Dungeon Leveling

Dungeon Leveling
Ch.7-Crazy Survival


__ADS_3

Suatu hari berlalu semenjak pertarungan melawan Golem Armoroed.


Walaupun saat itu ZZ membuang tubuh Zaizen kedasar jurang, Zaizen sempat mendapatkan keberuntungan karena tersangkut disisi jurang.


Kini, Zaizen akhirnya tersadar kembali.


"Apa yang terjadi padaku?" Zaizen berfikir sejenak hingga akhirnya ia teringat akan sesuatu.


"Saat itu...Aarrggghhhh!" Zaizen berteriak, Ia terkejut setelah menyadari bahwa salah satu kakinya telah patah.


"Gara-gara si bedebah itu, kakiku!" Sesaat setelah mengumpat kesal, Zaizen kembali berteriak.


"TOLONG AKU!!!"


"TOLONG AKU!!!"


"TOLONG AKU!!!"


Zaizen sudah beberapa kali berteriak sekencang-kencangnya namun, dirinya tidak mendapatkan respon apapun bahkan, tenggorokannya menjadi serak karena terlalu sering berteriak.


Ketika Zaizen mencoba bergerak, rasa sakit tiba-tiba muncul secara mengejutkan bagaikan badai petir yang meledak-ledak.


Siapapun yang merasakannya, mereka pasti akan merengek seperti bayi yang baru lahir akan tetapi, Zaizen mencoba bertahan untuk melewati itu semua hingga dirinya sudah terbiasa dengan rasa sakit itu.


Kini, sisa tenaganya ia kumpulkan untuk mengulur waktu agar malaikat kematian tidak menjemputnya terlalu dini–selain itu, limit hidupnya juga tersisa beberapa % saja.


"Aku tidak boleh mati disini, selagi si bedebah itu masih hidup, orang-orang yang tidak bersalah akan terancam nyawanya." Zaizen berbicara dengan nada tebata-bata disertai raut muka penuh emosi yang meluap-luap.


Dengan sisa-sisa kekuatannya, Zaizen mencoba menggerakkan tubuhnya dan menyandarkan punggungnya kedinding jurang untuk sekadar beristirahat.


Matanya juga sempat tertuju kebawah jurang untuk melihat seberapa dalam jurang itu akan tetapi percuma, yang ia lihat hanyalah kegelapan tanpa dasar.


Krucuk' krucuk'


Masalah lain telah muncul. Setelah melewati fase kesakitan, Zaizen dihadapkan pada situasi yang tidak bisa dihindari oleh siapapun yakni fase kelaparan.


Bagi Zaizen, untuk mengatasi fase kelaparan merupakan hal yang lebih sulit dibandingkan mengatasi fase kesakitan mengingat, dirinya hanya dapat bertahan hidup beberapa hari saja tanpa makan dan minum.


"Jika saja aku masih menyimpan beberapa makanan didalam Inventoryku, aku dapat bertahan sedikit lebih lama."


Krucuk' krucuk'


Sekali lagi perut Zaizen berbunyi, kali ini berbunyi lebih keras dari sebelumnya.


Zaizen memikul perutnya dengan begitu keras berharap, suara itu menghilang, "Diamlah perut sialan!"


Akan tetapi, aksi yang Ia lakukan justru malah memperburuk keadaan.


Zaizen akhirnya kehilangan kesadaran selama beberapa saat setelah dirinya melakukan hal gila tersebut.


Waktu berjalan begitu cepat hingga Zaizen akhirnya tersadar kembali.


Ketika ia perlahan membuka matanya Zaizen terkejut. Pasalnya, dirinya melihat bayang-bayang malaikat kematian yang sudah berada dihadapannya.


Dengan penuh kepanikan, Zaizen melebarkan matanya untuk memastikan bahwa yang ia lihat bukanlah kenyataan melainkan sebuah ilusi.


"Barusan. Apa itu tadi?"

__ADS_1


Benar, itu sebuah Ilusi. Ilusi yang akan muncul kepada siapapun yang sedang dekat dengan kematian.


"Aaarrggghhhh!" Beberapa saat setelahnya, Zaizen kembali merasakan sakit yang luar biasa seolah, kesakitan itu telah melampaui batas ketahanan miliknya.


"Apakah proses kematian akan sesakit ini? Jika orang-orang tahu bahwa proses kematian akan sesakit ini, mungkin kasus bunuh diri di bumi akan turun drastis." Sesaat setelah Zaizen berbicara, saat itu juga sebuah layar hologram muncul didekat kepalanya.


\=\=\=\=[Dungeon System]\=\=\=\=


HP (Health Point) Anda berkurang secara berkala karena efek kelaparan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=[Dungeon System]\=\=\=\=


Anda menerima kerusakan karena efek kelaparan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Tak perlu kau beritahu, aku juga sudah tahu kalau diriku sedang kelaparan... dasar sistem sampah!" Zaizen mengumpat kesal kala itu mengingat, emosi miliknya sedang tidak menentu.


Segera, Zaizen mengakses Inventory miliknya namun, yang ia punya hanyalah botol potion kosong, dengan kata lain, Zaizen tidak memiliki apapun untuk dimakan.


"Sudah kuduga, aku memang ditakdirkan untuk mati membusuk disini." Zaizen mencoba berfikir keras, ia tidak menyerah pada akhir hidupnya, malahan sesuatu terlintas dari dalam benaknya.


