Dungeon Leveling

Dungeon Leveling
Ch.16-Kawanan Orc


__ADS_3

"Tolong aku!"


"Jangan bunuh aku!"


"Kiyaaaaaa!"


"Aaaaaaaaaa!"


Suara meminta tolong, memohon, maupun jeritan, saat ini sudah mulai memenuhi telinga Zaizen. Semakin Zaizen mendengar suara itu, Zaizen semakin muak, kedua tangannya juga mengepal keras, yang menandakan bahwa dirinya ingin sekali memusnahkan kawanan Orc tersebut.


Namun, ketika Zaizen akan melangkah kakinya, tiba-tiba Ia ditarik oleh sesuatu yang tidak kasat mata.


Beberapa saat setelahnya, Zaizen merasakan ada tarikan yang membuat ia terbawa kedalam bangunan yang tidak jauh dari kawanan Orc itu berada, disana, Ia melihat ada 3 Orang yang berbadan gemuk dan kurus serta satu orang tertutup mantel yang saat itu menarik tubuh Zaizen.


"Dasar bodoh, jangan bertindak gegabah, untungnya Orc itu belum menyadari keberadaan mu" Pria itu berbicara kepada Zaizen dengan mulut tertutup kain.


Jika dilihat dari penampilannya yang seluruhnya tertutup mantel hijau pekat, Zaizen dapat menebak bahwa dia adalah seorang Assasin.


"Lepaskan Aku, Aku ingin segera menghajar kawanan Orc itu" Zaizen berbicara dengan nada kesal. Walaupun dirinya telah diselamatkan oleh orang yang tidak dikenalnya, Zaizen tetap bersikeras untuk segera menghajar kawanan Orc tersebut.


Mungkin jika itu Zaizen yang dulu, ia akan sangat berterimakasih kepada orang yang tidak dikenalnya itu karena telah menyelamatkannya. Akan tetapi, Zaizen yang sekarang berbeda.


"Apa yang kau katakan!? Apa kau mencoba bunuh diri?" Salah satu Pria berbadan kurus bertanya dengan nada sedikit kesal.


"Kurasa pendatang baru ini adalah orang yang tidak mengenal rasa terimakasih" Pria berbadan gemuk berbicara sambil mengupil seolah, ia tidak peduli mengenai orang-orang yang telah tertangkap oleh kawanan Orc tersebut.


"Jika itu jawaban kalian, kurasa aku tidak mempunyai pilihan lain" balas Zaizen kesal.


Hanya dalam hitungan detik tidak, melainkan hanya dalam hitungan sepersekian detik saja, Zaizen dapat terlepas dari ikatan itu seperti melepaskan sehelai benang jahit yang mengikat tubuhnya.


Melihat aksi Zaizen, mereka bertiga mulai menaikkan alisnya. Namun, salah satu diantara mereka terkejut sekaligus tidak percaya.


"B-bagaimana mungkin dia dapat melepaskan ikatan itu begitu saja" guman Pria itu.


Ya. Pria yang terkejut itu adalah pria yang seluruh tubuhnya tertutup mantel.


"Sampai jumpa, urus saja urusan kalian sendiri" ujar Zaizen kemudian membalikkan tubuhnya dan bergegas menuju ketempat kawanan Orc berada.


Beberapa saat setelahnya, salah satu Orc berteriak setelah melihat keberadaan Zaizen yang sudah berada dekat dengan mereka.


"Ada manusia menuju kemari!" teriak Orc tersebut dengan suara kasar.


Mendengar hal itu.


Beberapa Orc yang sedang bermain-main dengan para manusia seketika menghentikan aktivitasnya, tidak lupa, mereka mengambil senjata berupa tongkat pemukul yang memiliki duri-duri tajam disetiap sisinya.


Saat ini Zaizen sedang menghadap kearah kumpulan Orc tersebut dengan tatapan tajam.


Tak perlu menunggu waktu lama, salah satu Orc berlari menuju ketempat Zaizen berdiri sambil mengangkat tongkat pemukulnya.


Ketika Orc itu hampir mendekati Zaizen, tiba-tiba ada anak panah yang datang dari arah belakang Zaizen dengan cepat melesat dan mengenai bagian perut Orc tersebut.


Wuzzz!


Jleeb!


Melihat hal itu, Zaizen segera menoleh kearah belakang.


Zaizen melihat 3 orang yang sebelumnya ia temui beberapa saat yang lalu.

__ADS_1


"Kalian?" Zaizen heran.


"Cihh, serangaku tidak mengenai kepala Orc sialan itu" gumam Pria gemuk tersebut setelah melesatkan anak panah miliknya.


"Abaikan mereka, kau tidak cukup kuat untuk melawan para Orc itu seorang diri!" Pria bertubuh gemuk menambahkan.


"Oi pendatang baru yang keras kepala, ini adalah kesempatan terakhirmu untuk melarikan diri!" Pria bertubuh kurus menyarankan agar Zaizen segera melarikan diri.


Mendengar perkataan mereka, Zaizen tersenyum tipis.


Mungkin jika mereka mengetahui Level Zaizen berada di angka 200 lebih, mereka pasti tidak akan melakukan hal itu malahan, mereka akan bertekuk lutut meminta pertolongan kepada Zaizen.


