Ellen Barker"Bad Liar"

Ellen Barker"Bad Liar"
Masa Lalu kembali


__ADS_3

Ellen sudah terbiasa hidup sendiri. Walaupun dia masih memiliki keluarga lengkap. Hanya saja, dari kecil dia hidup ditengah keluarga yang hancur. Dan kehancuran itu membuat Ellen menjadi seperti sekarang ini. Akar kepahitan yang telah di tanam keluarga sendiri didalam hatinya itu membuat dirinya sebagai sesosok wanita kejam dan tak berperasaan, tak berbelas kasih dan tak peduli akan kesusahan pada orang lain yang diakibatkan oleh ulahnya sendiri



Gadis cantik itu bertumbuh besar menjadi seorang mafia kelas kakap. Dia dengan mudahnya merampas harta milik seseorang, terutama kantong pria hidung belang. Dia seorang penipu kelas atas. Hanya karna parasnya yang sangat menarik dan tubuhnya yang sexy, ia dengan mudahnya menjatuhkan seseorang ke dalam ucapannya yang penuh tipu muslihat.


Menipu seseorang ada banyak jenis dalam kamusnya. Memiliki level, dan level itu sendiri yang menentukan berapa banyak bayaran untuk Ellen.


Level terendah yang dia lakukan seperti menggelapkan dana. Dia tidak akan menerima penggelapan dana yang berjumlah biasa, buang buang waktu. Pikirnya.


Dia bersedia menerima proyek itu dengan jumlah milyaran. Sombong sekali bukan?


Lalu bagaimana dengan level tertinggi dari kejahatannya?


Level tertinggi dari kejahatannya adalah menjatuhkan saham dan perusaahan. Bahkan yang terhebat sekalipun. Tidak tau dia belajar dari mana untuk melakukan hal itu, bagaimana dia dengan mudahnya menipu seseorang walaupun orang itu lebih pintar darinya.


Dan bagaimana dengan tindakan kejahatannya itu? Kenapa tidak di penjarakan saja.

__ADS_1


Bahkan polisi saja tidak bisa menemukan jejak kejahatannya. Ellen begitu pintar dan licik. Ditambah dengan kepahitan didalam hatinya itu, membuatnya semakin menjadi-jadi.


Di sebuah restoran bintang 5. Ellen duduk berhadapan dengan seorang pria.


"Serahkan semuanya padaku, asal kau membayarku lebih dari klien ku yang lain." Ujarnya pada kliennya yang baru.


Lelaki itu mengelus dagunya yang begitu mulus. Ia menyeringai. Menatap Ellen dengan tatapan yang tajam, lalu tertawa sinis.


"Lebih dari yang tidak kau bayangkan pun akan aku berikan, asal kau dapat menuntaskannya sampai akhir." Sahutnya.


Ellen ikut tertawa sinis. Mengangkat alis kirinya. "Baiklah."


"Ganteng juga dia." Kikiknya.


Kemudian Ellen juga ikut beranjak pergi dari tempat itu.


Ellen berjalan menuju parkiran mobil. Saat sedang berjalan di area parkiran, perasaannya tiba tiba gelisah. Ia merasa seseorang sedang mengikutinya. Sesekali ia menoleh ke belakang, namun tidak ada siapa-siapa. Mengamati kiri dan kanan, sepi...

__ADS_1


*P*erasaan macam apa ini, tidak ada siapa siapa disini. Batin Ellen.


Ia mempercepat langkah kakinya, saat tangannya sudah mendekati gagang pintu mobil seseorang mencegatnya disamping pintu mobil tersebut.


"Ahh…" desahnya kesakitan lalu melirik sosok itu.


Gadis itu mengernyitkan alisnya saat melihat siapa yang mencegatnya.


"Kau!" gertaknya kesal.


Bibir itu tersenyum sinis, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Ellen. Sangat dekat.


"Kau tidak merindukanku, Miss Barker?" suara pria itu berbisik.


Ellen terdiam. Ekspresinya tak bisa digambarkan tentang apa yang sedang dirasakannya. Hanya saja satu yang terlihat, dia terlihat gugup. Namun pria itu memainkan jemarinya di wajah Ellen.


"Aku begitu merindukanmu." Ujar si pria lagi karna Ellen tak dapat berbicara.

__ADS_1


Ellen hanya berbicara lewat nafas yang keluar dari mulutnya. Ia begitu tegang melihat siapa yang sedang berbicara dengannya pada saat itu.


__ADS_2