
"Rentan Seperti Bola Salju Yang Terlihat Kokoh"
“Thelamat Datang di Kelajaan WatelThcape....”
“…Atau olang olang menyebutnya Kelajaan Thulga Ail.”
“WAHHHHH!!!.” Aku dan Vio terkagum-kagum dengan bentuk bangunan dari kerajaan ini, kerajaan ini memiliki bentuk seperti lingkaran dan disetiap lingkaranya memiliki jalur air yang mengalir dari pusat ke luar kerajaan bentuk kerajaan ini tidak datar dia mengerucut dari setiap sisi lingkarang hingga ketengah lingkarang. Bangunan yang unik aku menyukainya, tak jarang aku memperhatikan bangunan padahal aku bukan arsitektur, tapi aku terkagum kagum. Sembari memperhatikan bangun tak terasa akhirnya kami sampai didepan gerbang yang begitu megah, gerbang ini berlapis air, maksudku gerbang sesungguhnya ada didalam air yang mengalir menutupi gerbang tersebut. Seketika kami berhenti di hentikan oleh para petugas yang berjaga disana, hanya 2 orang yang berjaga. Mereka mulai menanyakan beberapa pertanyaan kepada kami.
“Mau kemana kalian?.” Dengan nada ketus. Alice turun dari Scooter. “ini ulusanku.” Wajah petugas itu langsung berubah panik dan mulai mencoba melangkah mundur. Alice menaruh kedua tangannya di pinggang seolah olah menantang petugas tersebut, dengan tatapan tajam.
"Buka Gerbangnya!.” Petugas itu berteriak kearah gerbang, dan gerbang itu pun langsung terbuka, air yang menyelimuti gerbang tersebut terbelah dua dan bergeser kekanan serta kekiri dibarengi dengan gerbang utamanya. Isi kerjaan itu mulai terlihat, kerajaan itu diisi dengan penduduk penduduk yang menglilingi kerajaan yang jadi pusatnya adalah istana waterscape ini. Kami masuk perlahan sambil menikmati kota yang begitu besar.
Dihadapan kami disambut dengan air mancur yang begitu besar yang setiap beberapa menit menancarkan air keluar permukaan sehingga membuat percikan percikan membasahi sebagian wilayah tersebut. Kami berhenti dan duduk sebuah toko yang menyediakan kursi dan siapa pun boleh memakainya.
“WAHHHH HEI MEI MEI LIATT itu seperti perosotan terbesar didunia” Vio sambil menunjukan aliran air yang seperti perosotan besar ya memang terlihat seperti itu.
“Ail itu belsumbel dal-“
“Dan liat itu Mei Mei, kolam berenang dimana mana.”
“itu kolam telbu-“
“Oohhh liat Vio Lihat lihatttt!! Orang orang disini menggunakan air untuk berpergian.”
“MEI MEII LIAT TEKNOLOGI DISINI BISA BERSANDING DENGAN AIRR HEBATTT~”
“BITHA AKU JELATHKAN THEDIKIT TENTANG KOTA INI!!!.” Alice mulai kesal lagi.
“Oh. Oke.” Aku dan vio terdiam, seperti biasa Mog pergi men-scan segala yang dia belum scan.
“EMMMMM!...”
“Kota ini belputhat pada kelajaan diatath kelajaan watelthcape dimana kelajaan ini menjadi titik dali themua ujung kota. Kota dan kelajaan ini teldili dali 10% dalatan dan thithanya 90 % ail, ail dithini thangat belthih thaking belthihnya kau bitha langthung meminumnya.”
“OH iyaa kalian beluntung kelajaan hali ini thedang belulang tahun yang ke-189.” Jelas Alice.
“Pantas saja sangat ramai.” sautku.
“Ya walaupun mathih pelthiapan. Ada bebelapa pellombaan dan acala telakhil yaitu malam hali tepat jam 12 malam latu thteiola akan belnyanyi, dia adalah latu dengan thuala telindah dithemua penjulu.”
"Thteiola?." saut Vio.
"S" aku sambil berbisik.
"Steiora?" aku menggangguk.
Alice menaiki scooternya dan mulai menyalakan mesin scooternya. “Alice kau mau kemana?.” Tanyaku.
“Aku akan pulang, kelualgaku pathti menanti, kelualgaku olang yang kelath tidak boleh membawa tamu yang tidak dikenal jadi aku minta maaf ya, kalian bitha menginap di kota ini dithini banyak peninapan mulah, dan untuk mei telimakathih pelbannya. Thampai jumpa malam pelayaan!.” Dia pergi begitu saja meninggalkan kita.
