Dungeon Leveling

Dungeon Leveling
Ch.9-Dungeon Lantai 0 [1]


__ADS_3

30 detik berlalu semenjak Zaizen terjatuh kedalam jurang, saat ini yang ia lihat hanyalah kegelapan.


Dalam posisi terjatuh, Zaizen sempat berbicara.


"Aku tidak dapat membayangkan ketika tubuhku menghantam permukaan, akan tetapi satu hal yang pasti, tubuhku mungkin akan terpisah menjadi beberapa bagian dan saat itu juga nyawaku tidak akan tertolong."


Beberapa saat kemudian, Zaizen terkejut. Ia terkejut ketika melihat semuanya tiba-tiba berubah.


"A-Apa! Kenapa semuanya berubah menjadi biru?" ketika Zaizen memandang dari kejauhan, ia sekali lagi terkejut.


"Awan? Kenapa ada awan didasar jurang!?" Sesaat setelah Zaizen berbicara, saat itu juga sebuah layar hologram kembali muncul didekat kepalanya.


\=\=\=\=[Dungeon System]\=\=\=\=


Anda telah melewati wilayah yang tidak terdaftar!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Wilayah tidak terdaftar?"


Zaizen memandang kebawah, dari atas ketinggian, Ia melihat sebuah reruntuhan yang masih baru.


"Sebuah reruntuhan?" dalam benaknya, Zaizen tidak memikirkan mengenai keberadaan reruntuhan itu melainkan, ia sedang fokus untuk menyelamatkan nyawanya sendiri karena, beberapa menit dari sekarang ia akan menghantam permukaan tanah yang cukup keras.


"Bukan saatnya memikirkan reruntuhan itu, yang paling penting sekarang adalah menyelamatkan nyawaku sendiri!" Zaizen berfikir keras, ia sedang berfikir mengenai bagaimana cara ia mendarat.


"Yang aku lihat dari atas hanyalah reruntuhan dan tanah kering, andaikan ada sungai atau danau disini, mungkin aku dapat melihat setitik harapan."


Zaizen hanya bisa pasrah menerima keadaan itu akan tetapi, muncul setitik harapan yang tidak ia sangka-sangka.


Di bawahnya, Zaizen melihat kawanan burung berukuran besar yang sedang bermigrasi.


"Burung? Terlebih lagi, mereka tidak menyadariku."


Dalam benak Zaizen, ia berencana untuk menghantam burung tersebut dengan tubuhnya. Zaizen berfikir bahwa dengan menghantam burung tersebut dengan tubuhnya, maka akan sedikit memperlambat pengaruh gravitasi saat dirinya menghantam permukaan.


"Hanya ada satu kesempatan, aku tidak boleh lengah!"


Dengan penuh perhitungan, Zaizen akhirnya dapat menghantam burung yang berukuran besar tersebut.


Brukk!


Kuakkkkk!


Sesaat kemudian, Zaizen dan burung itu berhasil menghantam permukaan tanah.


Blarrrr!


Burung itu mati dan Zaizen mengalami patah tulang disekujur tubuhnya.


"Akhirnya, walaupun tubuhku juga ikut hancur karenanya, setidaknya aku masih terselamatkan. Terimakasih burung, aku akan memakan dagingmu setelah ini karena akan sangat benci memakai diriku sendiri dan juga, akan sangat percuma jika dagingmu membusuk disini."


Dengan dipenuhi luka yang cukup serius, Zaizen berbicara dengan begitu santai seolah, Ia tidak merasakan sakit sedikitpun.


Sepuluh detik kemudian, layar hologram kembali muncul didekat kepala Zaizen.


\=\=\=\=[Dungeon System]\=\=\=\=


Wow! Anda masih hidup setelah terjatuh dari ketinggian 100km


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=[Selamat]\=\=\=\=\=\=\=\=


Anda Mendapatkan Title :


Nama : (Tahan Banting)

__ADS_1


Kelebihan:


-Status Pertahanan dan Vitalitas Anda meningkat 5X Lipat


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Apa Tahan Banting?" Zaizen terkejut, ia tidak pernah berfikir bahwa dirinya telah terjatuh dari ketinggian 100km.


Tidak berhenti sampai disitu, ia juga menerima EXP setelah mengalahkan burung berukuran besar tersebut.


\=\=\=\=[Dungeon System]\=\=\=\=


Anda telah mengalahkan Giant Birdly!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=[Selamat]\=\=\=\=\=\=\=\=


EXP 9.250 Ditambahkan!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Level UP!


Level UP!


Level UP!


"Akhirnya setelah sekian lama aku dapat meningkatan levelku seorang diri!" Zaizen tersenyum puas, sudah 4 tahu berlalu semenjak dirinya mengalami penderitaan yang tiada tara, kini ia dapat menikmati hasil jerih payahnya.


"Kurasa aku akan melihat sebentar Status Karakter milikku"


"Menu"


\=\=\=\=[Status Karakter]\=\=\=\=


Title   :


Race  : Human


Name: Zaizen Sczillenz


Age    : 19


Job     : Supporter (Pendukung)


[HP.:100.00%]


[MP:100.00%]


Skill Point [30]


(ATK+5) (CRT+0,01%)


(DEF+25) (VIT+20)


(INT+7) (AGI+0)


(STA+0) (EVA+0)


Skill Aktif [1]


1-Analyze Lv.5


Skill Pasif [0]


1-Regeneration Lv.Max

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=[Tutup]\=\=\=\=\=\=\=\=


"Hmmm.... kurasa aku akan menggunakan semua Skill Poinku untuk meningkatkan Vitalitas."


