Engineering Traveler

Engineering Traveler
CHAPTER 1 : Aku si bocah teknisi


__ADS_3

“MESIN


TIDAK DAPAT MENGANTIKAN HATI MANUSIA”


Sekarang adalah abad ke-23 dimana dunia sudah semakin tua, tidak tua untuk kemajuan teknologi manusia pada tahun 2300 ini. Manusia pada abad ini sudah bisa membuat mesin - mesin berjalan atau yang sering disebut dengan robot, hidup mereka berdampingan kehidupan ini berlangsung semenjak abad ke-22. Dunia telah melakukan sebuah perubahan dan perkembangan pesat, negara negara diseluruh dunia banyak manfaatkan teknologi yang semakin canggih ini. Alat transportasi tidak lagi berpijak pada tanah atahu aspal mereka mengambang diatas permukaan, bukankah itu menakjubkan kau tak perlu ban ban beroda lagi sekarang. Itu untuk negara - negara yang sudah berkembang pesat yang banyak menggunakan teknologi yang sudah maju ini. Disebagian tempat seperti tempat tinggalku yang sangat jauh dari teknologi yang pesat, di tanah yang gersang tidak ada pepohonan sejauh mata memandang hanya tiang tiang listrik yang menjulang dan beberapa bukit yang hanya 900 - 1000 meter dari permukaan laut. Tempat tinggalku disebut dengan perkampungan, perkampungan yang mencakup hanya 30 orang warga sisanya adalah pengelana yang sesekali mampir ke perkampunganku ini. Grece Field, tertulis jelas dipapan gerbang utama perkampunganku orang yang memanggilnya perkampungan Crece, Perkampungan masih mempertahankan Alaminya kendaraan disini pun masih menggunakan roda roda jauh dari teknologi yang berada dikota – kota besar bahkan Negara negara maju, itu bukan hal aneh karena perkampungan yang jauh dari peradaban teknologi maju bukan disini saja disudut dunia yang lain ada beberapa perkampung yang masih mempertahankan Keasliannya. Rumah – rumah warga masih terbuat dari kayu - kayu yang disusun sangat mudah terbakar, Siang hari yang sangat panas serta malam hari yang begitu dingin cuaca di sini termasuk daerah ekstrem.


Perkenalkan, Namaku Mei umurku 14 tahun aku seorang gadis yang akan beranjak dewasa nantinya, aku tinggal bersama kedua orang tuaku yang masing masing selalu mencintaiku, ayahku seorang teknisi handal di kampungku semua karyanya dijual ke kota untuk kebutuhan hidup kami sekeluarga, ibu ku seorang pekerja dipasar yang menjual pernak – pernik aksesoris seperti gelang anti dan lain lain dia yang membuatnya sendiri. Aku lebih tertarik dengan pekerjaan ayahku dibanding bekerja di pasar, tapi itu tidak membuatku lupa untuk membantu ibu ku dipasar. Setiap pagi pagi sekali aku membawakan barang barang dagangan ibu ku kepasar setelahnya aku membantu ayahku hingga petang.


Untuk gadis umur 14 tahun tergolong unik karena seorang perempuan berambut pirang yang bisa bilang  cebol ya, tetanggaku sering bilang itu kepadaku. Tenang aku pasti tumbuh besar hanya saja terlambat. Aku punya mata biru seperti batu turqouise batu tersebut merupakan salah satu batu mulia, mata ini keturunan dari ayah ku aku tidak tahu apa istimewanya dengan mata ini semua warga mengaguminya.Setiap hari dari jam 6 pagi hingga 8 pagi aku berada di pasar. Aku bangun selalu konsisten dengan waktu, karena selalu ada yang membangunkanku, perkenalkan ini dia robot terbang lucu berbentuk bulat disetiap sisinya terdapat sayap kecil yang terbuat dari besi dan dia memiliki kaki mungil sesekali dia berjalan, aku memberi namanya Mog.