“EEEEEEHHH!.” Vio bengong.
“Bocah sialan itu pergi begitu saja.”
“Sudahlah Vio kita cari penginapan disekitar sini dan kita istriahat.” Saranku. “Baik baik!.” Selang beberapa menit akhirnya kami menemukan penginapan yang cukup untuk kantong kami. Kami beres-beres, setelah semua selesai aku bahkan selesai mandi dan makan. Vio memandang kota lewat jendela.
“Hei Mei, Aku penasaran dengan Gedung itu.” Dia melihat sebuah Gedung besar yang tak memiliki atap terdengar dari sini suara orang-orang bersorak seperti sedang diadakan acara yang meriah. Aku mendekat dan melihat juga.
“Aku baru melihatnya juga.” Jawabku.
“Beep!.” Mog menunjukan hologram bangunan yang serupa berserta penjelasan, disana menjelaskan bahwa itu adalah sebuah kolosium tempat para gladiator pertarung bersama untuk memangkan pertarungan.
“Emmm, sepertinya asik. Hey Mei aku akan kesana, kau mau ikut?.”
“Aku tidak tertarik pertarungan.”
“Huuhhhh dasar. aku akan kesana sekarang.”
“Bawa ini.” Aku melemparkan sebuah Ecowristwatch yang aku beli untuk Vio agar jika berpisah aku bisa menghubunginya.
“Bagaimana cara memakai ini?.” Tanya dia. Aku mengajarinya beberapa hal yang paling penting saja dalam menggunakan Ecowristwatch seperti menerima dan menghubungiku.
“Okee!. Aku pergi dulu Mei.” Aku tersenyum.
Selang kepergian Vio aku duduk dikursi dan seperti biasa memperbaharui sistem Mog lagi. Aku menemukan sebuah cara lagi agar tidak hanya aku saja yang Mog mengerti, aku akan memasukan Perintah Vio untuk Mog agar suatu saat aku tidak bersama Mog Vio bisa menggunakan Mog, karena di pertarungan terakhir Vio terbantu dengan kekuatan Mog.
“Baiklah, kita akan coba nanti.”
Waktu sudah menunjukan sore hari, saking bosannya aku tertidur beberapa saat, tapi sebaiknya aku keluar peningapan dan mencari barang-barang untuk perluan perjalanan berikutknya. Aku keluar penginapan melihat semakin sore semakin indah sekali kota ini. Aku merasa, aku ingin tinggal disini saja, sebaiknya aku bilang ke vio untuk tinggal beberapa hari disini.
Aku berjalan sambil melihat lihat sekitar, disetiap jalanku kanan dan kirinya terlihat air mengalir yang tenang sehingga aku bisa bercermin di air itu. Sampailah aku ditempat yang begitu ramai, ini sepertinya pasar cocok sekali aku sedang mencari bahan-bahan untuk ku gunakan dalam perjalan selanjutnya. ngomong-ngomong soal perjalan, aku lupa mengecek kemana selanjutnya aku pergi. Sudahlah nanti akan kucek di penginapan, aku akan berbelanja sekarang.
Pasar disini menjual beberapa makan dan bahan - bahan olahan yang nanti bisa di masak bermacam-macam masakan, ini tahun 2300 dunia sudah berubah mereka menjual makanan berbentuk kapsul-kapsul kecil yang bertulisan pada kapsul itu jenis barangnya. semua barang diera sekarang tidak mempersempit tas para pengelanan membuatnya simple. kau hanya menekan tombol barang yang kau beli akan muncul seketika, tapi tenang barang atau makanan yang langsung jadi pun ada. aku ingin tahu juga bagaimana mereka membuatnya seperti itu.
Selagi aku membeli beberapa makan dan bahan makan Mog seperti biasa mendampingiku sembari men-scan hal yang dia tidak tahu.
"Ini Pak!." aku membayar beberapa makanan.
"Terimakasih." Aku melanjutkan berbelanja.
DUGGGG!.
"Maaf adik kecil." Dua orang laki-laki dengan tudung hitam menabrakku tanpa alasan dan mereka langsung pergi.
"Dasar.." aku sedikit kesal dan menyapukan rokku.
"Mereka kasar sekali-"
DUGGGG!
__ADS_1
"Heyy! bisa tidak lihat-lihat!." lagi lagi tubuh kecilku ditabrak lagi, kali ini oleh seorang anak seumuranku yang menggunakan syal yang dijadikan tudung, dengan rambut biru terlihat sedikit melihatku dengan senyuman kemudian lanjut berlari.