Di samping itu, Orc yang sebelumnya telah terkena anak panah milik pria berbadan gemuk itu kembali bergerak menuju kearah Zaizen.


Pria kurus yang menyadari hal itu seketika berteriak hingga didengar oleh Zaizen.


"Awas Orc itu sudah dibelakangmu!"


Zaizen kembali menoleh kearah Orc tersebut namun terlambat.


Blakkk!


Wussss!


Zaizen terkena serangan telak.


Pukulan yang dilancarkan Orc itu menghantam bagian kepala Zaizen, hingga membuat tubuh Zaizen terpental membentur dinding bangunan.


Blarrrr!!


Melihat Zaizen terpental seperti itu, tentunya mereka mengira bahwa Zaizen telah kehilangan nyawanya.


"Bagaimana mungkin!?" Pria gemuk dan Pria kurus terkejut setengah mati setelah menyaksikan hal tersebut.


"Dia bangkit!?" Pria dengan mantel hijau pekat juga sama terkejutnya.


Para kawanan Orc yang melihat hal itu mulai bersikap waspada, tentu saja, mereka mulai menambahkan jumlah anggota untuk menyerang Zaizen.


"Serangan manusia itu!" teriak pemimpin Orc dengan suara kasar.


Kali ini bukan satu, dua, maupun tiga Orc yang menghampiri Zaizen melainkan, lebih dari 20 Orc berlari menghampiri Zaizen.


Sisanya, mereka mengejar tiga orang yang sebelumnya memberikan Zaizen kesempatan untuk melarikan diri.


"Orc itu kemari!" teriak pria berbadan gemuk.


"Bagaimana dengan pendatang baru itu?" tanya pria kurus.


"Dasar Pintar! Mana mungkin dia akan selamat setelah menghadapi 20 Orc secara bersamaan!" jawab pria gemuk kemudian bergegas melarikan diri.


Di sisi lain, Zaizen mulai mengeluarkan pedangnya.


"Lenyaplah dari hadapanku!" Zaizen mengayun pedang miliknya dengan satu ayunan.


Cringg!


Tidak perlu menggunakan tenaga penuh, Zaizen berhasil memotong bagian tubuh Orc tersebut layaknya memotong jelly.


Perlahan tapi pasti, tubuh Orc itu mulai menyemburkan darah hingga meregang nyawanya.

__ADS_1


"Dasar lemah!" gumam Zaizen.


Beberapa saat kemudian, kayar hologram mulai muncul.


\=\=\=\=[Dungeon System]\=\=\=\=


Anda telah mengalahkan Orc!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=[Selamat]\=\=\=\=\=\=\=\=


EXP 1.800 Ditambahkan!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tidak puas dengan satu Orc, Zaizen bergegas menuju kawanan Orc yang sedang menghampirinya.


Cringg!


Cringg!


Cringg!


Seperti sebelumnya, Zaizen dengan mudah membunuh Kawanan Orc yang ada dihadapannya itu hingga menyisakan sang pemimpin Orc.


"Manusia ini kuat" Pemimpin Orc berbicara dengan suara kasar.


Sambil menggenggam erat tongkat pemukulnya, Orc itu berteriak sambil menyerang Zaizen.


"Roaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrr!"


"Hanya mulutmu saja yang besar" gumam Zaizen kemudian memotong tubuh pemimpin Orc tersebut layaknya memotong kue ulang tahun.


Cringg!


Seusai pertarungan, Zaizen segera menghampiri orang-orang yang telah mengalami penyiksaan dari kawanan Orc tersebut.


"Ini! Sembuhkan diri kalian sendiri!"


Zaizen melempar banyak botol potion kearah mereka.


Perlu diingat, botol potion itu sebenarnya berasal dari darah Zaizen sendiri, namun berkat bantuan dari Angeliza yang memiliki Skill pemurnian, tentunya Potion itu telah aman untuk dikonsumsi oleh orang lain.


"Andaikan Angeliza tidak aku titipkan kepada mereka, mungkin aku dapat memproduksi banyak potion" gumam Zaizen kemudian bertanya kepada salah satu korban yang masih memasang muka pucat.


"Apa kau membutuhkan bantuan lain?" Zaizen menawarkan bantuan.


Orang tersebut tidak menjawab pertanyaan Zaizen malahan, ia justru marah kepada Zaizen.


"Dasar Pintar! Kau baru saja memanggil lebih banyak kawanan Orc untuk datang kemari!" ujar Pria itu sambil memasang muka masam.


"Apa maksudmu?" Zaizen bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Saat pemimpin Orc itu berteriak, saat itu juga dia sudah memanggil kawanannya dari berbagai wilayah untuk datang kemari" pria itu mengambil jeda sesaat untuk mengatur nafasnya.


"Datang kemari!?" gumam Zaizen.


"Mereka akan datang dengan membawa belasan, puluhan, ratusan, ribuan tidak, mungkin puluhan ribu Orc akan datang kemari seperti kejadian di Kota Fristline beberapa tahun yang lalu. Aku akui kau memang kuat. Namun, apakah kau mampu melawan puluhan ribu pasukan Orc seorang diri?" ujar Pria tersebut.

__ADS_1


__ADS_2