
Ana melihat ke arah Danu, lalu berkata. "Danu gua boleh tanya ngak?" melihat ke arah Danu.
Mendengar pertanyaan Ana, Danu melihat ke arah Ana ,lalu berkata. "Kamu mau tanya apa? serius banget." Danu membalas melihat ke arah Ana.
Ana tersenyum, lalu berkata."Sebenarnya kamu siapa? dan pekerjaan kamu di kantor apa?" Ana melihat kearah Danu ketika mengatakan itu.
Danu tersenyum mendengar kata yang keluar darimulut Ana, Danu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sambil melihat ke arah Ana. Melihat itu Ana kembali berkata.
"Kenapa elo tak menjawab pertanyaan gua?" dengan nada sedikit kesal.
Mendengar pertanyaan Ana, Danu tersenyum lalu berkata, "Sebenarnya gua, gua, gua" Danu terlihat gugup menjawab pertanyaan Ana.
Melihat kegugupan Danu, Ana kembali berkata. "Sebenarnya elo kenapa?" Ana menatp ke arah Danu ketika mengatakan itu
Mendengar pertanyaan Ana yang kedua kalinya, Danu melihat ke arah Ana, lalu berkata. "Sebenarnya gua adalah bos elo." Danu tersenyum ketika selesai mengatakan itu.
Mendengar itu, Ana merasa sangat syok. Ia merasa sangat minder dengan apa yang tengah bosnya katakan padanya. di dalam hati Ana berkata.
"Apa!" terkejut "Weekend dengan bos? apa ini tak salah?" wajah Ana terlihat gugup.
Melihat kegugupan diwajah Ana, Danu tersenyum, lalu berkata. "Santai aja An, kamu tak usah gugup seperti itu, anggap gua ini sebagai sahbat lo,"Danu tersenyum ketika selesai mengatakan itu.
__ADS_1
Mendengar ucapan Danu, Ana tersenyum tipis, lalu berkata "Baik pak, bos."
Danu tertawa melebar, ketika mendengar kata yang keluar dari mulut Ana yang memanggilanya dengan banyak sebutan nama.
Danu pun berkata, "Tak perlu memanggil aku bos, panggil saja seperti biasa, kamu memanggilku." tersenyum melihat ke arah Ana yang terlihat gugup di hadapannya.
Mendengar itu, Ana menganngukkan kepalnya, lalu berkata. "Baiklah." hanya kata singkat itu yang keluar dri mulutnya.
Danu tersenyum melihat sekeliling tempat yang Ia tempati saat in, lalu kembali melihat ke arah Ana, yang ikut melihat sekeliling.
Danu tersenyum, lalu berkata, "Oya, An, tempat ini milik keluarga gua, jadi elo santai saja, tak usah merasa canggung kaya gitu." melihat ke arah Ana "An." memanggil "Kenapa dari tadi lo cuman diam?" Danu menatap wajah Ana.
Ana tak berenti berfikir, Ia merasa tak pantas, dan tidak layak, jalan berduaan dengan pemilik perusahaan ternama yang ada di kotanya. Ana yang awalnya mulai memiliki perasaan untuk Danu, kini Ia kubur kembali rasa itu, karna Ia merasa tak pantas.
Ana melihat ke arah Danu, lalu berkata. "Danu, kita pulang, ini udah sore." melihat sekeliling.
Mendengar ucapan Ana, Danu tersenyum, lalu berkata. "Elo yakin udah mau pulang?" melihat kearah Ana.
"Iya, gua uda yakin." tersenyum tipis melihat ke arah Danu.
"Baiklah, tapi elo tunggu gua di sini, gua pengen masuk dulu." setelah mengatakan itu Danu berjalan masuk ke dalam.
__ADS_1
Mendengar itu Ana mengangukkan kepalanya, lalu berkata "Baiklah gua tunggu lo."
Diperjalanan pulang, Ana hanya terdiam, hingga akhirnya Ia terlelap. Melihat Ana tengah terlelap Danu berkata pelan.
"Andai elo tau perasaan gua An, kalau gua mulai menyukai lo, gua suka, sayang ma lo." melihat sejenak ke arah Ana, lalu kembali menatap ke arah jalanan.
Setelah sampai di depan ruamah Ana, Danu melihat ke arah Ana yang masih setia berdamai dengan mimpinya, Danu ingin menyentuh wajah Ana dengan jari-jari tangannya. Namun Ia urungkan, karna takut Ana akan berfikiran buruktentangnya.
Pelan-pelan Danu menepuk pelan bahu Ana, lalu berkata. "An, Ana bangun, kita uda sampai di depan ruamahmu.
Ana membuka matanya, lalu berkata."Hem, kita uda sampai ya?" dengan nada suara serak khas bangun tidur.
Danu tersenyum, sambil menarik hidung Ana, lalu berkata."Iya bawel, kita uda sampai, danitu rumah lo." menunjuk ke arah rumah Ana.
"Is, sakit tau." meringgis "Terimakasih ya, untuk ajakannya hari ini." tersenyum melihat ke arah Danu.
Danu membalas senyuman Ana, lalu berkata. "Gua yang terimaksih, karna elo mau menemani gua weekend."
"Ya udah An gua ulang ya." menyalakan mesin mobilnya.
"Hati-hati di jalan ya." melambaikan tangan.
__ADS_1