"Kenapa sih orang-orang disini Mog?." tanyaku sambil menyapukan rokku lagi.
"Mog?."
"Eh!??." aku melihat sekitar, Mog tidak ada.
"Moggie!!" semua orang melihatku, yang sedang panik.
Dari kejauhan laki-laki seumuranku terlihat di persimpangan dia seperti menyuruhku untuk mengikutinya, akupun berlari mengikutinya. Sepertinya dia tahu soal Mog. aku terus berlari mengikutinya melewati beberapa rumah-rumah dan beberapa tempat yang kumuh sampailah aku ditempat yang paling tidak indah seperti saluran pembuangan. terlihat anak laki-laki itu belok ke gorong-gorong yang besar.
Sampailah aku dengan nafas terengah-engah "Mog!!." telihat dua orang yang tadi menabrakku sedang berusaha memasukan Mog kedalam karung namun dengan sedikit perlawanan dari Mog, dan anak laki-laki yang aku ikuti ada disana dengan menghadap membelakangiku dan ia pun menoleh.
"Mau Kau apakan MOG!." teriakku sambil berlari meraih Mog, namun aku dihadang oleh laki-laki itu.
"Sabar.." dia bilang.
Dia melangkah beberapa meter kedepan "Jadi kalian yang mencuri ditengah keramaian warga?."
"Siapa kau?!." sembari menodongkan pisau kearah anak laki-laki itu, aku yang masih binggung memeperhatikan mereka.
"Aku bukan siapa-siapa aku hanya tidak suka saja profesiku tergantikan!." jawabnya, dia pencuri juga?. aku masih binggung disini.
"Ayolah, sesama pencuri tidak perlu merebut rezeky masing-masing yakan? hahahah."
"Lagian kau hanya anak kecil bisa apa kau?."
"Cari target lain nak!."
"Mogg..." aku mulai Khawatir.
"Beep!." OH iya, aku bisa menyuruh Mog memunculkan perisai.
"MOG! SHIELD!." Teriakku.
"BEEP!." Perisai Mog muncul membuat kedua pencuri itu terpental. Mog berhasil bebas dilangsung terbang ke arahku.
"Barusan itu apa!!." Tanya kedua pencuri itu.
"Sepertinya kita harus merapasnya secara paksa lagian tidak ada CCTV disini." mereka mulai memasang kuda kuda.
Bagimana ini, aku tidak bisa bertarung tanpa Vio, lagi pula aku bisa lari sekarang. tapi bagaimana dengan orang ini aku harus berterima kasih kepadanya yang sudah menuntunku ketempat Mog. Aku mulai mundur selangkah demi selangkah.
"Kita lawan mereka!." saut dia.
"Eh?!."
"Aku tahu robotmu adalah robot langka. hanya satu-satunya didunia ini."
"T-tapi bagaimana melawan mereka?. kau bisa bertarung?." tanyaku.
"B-Baiklah, aku percaya padamu untuk sekarang, akanku jelaskan beberapa hal soal kekuatan Mog."
"Tidak perlu. batu apa saja yang sudah robotmu Scan?." dia mengetahui sistem Mog.
"Turqouise dan Amethyst." Jawabku.
"Bagus kita selesaikan ini dalam waktu 30 Detik, Beri aku Forget me not."
"Forget me not?." aku kebinggungan apa yang dia maksud.
"Forget me not adalah bunga. Amethyst adalah batu yang memiliki unsur bunga, kau bisa menyebut beberapa bunga yang terkoneksi dengan batu itu, jikalau robotmu benar-benar sudah men-scan batu Amethyst itu."
Mungkin maksudnya seperti matra yang pernah aku berikan kepada Vio saat dia bertarung dengan orang gedut. ada beberapa bunga yang aku tidak tahu, saat itu aku memang terkoneksi oleh bunga-bunga di tempat Vio, pertanyaannya apakan disini akan terpengaruh. Baiklah akanku coba.
Aku mengambil tongkat dipunggungku, dan aku mulai menutupkan mataku, mulai berfokus pada tongkat itu. Ini bereaksi, mata Mog berubah menjadi warna ungu seperti waktu itu.
"Rising Blossom!!!..... Forget me not!" Sebuah aura berwarna biru muda muncul dan mulai memasukin tubuh anak laki laki itu.
Tunggu sebentar.
"Jadi ini kekuatan ProtoType-Circle, Sepertinya aku bisa menghentakan kakiku lebih cepet dari biasanya." Dia membuka tudungnya, kemudian mengambil alat dua buah gagang obeng tanpa ujung obengnya. lalu di menekan tombol pada gagang obeng itu, keluar sebuah ujung obeng itu yang tidak seperti obeng biasa, sekilas seperti obang tapi itu seperti tajam, dia memulai kuda-kuda.