"Disaat seperti ini, aku malah teringat akan sebuah komik yang cukup terkenal di duniaku. Ya, komik itu mengisahkan sebuah kisah perjuangan bertahan hidup yang dialami oleh dua manusia yang terjebak disebuah pulau kosong. Kalau tidak salah, mereka memakan salah satu kakinya untuk terus bertahan hidup. Sial, apakah aku juga akan melakukan hal seperti itu?"


Lima menit berlalu.


Zaizen menelan ludahnya, Ia sendiri tidak menyangka bahwa dirinya akan memulai hal gila yang hanya ada di cerita komik yang pernah ia lihat.


Karena yang ada dibenaknya, Zaizen mencoba memotong kakinya.


Entah apa yang akan menunggu setelahnya, Zaizen tidak dapat membayangkannya.


Glup'


Zaizen sekali lagi menelan lidahnya.


"Apakah ini cukup? Selain itu, aku juga telah mengikat pahaku dengan kain untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kesalahan yang mengakibatkan kehilangan banyak darah. Aarrgggh.... Andaikan aku lebih giat untuk belajar materi Biologi saat dibangku SMA, mungkin aku tidak akan sepanik ini" gumam Zaizen kemudian mengangkat belatinya tinggi-tinggi.


Hanya ada satu jawaban. Hidup atau Mati. Itulah yang ada dibenak Zaizen saat ini.


"Tidak ada pilihan lain!" Zaizen mulai melesatkan belati miliknya dengan sekuat tenaga berharap, semuanya akan berakhir dengan begitu cepat.


Cringg!


"AAAAAAAAAAAAAAA!!!"


Namun naas, Zaizen terlalu naif.


Zaizen tidak memperkirakan bahwa pisau belatinya belum cukup mampu memotong kakinya.


"AAAAAAAAAAAAAAA!!! MUSTAHIL INI TIDAK BEKERJA! BELATINYA TERLALU TUMPUL!!!" Teriak Zaizen keras, sangat keras.


Kini, waktu berjalan begitu lambat seolah, Zaizen sedang mendapatkan hukuman karena menyiksa dirinya sendiri.


Walaupun demikian, Zaizen tidak menyerah, Ia terus menerus mengayunkan belati miliknya hingga akhirnya salah satu kakinya berhasil terpotong.

__ADS_1


"Akhirnya..." sesaat setelah berbicara, Zaizen tersungkur lemas hingga perlahan, dirinya kehilangan kesadaran.


"..."


Dua hari berlalu semenjak Zaizen kehilangan kesadaran, dirinya akhirnya kembali terbangun.


Perlahan namun pasti, Zaizen membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat bukanlah potong kakinya melainkan, sebuah layar hologram yang sudah lama muncul ketika Ia kehilangan kesadaran.


\=\=\=\=[Dungeon System]\=\=\=\=


Anda telah melewati keadaan tertentu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=[Selamat]\=\=\=\=\=\=\=


Anda Mendapatkan Skill:


Nama : Regenertion


Skill Level : 1


Status : Skill Pasif


Otomatis Konsumsi Mana : 50%


Cooldown : Tidak Ada


Kelebihan :


-Mampu meregenerasi sel-sel tubuh secara terbatas.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Segera, mata Zaizen melebar seolah tidak percaya.


"Apa, Skill Regenertion?"


Zaizen terkejut. Namun, keterkejutannya tidak berhenti sampai disitu saja melainkan, dirinya dikejutkan lagi dengan anggota tubuhnya yang utuh kembali.


"Kakiku Kembali!!!"


Dengan penuh semangat, Zaizen berdiri. Zaizen berfikir bahwa kejadian yang Ia alami sekarang ini adalah berkah dari Surga akan tetapi, dirinya salah. Karena Zaizen tidak menyadari, bahwa kemampuan barunya itu akan membawa dirinya menuju penderitaan bagaikan Neraka.


Krucuk' krucuk'


Perut Zaizen kembali berbunyi, walaupun dirinya telah mendapatkan Skill Regenertion tetap saja, Skill tesebut tidak dapat menyembuhkan efek kelaparannya karena, Zaizen juga memerlukan sebuah Nutrisi yang nantinya akan diekstrak didalam tubuhnya agar menjadi Mana dan Mana itu digunakan untuk mengaktifkan Sihir maupun Skill. Begitulah siklus alaminya.


"Walaupun aku telah mendapatkan Skill yang cukup bagus kurasa percuma saja, karena Skill ini tidak berguna untuk membantu menahan rasa laparku." Zaizen berbicara dengan nada lesu seolah, semangat yang baru saja ia miliki seketika lenyap entah kemana.


"..." Zaizen kembali berfikir. Sesaat kemudian, Zaizen menyadari bahwa dirinya sedang dipermainkan oleh Dungeon tersebut.


"Tunggu... tunggu.... YANG BENAR SAJA!!!" Zaizen mengumpat kesal.


Di dalam pikirannya, Zaizen hanya memiliki satu cara bertahan hidup di tempat Ia terjebak saat ini.


Ya, cara itu adalah cara bertahan hidup yang diluar akal dan logika manusia.

__ADS_1


Apa itu? Dengan memakan bagian tubuhnya sendiri kemudian menunggu tubuhnya beregenerasi kembali dan Zaizen harus mengulang hal itu berkali-kali untuk dapat bertahan hidup lebih lama.


"Tidak ada pilihan lain." sesaat setelah Zaizen berbicara, saat itu juga dirinya memakan kakinya sendiri yang sudah sudah Ia potong sebelumnya.


__ADS_2