Saat umurku 9 tahun ayah membuatkan ku robot kecil ini dia bilang untuk menemaninya jika ayah dan ibunya sedang bekerja, aku menyuKainya dia robot yang selalu membuatku tertawa. Mog seperti manusia dia bisa bersedih dan dia juga bisa gembira. Itu bukan teknologi yang luar biasa karena Mog akan gembira ketika dia melihat aku bahagia, Mog akan sedih ketika di melihat aku sedih. Didalam tubuhnya memiliki sistem scanner sesekali dia akan men-scan diriku untuk mengetahui apa aku sedang sakit atahu aku baik baik saja. Jika terjadi masalah denganku  Mog akan mengirim sinyal ke laptop kecil yang ada di meja kerja ayah ku. Secara tidak sengaja ayahku mengawasiku dari jauh dengan bantuan Mog, tapi tidak masalah Mog seperti sahabat bagiku dia selalu bersamaku setiap saat.Setiap hari aku dibangukan oleh robot kecil ku itu, melakukan hal biasa layaknya orang biasa lakukan setiap pagi pergi kekamar mandi, dan siap-siap membantu ibu ku kepasar. Kamarku dilantai 2 aku turun kebawah. Dimeja makan Mog sudah menunggu dan ibuku sedang bersiap siap pergi kepasar.


"Selamat pagi ibu, selamat pagi Mog!" Sautku.


"Beep beep..."


"Kau sudah selesai?, langsung makan dan siap siap kepasar." Suruh ibuku.


"Baik.."


Di waktu yang sama Mog setiap pagi men-scan ku dengan cahaya yang keluar dari kedua matanya dia berputar di atas dan mengelilingi ku.


"Beep beep"


"Ayolah Mog, aku baik baik saja."


"Beep..."


"Mog hanya melakukann tugasnya setiap saat sayang."


"Mengirim sinyal ke ayah lagi?. Dia tidakpulang lagi malem tadi?."


"Ada beberapa proyek yang harus di selesaikan dalam seminggu ini."


"Hmmmm..."


Setelah aku sarapan aku pergi bersama ibuku, membawa sebagian barang barang yang ibu bawa begitupun dengan Mog dengan tubuhnya yang kecil dia membawa barang yang membuatnya kesusahan terbang dan


itu lucu.Sampai lah dipasar tempat orang orang berlalu lalang kesana dan kemari, disini aku adalah gadis yang terkenal karena hanya akulah gadis perempuan dikampungku ini, teman sebayaku semuanya laki laki. Tak heran aku di juluki gadis tomboi yang cantik oleh warga disini.


"Selamat pagi Mei" seseorang wanita tua penjual batu permata


"Pagi bi..." Jawabku


"Selalu tepat waktu ya membantu ibumu."


"Hehehe.."

__ADS_1


"Ini untuk mu." wanita tua itu meberiku sebuah batu.


"Waahhh apa ini?."


"Beep"


Ini dia kelebihan lain dari Mog dia tidak hanya men-scan badanku, dia akan men-scan apapun yang baru aku temukan, dengan hasil scan yang dia tampilkan berbentuk teks hologram disana tertulis batu turqouise.


"Yaappp Mog selalu benar itu batu turqouise" saut wanita itu.


"Uhhhh termakasih bi"


Aku pergi dan bibi itu melambaikan tangannya. Sampailah ditempat jual ibuku, aku membantu menyiapkan barang bawaan kami. Hingga sampai jam 8 pagi aku bersama Mog pergi untuk pergi ke bengkel ayahku ini adalah waktu perbaik setiap harinya dimana aku bisa memperlajari hal yang aku suKai ini, kadang aku membantu ayahku juga membuat proyek, kadang aku meng-upgrade sistem Mog dimana yang setiap harinya perintah Mog aku tambahkan sehingga akan terkumpul banyak sekali perintah yang Mog bisa lakukan. Masih banyak sekali di dunia ini yang ingin aku tambahkan kedalam sistem Mog seiring berjalannya waktu akan aku masukan semua yang aku tahu.Inilah bengkel ayahku yang sebenarnya jarak bengkel dari rumah hanya tehalang oleh 3 rumah yang berjejer. Bengkel yang kumuh didaerah yang gerang peralatan yang berserakan dan mesin mesin bertumpukan bahkan bau besi tua ada disini.


"Selamat pagi ayah" sautku.


