
Mereka akhirnya terkepung oleh mahkluk penunggu gunung itu. Jumlah mereka sangat banyak untuk dihadapi oleh Lancelot dan kawan kawan,ratu Saavana pun sempat memberikan perlawanan kepada mereka tetapi tidak membuahkan hasil apapun dan serangan itu tidak berguna sama sekali.
"Mau tidak mau kita harus menghadapinya ,karena tidak ada jalan lain untuk bisa mendapatkan daun emas itu" ucap prajurit Lancelot kepada yg lain.
"Heiiiii aku sepertinya tahu kelemahan untuk mengalahkan mereka" teriak Fernando tiba tiba kepada ratu Saavana dan prajurit Lancelot.
Fernando pun langsung berlari ke arah sungai tempat dimana mereka pertama sampai di tempat itu. Ratu Saavana dan Lancelot pun terlihat bingung dengan tindakan yg dilakukan oleh Fernando.
"Sebaiknya kau cepat kembali ,kami tidak bisa menahan serangan ini terlalu lama" teriak Lancelot kepada Fernando yg berlari ke arah sungai.
"Baiklah semoga kau berhasil apa yg kau katakan kepada kami. Prajurit Lancelot kita harus menahan serangan mahkluk ini sampai Fernando tiba kembali disini" ucap ratu Saavana kepada Lancelot.
Ratu Saavana dan prajurit Lancelot pun akhirnya mencoba menahan serangan dari mahkluk penunggu gunung itu ,sementara Fernando berlari ke arah sungai dan entah apa yg ia ingin lakukan.
"Huh.. huh.. huh.. semoga dengan cara ini bisa berhasil melumpuhkan para mahkluk aneh itu" bicara Fernando dalam hati sambil berlari kencang ke arah sungai.
Sesampai Fernando di tepi sungai ia berusaha mencari tempat untuk mengambil sedikit air yg akan dibawa kembali ke puncak gunung dimana mereka di hadang oleh sekumpulan mahkluk aneh. Dengan cepat Fernando mengambil sedikit air dengan menggunakan botol yg ada di dalam tas yg ia bawa, sesudah ia mengambil air dengan cukup banyak Fernando pun langsung berlari untuk kembali kepada ratu Saavana dan prajurit Lancelot yg sedang bertarung dengan mahkluk tersebut.
Setelah menunggu lama akhirnya Fernando pun datang dan membawa sedikit air yg telah ia bawa dari tepi sungai tadi.
"Dari mana saja kau ,mahkluk ini tidak bisa dibinasakan dengan kekuatan kami. Rencana apa yg kau maksud tadi" ucap prajurit Lancelot yg terlihat kewalahan melawan mahluk itu.
"Aku baru saja kembali ke tepi sungai dan mengambil sedikit air menggubakan botol yg kupunya ini" jawab Fernando.
"Kau bercanda ??? kau kembali ke sungai itu hanya untuk mengambil air dan sedangkan kami menahan serangan mahkluk ini disini" teriak ratu Saavana yg terlihat kesal dengan apa yg dilakukan Fernando.
Fernando pun menghampiri mahkluk itu dan ia pun menaburkan air ke salah satu mahkluk tersebut.
BYARRRRRRRR............
Setelah Fernando menyiramkan air kepada mahkluk itu tiba tiba salah satu mahkluk itu membeku dan terdiam seperti patung.
Fernando pun langsung memukul dengan keras ke arah mahkluk yg membeku itu.
__ADS_1
HYAAAAAAAAA..........
Bruaakkkkkkkkkk !!!!!!!!!
Tinjuan Fernando pun mengenai mahkluk itu dan dengan terkejut mahkluk itu hancur lebur dan tubuhnya pun tidak kembali menyatu.
"Fernando sepertinya caramu berhasil ,tubuhnya tidak kembali menyatu" teriak prajurit Lancelot yg terkejut.
"Kelemahan mereka ternyata dengan sebuah air dari sungai itu" sahut ratu Saavana.
"Yahhhh lebih tepatnya lihatlah tubuh mereka dipenuhi dengan larva panas sehingga jika terkena air ,tubuh mereka membeku seperti patung dan saat itulah kita bisa menyerang mereka sampai hancur dan tidak bisa kembali menyatu" jawab Fernando.
