Engkaulah Takdirku

Engkaulah Takdirku
Tau Yang Sebenarnya


__ADS_3

Sudah hampir


dua minggu, Ana menghindari Danu, selam itu pula Danu selalu berusaha


mengejarnya. Bahkan Danu selalu menyempatkan waktunya untuk selalu ke ruangan


tempat Ana bekerja. Danu berjalan masuk ke dalam ruangan dimana Ana bekerja.


Danu melihat


sekeliling tempat Ana bekerja, dan lagi Danu tak melihat Ana. Danu mengacak


rambutnya, lalu berkata.


“Ternyata


benar, Ana benar-benar hindarin gua, ini tak bisa gua biarin.” Melihat meja kerja


Ana “Gua kenapa? Biasanya para gadis-gadis cantik yang ngejar-gejar gua, lah,


sekarang! Kenapa gua yang selalu mengejar-ngejar Ana, lagian Ana itu orangnya


cerewet, bawel, judesnya minta ampun.” Tersenyum “Namun selalu membuat aku merasa


nyaman di saat aku bersamanya.” Setelah mengatakan itu Danu berjalan ke arahlif


unuk segera kembali ke ruangannya.


Namun sebelum


jam makan siang. Danu sengaja turun ke lantai empat lebih cepat, Ia ingin tau


kemana Ana selalu pergi ketika jam makan siang. Melihat tingkah Ana, yang


berlari ke arah toilet, lalu masuk ke dalam salah satu kamar mandi, Danu pun


berkata.


“Hem, jadi


Ana selalu bersembunyi di situ?” tersenyum “Gua akan buat ini hari terakhir Ana

__ADS_1


bersembunyi di dalam Toilet.


Setelah mengatakan


itu Danu berjalan ke arah meja kerja Ana, lalu mengambil kotak makan, lalu


memakan semua isi kotak bekal Ana. Setelah selesai memakan semua isi bekal


makanan Ana.


Danu


tersenyum, lalu berkata.”Kita lihat An, apa besok kamu masih mau bermain petak


umpet denganku.” Tersenyum kemenangan.


Setelah jam


makan siang hampir habis, Danu kembali memperhatika Ana. Melihat Ana berjalan


keluar dar arah toilet, Danu tersenyum.


Ana menarik


ketika membuka kotak makanannya yang tengah kosong.


“Ha, siapa


yang tengah iseng? memakan semua isi bekal makan siang gua? Apa ia tak tau


kalau gua juga sangat kelaparan?” Ana mengumpat sendiri di tempat meja


kerjanyanya. Ana memegan perutnya sambil brkata “Gua sangat lapar” melihat


sekeliling ruangan.


Melihat  Ana memegan perutnya. Danu merasa sangat


bersalah, karna telah menghabiskan semua bekal makan siang Ana. Karna merasa


sangat bersalah , Danu merogoh kantong celananya lalu mengeluarkan Hapenya,

__ADS_1


kemudian memesan makanan untuk Ana makan.


Setelah beberapa


menit, makanan yang Danu pesan kini tengah sampai di dalam ruangannya, dengan


langkh cepat Danu berjalan ke arah ruangannya, lalu kembali lagi ke lantai


empat,untuk memanggil Ana. Ana merasa sangat terkejut ketika melihat orang yang


dua bulan ia hindri kini tengah berdiri di hadapannya.


“Ikut ke


ruangan saya.” Dengan nada datar sambil menatap tajam ke arah wajah Ana.


 Mendengar itu,


Ana berdiri, lalu berkata. “Apa bapak memerlukan sesuatu?” berkata sopan.


Mendengar pertanyaan


Ana dengan segera Danu berkata. “Kamu tak perlu banyak bertanya, sekarang kamu


ikut saya sekarang!” masih dengan nada datarnya.


 Mendengar itu,


dengan lankah pelan Ana mengikuti arah langkah kaki Danu masuk ke dalam lif. Setelah


keduanya berada di dalam kamar lif.


 Danu pun


berkata. “Elo kenapa An?” menatap ke arah wajah Ana “Hindarin gua seperti itu? Apa


gua ada salah? Gua telpon elo tidak angkat, gua chat di baca namun tak di


balas. Emang elo kenapa? Apa ada yang tidak elo suka dari gua?” kembali menatap


wajah Ana.

__ADS_1


Maaf ya para


Readers, ceritnya masih dalam tahap revisi, mohon di maklumi.


__ADS_2