
Di hari pertama, Zaizen merasakan mual-mual yang sangat luar biasa seolah, perutnya menolak bagian tubuhnya sendiri.
Uhuk! Uhuk! Uhuk!
Zaizen terbatuk-batuk hingga memuntahkan darah.
Perlu diketahui, ketika manusia memakan daging manusia, mereka akan mendapatkan risiko kesehatan yang fatal dan banyak sekali, namun berkat Skill Regenerasi Pasif miliki Zaizen, tubunya perlahan memperbaiki diri yang mana, hal itu memberikan Zaizen harapan untuk hidup lebih lama.
Ketika Zaizen haus, satu-satunya cara untuk menangkal rasa haus itu dengan meminum air buangannya sendiri yang ia simpan dibotol potion kosong miliknya.
"Walaupun ini menyiksa tubuhku, aku tidak akan memuntahkannya karena ini adalah satu-satunya cara untuk dapat bertahan hidup lebih lama." Zaizen berbicara sambil mencengkeram kuat perutnya.
Entah berapa lama Zaizen akan terbebas dari Neraka barunya itu, Zaizen tidak dapat memprediksinya.
"Yah, jika aku menceritakan kisah ini kepada dunia, mungkin cerita ini terlalu Dark untuk diterima semua kalangan." guman Zaizen sambil tersenyum kecut.
Satu minggu berlalu, Zaizen telah memakan tiga kakinya sendiri.
★Analyze!★
Zaizen juga sempat mengeluarkan Skill miliknya akan tetapi percuma, tidak ada apapun disana selain tanah dan bebatuan.
"Percuma saja diriku melakukannya." Zaizen berbicara dengan nada kurang bersemangat.
Bahkan, Zaizen terus menerus berteriak meminta pertolongan akan tetapi, Ia tidak mendapatkan respon apapun dari permukaan. Karena ketika Zaizen pertamakali tersadar, lantai Dungeon itu telah menutup kembali seperti semula yang artinya, seseorang telah meninggalkan tempat tersebut atau mereka semua telah mati.
Bulan pertama telah Zaizen lewati.
Kini, perut Zaizen sudah mulai sedikit merasakan sakit mengingat, tubuh Zaizen mulai menerima hal itu.
Beberapa saat setelahnya, muncul sebuah layar hologram didekat kepala Zaizen.
\=\=\=\=[Dungeon System]\=\=\=\=
Skill Regenertion Level UP!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=[Selamat]\=\=\=\=\=\=\=\=
Skill Regenertion Naik Tingkat!
Nama : Regenertion
Skill Level : 2
Status : Skill Pasif
Otomatis Konsumsi Mana : 45%
__ADS_1
Cooldown : Tidak Ada
Kelebihan :
-Mampu meregenerasi sel-sel tubuh secara terbatas.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Yah, setidaknya sedikit membantu" gumam Zaizen.
Waktu terus berjalan, kini Zaizen terus bertahan dengan kondisinya saat ini hingga dibulan ke dua, dirinya merasakan getaran seperti yang ia rasakan saat melawan Golem Armoroed.
"Apa, getaran?" Zaizen terkejut. Sayangnya gataran itu tidak sekencang saat pertama kali dirinya melawan Golem Armoroed.
"Apakah mereka kembali untuk menyelamatkan ku?" Zaizen berfikir, akan tetapi sangat mustahil setelah dua bulan berlalu dan mereka tiba-tiba kembali begitu saja.
Beberapa saat berselang, Zaizen kemudian teringat akan perkataan DarkEye. Dulu saat pertama kali mereka terpanggil ke dalam Dungeon, DarkEye pernah berkata.
'Yang pertama, kalian adalah 100 manusia generasi pertama yang terpilih ke tempat ini. Ini dibuktikan dengan adanya tatto dibagian leher kalian'
Ketika Zaizen memikirkan hal itu, ia berasumsi bahwa saat ini, mereka yang ada dipermukaan adalah manusia dari generasi yang berbeda.
"Mereka pasti dari generasi setelah ku..." Zaizen berbicara sendiri sambil memegang lehernya yang masih tertulis angka 0.
"Mungkin aku harus menunggu retakan itu terbuka kembali dan saat kesempatan itu datang, Aku akan berteriak sekencang-kencangnya." Zaizen berbicara disertai senyuman yang penuh semangat karena, ia telah mendapatkan setitik harapan.
Bulan ke-4 tetap sama.
Bulan ke-6 tetap sama.
Bulan ke-8 sama saja.
Bulan ke-10 seperti bulan ke-4, yakni tetap sama.
Hingga satu tahun berlalu, kesempatan yang Zaizen nanti-nanti belum datang juga.