"Tetapi air yg kau bawa kemari tidak cukup untuk melawan para mahkluk ini semua. Kita harus memerlukan banyak air dari sungai itu jika ingin mengalahkan mereka" teriak Lancelot kepada Fernando.
"Baiklah aku akan mencoba menggiring mereka semua ke arah sungai dan kalian tetap melanjutkan perjalanan untuk mencari daun emas itu" ucap Fernando kepada mereka.
"Tetapi itu akan sangat berbahaya jika kau seorang diri menggiring mahkluk sebanyak itu" teriak ratu Saavana.
"Sudah tidak ada waktu lagi kita perdebatkan ini ,jika kau ingin Wat selamat cepat cari daun itu dan kita akan kembali secepatnya" teriak Fernando ke arah ratu Saavana.
Di saat mereka selesai berbincang tiba tiba terdengar suara auman keras yg tidak tahu arahnya dari mana.
HOAAARRRRRRRRRRRRRR
Ternyata suara itu adalah naga yg menolong mereka untuk sampai ke gunung tersebut dan ia pun datang kembali ke gunung tersebut.
"Naga itu ???? ia datang kembali" Fernando yg terkejut saat melihat kedatangan naga itu.
"Apa yg ia lakukan disini ,apakah ia tidak tahan dengan cuaca panas yg ada di sekitar gunung merapi ini" sahut prajurit Lancelot.
"Sepertinya naga itu ingin memberikan pertolongan kepada kita" ucap ratu Saavana.
__ADS_1
Naga itu pun terbang ke arah sekumpulan mahkluk mahkluk itu dan tiba tiba ia menyemburkan air dari mulutnya ke arah mahkluk tersebut.
BYUUUURRRRRRRRRRRRRRRR...........
Sekumpulan mahkluk yg menghadang mereka pun tiba tiba terdiam dan mengeras seperti patung setelah terkena semburan air dari mulut naga tersebut.
"Tunggu apa lagi !!! cepat hancurkan mereka semua" teriak naga itu kepada mereka bertiga.
Prajurit Lancelot ,ratu Saavana dan Fernando pun berpencar untuk menghancurkan mahkluk itu satu per satu di saat mereka terdiam seperti patung.
BRUAKKK.... BRUAKKKKK.... BRUAKKK.....
Akhirnya mahkluk mahkluk itu pun bisa dikalahkan berkat oleh bantuan dari sang naga yg telah menyemburkan air dari dalam mulutnya ke arah sekumpulan mahkluk yg menghadang mereka.
"Terima kasih kau telah menolong kami kembali untuk kedua kalinya" ucap ratu Saavana kepada sang naga.
"Sebenarnya mengapa kau kembali kesini untuk menolong kami dan bagaimana kau bisa tahu kelemahan dari mahkluk tersebut" ucap prajurit Lancelot.
"Hmmm.. hmmmm... aku tidak sengaja melihat bocah itu saat ia mengambil air di tepi sungai saat itu, lantas aku mengikutinya dari belakang dan melihat dari kejauhan kalian sedang dalam masalah besar" jawab sang naga kepada mereka.
"Tetapi aku tidak merasakan kehadiranmu saat aku berada di tepi sungai itu" sahut Fernando.
"Hahahaha.... sudahlah tidak penting kalian membahas kedatanganku ,lebih baik kalian cepat cari daun itu dan kembali untuk menyelamatkan teman kalian yg sedang membutuhkan daun emas tersebut" jawab naga itu dengan nada keras.
"Hmmmm... baiklah kalau begitu, tetapi bagaimana denganmu ??" tanya Fernando kepada sang naga.
"Aku akan menunggu disini sampai kalian kembali dan aku akan mengantarkan kalian jika sudah menemukan daun emas tersebut" jawab sang naga.
"Terima kasih kau telah banyak membantu kami" teriak Fernando sambil menangis ke arah naga itu.
"Sudahh cepat pergi sekarang !!!!" teriak naga itu kepada mereka.
Mereka pun akhirnya melanjutkan pencarian daun emas tersebut ke puncak gunung merapi ,sedangkan naga itu menunggu mereka dibawah karena ia tidak tahan dengan cuaca panas yg ada di atas puncak gunung tersebut.
__ADS_1
Bersambung...........
Setelah membaca jangan lupa push tanda like ya teman 🙏🙏🙏