
Kekuatan mereka pun untuk menuju lembah kematian semakin kuat dimana prajurit Lancelot sudah bergabung dengan mereka dan terlihat pulih dari cidera nya saat ia menhadapi Prajurit Argus yang berhianat kepada prajurit Estes dan prajurit Lancelot.
Mereka sudah menempuh jalan yang lumayan cukup jauh untuk bisa sampai ke desa yang di sebutkan oleh Thamuz untuk menemui salah satu informan yang Thamiz kenali.
Tidak lama pun mereka sudah mau sampai di desa tersebut tetapi terlihat dari kejauhan banyak asap hitam yang menggumpal di arah desa tersebut dan seperti tidak ada kehidupan terdengar dari kejauhan. mereka pun langsumg lekas mendekati desa tersebut.
"Lihat lah Thamuz mengapa banyak gumpalan asap hitam di area desa yang kamu maksud" ucap Estes kepada Thamuz.
"Sepertinya ada sesuatu yang sudah terjadi pada desa tersebut, sebaiknya ayoo kita lihat kesana" Thamuz pun bergegas mendekati desa tersebut.
Sesampai mereka di desa tersebut mereka semua melihat pemandangan yang sangat kacau, desa habis terbakar dan banyak mayat mayat yang bergeletakan di area desa tersebut.
"Astagaaa apa yang telah terjadi kepada mereka" teriak Wat melihat desa tersebut yang habis terbakar dan melihat sekumpulan mayat yang bergeletakan.
"Hzzzzzz.... sepertinya baru saja ada yang menyerang desa tersebut" jawab Thamuz yang terlihat geram.
"Apakah ini perbuatan bangsa Morth supaya kita tidak bisa mendapatkan informasi untuk melacak keberadaan lembah kematian tersebut" ucap Estes.
"Aku juga tidak tahu siapa yang telah menyerang desa ini dengan kejam, sebaiknya kita cari informan ku terlebih dahulu" teriak Thamuz.
Di saat mereka sedang mencari informan tersebut terdengar suara teriakan dari kejauhan.
TOLONGGGG.... TOLONGGG.... !!!!!!!!
Ada salah satu warga desa yang selamat dan ia bersembunyi di dalam sumur.
__ADS_1
"Heyy teman teman dengar sepertinya ada teriakan minta tolong di arah sumur tersebut" ucap penyihir Saavana kepada mereka.
Mereka pun bergegas berlari ke arah sumur tersebut dan ternyata salah satu informan yang dikenali oleh Thamuz yang masih hidup dan bersembunyi di dalam sumur tersebut.
"Heyyy kaliam bantu ia untuk keluar dari dalam sumur tersebut, itu adalah salah satu informanku yang masih hidup" teriak Thamuz kepada Estes dan Lancelot untuk membantu informan itu keluar dari sumur yang sangat dalam itu.
"Baiklah biarkan aku saja yang menolong orang ini keluar dari sini" sahut Penyihir Saavana.
Penyihir Saavana pun mendekati sumur tersebut dan ia memakai ilmu sihirnya untuk menggerakan air untuk menuju permukaan supaya informan itu bisa naik ke daratan.
wussshhhhhhh........... suara air itu pun naik ke atas dengan cepat oleh bantuan sihir yang di miliki oleh penyihir Saavana.
"Cepat raih dia sekarang" teriak penyihir Saavana.
BYAARRRRRRR................
air sumur itu pun langsung terjatuh ke dalam sumur tersebut.
"Terima kasih atas bantuan kalian ,Prajurit Thamuz akhirnya kau datang tetapi semuanya sudah terlambat mereka sudah menghabisi sebagian desa dan sebagia warga desa menyelamatkan diri berlari ke arah pegunungan, di saat aku berlari aku tidak sempat dan aku melompat ke sumur itu untuk bersembunyi" jawab informan itu dengan rasa kepanikan yang masih membayangi dia.
"Sebenarnya apa yang terjadi dan ulah siapa yang telah meyerang desa kalian" tanya Thamuz yang terlihat emosi.
"Aku tidak melihay begitu jelas karena kejadian di malam hari mereka menyerang desa kami tetapi aku melihat salah satu kawanan mereka seperti monster dan aku melihat ada yang memakai baju seperti raja bewarna hitam dan bermata merah" cerita informan tersebut kepada mereka.
"CECILION !!!" sahut tiba tiba dari penyihir Saavana.
__ADS_1
"Apa cecilion??? maksudmu raja dari bangsa Morth" tanya Estes kepada penyihir Saavana.
"Yahhh aku sangat mengenali ciri ciri nya ,ini tidak salah lagi pasti ulah dari bangsa morth yang sudah menyerang desa ini dengan keji" ucap penyihir Saavana yang geram melihat kekejian yang di lakukan bangsa Morth.
"Dasar kurang ajar akan kuhabisi mereka jika bertemu denganku nanti, baiklah sebenarnya aku datang kesini ingin bertanya sesuatu denganmu" tanya Thamuz kepada informan tersebut.
"Kau ingin bertanya tentang apa ????" tanya informan tersebut.
"Kami ingin pergi ke salah sati tempat. tempat itu di namakan lembah kematian apa kau tahu dimana lembah itu berada" tanya Thamuz.
"Hahhhh !!!!! apakah kalian semua sudah gila, jika kalian masuk kesana kaliam tidak akan bisa kembali lagi hidup hidup" teriak informan tersebut ke arah mereka.
"Sudah cepat katakan kau tahu atau tidak dimana letak lembah itu berada" teriak Thamuz.
"Hmmmmm... baiklah sebenarnya di saat aku masih menjadi mata mata dari suatu kerajaan aku pernah sekali datang ke lembah kematian itu tetapi aku tidak sampai masuk kedalam sana karena bagiku itu sangat berbahaya tetapi jika kalian ingin pergi kesana aku akan mengantarkan kalian sampai di perbatasan gunung itu" jawab informan tersebut.
" Baiklah sebaiknya kita akan pergi esok hari saja karena untuk sekarang ke adaan tidak memungkinkan lebih baik kita melanjutkan nya di pagi hari nanti dan aku akan menyembuhkan luka dalam mu supaya besok kau fit untuk mengantarkan kami ke perbatasan" ucap Estes.
"Baiklah terima kasih, sebaiknya kita ber istirahat di suatu tempat persembunyian yang telah aku siapkan di dalam hutan ini" jawab informan tersebut.
Akhirnya mereka menghentikan perjalanan mereka dan mereka akan melanjutkan perjalanan mereka di esok hari.
Besok di pagi hari mereka akan di antarkan sampai perbatasan gunung tersebut oleh informan yang selamat dari serangan yang keji dari bangsa Morth.
Jangan lupa klik tanda like ya guys 🙏👍👍
__ADS_1