
Sudah hampir
dua minggu, Ana menghindari Danu, selam itu pula Danu selalu berusaha
mengejarnya. Bahkan Danu selalu menyempatkan waktunya untuk selalu ke ruangan
tempat Ana bekerja. Danu berjalan masuk ke dalam ruangan dimana Ana bekerja.
Danu melihat
sekeliling tempat Ana bekerja, dan lagi Danu tak melihat Ana. Danu mengacak
rambutnya, lalu berkata.
“Ternyata
benar, Ana benar-benar hindarin gua, ini tak bisa gua biarin.” Melihat meja kerja
Ana “Gua kenapa? Biasanya para gadis-gadis cantik yang ngejar-gejar gua, lah,
sekarang! Kenapa gua yang selalu mengejar-ngejar Ana, lagian Ana itu orangnya
cerewet, bawel, judesnya minta ampun.” Tersenyum “Namun selalu membuat aku merasa
nyaman di saat aku bersamanya.” Setelah mengatakan itu Danu berjalan ke arahlif
unuk segera kembali ke ruangannya.
Namun sebelum
jam makan siang. Danu sengaja turun ke lantai empat lebih cepat, Ia ingin tau
kemana Ana selalu pergi ketika jam makan siang. Melihat tingkah Ana, yang
berlari ke arah toilet, lalu masuk ke dalam salah satu kamar mandi, Danu pun
berkata.
“Hem, jadi
Ana selalu bersembunyi di situ?” tersenyum “Gua akan buat ini hari terakhir Ana
__ADS_1
bersembunyi di dalam Toilet.
Setelah mengatakan
itu Danu berjalan ke arah meja kerja Ana, lalu mengambil kotak makan, lalu
memakan semua isi kotak bekal Ana. Setelah selesai memakan semua isi bekal
makanan Ana.
Danu
tersenyum, lalu berkata.”Kita lihat An, apa besok kamu masih mau bermain petak
umpet denganku.” Tersenyum kemenangan.
Setelah jam
makan siang hampir habis, Danu kembali memperhatika Ana. Melihat Ana berjalan
keluar dar arah toilet, Danu tersenyum.
Ana menarik
ketika membuka kotak makanannya yang tengah kosong.
“Ha, siapa
yang tengah iseng? memakan semua isi bekal makan siang gua? Apa ia tak tau
kalau gua juga sangat kelaparan?” Ana mengumpat sendiri di tempat meja
kerjanyanya. Ana memegan perutnya sambil brkata “Gua sangat lapar” melihat
sekeliling ruangan.
Melihat Ana memegan perutnya. Danu merasa sangat
bersalah, karna telah menghabiskan semua bekal makan siang Ana. Karna merasa
sangat bersalah , Danu merogoh kantong celananya lalu mengeluarkan Hapenya,
__ADS_1
kemudian memesan makanan untuk Ana makan.
Setelah beberapa
menit, makanan yang Danu pesan kini tengah sampai di dalam ruangannya, dengan
langkh cepat Danu berjalan ke arah ruangannya, lalu kembali lagi ke lantai
empat,untuk memanggil Ana. Ana merasa sangat terkejut ketika melihat orang yang
dua bulan ia hindri kini tengah berdiri di hadapannya.
“Ikut ke
ruangan saya.” Dengan nada datar sambil menatap tajam ke arah wajah Ana.
Mendengar itu,
Ana berdiri, lalu berkata. “Apa bapak memerlukan sesuatu?” berkata sopan.
Mendengar pertanyaan
Ana dengan segera Danu berkata. “Kamu tak perlu banyak bertanya, sekarang kamu
ikut saya sekarang!” masih dengan nada datarnya.
Mendengar itu,
dengan lankah pelan Ana mengikuti arah langkah kaki Danu masuk ke dalam lif. Setelah
keduanya berada di dalam kamar lif.
Danu pun
berkata. “Elo kenapa An?” menatap ke arah wajah Ana “Hindarin gua seperti itu? Apa
gua ada salah? Gua telpon elo tidak angkat, gua chat di baca namun tak di
balas. Emang elo kenapa? Apa ada yang tidak elo suka dari gua?” kembali menatap
wajah Ana.
__ADS_1
Maaf ya para
Readers, ceritnya masih dalam tahap revisi, mohon di maklumi.