"Siap untuk kesakitan?!." Tantang dia kepada para pencuri. Pencuri itu mulai ketakutan. Aku tidak percaya bagaimana bisa efek dari batu ini bisa bereaksi terhadap orang asing, orang yang baru aku kenal. Sebenarnya siapa orang ini?.
WUSSSSS~! laki laki itu sudah didepan salah satu pencuri tersebut dan langsung nendang perutnya dengan kekuatan penuh sehingga membuat salah satu pencuri itu terpental cukup jauh pada akhirnya tercebur kedalam air gorong-gorong, satu laginya dia mulai ketakutan, dia berlari tapi sayangnya anak laki-laki itu tidak membiarkan dia kabur, dengan kekuatan Mog yang ia milik dia tiba-tiba muncul didepan pencuri itu serta melakukan hal yang sama seperti temannya dia tercembur kedalam gorong-gorong seketika mereka langgsung lari.
"Waw hanya 15 detik!." Aku masih bertanya tanya apa gunanya Obeng itu?. Mog kembali normal aura pada tubuh orang itu mulai menghilang.
Pendanganku mulai kabur, aku mulai kliyengan. seketika badanku terjatuh namun setengah sadar anak laki-laki itu menahan badanku yang akan jatuh.
"BEEP!!."
"Oopppss!. tahan dulu..." dia menahan badanku. dia membawaku kepinggir, dan memberikanku sebuah botol berisi air jernih agak kebiruan. Aku meminumnya sedikit demi sedikit.
"Beep..." Mog mendekat kepadaku, dan men-scan diriku, dia mulai khawatir.
"Moogg..." badanku lemas. Anak laki-laki itu membawaku kepinggir gorong-gorong besar ini.
"Tenang-teman kecil, tuanmu akan pulih dalam 5 menit."
Aku melihat anak laki laki itu. anak laki laki dengan warna rambut berwarna biru, rambutnya panjang sampai setengah punggung, dengan baju berwarna hitam bercamput coklat dan mata berwarna abu-abu sedang tersenyum melihatku.
"Tenang kita aman sekarang, aku akan menunggu sampai kau bisa bergerak."
"T-Terimakasih." Sepertinya dia orang baik untuk seorang pencuri.
"Ngomong - ngomong sepertinya kau bukan dari kota ini?."
__ADS_1
"Ya, Aku dari Perkampungan Grace."
"Siapa namamu?." tanya dia.
"Mei dan dia robotku bernama Mog."
"Soal robotmu, kenapa kau membiarkannya terlihat oleh banyak orang?." Tanya dia.
"Memang kenapa?."
"Robotmu hanya satu-satunya didunia ini. Orang yang tahu tentang robotmu pasti akan membahayakan dirimu untuk mendapatkan robotmu itu." Aku tahu kakek Vio bermaksud seperti itu.
"Ya, aku tahu..."
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu." jelasku.
"Bagaimana kau bisa mendapatkan kekuatan dari Mog, seharusnya aku memperbaharui terlebih dahulu memasukan perintah dan Mog harus men-scan dirimu, tapi tadi itu begitu instan aku hanya spontan memerintah Mog seakan-akan Mog sudah pernah men-scan dirumu." Dia tersenyum sambil menutup matanya.
"Itu mudah, aku hanya masuk kedalam sistem Mog."
"Aku tidak menyangka robot, langka seperti Mog-mu itu tidak kau pasang Anti-Temper sama sekali?."
"Anti-Temper ?."
"Iya semua sistem didunia ini memiliki celah untuk bebas kau masuki jika kau mampu, jika kau mampu memasukinnya kau akan bisa menggali informasi yang ada didalamnya. Mau data pribadi, perusahan ataupun data suatu negara jika kau mampu kau akan mendapatkannya. Contoh kecilnya ada sistem Mog, Aku tidak percaya sistem sekoplek itu tanpa Anti-temper sama sekali."
"Jadi Mog selama ini hanya sistem biasa?."
"Tidak, dia sistem yang paling sempurna, dari semua robot yang pernah aku bobol. Hanya saja kau tidak memasang Anti-Temper jadi dia seperti sistem biasa."
"Mog bisa dibobol siapapun?."
"Biarku berikan contoh." Dia membuka Ecowristwatch miliknya dan kemudian men-scan Mog. Robot itu terdiam. seketika anak laki-laki itu mengikuti perintahku.
"Mog... Shield!."
