
“TEKNOLOGI TIDAK DAPAT MEMBAWAMU KEMASALALU ATAUPUN MASA DEPAN.”
“Bohong!! Bohong!!! BOHONG Ini Bohongkan!!!” Aku lari dengan sekuat tenang walau sangat rawan sekali berlari menuruni bukit yang curam ini, berkali – kali aku terjatuh dan bangkit rasa panik lebih besar dibanding rasa sakit jatuh dari bukit ini. Sesampai di rumah sebagian rumah masih terbakar, dengan nafas yang masih cepat aku melihat seseorang didalam rumah meminta bantuan. Itu Kai yang sedang terjepit oleh kayu-kayu. Aku bergegas masuk kerumah mencoba menghindari api yang membakar kayu dengan tubuh kecilku ini sangat mudah masuk disela-sela kayu yang menghalangi.
“Mei!?.”
“Kai !.”
Aku menggeser kayu yang menimpa kaki kiri Kai, kayu ini lumanyan berat untuk orang sepertiku ditambah lagi aku perempuan untung nya kai masih bisa berjalan kami mencari air semampu kami dan memandamkan api. Setelah api sedikit padam dirumahku, Kai pergi kerumahnya untuk melihat apa keluarganya baik-baik saja selang beberapa waktu. Kai kembali memberitahuku bahwa keluarganya aman hanya beberapa luka kecil saja, Syukurlah keluarganya baik baik saja. Aku yang duduk di meja kerja ayahku. Menanyakan yang hal aneh selama Kai pergi melihat keluarganya.
“Aku sudah mengecek semua isi rumah tapi aku tidak menemukan mereka, dimana Ibu dan ayahku?.” Tanyaku.
“Mei… Ak-“
“Kau ada disini waktu kampung ini terbakarkan?.”
“iya aku bisa ceri-“
“Dimana Ibu dan ayahku!?.” Perasaanku Kesal bercampur sedih.
“Mei, tenanglah akan ku ceritakan semuanya apa yan terjadi.”
Emosi ku meluap hari ini aku mencoba untuk tenang, dari awal memang aku tidak harus pergi ketambang itu semuanya salah ku sudah jelas semua ini ulah orang itu yang kesal karena bukunya aku curi. Semua ini salahku, betapa bodohnya aku. Kai mencoba menenangkanku dia membawa ku kerumahnya aku duduk dikursi diruang tamunya, setengah terbakar disini, langit-langit rumah terbuka bekas dilahap api membuatku bisa melihat langit langsung. Dia membawakanku segelas air dan duduk didepanku, dengan wajah yang seperti bersalah. Dia mulai membuka mulutnya dan menceritakan semuanya kepadaku.
“Mei, sebelumnya aku minta maaf. Aku sudah melakukan semua yang aku bisa, bahkan saat aku terjepit dirumahmu aku masih mencoba untuk menyelamankan kedua orang tuamu. Saat itu disiang hari sekitar jam 12 Siang ibumu lari kerumah dan memberitahu ayahmu bahwa ada orang yang sedang mencari ayahmu. Selang beberapa saat orang tersebut sudah ada di depan bengkel. Seseorang dengan rambut berwarna putih dengan logo elang merah di dadanya menyimbolkan dia adalah pemimpin dari organisasi terkaya didunia ini. Mereka manggilnya Altarego.” Itu orangnya orang yang aku curi bukunya.
“U-Untuk apa dia mencari ayahku?.” Tanyaku.
“Aku tidak tahu pasti, namun dia menyinggung sebuah proyek besar bernama Prototype-Circle Proyek yang pernah ayahmu buat Bersama orang yang bernama Willian Gerec ke-12. Aku tidak tahu siapa dia tapi sepertinya ayahmu melakukan sebuah kesalahan besar sehingga keluarga Gerec marah padanya pada akhirnya menjadi dendam.”
__ADS_1
“Lalu apa yang terjadi kepada kedua orang tuaku?.” Tanyaku lagi.
“Orang tua mu masih hidup mereka membawa orang tuamu. Kemungkinan dia membawa ke ibu kota.” Itu adalah kota terbesar didunia ini semua sistem di beberapa negara berawal dari negara ini, Ibu kota itu bernama Magnifique, yang ada di negara Torikon. Ya disini lah aku tinggal di negara yang bernama Torikon ini dengan pusat Kontrol oleh Ibukota Magnifique.
“Mei aku punya pertanyaan juga, Kemana kau selama ini?.” Tanya kei.
