Engkaulah Takdirku

Engkaulah Takdirku
Weekend


__ADS_3

Menjelang pagi. Ana udah bangun.


Ana ingin berjalan keluar dari kamarnya. Namun tiba-tiba Hapenya berdering.


Tringzzzz.


Suara Hape Ana berdering, bertanda ada panggilan masuk. Di layar Hape Ana muncul nama.


Danuarta calling...


Ana tersenyum membaca nama pemanggil tersebut. Tampa menunggu lama, Ana lansung mengeser tombol hijau pada layar Hapenya, lalu berkata.


"Iya, halo." jawab Ana pelan.


"Ana, rumah lo yang mana?" tanya pelan Danu.


Mendengar pertanyaan Danu, Ana pun berkata. "Aku kan uda kirim lokasi rumah gua, emang lo ngak ikutin lokasi rumah gua?"


"Ikutin sih, ini uda sampai pada titik merahnya. Namun aku tak menemukan dimana rumah lo."


Mendengar kata yang di ucapkan Danu. Ana menarik nafasnya, lalu membuangnya pelan, Ana pun berkata.


"Tunggu bentar ya, aku keluar." setelah mengatakan itu Ana berjalan keluar dari rumahnya, lalu melihat ke arah jalan raya.


Ana melihat mobil warna silfer tengah berhenti di depan pintu gerban rumahnya. Melihat itu Ana pun berkata dari balik telpon.


"Elo, pake mobil warna apa?"


Dengan segera Danu berkara.


"Silfer."


"Berarti mobil elo yang terparkir di depan pintu gerban rumah gua."


Mendengar itu, Danu membuka kaca mobilnya, lalu melihat ke arah sampin, disana Ana tengah melambaikan tangan melihat ke arahnya.


Danu tersenyum melihat ke arah Ana, yang tengah melambaikan tangan padanya. Danu turun dari mobilnya, lalu berjalan masuk ke dalam pekarangan rumah Ana.


Setelah Danu sampai di hadapannya, Ana melihat ke arah mobil Danu, lalu berkata.


"Siapa mobil yang elo pakai? dan mobil lo yang kemarin kemana?" menatap ke arah wajah Danu.


Mendengar pertanyaan Ana. Danu terkekeh, Danu pun berkata.


"Ini mobil kesayangan gua. Kenapa ada masalah dengan mobil gua?"


"Ya, enggak ada masalah, gua cuman heran saja." kata Ana pelan dan santai.

__ADS_1


Ana mulai memperhatikan penampilan Danu, mulai dari atas, hingga ke bawah.


"Sempurna." ucap pelan Ana.


Namun Danu masih bisa mendengar jelas apa yang tengah Ana katakan. Danu pun berkata.


"Ya, gua emang pemuda yang paling sempurna, tampan gua juga maksimal." Danu tersenyum ketika mengatakan itu.


Mendengar ucapan Danu, yang terlalu memuji dirinya. Ana pun berkata.


"Sok, banget sih." nada suara ketus.


Mendengar itu Danu hanya tersenyum, Danu melihat sekeliling rumah Ana, lalu berkata.


"Ini, rumah lo Ana?"


"Bukan! ini rumah tetangga." menatap tajam wajah Danu "Ya, iyalah ini rumah gua. kenapa? ngak suka lihat rumah gua yang jelek dan kecil ini? kalau ngak suka, pulang sana."


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Ana, Danu tersenyum, lalu berkata.


"Biar rumah kamu kecil, asal pemilik rumahnya, memiliki hati yang sangat besar, itu sudah sangat cukup bagi aku Ana." Danu menatap wajah Ana ketika mengatakan itu.


Mendengar ucapan Danu, entah kenapa hati Ana tiba-tiba menghangat. Ana tersenyum lalu berkata.


"Tunggu, gua bikinin lo minum dulu." setelah mengatakan itu Ana berjalan ke arah dapur rumahnya, lalu kembali membawa segelas teh panas dan juga kue untuk Danu.


Setelah melihat Ana keluar dari dalam dapurnya. Danu pun bertanya.


