Engkaulah Takdirku

Engkaulah Takdirku
Menghindari 2


__ADS_3

Menjelang


makan siang,Danu keluar dari ruangannya, karna Ia ingin segera menemui Ana di


lantai empat. Sementara Ana yang melihat banyangan Danu dari lif, dengan segera


Ia berlari ke arah toilet. Ana masuk ke dalam, lalu segera menutup pintu


toilet.


Ana memegan


dadanya setelah berada di dalam toilet, Ana pun berkata. "Syukurlah dia


tak melihatku." mengatur nafas.


 Sementara


Danu terlihat sangat senang berjalan ke arah meje kerja Ana, setelah sampai di


meje kerja Ana. Danu berkata. "Kemana Ana? apa dia keluar makan? ini bukan


kebiasaanya keluar makan siang, karna dia selalu membawa bekal makanan."


 Cukup lama


Danu menunggu Ana, hingga akhirnya Ia memilih menghubungi hape Ana.


 Trinzzzz.


 Suara hape


Ana brdering dari dalam tasnya, dan itu ada di depan Danu saat ini. Dengan


kesal Danu berkata. "Ana kemana?" menatap tempat duduk Ana


"Tidak biasanya waktu makan siang begini menghilang, ini sudah cukup lama,


makan siang hampir berakhir."


 Setelah


menunggu cukup lama, Ana juga tak kembali-kembali, Danu memilih untuk


meninggalakan ruangan yang ditempati Ana bekerja.


Ana yang


berada di dalam toilet, tertidur. Namun suara perut Ana mengbangunkangnya.


“Kuruyk” suara perut Ana. Ana terbangun dari tidurnya, lalu melihat jam tangan


yang tengah melingkar di tangannya, Ana terkejut setelah melihat jam tangannya,


karna sebentar lagi jam makan siang akan segera berakhir. Pelan-pelan Ana


membuka pintu kamar toilet, lalu melihat sekeling, setelah merasa cukup aman


Ana berjalan keluar.


 Setelah


sampai di meja kejanya, dengan segera Ana mengeluarkan makanan dari dalam


tasnya, lalu berjalan ke arah pentri untuk makan, setelah sampai di pentri

__ADS_1


dengan segera Ana membuka kotak makanannya, lalu makan.


“Ah, aku


sangat lapar.” Kembali memasukkan suapan demi suapan masuk ke dalam mulutnya,


hingga makanannya itu habis tak tersisa.


 Sementara di


dalam ruangan kerja Danu, “Ana kenapa ya?” menarik nafas “Apa Ana mencoba


menghindariku? Atau hanya perasaan gua aja yang merasa seperti itu?” setelah


mengatakan itu Danu meraih Hapenya, lalu mencoba kembali menghubungi nomor Ana.


Namun seperti sebelumnya Ana tak menjawab panggilan Danu. Hingga akhirnya Danu


mengetik pesan untuk Ana.


"Boss"


Ana elo di


mana!???✅


"Boss"


kenapa pesan


gue ngak di balas✅


"Boss"


gue ada


"Boss"


😭😭😭✅


 Semua pesan


yang Danu kiri semuanya Ana baca, namun Ana tak ada niat untuk membalas semua


pesan Danu yang masuk kedalam hapenya. Ana merasa sangat sedih. Namun itu semua


demi kebaikannya dan juga kebaikan Danu.


 Ana pun


bekata sendiri di mejanya. “Maafin gua ya Danu, gua ngak pantas jadi teman lo.”


Ana memegan kepalanya setelah mengatakan itu.


 Melihat Ana


memegan kepalanya. Hana dan Mira berjalan ke arah meja kerja Ana, setelah


keduanya sampai di depan meja kerja Ana. Mira pun berkata.


“Kepala lo


kenapa?” menatap wajah Ana “Dari tadi gua perhatikan sepertinya, lo tengah ada


masalah deh.” Tanya Mira pelan.

__ADS_1


 Mendengar


ucapan Mira, Ana tersenyum melihat ke arah kedua temannya itu, lalu berkata.


“Gua ngak kenapa-napa, cuman kepala gua yang terasa sangat pusing.” Berkata


pelan “Mira pulang kerja nanti, gua ikut ke rumah lo ya.” Tersenyum melihat ke


arah Mira.


“Ok.” Mira


menaikkan jempolnya ketika selesai mengatakan itu.


 Mendengar


ucapan Ana dan Hana, Mira pun berkata. “Kalian berdua tak mau ngajakin gua?”


menatap ke arah kedua temannya.


Dengen cepat


Hana berkata, “Boleh, kalau lo mau ikut. Ok.”


 Ana


pun tersenyum melihat ke arah kedua temannya, Ana pun kembali berkata. “Nanti


pulang kerja gua tunggu kalian berdua di perapatan jalan ya, karna gua mau


keluar duluan, ada sesuatu yang ingin gua beli.” Ana sedikit berbohong.


 Mendengar


ucapan Ana, Mira bekata, “Elo tak perlu berbohong dengan gua, gua tau, elo mau


keluar cepat karna ingin mengjauhi bos kita kan? Iya kan? Ngaku ajah deh, tak


perlu berbohong dengan kita.” Tersenyum melihat ke arah Ana.


 “Iya, iya,


gua ngaku, pelan –pelan bicaranya, nanti ada yang dengar kan ngak enak.”


Jam pulang


kantor hampir tiba, dengan segera Ana mulai membereskan semua berkas yang ada


di atas mejanya, setelah selesai membereskan semuanya, dengan segera Ana mulai


bersiap untuk segera pulang kantor. Ana berjalan ke arah meja kerja Hana, lalu


berkata.


“Han, Mir,


gua keluar duluan ya, gua tunggu kelian berdua di perapatan jalan, kalau dia


bertanya, bilang saja, elo ngak tau, ingat ya, jangan sampai iya tau.” Ana memperingati


kedua temannya. Setelah mengatakan itu dengan segera Ana berjalan keluar dari


dalam kantor, lalu mengendarai motornya menuju perapatan jalan dimana Ana


janjian untuk ketemu dengan kedua temannya.

__ADS_1


.


__ADS_2