Beberapa saat aku terdiam, dan menceritakan apa yang selama ini aku lakukan dengan wajah yang sedikit menyesal akumengeluarkan buku yang aku temukan di tambang dan memperlihatkannya kepada Kai.
“Aku pergi ketambang dengan di tuntun oleh Mog, aku menggunakan sample batu Turqouise yang aku dapatkan dipasar hari sebelumnya. Aku mengikuti arahan Mog yang ternyata membawaku ke sebuah tambang dibelakang perkampungan ini. Saat aku masuk kedalam aku melihat buku tersebut.”
Aku menceritakan detailnya kepda kai dari pertama masuk tambang sampai aku bisa menemukan kekuatan baru Mog, Kai terkejut dan bahkan aku memceritakan orang yang datang kerumah mencari buku itu. Semua sistem yang ada di buku itupun aku ceritakan. Kai benar-benar terjekut melihat alur sistem yang ada dibuku itu. Sama sepertiku dia memnyadari kalau sistem ini adalah alur sistem Mog. Kai menjelaskan lebih rinci dan menceritakan bahwa dulu dia ikut terlibat dalam pembuatan Mog. Dia menceritakan bahwa Mog adalah sistem yang dicari oleh organisasi Altarego selama ini. Serta alasan kenapa Ayah dan Ibumu dibawa pergi.
“Mei, Kau harus pergi dari kampung ini.” Sebuah suruhan kai kepadaku.
“Ha? Maksudmu?.” Tanyaku.
“Suatu saat dia akan datang lagi kesini mencari Mog dan Buku ini. Kau dan Mog tidak akan bisa melawan dia dan pasukannya, kau harus pergi dari sini Mei.”
“Mog bisa baik dan Mog bahkan bisa jadi jahat itu tergantung siapa yang membuat dan mendidiknya dari awal. Orang itu ingin membuat Robot seperti Mog dan menguasai dunia dengan sistem seperti Mog. Mog dapat men scanTujuh batu mulia yang masing masing batu mulia itu memiliki kekuatan dan siapa yang memerintahkan Mog itu tergantung dari niat orang tersebut. Apakah perintahnya baik atau jahat itu tergantung tuannya.”
Aku hanya terdiam dan melihat Mog robot kecil itu bisa menjadi jahat. Aku harus pergi dari sini disisi lain aku juga harus mencari ibu dan ayahku. Ibu kota wilayah dengan sistem keaman yang bukan main main, jarak ibu kota dari kampung ku ini ratusan kilometer butuh Berhari hari untuk sampai bahkan dengan kendaaraan sekalipun tapi aku tidak mau ibu dan ayahku terjadi sesuatu.
Hari sudah mulai gelap, aku tidur dirumah kai yang memiliki satu kamar kosong aku gunakan untuk beristrihat hari ini, kejadian hari ini begitu dashyat membuat emosi bercampur aduk. Hari berikutnya aku tidak akan melihat ibu dan ayahku aku harus menjadi lebih mandiri sekarang. Dan yang paling penting aku harus pergi mencari ibu dan ayahku, berdua dengan Mog menelusuri dunia yang begitu luas ini.
“Beep…”
“Mog?”
“Beep Beep?”
__ADS_1
“Tidak Mog, aku tidak akan menjadikanmu jahat, tidak akan pernah. Akupun tidak akan pernah menyerahkanmu kepada mereka.” Aku memeluk robot kecil itu, dialah keluargaku saat ini.
Hari mulai redup, kekacauan siang tadi mulai padam diikuti terdemannya matahari. Aku kelelahan selama ini aku tidak pernah mengalaminya dimana aku harus ditinggalkan oleh kedua orang tuaku yang selalu ada setiap saat. Rasa penyesalan mulai tumbuh dan menjadi luka yang begitu sakit, semakin aku mengingatnya semakin aku terluka. Mulai besok hidupku harus mandiri, yang terpenting adalah aku harus pergi dari kampung ini dan menemukan kedua orang tuaku, dan seberapa pentingnya robot kecilku ini sehingga membuat salah satu organisasi menginginkannya.
Hari ini 28 Februari tahun 2300, pagi ini aku berdiri didepan rumahku sedang memang laptop yang aku ambil dibengkel ayahku untungnya masih terselamatkan dan tidak diambil oleh organisasi itu, Mog ada disini dia sedang men*-scan* semua yang ada dirumah barang - barang yang mungkin aku tidak tahu, dan penting untuk aku bawa hari ini. Ya aku sudah memutuskannya, hari ini aku akan pergi dari kampung ini.