Setelah Zaizen selesai berbicara, saat itu juga muncul sesosok wanita dengan kedua sayapnya berwarna putih datang menghampiri Zaizen.


"Manusia?" begitulah perkataan wanita itu.


Mendengar perkataan yang lembut itu, Zaizen segera menoleh kearah sumber suara.


"Seorang Dewi?" Mata Zaizen melebar seolah tidak percaya.


Dengan paras menawan, serta kulit putih bersih dan selembut sutra, dibalut dengan kain berwarna putih berlapis emas ditambah lagi, dua buah semangka segar yang ada di bagian dada wanita tersebut membuat Zaizen berhenti berkedip karena terbius oleh pemandangan yang luar biasa indah.


"Kau Manusia?" Sekali lagi, wanita itu berbicara.


"Seorang Dewi?" Sama dengan sebelumnya, Zaizen mengulang perkataannya.


"Tidak, aku bukan seorang Dewi, namaku Angeliza. Aku adalah malaikat yang tidak berjenis kelamin serta tidak memiliki emosi." Angeliza berbicara dengan nada datar.


Sontak perkataan itu membuat Zaizen sedikit terkejut.


"Tidak berjenis kelamin? Lalu apa gunanya kedua buah semangka segar yang ada didadamu itu?" Zaizen bertanya dengan sedikit kekecewaan.


"Semangka Segar?" Angeliza berfikir, ia sedang berusaha memahami makna Semangka Segar yang baru saja Zaizen katakan.


"Oh... maksudmu ini." Dengan santainya, Angeliza memperlihatkan kedua buah semangka segar miliknya kearah Zaizen.


"Kata masterku, buah semangka ini hanya berfungsi sebagai hiasan." 


Zaizen yang melihat aksi tersebut seketika mengeluarkan darah dari hidungnya.


"Apa kamu tidak apa-apa? Hidungmu berdarah?" Angeliza bertanya dengan penuh tanda tanya.


"Oh... tidak perlu khawatir, luka seperti ini hanyalah luka seorang ksatria yang telah melihat indahnya Surga." balas Zaizen dengan nada percaya diri sebelum akhirnya bertanya.


"Apa yang membuatmu kemari?"


"Aku kemari karena mendengar suara yang tidak biasa." balas Angeliza sebelum akhirnya bertanya dengan keheranan.


"Dengan luka disekujur tubuhmu, bagaimana kamu tetap tenang seperti itu?"


"Sebenarnya luka ini sangat sakit sekali, tapi semenjak diriku melihatmu tiba-tiba rasa sakit ini menghilang entah kemana." balas Zaizen sambil memasang wajah keren.


"Manusia memang membingungkan"


"Ngomong-ngomong, kau tadi berbicara mengenai master, menangnya siapa mastermu? Apakah dia laki-laki atau perempuan, jangan-jangan tidak berjenis kelamin?" Zaizen memastikan dengan penuh keyakinan.


"Masterku bernama Riczardo Mellioz–" belum selesai berbicara, Zaizen memotong perkataan Angeliza.


"Tunggu-tunggu... Riczardo Mellioz? Apakah mastermu seorang laki-laki?" tanya Zaizen dengan sedikit was-was.


"Sial, sungguh beruntung sekali masternya karena memiliki malaikat yang sangat indah seperti ini." gumam Zaizen sebelum akhirnya dijawab oleh Angeliza.


"Tidak. Masterku adalah seorang wanita, bukan wanita biasa, dia juga seorang Dewi yang memiliki kedudukan setara dengan Dewa sekaligus pencipta Dungeon ini." Angeliza menjelaskan.


Zaizen sempat terkejut mendengar penjelasan Angeliza.


"Dewa, pencipta Dungeon?" gumam Zaizen kemudian bertanya dengan penuh ketidaksabaran.


"Mastermu... dimana Mastermu? Apakah dia disini... aku ingin cepat-cepat bertemu dengannya, bawa aku ketempat Mastermu berada."


"Masterku tidak ada disini, dia pergi ribuan tahun yang lalu, Dungeon ini telah ditinggalkan." balas Angeliza.


"Tidak ada disini, Dungeon yang ditinggalkan, apa maksudnya?" tanya Zaizen.


"Dungeon ini dulunya diciptakan untuk membina makhluk yang berhati jahat menjadi baik dengan cara memanggil makhluk-makhluk yang memiliki kepribadian buruk di berbagai belahan alam semesta" Angeliza menjelaskan.

__ADS_1


"Sayangnya, Masterku tidak mampu melakukan tujuannya sehingga Dungeon ini ditinggalkan dan proses pemanggilan telah dihentikan begitu saja" Imbuhnya.


"Proses pemanggilan telah dihentikan? Yang benar saja! Aku baru saja dipanggil ketempat ini beberapa tahun yang lalu!" Zaizen memasang muka kesal.


__ADS_2