Mendengar pertanyaan Danu, Ana pun berkata. "Mama gua keluar sama ade gua, mereka berdua kepasar. Dan untuk Ayah gua." menundukkan wajahnya "Ayah gua uda lama meninggal." Ana terlihat sedih ketika bercerita tentang Ayahnya.


Melihat kesedihan terpancar di wajah Ana. Danu pun berkata.


"Maafin gua ya An, kalau pertanyaan gua uda buat loh sedih."


Ana tersenyum melihat ke arah Danu, lalu berkata. "Tidak apa-apa." Ana tak ingin melihat Danu merasa bersalah atas pertanyaanya.


"Dan." memanggil "Gua masuk ganti baju dulu ya." tersenyum manis melihat ke arah Danu "Dan segera habisi teh panasnya."


Setelah mengatakan itu, Ana berjalan masuk ke dalam kamarnya. Setelah sampai di dalam kamarnya, Ana mulai berfikir soal siapa Danu sebenarnya.


Siapa Danu sebenarnya? apakah dia orang kaya? kalau memang Ia orang kaya, lalu kenapa Ia ingin berteman denganku? itu semua kata yang terlintas dalam fikiran Ana saat ini.


Selesai bersiap Ana keluar dari dalam kamarnya, lalu berjalan menghampiri Danu di ruangan tamunya.


"Gua uda siap." tersenyum manis melihat ke arah Danu.


Mendengar ucapan Ana, Danu melihat ke arah Ana yang kini tengah berdiri di hadapannya.

__ADS_1


Danu mulai melihat penampilan Ana, mulai dari atas hingga ke bawah. Danu tertegun melihat ke arah wajah Ana yang terlihat begitu sangat cantik dan menawan.


 


Di dalam hati Danu berkata.


"Ya, ampun, cantik banget


gadis ini." Guman Danu dalam hati.


"Dan, Danu." melambaikan tangan di depan wajah Danu, dan itu membuat Danu tersadar dari lamunannya.


Danu tersadar dari lamunannya dan lansung berkata. "Elo, cantik banget An." menatap ke arah wajah Ana yang kini tengah berdiri di hadapannya.


Mendengar pujian Danu, wajah Ana bersemu, karna ini pertama kalinya, ada pemuda yang berkata cantik terhadapnya. Ana merasa sangat gugup, dan untuk menutupi kegugupannya, Ana berkata.


"Emang gua cantik, baru sadar ya?" Ana berkata santai dan itu membuat Danu tertawa.


Hahaha.


Suara tawa Danu. Mendengar suara tawa Danu, Ana pun berkata.


"Ayo, kita jalan." melihat ke arah Danu "Ini uda hampir siang." ajak Ana pelan.


"Ya, udah, ayo kita jalan."


Mereka berdua melangkah keluar


dari rumah Ana, lalu berjalan ke arah mobil Danu. Danu nampak terlihat sangat senang, hingga akhirnya Ia lansung membukakan pintu mobilnya untuk Ana.


"Terimakasih." Ana tersenyum manis melihat ke arah Danu.


Setelah Ana masuk ke dalam mobil, sementara Danu mulai melajukan mobilnya, meninggalkan depan rumah Ana.


Di dalam perjalanan Ana bertanya.


"Sebenarnya lo, mau ngjakin gua kemana?" melihat ke arah Danu yang tengah menyetir mobilnya.


"Ada, deh." tersenyum melihat ke arah Ana.


Hampir dua jam Danu melajukan mobilnya, Hingga mereka tiba di sebuah Villa yang bernama Kusuma Island. Mata Ana membulat ketika melihat pemandangan di depannya.


"Begitu sangat indah." Ana keluar dari mobil, di ikuti oleh Danu di belakangnya.


Danu berdiri di belakang Ana, namun tiba-tiba seorang pelayan menghampiri Danu.


Pelayan itu berkata. "Semua yang anda inginkan semuanya sudah kami siapkan."

__ADS_1


Mendengar itu, Ana kembali berkata dalam hati.


"Siapa Danu sebenarnya? dan tempat ini?" Ana melihat sekeliling ketika mengatakan itu.


__ADS_2