“kau sudah siap untuk pergi mei?.” Dari kejauhan terdengar suara kai, dia tampak berbeda dengan kaki yang dibalut perban dan berjalan dengan bantuan tongkat.
“ya…” aku syok
“lho… kenapa kakimu, bukan kah kemarin tidak apa apa?.” Tanyaku.
“Ya awalnya memang tidak apa apa, saat malam orang tua ku khawatir dan membawa nenek tua yang ahli terapi dan memijit kaki alhasil malah tambah sakit.” Jelas dia.
“lalu perban itu untuk apa?.” Tanyaku penasaran.
“Aku tidak paham juga, nenek tua tersebut memasangnya alih alih dia bilang agar tulangku tidak bengkok, padahal kan tidak apa apa.”
“Hehehe.” aku tertawa menunjukan aku baik baik saja.
“beep beep!” Hal yang tak aneh dilakukan Mog yaitu men-scan diriku.
Hari sudah mulai siang persiapanku untuk pergi dari kampung ini sudah siap, aku duduk dikursi, aku berangkat
dari rumah Kai, ibunya memberiku bekal yang cukup untuk beberapa hari kedapan. Ya untuk beberapa hari kedepan. Aku membawa tas kecilku, dan tas ransel yang berukuran panjang 32 cm x lebar 13 cm x tinggi 45 cm. itu cukup untuk memasukan barang barang yang akandibawa pepergian. Dunia ini sudah maju begitu pesat semua barang barang seperti tenda, pakaian, di kemas dalam kapsul silinder yang ukurannya berdiameter 3 cm dan Panjang 5 cm. Semua serba hologram aku hanya menekan tombol dan barang yang aku kemas kedalam kapsul tersebut akan keluar teknologi ini memang berguna untuk para pengelana ukurannya yang kecil dan muat banyak didalam tas ransel ukuran normal. Dunia sekarang serba Praktis, salah satu yang membuat ku yakin dalam perjalan ini adalah Mog dengan sistem yang selalu mengejutkanku aku yakin Mog dapat melindungiku.
Sampai lah aku di depan gerbang kampung ini kai dan orang tuanya mengantarku sampai sini serta memberikan beberapa pesan yang harus aku ikuti, untuk peta didalam Sistem Mog sudah ada. Orang tua Kai memberitahuku bahwa aku harus berjalan menuju perkampungan Sebelah yang jaraknya 10 Km yang memakan waktu 2 - 3 jam lebih untuk jalan kaki, perkampungan itu sangat subur berbeda dengan disini. Perjalananku akan aku mulai dari jam 1 siang yang dimana matahari benar-benar tepat ada di atas kepalaku. Persiapan untuk pergi memakan waktu lama dan aku tidak mungkin pergi sore hari karena targetku malam hari harus sudah ada di perkampungan sebelah dan menginap disana. Ngomong-ngomong soal menginap tidak ada penginapan yang gratis tentunya, Kai memberiku uang, zaman sekarang uang tidak lagi berbentuk fisik semua berbentuk digital. Orang orang menyebutnya Cashless Uang berbentuk Non-tunai yang digunakan untuk transaksi, Uang ini disimpan didalam Ecowristwatch alat komunikasi yang pernah aku lihat saat ibu menggukananya, aku menemukannya saat aku memeriksa rumah, ini masih berfungsi dengan baik aku menggukananya ditangan kanan ku. Kai memberikan uang yang tidak banyak, aku harus menggukannya dengan baik.
Perjalananku dimulai, aku melakahkan kaki dengan penuh keyakinan suatu saat aku akan memenukan ibu dan ayahku kembali. Ditemani dengan robot kecilku hari hari berikutnya akan mengejutkan robot kecil ini adalah robot terlangka diseluruh dunia, dan dia adalah satu satunya keluarga yang aku punya untuk saat ini. Aku berbalik arah dan melambaikan tangan Kepada kai dan keluarganya, mereka membalasdengan melambaikan tangan juga.
__ADS_1
“Ayo Mog, kita tidak bisa Kembali lagi.” Dengan penuh keyakinan aku melangkah ketempat aku tidak dizona aman lagi ini semua untuk keluarga yang aku cintai, aku harus tumbuh dewasa aku, harus menjadi wanita kuat.
“Beep!.”