Engkaulah Takdirku

Engkaulah Takdirku
Menghindar 3


__ADS_3

Setelah


beberapa saat kepergian Ana, dan benar Danu datang ke meja kerjanya untuk


mencari Ana. Namun lagi orang yang Danu cari tidak ada di meja kerjanya, dan


itu membuar Danu semakin prustasi dengan sikap Ana yan mulai menjahuinya.


 “Ah, kenapa


Ana melakukan ini?” mengacak rambutnya.


Danu melihat


ke arah, teman-teman Ana, lalu berjalan ke arahnya, Danu pun berkata. “Kemana


Ana? Apakah dia sudahpulang?” menatap ke arah dua wanita yang ada di


hadapannya.


Mendengar ucapan


bosnya dengan segera Mira berkata. “Ana sudah pulang pak.” Tertunduk dan


berbicara sopan. Karna Mira tau Danu adalah bosnya di perusahaan yang tengah Ia


tempati bekerja.


 Mendengar ucapan


Mira, Danu mendengus kesal, berjalan keluar dari ruangan yang tengah ditempati


kedua teman Ana, Danu berkata sambil berjalan. “Ana kenapa? Kenapa sikapnya


jadi berubah seperti ini?” Danu masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan ke arah


rumah Ana.


 Setelah sampai


di depan rumah Ana, Danu memperhatikan sekitar halaman rumah Ana, melihat


sekeliling rumah Ana, Danu pun berkata. “Ana belum pulang motornya belum ada.” Memperhatiakn


halaman rumah Ana “Apa, Ana sengaja hindarin gua? Di telpon ngak di angkat, di


chat, di baca, namun tak di balas, apa Ana sengaja hindarin gua?” begitu bnayak


pertanyaan yang terlintas dalam fikiran Danu saat ini.


Cukup lama


Danu berada di depan rumah Ana, hingga akhirnya Danu berkata. “Kalau elo terus


hindarin gua kaya gini, jangan salahkan gua, gua akan mindahin lo, jadi


secertaris pribadi gua.” Tersenyum “Tapi bagaiman kalau Ana menolak? Lalu memilih


keluar dari kantor gua, gua juga kan yang rugi, gua ngka mau kehilangan teman


jutek seperti Ana, jujur gua suka Ana terlihat apa adanya.” Danu tersenyum


ketika selesai mengatakan itu.


Sementara Ana,


uda hampir setengah jam, Ia menunggu kedatangan kedua temannya, setelah melihat


keduanya, Ana pun berkata. “Lama amat sih, apa di kantor ada pekerjaan

__ADS_1


tambahan?” dengan wajah sedikit kesal.


Mendengar ucapan


Ana, Mira pun berkata. “An, tadi bos nyariin lo.” Melihat ke arah wajah Ana.


“Terus elo


jawab apa?” Ana menatap ke arah Mira ketika mengatakan itu.


“Ya, gua


jawab aja, kalau elo uda pulang.” Berkata santai.


“Bagus


setidaknya hari ini, gua sukses hindarin dia, ya, uda yu kita jalan ke rumah


lo.” Ana tersenyum ketika mengatakan itu pada kedua temannya.


“Ayo,” ucap


Hana dan Mira bersamaan.


Mereka bertiga


melajukan motor mereka, menuju arah rumah Hana, Hingga malam, Ana dan Mira


pamit untuk pulang, karna malam uda sedikit larut, Ana pun berkata.


“Gua pulang


ya, ini uda larut, nanti nyokap gua nyariin.” Tersenyum.


Mira pun


ikut berkata. “Iya gua juga.”


Mendengar ucapan


Ana melajukan


motornya, menuju arah ruamahnya, begitupun dengan Mira. Setelah sampai di


pekarangan ruamhanya, Ana memarkir motornya, lalu masuk ke dalam rumahnya. Ana


pun berkata.


“Ma, Ana


pulang.”


Mendengar suara


putrinya Ratna pun berkata. “Kamu dari mana Na? Tumben jam segini baru pulang,”


melihat ke arah jam.


Mendengar pertanyaan


Mamanya, Ana hanya tesenyum. Tak berkata apapun. Sementara Adi yang melihat


kakaknya pulang tak seperti biasanya berkata.


“Tumben jam


segini kakak baru pulang? Habis jalan ya sama si bos tampan dan tajir itu?” Adi


sedikit menggoda Ana.

__ADS_1


Mendengar ucapan


adiknya, Ana pun berkata. “Iss, kevo.” Kesal.


Mendengar jawaban


yanga keluar dari mulut putrinya, Ratna pun berkata. “Sayang memangnya kamu drimana?


Apa kamu lembur di kantor? Kenapajam segini baru pulang?” menatap ke arah


putrinya.


Dengan segera


Ana menjawab pertanyaan Mamanya, “Enggak ko Ma, tadi Ana singgah di rumah Mira.”


Setelah mengtakan itu Ana berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Melihat Ana


berjalan masuk ke dalam kamarnya, Adi ikut menyusul masuk ke dalam kamar


kakanya. “Kakak uda tidur?” masuk ke dalam kamar Ana “Boleh aku masuk kak? Ada sesuatu


yang ingin gua kasi tau ke kakak.” Masuk lalu duduk di kursi yang ada di dalam


kamar Ana.


“Hem, kamu


mau bilang apa?” melihat ke arah Adi.


Mendengar ucapan


Ana, Adi pun berkata, “Ka, tadi gua lihat mobil bos kaka, di depan rumah kita,


awalnya sih gua tak yakin, kalau mobil itu, mobil bosnys kakak. Namun pas dia


turunin kaca mobilnya, lalu melihat ke arah rumah kita, gua yakin, kalau itu


memang benar mobil bosnya kakak.


“Terus-terus


apa lagi yang lo lihat?” Ana terlihat penasaran dengan apa yang tengah di


katakan Adi padanya “Apa dia lama berada di depan rumah kita?”


“Cukup lama,


bosnya kakak berada di depan rumah kita. Bos kaka kenapa?” melihat ke arah Ana “Sampai


segitunya.” Adi sedikit menyelidiki.


Mendengar ucapan


adiknya, Ana kembali berkata. “Is, mulai lagi deh sifst kevonya.” Meledek.


“Kakak


apa-apaan sih, kasitau dong, cerita sedikit kan tak apa-apa.” Tersenyum jail “Kaka


kenapasih? Punya pacar orang tajir itu keren.”


Mendengar semua


ucapana adiknya, Ana mulai terlihat kesal, Ana pun berkata. “Diam, berisik,


keluar sana, gua mau istirahat.” Setelah mengatakan itu, Ana menutupi seluruh

__ADS_1


tubuhnya dengan selimut.


__ADS_2