
Akhirnya Fernando pun bertemu dengan prajurit Estes dan kawan kawan setelah ia dikejar dari pasukan bangsa Morth.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk menyusul keberadaan prajurit Lancelot dan teman teman yang akan menuju lembah kematian.
Di sela sela mereka mau meninggalkan Goa tersebut tiba tiba ada mahkluk besar yang keluar dari dalam goa tersebut yang sangat amat menyeramkan.
RRRRGGGGHHHHHHH........
tatapan monster itu pun ke arah prajurit Estes dan teman teman yang amat menakutkan.
Monster itu pun langsung keluar dari dalam goa tersebut dan mendekati ke arah mereka.
"Mahkluk apa itu sungguh besar tubuhnya, apakah ia salah satu mahkluk dari bangsa Morth" ucap Estes yang terlihat kaget melihat mahkluk itu keluar dari sarangnya.
"Baiklah teman teman ini bukan saatnya lagi banyak berbicara bersiap lah mahkluk itu akan menyerang kita sepertinya" sahut Thamuz yang bersiaga.
"Fernando sebaiknya kau bersembunyi di balik pohon besar itu sangat berbahaya jika kau tetap di sini" perintah Estes kepada Fernando untuk bersembunyi.
Mereka akhirnya bersiap untuk melawan mahkluk besar itu sementara Fernando bersembunyi di balik pohon yang rindang.
"Maju lah kau hewan ********" ucap Thamuz yang mengangkat kapak besarnya.
"Beriap kawan kawan" ucap Estes.
"Baiklah... " teriak penyihir Saavana.
Mahkluk itu pun berlari ke arah mereka dan menyerang dengan sangat buas.
HOAARRRGGHHHHHH........
Auman yang di keluarkan oleh mahkluk itu dan mengeluarkan api yang sangat panas.
"Berlindung di perisai ku" penyihir Saavana pun mengeluarkan suatu prisai untuk menahan serangan yang di kluarkan oleh mahkluk tersebut.
__ADS_1
Bzzzttttttt... bzzttttt..... perisai itu pun menahan serangan yang dikeluarkan oleh mahkluk itu.
Di saat penyihir Saavana mencoba untuk menahan serangan itu perisai yang dikeluarkan nya pun tidak bisa menahan lama dan pertahanan perisai itu pun pecah membuat mereka bertiga terpental.
brztttttttt........ krak krak krak
KRASHHHHHHHH (perisai itu pun pecah)
Di saat mereka terpental mahkluk itu pun berlari ke arah penyihir Saavana dan akan menyerangnya.
Bruk... bruk... bruk.... (suara hentakan lari mahkluk tersebut).
"Awas penyihir Saavana ia lari ke arahmu rrhghh..." Estes pun terbaring lemah karena hentakan serangan yang di keluarkan oleh mahkluk itu.
Penyihir Saavana pun terlihat lemas karena banyak energi yang banyak keluar saat ia mengeluarkan prisai tersebut.
Saat mahkluk itu menyerang penyihir Saavana tiba tiba lemparan sebuah kapak besar melayang ke arah mahkluk itu dan membuat mahkluk tersebut terjatuh.
BRUAKKKKKKKKK......
"Cepatt kalian bersembunyilah !!!!! biar aku yang menghadang mahkluk ******** ini" teriak Thamuz kepada mereka untuk bersembunyi dari monster tersebut.
Prajurit Estes pun langsung terbangun dan berlari menuju penyihir Saavana untuk membantunya dan pergi bersembunyi dari mahkluk tersebut.
Fernando pun tidak tinggal diam ia pun turut membantu prajurit Estes untuk memapah penyihir Saavana untuk segera bersembunyi.
"Baiklah ayo aku bantu prajutit Estes" Fernando pun membantu Estes menolong penyihir Saavana.
"Cepat pergi sebelum monster itu bangkit kembali" teriak lagi dari Thamuz.
Akhir nya mereka pun pergi untuk bersembunyi dan melihat pertarungan dari jauh antara monster itu dengan Thamuz.
"Baiklah cukup aku sendiri saja menghadapi monster keparat ini hmm.. hm.. hmm.. " ucap dalam hati thamuz sambil tersenyum.
Monster itu pun bangkit kembali dan langsung berlari ke arah Thamuz dengan sangat cepat.
__ADS_1
Brukk... brukk... bruk....
(suara lari mahkluk itu dengan cepat).
Dan mahkluk itu pun langsung menerkam Thamuz dengan sangat menyeramkan.
"Uggghhh..... bau sekali mulutmu mahkluk aneh" ucap Thamuz yang menahan gigitan dari mahkluk tersebut.
Saat thamuz menahan mulut mahkluk itu tiba tiba tanpa sepengetahuan Thamuz ekor mahkluk itu pun menyerang Thamuz dan mengenai tubuhnya.
CRATTTTTTTTTTT.........
(ekornya pun mengenai tubuh Thamuz tertancap cukup dalam dan mengeluarkan seperti racun bewarna hijau).
"ARRRGGGGHHHHHHHHHHHHH" jeritan Thamuz yang merintih kesakitan.
Dari kejauhan Estes dan kawan kawan pun terkejut dengan apa yang terjadi oleh thamuz.
"Aku harus menolongnya sekarang" ucap penyihir Saavana.
"Jangan itu terlalu berbahaya untuk kita" teriak prajurit Estes.
"Tetapi ia telah menolongku tadi" sahut penyihir Saavana.
Di saat mereka berbicara Thamuz pun memberikan isyarat dari kejauhan untuk menyuruh mereka pergi dari sana dan lanjutkan perjalanan mereka.
"Lihat Thamuz sepertinya memberikan isyarat kepada kita untuk pergi dari sini" ucap prajurit Estes.
"tetapi kita tidak bisa meninggalkan dia seperti itu" teriak penyihir Saavana.
"Kita tidak mempunyai pilihan lain sebaiknya kita pergi dari sini sekarang sebelum semuanya terlambat" ucap Estes yang sambil berbicara dalam hati(maafkan aku Thamuz, terima kasih kau telah menyelamatkan kami).
Mereka pun pergi dari tempat itu dan melanjutkan perjalanan mereka untuk menyusul keberadaan Wat dan teman teman yang lainnya.
Jngan lupa klik tanda like ya guys 🙏👍👍
__ADS_1