"Ohhh Mei, pagi ini ini Mog mengirim sinyal bahwa kau baik baik saja dan kau dapat batu dari bibi penjual batu"


"Mog aku sudah bilang jangan kirim sinyal apa yang aku temukan ke ayah cukup keadaanku saja"


"Beep beepp..."


"Hmmm!" Aku kesal karena Mog secara otomatis mengirim sinyal kepada ayah apapun yang aku temukan.


"Hahaha selama itu tidak berbahaya sayang." Jawab ayahku.


"Itu berarti ayahmu menyayangimu Mei."


"Apa yang membawamu kesini Mei?." Tanya Kai.


"Seperti biasa aku ingin membantu ayah dan ingin tahu soal kegunaan alat alat ini." Jawabku.


"Dua orang sudah cukup Mei." Ayahku bilang.


"Hmm selalu bilang seperti itu."


"Kau bisa meng-upgrade Mog lagi kan?." Saran Kai.


"Ya paling itu yang akan ku lakukan, tapi kalau butuh bantuan aku siappp hehe."


"Kau gadis yang unik." Ayah Sambari mengusap -ngusap kepalaku.


Aku duduk dimeja ayahku yang disana sangat berantakan aku menyingkirkan semua barang yang aku anggap tak penting aku gunakan untuk menambah perintah ke sistem Mog. Cukup lampu dan laptop yang sering ayah gunakan untuk menerima sinyal dari Mog.Sistem Mog terbilang mudah dari semua robot di muka bumi ini. Dia hanya menggunakan USB type UL. USB type UL adalah type USB yang paling cepat pengiriminan data untuk saat ini sebelumnya ada beberapa type USB di Dunia ini salah satunya Type S, Z, Key, dan paling tua adalah Type C. Seperti biasa aku menambah kan beberapa perintah yang baru kedalam sistem Mog, disini Mog masih bisa bicara walaupun dia hanya berkata 'beep beep' tapi aku selalu mengerti apa yang Mog katakan. Itu mukjizat?. Mungkin.


Aku sudah bergelut dengan sistem ini dari kecil saat umurku 10 tahun hingga sekarang, tapi ada sistem yang tidak boleh aku buka, sistem itu terkunci yang bertulisan (breaking down) entah kenapa setiap aku menanyakan kepada ayahku dia selalu menjawab 'sistem itu akan terbuka sendiri jika saat waktunya' dan selama 4 tahun ini belum pernah terbuka, dulu pernah sempat aku bobol yang didapat hanyalah aku dimarahin dan Mog diambil alih oleh ayahku dan aku tidak bisa bertemu dengan dia untuk beberapa hari, hingga sebegitu ketat kah sistem yang satu ini. Mog selalu senang ketika aku menambahkan perintah yang baik untuknya dan untukku itu terlihat dari kedua matanya yang berwarna kuning menggambarkan kalau dia bahagia, namun ketika aku memasukan perintah sebaliknya dia menunjukannya dengan kedua mata yang lesu. Aku menyuKai dia. Ketika aku sedang memasukan perintah tak sengaja aku membuka tutup yang selama ini aku tak sadari bentuknya kotak kecil yang berukuran 4 x 4 centimeter. Aku penasaran dan menanyakan kepada ayahku.


"Ayah, dibelakang punggung Mog terdapat tutup yang terbuka?." Tanyaku.  Ayah dan Kai yang sedang mengelas besi langsung berhenti dan sedikit heran, dan ayahku menghampiri Mog.

__ADS_1


"Beep?."


"Oh ini ini sistem lama yang baru kau ketahui, ini berfungsi sebagai alat lacak, dimana kau bisa menemukan barang hilang dengan memasukan sample yang sama, contoh ayah masukan baut ini."


"Beep beepp~"


Mata Mog langsung berubah menscan sesuatu dikepalanya terlihat hologram tanda panah yang menunjukan barang yang kita cari ada disitu. Mog berjalan ke arah rak persediaan baut.


"Beep beep!."


"Binggo dia menemukan baut yang sama dengan sample tadi." Aku terkagum dengan sistem ini aku bisa memenukan barang barangku yang hilang dulu.


"Bagaimana cara membuka tutup ini lagi?, Apa aku harus mengetik lewat laptop ini dulu?." Tanyaku.