"Mungkin sebentar lagi." Zaizen terus bersikap optimis.
Dua tahun berlalu situasi tetap sama.
"Tahun ini mungkin bukan tahun keberuntungan ku." Zaizen terus bersikap optimis.
Tiga tahun selanjutnya juga sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Yah... setidaknya kesempatan itu akan datang di tahun berikutnya."
Di tahun ke-4, Zaizen mulai putus asa.
"Sudah berapa tahun aku disini?" Zaizen bertanya kepada dirinya sendiri seolah, ia sudah tidak memiliki harapan apapun untuk diandalkan.
__ADS_1
Krucuk' krucuk'
Perut Zaizen berbunyi, walaupun Zaizen sudah terbiasa memakan beberapa bagian tubuhnya sendiri, Zaizen saat ini memiliki kebiasaan seperti manusia pada umumnya, yakni makan tiga kali sehari.
"Ahhh... perutku lapar, hari ini aku memilih menu apa ya?" Zaizen berbicara sendiri.
"Mungkin aku akan memilih menu kaki mentahan...tidak."
"Mungkin aku akan memilih menu jari mentahan... tidak."
"Atau mungkin..." Zaizen memandang kearah celananya.
"Tidak-tidak-tidak... ini bukan untuk dimakan tapi untuk menyelamatkan populasi manusia dan memberikan kebahagiaan bagi setiap pasangan."
"Yah seperti biasa... aku akan memakan tangan kananku." Dengan santainya, Zaizen menggigit tangan kanannya layaknya seperti menggigit sate.
Ketika Zaizen pertamakali melakukan hal itu, ia merasakan sakit, sakit yang luar biasa. Namun berkat kebiasaannya itu, rasa sakit yang ia terima seolah sudah menghilang karena Zaizen terbiasa menyakiti dirinya sendiri. Ya, mungkin sekarang Zaizen sudah menjadi maskonis tingkat Dewa.
"Andaikan ada bumbu disini, mungkin rasanya akan sedikit lebih nikmat... sial, aku hampir menjadi tidak waras!"
Sesaat setelah Zaizen menggigit tangannya, saat itu juga Skill Regenertion miliknya mulai aktif secara otomatis hingga kulit yang terkelupas tesebut seketika kembali menyembuhkan diri.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang saat itu memerlukan proses penyembuhan yang cukup lama. Sekarang, Zaizen tidak perlu menunggu proses penyembuhan luka yang ia alami terlalu lama karena saat ini Skill Regenertion miliknya sudah meningkat hingga ke level Maksimal.
1 minggu kemudian, Zaizen mengalami depresi mengingat, selama 4 tahun penuh, hidup Zaizen digunakan untuk melakukan hal-hal yang monoton saja.
Zaizen juga tidak tahu harus melakukan apa kerena, kesempatan yang ia tunggu-tunggu selama 4 tahun itu tak kunjung datang.
"Bahkan sudah selama ini aku terjebak kedalam tempat sialan ini."
"Kurasa aku telah dilupakan."
Rasa putus asa Zaizen tidak berhenti sampai disitu, dengan tatapan kosong, Zaizen melihat kedasar jurang.
"Kurasa aku akan mengakhiri hidupku, sungguh menyedihkan sekali diriku karena mengandalkan harapan yang tak kunjung datang." Zaizen berbicara dengan nada penuh penyesalan, Ia menyesal karena perjuangan yang selama ini ia perjuangkan dengan darah dan dagingnya sendiri tidak kunjung mendapatkan balasan apapun kecuali keputusasaan dan penderitaan.
"Seperti inikah rasanya berada di titik terendah dalam hidup? Bukan cuma diriku saja, mungkin beberapa manusia di bumi juga pernah mengalaminya sehingga hingga mereka mengakhiri hidupnya sendiri." Zaizen menghela nafas panjang.
"Yah... andaikan mereka tahu bahwa tindakan yang mereka lakukan itu justru membuat mereka lebih menderita lagi, mungkin mereka tidak akan melakukannya. Dimana ketika mereka mati, mereka akan dihidupkan kembali dalam keadaan saat mereka mengakhiri hidupnya... dan mereka akan mengulang hal itu selama-lamanya."
"Sungguh mengerikan ketika diriku membayangkannya." Zaizen mengurungkan niatnya untuk melakukan percobaan bunuh diri.
Ketika Zaizen kembali terduduk, Zaizen justru terpleset kedasar jurang.
"AAAAAAAAAAAAAAA!!!"
"TIDAAKKK!!"
"Aku bersumpah! Aku tidak sengaja melakukannya!!!" teriak Zaizen keras.
__ADS_1