Engkaulah Takdirku

Engkaulah Takdirku
Kesal


__ADS_3

Ting!, pintu


lif terbuka, Danu keluar dari dalam lif di ikuti oleh Ana di belakangnya, Ana


melihat ke arah Danu lalu berkata.


“Kita mau


kemana pak?” melihat ke arah Danu yang kini tengah berjalan di hadapannya.


Mendengar pertanyaan


Ana dengan segera Danu berkata. “Gua pengen ajakin lo kepasar.” Tersenyum tipis


“Ya gua pengen ajak elo ke raungan aku lah.” Danu terlihat santai ketika


mengatakkan itu.


Mendengar ucapan


Danu, Ana pun berkata. “Is, nyebelin banget sih.” Dengan nada suara pelan. Namun


suaranya itu masih terdengar jelas di telinga Danu.


Mendengar ucapan


pelan Ana, Danu pu berkata. “Awas, An, gua dengar apa yang barusan elo katakan.”


Tersenyum tipis “Nanti gua akan potong gaji lo.”


Mendengar kata


potong gaji keluar dari mulut bosnya, dengan segera Ana berkata. “Maaf pak.” Nada


suara pelan.


Setelah sampai


di depan pintu ruangan Danu, dengan tegasnya Danu berkata. “Masuk.” Melihat ke


arah Ana “Kalau tak mau masuk, bulan ini setengah darigajimu aku potong.”


Mendengar itu


dengan segara Ana masuk kedalam ruangan bosnya sambi berkata. “Is, sih bos


killer ini, kerjanya cuman ngancam gua terus. Mentang-mentang bos disini,


seenaknya saja main perintah-perintah, seandainya elo bukan bos gua, uda gua


geprek kepala lo.” Grutu kesal Ana.


Danu berjalan


ke arah sopa yang ada di dalam ruangannya, lalu duduk. Melihat Ana masih


berdiri di hadapannya, Danu pun berkata.”Duduk, lalu makan.” Perintah Danu.


Mendengar itu


dengan segera Ana berkata. “Maaf, saya udah makan.” Tersenyum melihat ke arah


Danu.


“Memangnya


kamu makan apa?” menatap wajah Ana.


“Makan bekal


saya dari rumah pak.” Dengan santainya Ana mengtakan itu, tampa Ia tau kalau


semua bekal makan siangnya Danu yang tengah menghabisinya.


Mendengar ucapan


Ana, Danu tertawa melebar, membuat Ana merasa sedikit bingun.melihat itu Ana


pun berkata, “Kenapabapak tertawa? Seperti orang gila saja.” Berkata pelan dan


santai.


Mendengar Ana

__ADS_1


mengatainya seperti orang gila, Danu menatap tajam ke arah Ana, Lalu berkata. “Apa!


Elo mengatai gua gila?” sedikit kesal.


Mendengar itu


dengan segera Ana berkata. “Maaf pak bukan maksud saya berkata begitu,” Ana


menundukkan wajahnya ketika mengatakan itu.


Melihat Ana


menundukkan wajahnya, Danu berdiri lalu berjalan mendkat ke arah Ana, Danu


meraih tangan Ana lalu mengajaknya berjalan ke arah kursi, lalu menyuruhnya


duduk, setelah Ana duduk.


Danu pun


berkata. “Makanlah An, gua tau elo belum maka.” Berkata pelan dan lembut “Maaf


tadi gua yang udah habiskan semua isi kotak makan siang lo.” Melihat ke arah


Ana yang tengah melihat ke arahnya.


Mendengar ucapan


Danu, Ana membulatkan matanya, lalu berkata. “Apa! Jadi elo yang udah


menghabiskan semua makan siang gua?” menatap tajam ke arah Danu, dengan nada


suara tinggi.


Mendengar ucapan


Ana yang terlalu sangat keras, Danu pun berkata. “Pelangin suara elo, nanti


asisten pribadi gua dengar, kan ngak enak jadinya kalau dia dengar,” tersenyum


melihat ke arah Ana.


