golem Armoroed itu beregenerasi kembali.
\=\=\=\=[Boss Monster]\=\=\=\=
Nama : Golem Armoroed
Level : 100
HP. : 100.000
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"HP nya kembali seperti semula!" teriak orang lain.
"Gameze! Apa ada cara untuk mengalahkannya?" Shizo Micizo bertanya kepada Gameze.
Walaupun Gameze adalah orang yang diandalkan saat ini, Gameze hanya terdiam membisu seolah ia telah kehabisan rencana.
"..."
__ADS_1
"Dia mulai bergerak" potong ZZ.
"Boss Monster nya mulai bergerak!" teriak orang lain.
Golem Armoroed mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
"Awas Golem itu melakukan sesuatu, tetap menjaga jarak!" teriak Gameze dengan spontan.
Sesaat setelah Gameze berteriak, saat itu juga Golem Armoroed mulai memukul lantai Dungeon hingga menimbulkan retakan yang lebar dan dalam.
Blarrrr!
Krek krek...
Blarrrr!
Beberapa orang seketika kehilangan keseimbangan karena serangan yang dilancarkan oleh Golem Armoroed itu menimbulkan efek guncangan.
Tidak berhenti sampai disitu, Golem Armoroed mulai mengeluarkan asap pekat dari dalam tubuhnya, asap itu seketika menyelimuti seisi ruangan yang menyebabkan jarak pandang menjadi terbatas.
"Dimana Kalian!?" Shizo Micizo berteriak. Saat ini, semua orang hanya dapat memlihat sejauh 2 meter saja.
"Kami disini!"
"Aku tidak dapat melihat Monster itu!"
Sesaat setelah mereka berbicara, Golem Armoroed kembali melancarkan serangannya, kali ini lebih kuat dari sebelumnya.
Blarrrr!
Guncangan itu membuat orang-orang terpisah dari yang lainnya.
"Cepat menjauh dari Golem itu!" Gameze berteriak memberikan instruksi.
"Sial, Aku terpisah." Zaizen bergumam dengan penuh rasa bersalah mengingat, dirinya membuat keempat pengawalnya menjadi khawatir. "Sungguh memalukan sekali diriku!"
Walaupun mereka saling berteriak, teriakan itu sebenarnya tidak begitu terdengar karena Golem Armoroed terus menimbulkan suara keras dengan melancarkan serangannya bertubi-tubi.
Zaizen berlari, Ia juga mendengar instruksi dari Gameze walaupun sekilas.
Di dalam pekatnya kabut, Zaizen bertemu dengan ZZ.
"Akhirnya aku menemukan orang!"
Zaizen berbicara dengan penuh semangat.
ZZ yang saat itu sedang terdiam juga sedikit terkejut setelah melihat kemunculan Zaizen yang tidak dia perkiraan.
"Bocah ini? Kebetulan sekali..." gumam ZZ kemudian berbicara.
"Nak apa yang kamu lakukan disini?"
"Tertentu saja untuk menjauh dari Golem Armoroed itu!" balas Zaizen.
"Begitu kan, tapi lihat apa yang ada di belakangmu."
Ketika Ia mendengar perkataan itu, Zaizen segera menoleh kebelakang.
"Tidak ada apa-apa dibelakangku..." balas Zaizen sebelum akhirnya ZZ memikul punggung Zaizen hingga kehilangan kesadaran.
Buk!
"Jangan salahkan aku Nak, tapi salahkan Skillmu yang membuatku tidak bisa menyaksikan orang-orang tersiksa karena jebakan di Dungeon ini." ZZ berbicara dengan nada lirih.
Beberapa saat setelahnya, ZZ mengangkat tubuh Zaizen dan membawanya ke ujung jurang yang ditimbulkan oleh Golem Armoroed tersebut.
"Dengan tidak adanya dirimu, aku dapat menikmati orang-orang tersiksa karena jebakan."
Tanpa perasaan dan tanpa empati, ZZ membuang tubuh Zaizen kedasar jurang seolah seperti membuang sampah pada tempatnya.
"Selamat tinggal bocah..."
__ADS_1