
Setelah
beberapa saat kepergian Ana, dan benar Danu datang ke meja kerjanya untuk
mencari Ana. Namun lagi orang yang Danu cari tidak ada di meja kerjanya, dan
itu membuar Danu semakin prustasi dengan sikap Ana yan mulai menjahuinya.
“Ah, kenapa
Ana melakukan ini?” mengacak rambutnya.
Danu melihat
ke arah, teman-teman Ana, lalu berjalan ke arahnya, Danu pun berkata. “Kemana
Ana? Apakah dia sudahpulang?” menatap ke arah dua wanita yang ada di
hadapannya.
Mendengar ucapan
bosnya dengan segera Mira berkata. “Ana sudah pulang pak.” Tertunduk dan
berbicara sopan. Karna Mira tau Danu adalah bosnya di perusahaan yang tengah Ia
tempati bekerja.
Mendengar ucapan
Mira, Danu mendengus kesal, berjalan keluar dari ruangan yang tengah ditempati
kedua teman Ana, Danu berkata sambil berjalan. “Ana kenapa? Kenapa sikapnya
jadi berubah seperti ini?” Danu masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan ke arah
rumah Ana.
Setelah sampai
di depan rumah Ana, Danu memperhatikan sekitar halaman rumah Ana, melihat
sekeliling rumah Ana, Danu pun berkata. “Ana belum pulang motornya belum ada.” Memperhatiakn
halaman rumah Ana “Apa, Ana sengaja hindarin gua? Di telpon ngak di angkat, di
chat, di baca, namun tak di balas, apa Ana sengaja hindarin gua?” begitu bnayak
pertanyaan yang terlintas dalam fikiran Danu saat ini.
Cukup lama
Danu berada di depan rumah Ana, hingga akhirnya Danu berkata. “Kalau elo terus
hindarin gua kaya gini, jangan salahkan gua, gua akan mindahin lo, jadi
secertaris pribadi gua.” Tersenyum “Tapi bagaiman kalau Ana menolak? Lalu memilih
keluar dari kantor gua, gua juga kan yang rugi, gua ngka mau kehilangan teman
jutek seperti Ana, jujur gua suka Ana terlihat apa adanya.” Danu tersenyum
ketika selesai mengatakan itu.
Sementara Ana,
uda hampir setengah jam, Ia menunggu kedatangan kedua temannya, setelah melihat
keduanya, Ana pun berkata. “Lama amat sih, apa di kantor ada pekerjaan
__ADS_1
tambahan?” dengan wajah sedikit kesal.
Mendengar ucapan
Ana, Mira pun berkata. “An, tadi bos nyariin lo.” Melihat ke arah wajah Ana.
“Terus elo
jawab apa?” Ana menatap ke arah Mira ketika mengatakan itu.
“Ya, gua
jawab aja, kalau elo uda pulang.” Berkata santai.
“Bagus
setidaknya hari ini, gua sukses hindarin dia, ya, uda yu kita jalan ke rumah
lo.” Ana tersenyum ketika mengatakan itu pada kedua temannya.
“Ayo,” ucap
Hana dan Mira bersamaan.
Mereka bertiga
melajukan motor mereka, menuju arah rumah Hana, Hingga malam, Ana dan Mira
pamit untuk pulang, karna malam uda sedikit larut, Ana pun berkata.
“Gua pulang
ya, ini uda larut, nanti nyokap gua nyariin.” Tersenyum.
Mira pun
ikut berkata. “Iya gua juga.”
Mendengar ucapan
Ana melajukan
motornya, menuju arah ruamahnya, begitupun dengan Mira. Setelah sampai di
pekarangan ruamhanya, Ana memarkir motornya, lalu masuk ke dalam rumahnya. Ana
pun berkata.
“Ma, Ana
pulang.”
Mendengar suara
putrinya Ratna pun berkata. “Kamu dari mana Na? Tumben jam segini baru pulang,”
melihat ke arah jam.
Mendengar pertanyaan
Mamanya, Ana hanya tesenyum. Tak berkata apapun. Sementara Adi yang melihat
kakaknya pulang tak seperti biasanya berkata.
“Tumben jam
segini kakak baru pulang? Habis jalan ya sama si bos tampan dan tajir itu?” Adi
sedikit menggoda Ana.
__ADS_1
Mendengar ucapan
adiknya, Ana pun berkata. “Iss, kevo.” Kesal.
Mendengar jawaban
yanga keluar dari mulut putrinya, Ratna pun berkata. “Sayang memangnya kamu drimana?
Apa kamu lembur di kantor? Kenapajam segini baru pulang?” menatap ke arah
putrinya.
Dengan segera
Ana menjawab pertanyaan Mamanya, “Enggak ko Ma, tadi Ana singgah di rumah Mira.”
Setelah mengtakan itu Ana berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Melihat Ana
berjalan masuk ke dalam kamarnya, Adi ikut menyusul masuk ke dalam kamar
kakanya. “Kakak uda tidur?” masuk ke dalam kamar Ana “Boleh aku masuk kak? Ada sesuatu
yang ingin gua kasi tau ke kakak.” Masuk lalu duduk di kursi yang ada di dalam
kamar Ana.
“Hem, kamu
mau bilang apa?” melihat ke arah Adi.
Mendengar ucapan
Ana, Adi pun berkata, “Ka, tadi gua lihat mobil bos kaka, di depan rumah kita,
awalnya sih gua tak yakin, kalau mobil itu, mobil bosnys kakak. Namun pas dia
turunin kaca mobilnya, lalu melihat ke arah rumah kita, gua yakin, kalau itu
memang benar mobil bosnya kakak.
“Terus-terus
apa lagi yang lo lihat?” Ana terlihat penasaran dengan apa yang tengah di
katakan Adi padanya “Apa dia lama berada di depan rumah kita?”
“Cukup lama,
bosnya kakak berada di depan rumah kita. Bos kaka kenapa?” melihat ke arah Ana “Sampai
segitunya.” Adi sedikit menyelidiki.
Mendengar ucapan
adiknya, Ana kembali berkata. “Is, mulai lagi deh sifst kevonya.” Meledek.
“Kakak
apa-apaan sih, kasitau dong, cerita sedikit kan tak apa-apa.” Tersenyum jail “Kaka
kenapasih? Punya pacar orang tajir itu keren.”
Mendengar semua
ucapana adiknya, Ana mulai terlihat kesal, Ana pun berkata. “Diam, berisik,
keluar sana, gua mau istirahat.” Setelah mengatakan itu, Ana menutupi seluruh
__ADS_1
tubuhnya dengan selimut.