Mendengar itu


“Kalau elo


ngak mau makan, gaji lo bulan ini gua potong dari setengahnya. Elo mau?”


menaikkan alisnya melihat ke arah Ana “Bagaimana, apa kamu mau gaji kamu di


potong? Cuman karna tak mau makan.” Tersenyum melihat wajah kesal Ana.


“Makanlah.” Tersenyum


“Dan gua ngak mau mendengar satu kalimat lagi keluar dari mulut lo.”


“Biak pak,


saya akan makan.” Pasrah dengan apa yang tengah bosnya katakan.


Ana mulai


membuka kotak makanan yang ada di depannya, Ana tersenyum melihat makanan yang


ada di hadapannya, lalu mulai malahap semua makanan tersebut hingga tak


tersisa. Sementara Danu tak berenti melihat ke arah wajah Ana yang kini tengah


makan di hadapannya.


Danu pun


berkata dalam hati. “Semakin gua melihat wajah Ana, semakin gua merasa, kalau


gua prnah bertemu dengannya, tapi dimana?” guman Danu.


Ana melihat


ke arah Danu yang kini tengah asyik melihat ke arah wajahnya, Ana pun berkata. “Pak,”


memanggil “Bapak kenapa lihatin wajah saya? Apa ada makanan di wajah saya? Atau


bapak melihat wajah saya, karna aku cantik.” Ana tersenyum ketika selesai

__ADS_1


mengatakan itu.


Mendengar ucapan


Ana, denga santainya Danu berkata. “Tapi menurut gua, elo itu tidak cantik,


biasa saja, yang ada elo itu gadis yang paling cerewet yang pernah gua temuin.”


“Tapi


kangenin kan pak.” Menaikkan kedua alisnya melihat ke arah Danu “Maaf pak gua


cuman bercanda, ya sudah terimaksih banyak ya pak, karna telah mengantikan


makan siang saya, dan sekarang saya harus kembali bekerja.”


Setelah mengatakan


itu, Ana berangjak dari tempat duduknya. Namun belum sempat Ana berdiri,


tangannya di tarik oleh Danu.


Danu pun


berkata. “Siapa yang ngijinin lo berdiri?” melihat ke arah Ana.


“Bapakkan


cuman suruh saya makan, sekarang saya sudah selesai, jadi ingin kembali bekrja


lagi.” Ana tersenyum manis ketika mengatakan itu.


Mendengar itu


Danu pun berkata. “Nanti saja An, ada yang mau gua katakan sama lo.” Menatap ke


arah wajah Ana.


“Bicara saja


pak, aku akan menjadi pendengar yang setia untuk bapak.”


Danu menarik


nafasnya, lalu mengbuangnya secara perlahan, setelah itu Ia mulai brbicara. “An,


kenapa elo hindarin gua?” menatp wajah Ana.


“Maaf pak,


gua ngak merasa hindari bapak.” Berkata santai.


“Ana


berhenti panggil gua bapak, di saat kita tengah berdua seperti ini.” Menatap


wajah Ana.


“Memang


salah ya pak? Kalau gua panggil elo bapak?kan disini anda bosnya.”


Mendengar semua


kata yang keluar dari mulut Ana, Danu melihat ke arah Ana, lalu kembali


berkata.


“Jawab


pertanyaan gua An, kenapa elo hindarin gua?” menatap wajah Ana, sambil menunggu


jawaban yang keluar dari mulutnya.


Mendengar pertanyaan


itu lagi, Ana kembali berkata, “Hiya, pertanyaan itu lagi, maaf ya pak seperti


yang uda gua jelaskan tadi, ah sudah deh pak, gau malas menjelaskan semuanya.” Setelah


mengatakan itu, Ana berlari keluar dari dalam ruangan Danu, dan Danu juga


ikutmengejar Ana, namun Ana keburu masuk ke dalm lif.

__ADS_1


__ADS_2