
Melihat Hana memberi kode padanya. Ana melihat ke arah Danu lalu berkata.
"Danu." tersenyum "Kenalin teman-teman gua." Ana melihat ke arah Hana dan Mira ketika mengatakan itu.
Danu yang mendengar panggilan Ana, menatap ke arahnya Danu pun berkata.
"Iya. Ada apa Ana?"
Ana tersenyum, lalu berkata.
"Kenalkan teman-teman aku."
Mendengar ucapan Ana, dengan segera Hana mengulurkan tangannya. "Hana." tersenyum manis.
"Danu." membalas senyuman manis Hana.
Setelah Hana selesai berkenalan dengan Danu, Mira juga ikut mengulurkan tangannya.
Setelah selesai memperkenalkan ke dua temannya. Ana pun berkata.
"Han, Mira, gua duluan ya." menatap ke arah Danu. Danu yang mengerti tatapan Ana, segera naik ke atas motor, lalu menyalakan mesinnya. diikuti oleh Ana di belakangnya.
Danu melajukan motor Ana dengan sangat cepat. Membuat Ana harus berpegan di bahu Danu dengan sangat erat.
Ana menepuk bahu Danu, lalu berkata. "Hati-hati bawa motornya." berteriak "Gua takut jatuh."
Mendengar teriakan Ana, Danu pun berkata."Kalau elo tak mau jatuh, peluk gue yang erat." tersenyum "Gua yakin, lo ngak bakalan jatuh."
Mendengar semua ucapan Danu, Ana merasa sedikit kesal hingga akhirnya Ana berkata.
"Is, nyebelin banget sih." ketus.
Mendengar ucapan ketus Ana, Danu tertawa. Danu kembali melajukan motor Ana dengan sedikit pelan. Hingga akhirnya, sampai dimana letak mobilnya mogok.
__ADS_1
Danu memarkir motor Ana tepat di sampin mobilnya, Danu turun, lalu berkata.
"Terimaksih banyak ya Ana." tersenyum "Elo udah bantuin gua." Danu menatap wajah Ana ketika mengatakan itu.
Mendengar itu Ana berkata. "Santai aja." mengibaskan tangan "Elo kan teman gua, jadi wajar dong, kalau kita saling membantu." Ana tersenyum manis ketika selesai mengatakan itu.
Mendengar ucapan Ana, Danu terlihat sangat senang, Sekali lagi Danu merasa kalau Ana adalah gadis yang sangat baik. Hingga akhirnya Danu memberanikan diri, untuk mengajak Ana weekend.
"Ana." memanggil "Besok elo ada acara ngak?"
Ana menyengitkan dahi, ketika mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Danu.
Ana pun berkata. "Seperti biasa gua selalu di rumah aja." tersenyum.
Mendengar itu Danu pun berkata. "Elo mau ngak temenin gua besok?" melihat ke arah Ana.
"Kemana?" tanya singkat Ana.
"Kemana aja, setidaknya weekend ini kita keluar jalan-jalan."
Sementara Danu melajukan mobilnya, pulang ke rumahnya. Di perjalanan pulang Danu tak berenti tersenyum, Ia merasa sangat senang karna bisa sedekat itu dengan Ana.
Danu juga tak habis fikir Ana, akan berkata sedikit lembut, dan banyak tersenyum manis padanya.
Di dalam mobil Danu berkata sendiri.
"Kenapa gua? apa gua jatuh cinta?" tersenyum "Yang jelasnya aku merasakan sesuatu ketika bersama gadis judes itu."
Setelah memasuki pintu gerban rumahnya, Danu tak berenti tersenyum, hingga Ia memarkir mobilnya di depan pintu utama rumahnya.
Danu turun dari mobil, dan masuk ke dalam rumah mewahnya, lalu berjalan ke arah kamarnya. Namun sebelum Ia masuk ke dalam kamarnya, Danu berjalam ke dapur, lalu menyuruh Artnya membawakan makan malam untuknya.
Setelah Itu, Danu berjalan ke arah kamarnya, Danu masuk, dan lansung berjalan ke arah kamar mandi, untuk segera membersikan diri. Setelah selesai membersikan diri, Danu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
__ADS_1
Belum lama Danu merebahkan tubuhnya, suara pintu kamarnya di ketuk.
Toktoktok.
Suara pintu kamar Danu di ketuk.
"Masuk saja Bi, pintunya tak dikunci"
Art Danu masuk, dengan membawa manpan yang berisi makan malam Danu.
Setelah selesai makan malam, Danu kembali ke tempat tidurnya, Namun Ia tak merebahkan tubuhnya melaingkan Ia hanya duduk di pinggir tempat tidurnya.
Danu meraih Hapenya, lalu mencari nomor, setelah Ia menemukan nomor yang Ia cari. Danu tersenyum, lalu mencoba menghubungi nomor tersebut. Setelah sambungan telponnya tersambung, Dengan segera Danu berkata.
"Malam, Ana. Apa aku menggangumu?"
"Sedikit menggangu." judes "Karna saat ini aku sangat mengantuk,
mau tidur."
Mendengar ucapan Ana, Danu tersenyum lalu berkata.
"Ya, sudah, sekarang kamu istirahat ya Ana. Selamat malam."
Mendengar itu dengan cepat Ana mengatakan Selamat Malam, karna jujur saat ini, Ia sangat mengantuk.
Ana menyinpan Hapenya di atas meja yang ada di sampin tempat tidurnya, namun tampa sengaja Ia melihat poto masa kecilnya.
Ana mengampil bingkai poto masa kecilnya bersama orang yang sangat Ia harapkan kembali padanya. Ana mengelus bingkai poto tersebut, lalu memeluknya sangat erat.
Ana menarik nafasnya, lalu membuangnya pelan. Ana pun berkata.
__ADS_1
"Hem, dimana elo sekarang Ka? apa saat ini kamu udah melupakanku? atau saat ini kamu udah bahagia bersama pendampin hidupmu? gua akan selalu berdoa,semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi, hanya itu doa gua."