Ellen Barker"Bad Liar"

Ellen Barker"Bad Liar"
Kemunculan Ryan


__ADS_3

Ellen tergesa-gesa memasuki apartemen rahasianya. Dengan tangan gemetar ia memencet angka demi angka untuk membuka pintu apartemen.


Tiiinggg.


Welcome.


Bunyi pintu itu.


Ellen menyambar masuk dan membanting pintunya. Setelah masuk, Ellen tersungkur. Badannya lemas. Nafasnya tersendak-sendak.


"Bisa gila aku!"


Ia masih memikirikan kejadian tadi. Sosok itu...



Dia adalah Ryan Lauren. Salah satu lelaki yang pernah ditipu Ellen. Mereka sempat saling jatuh cinta. Tapi Ellen menghilang karna tugas dari kliennya telah selesai dia lakukan. Dia telah berhasil membuat perusahaan Ryan bangkrut. Entah kenapa mereka bisa bertemu lagi.


"Bagaimana bisa?" tanya Ellen pada dirinya sendiri.


Ryan terlihat jauh lebih baik, jauh saat dia mengalami kebangkrutan kemarin. Ellen terus dihantui dengan sosok Ryan yang hampir dinikahi gadis itu.


Ellen memasuki kamarnya, lalu menghampiri laci perhiasannya. Saat membuka laci itu, ia mengambil sebuah kotak yang cukup besar. Ia memandang kotak itu dengan mata berkaca-kaca. Kemudian membuka kotaknya. Kotak itu berisikan perhiasan. Kalung, gelang, anting dan cincin.

__ADS_1


Itu adalah pemberian Ryan saat melamar Ellen. Dan esoknya Ellen menghilang bersamaan dengan kabar kebangkrutan Ryan. Lelaki itu sempat depresi dan menjalani konseling selama tiga bulan bersama pskiater pilihan keluarga Ryan.


"Tau dari mana dia namaku?" gumam Ellen.


Gadis itu tidak pernah memberikan identitas aslinya pada siapapun, termasuk kliennya. Kartu pengenalnya merupakan nama samaran dan nomor palsu, serta berisikan alamat yang bukan alamatnya dan tidak dapat dilacak oleh siapapun.


"TAU DARI MANA DIA?!!" Ellen histeris sambil memainkan jari jarinya di keningnya itu.


Aku tidak boleh diam saja, ini benar-benar gawat. Batin Ellen


Tiba-tiba ponselnya berdering. Ponsel untuk pekerjaannya, bukan nomor pribadi.


"Halo, Miss Barker." Suara itu tak asing.


"Kenapa langsung pergi begitu melihatku? Apa kau betul-betul tidak menginginkan ku lagi?" tanya Ryan.


"Apa maksudmu?" tanya Ellen berpura-pura tidak tau.


"Apa kau meninggalkanku karna aku pernah bangkrut?"


Ellen diam sejenak. Mencermati kata-kata itu.


Apa dia tidak tau kalau aku yang menjatuhkannya? Tidak, aku harus hati-hati. Mana tau ini adalah jebakan untuk pembalasan. Batin Ellen.

__ADS_1


"Ryan Lauren, bukankah kau sendiri yang memaksaku untuk menikah denganmu disaat aku sedang tidak memikirkan hal itu? Dan apa kau mengira aku meninggalkanmu begitu saja? Kau salah besar." Jawab Ellen dengan tenang.


"PENIPU!" gertak Ryan dari dalam telpon.


Ellen terkejut mendengar gertakan Ryan yang tidak di sangka-sangka.


Ahhh sial, telingaku!! Ellen menggerutu.


"Kau tanyakan saja pada ibumu, usaha apa yang telah dia lakukan untuk anak tercintanya Ryan." Lalu Ellen memutuskan panggilan itu dan menghembuskan nafas lega.


"Untung saja aku memegang kunci rahasia ibunya, perempuan serakah itu ada gunanya juga sampai detik ini." Kikik Ellen mengingat sesuatu tentang Jenifer ibu dari Ryan, dan itulah alasan mengapa dia tidak menyukai Ellen.


"Baiklah, Ellen. Tenang... Tenang... Jangan panik..." Ellen tersenyum.


Diwaktu yang sama, Ryan yang mendengar kalimat terakhir dari Ellen membuatnya tertegun.


"Apa maksudnya? Kenapa ibuku? "


Ia kembali menghubungi Ellen, tetapi nomor wanita itu tidak aktif.


"Sial! Sumberku juga sangat sedikit mendapat infomasi tentangnya!” gerutu Ryan.


"Kau tidak bisa lari dariku lagi, Barker." Ryan tertawa gila sambil memandang foto Ellen yang sedang duduk disebuah café. Memandangi foto itu dalam-dalam.

__ADS_1


"Akan ku pastikan, kau tidak akan lari lagi." ucap Ryan dengan senyuman dingin di wajahnya.


__ADS_2