Secara spontan Mog membuka perisainya, dia membagi perisainya ke pada ku, dan membuatku terkejut adalah anak laki laki itupun terlindungi perisai Mog.
"B-bagaimana bisa?." Tanyaku.
"Ini disebut dengan teknik hack para pendahulu kita dulu pernah menggunakannya untuk perang antara Hacker dunia sudah berkembang pesat dulu hack adalah suatu hal yang rumit, tapi sekarang orang-orang semakin jenius hanya sekali scan kau bisa memiliki data orang yang kau targetkan."
"Waw, kau belajar darimana?."
"Teknik seperti ini sudah umum sekarang, tinggal bagaimana kau bisa menerobosnya."
"Sini, biarku aktifkan Anti-Temper robotmu ini."
"Mog memiliki Anti-Temper?."
"Tentu! semua sistem pasti punya, jika tidak di hanya sebuah rongsokan biasa."
"Aku tidak tahu, yang membuatkan Mog adalah ayahku."
"Ohhh!, tapi biar aku coba liat dalamnya." Mog dalam Mode pembaharuan.
Setelah memperbaharui dan mencari cari Anti-temper yang dimiliki oleh Mog, anak ini akhirnya menemukannya.
"Ini dia, ProtoType-Circle Protection!." didalam Menu tersebut tidak pernah aku akifkan sama sekali padahal disana tertulis jelas beberapa pilih yang begitu banyak, aku tidak paham apa itu.
"Aku sangat terkesan, disini banyak sekali Anti-Temper. Kau tahu Mei ini adalah sistem terhebat yang pernah aku liat bahkan aku seharusnya tidak bisa membobol Mog. Aku yakin orang sekelas hacker ternamapun akan kewalahan." Aku hanya memperhatikan sistem Mog yang ternyata sangat luas sekali.
"Emmm?." Anak itu terdiam saat melihat satu-satu Anti-temper Mog, dia terdiam saat pada bagian yang hanya bertulisan 'STONE ???'.
"Ini, kau harus mencari salah satu ke 7 batu yang salah satunya adalah batu yang bisa membuat Mog tidak bisa dikendalikan oleh siapapun, bahkan organisasi Hacker duniapun masih mencoba membobol Anti-temper ini. aku tidak tahu batu mana yang tulisan ini maksud, tapi jika kau sudah menemukannya, Kau adalah tuan Asli dari Robot kecilmu ini."
"Aku tidak tahu semua tentang Mog yang aku baca hanya setangah dari buku yang aku temukan di perkampunganku."
"Buku tentang Mog hanya ada 3 Versi, yang pertama versi tentang batu batunya, yang kedua adalah tentang sistem apa saja yang ada di sistem Mog, dan versi terakhir adalah versi terbaik, kau tak harus punya 2 versi sebelumnya karena ini adalah versi terlengkap, orang seperti Willian Gerec bisa membuatnya sesempurna ini."
"Bagimana kau tau soal semua itu?."
"Dunia ini luas dan pengetahun yang aku dapat juga sama begitu luas jadi aku sering mencari."
"Kau harus mencari perpustakan tenggelam disana buku seluruh dunia dari yang asli sampai versi salinannya ada."
Dunia ini terlalu besar untukku, semua yang aku tahu tentang Mog masih beberapa persen saja sampai-sampai aku tidak tahu soal seseorang yang dapat merantas Mog begitu sajaaa.
"Baiklah Mog akan ku pasang Anti-Temper ini Anti-Temper paling terbaru, Hanya beberapa orang yang bisa membobolnya." Setelah memperbaharui Mog, Mog kembali normal.
"Beep!?." Kesal melihat anak itu.
"Hehehe.." Dia tertawa.
"Tidak apa apa Mog..." sautku.
"Beep!."
"Kau bisa berbicara dengannya?."
"Hanya insting yang selalu benar." Di tercengang
"Baiklah sepertinya kau sudah bisa bergerak. Bagimana kalau kita pergi ke kolosium?." kolosiumkan tempat Vio berjalan-jalan.
"Disana sedang ada acara ulang tahun Kota ini sangat meriah sekali dan kau tahu banyak hadiah gratis juga untuk penonton, jadi kau mau ikut denganku?."
"Sebagai terimakasih aku ikut denganmu."
"Okee jalan sini." Dia nyengir
__ADS_1
Hari mulai gelap tapi tidak untuk kota ini karena acara ulang tahunnya, lampu-lampu dan beberapa kembang api menyinari kota ini secara keseluruhan, terlihat dari langit-langit yang mulai membentuk bunga bunga indah. Malam ini aku akan tidur sangat larut sekali.