"Tidak kau hanya harus mengetuk kepala Mog 2 kali dengan telunjuk mu." Aku mencobanya.


"Beep beep~"


Terbuka, dia akan menutup otomatis lagi selama 30 detik jika tidak dimasuki apa apa. Mog adalah robot terbaik yang aku punya. Dia sahabat baikku. Hari sudah mulai malam, aku segera pulang ayahku masih mengerjakan proyeknya bersama Kai. Tak ada yang dikhawatirkan karena rumahku sangat dekat dengan bengkel ayah. Seperti yang aku bilang diawal diperkampungan ini begitu panas pada siang hari dan super dingin ketika malam hari, hawa dingin mulai masuk ketulang tulangku aku bergegas pulang. Angin mulai menghembuskan hawa dingin jalan di daerah sekitar rumahku lumayan sepi hanya ada beberapa orang yang lewat. Berbeda dengan daerah sekitar pasar disana sangat ramai karena disana merupakan pusat perkampungan kami, warga dan para pengelana berbaur disana. Dimulai dengan perbincangan dan jual beli dimalam hari. Tenang saja ibuku berjualan tidak sampai larut malam, kami berjualan dipasar dari jam 6 pagi hingga jam 1 siang. Jadi kami tidak pernah merasakan kehidupan malam dipasar tersebut hanya mendengar dari Kai yang saat bergadang dengan ayahku, setiap malam pergi kepasar untuk membeli beberapa makan dan minuman untuk persediaan makanan dan minuman saat mereka bergadang, itu yang Kai ceritakan padaku. Dipertengahan jalan ada dua orang sedang mengobrol di sisi rumah orang lain. Mereka berbicara cukup jelas terdengar.


"Kau sudah menemukannya?."


"Ya, disebuah tambang tua besar di ujung kampung ini."


"Oke besok kita kesana."


"Tambang tua besar?." Kedua orang itu mengetahui keberadaanku aku segera bergegas kerumah.


"Biarkan dia hanya anak kecil."


Syukurlah aku tidak dikejar, sesampai dirumah seorang ibu sudah menghawatirkan anak perempuannya dan dia hanya cengengesan seperti tak bersalah karena pulang malam.Aku bergegas ke kamarku dan langsung mandi didalam kamar mandi aku masih memikirkan apa yang mereka cari di tambang tua besar diujung kampung ini, lagian tambang tua besar disini kan hanya tambang tua yang diberhentikan kegiatannya sudah beberapa tahun. Meganggap hal itu tidak penting aku langsung menyelesaikan mandiku dan pergi makan malam bersama ibuku dibawah. Aku menceritakan kepada ibuku tentang sistem yang baru aku temukan yang ada pada Mog. Setelah berlama cerita aku naik ke atas dan duduk dikasurku.


Mengingat batu turqouise yang pemberian bibi dipasar tadi, tak berpikir panjang aku pun teringat sistem baru Mog. Aku mengetuk kepala Mog 2 kali dan memasukan batu turqouise. Berbeda dari yang tadi siang Mog men-scan lama sekali 5-15 menit dan kemudian muncullah tanda panah diatas kepala kali ini berbeda dengan bertuliskan 900 meter. Mungkin ini jarak batu turqoise yang lain, panah itu mengarah kejendela kamarku yang dibalik jendela kamarku terlihat bukit dimana itu lokasi atahu akses menuju ke tambang tua yang sedang aku pikirkan.


Rasa pemasaranku tinggi aku mengambil lagi batu tersebut dan bergegas tidur, dan mendapati rencana akan ku ikuti panah itu besok. Ada apakah ditambang tua itu apa hanya segumpalan batu yang sama?, Harusnya seperti


itu.


"Beep beep" Mog berbunyi.


"Ada apa Mog?." Tanyaku.


"Beep bep?."


"Oh iyaa selamat malam Mog, mimpi indah… tapi kau kaan tidak akan bermimpi hehehe".


"Beeeeeep...."

__ADS_1


"Hehehe.. Maaf maaf"


Malam itu aku dihantui rasa penasaran dan tidak sabar menunggu hari esok untuk mencari tahu kemana Mog akan membawaku.


__ADS_2