Felona and Her Boy Friend

Felona and Her Boy Friend
Tabrakan itu


__ADS_3

Pagi pun datang, seperti biasanya. Felona terbangun oleh sinar matahari yang menembus ventilasi kaca jendelanya. Bak sayur yang baru dipetik, raut wajahnya tetap cantik meski baru saja membuka mata dari tidurnya.


Merapikan kasur dan bantalnya, Felona bergegas menyiapkan pakaiannya lalu mandi. Setelahnya ia membuat secangkir susu coklat di pagi hari berharap bahwa hari ini bisa semanis susu yang dia minum. Ia pun menyiapkan bekal lalu meraih tas punggungnya, langkah kakinya mulai menuruni anak tangga rumahnya. Ia memanggil nama Paman,


"Paman, aku sudah siap" ucap Felona sopan.


"Iya Non, segera" jawab Paman Ero.


Felona pun berangkat dengan motor klasik Paman Ero. Sampainya di sekolah, Felona memberi salam pada Pamannya. Tiba-tiba Felona berkata,


“Hari ini Felona mau pulang sendiri ya Paman.”.


Paman Ero sontak kaget karena tak biasanya Felona ingin pulang sendiri tanpa dijemput.


“ Mengapa Non?” tanya Paman Ero.


“Tak apa Paman, aku hanya ingin mencari suasana baru,” kata Felona.


“Baik Non.”, sahut Paman Ero.


Felona pun melangkahkan masuk ke sekolah, tak lama bel masuk berbunyi, Felona langsung berlari terburu-buru ke kelasnya. Tanpa disadari saat ia ingin berbelok menuju kelas ditabraknya sosok pria paruh baya seorang mahasiswa yang melakukan observasi di sekolahnya Hecnor namanya.


Duaaakk.....


“Ahhh...” seruan yang bersamaan saat tertabrak dan Felona terjatuh di atas Hecnor.


“Ughhh, maaf pak saya tak sengaja menabrak anda.”, ucap Felona malu.


”Ok, cepat berdiri dari atasku!”, seru Hecnor.


Ya Hecnor pun merasa malu karena Felona terjatuh dan duduk di atasnya. [Wahhh tampak suasanya seksual yang memanas].


Felona segera berdiri dan menundukkan kepala langsung beranjak menuju kelasnya.


Felona berkata dalam hati,


*assshhh, malu sekali.... bisa-bisanya terjadi seperti itu*.


Muka Felona nampak malu dan sedikit kesal tetapi memikirkan rasa yang tubuhnya rasakan.


*saat duduk diatas Hecnor ada rasa tegang mengalir, menabrak sesuatu yang keras seperti... Ahhhh Felona sadar ayooo, tak boleh berpikir seperti ini!!!*.

__ADS_1


Wajah yg memerah itu sigap masuk ke kelasnya sebelum guru di belakangnya. Pembelajaran pun dimulai seperti biasanya.


Di sisi lain, Hecnor juga seorang laki-laki yang sensitif pada sentuhan terlebih pada wanita. Hecnor berpikir *Saat terjatuh tadi rasanya sudah hampir ingin menabraknya lebih dalam lagi... tubuh ramping berisi kulitnya berseri ingin di sentuhnya lagi... Arggggh Hecnor sadar dia masih SMA !!!*. Dia mengingat nama yang terpasang di dada wanita itu *Felona Adya Santosa, nama yang indah dari keluarga Santosa ya.*, ucapnya dalam hati. Hecnor pun memasuki kelas yang akan diajarnya.


Setelah jam pelajaran usai bel istirahat berbunyi, banyak anak berhamburan keluar kelas kecuali Felona. Felona tak suka keramaian apalagi berebut antrean panjang dan membuang-buang waktu. Dikeluarkannya bekal makan siang yang sudah ia siapkan sedari pagi.


"Yup mari makan Felonaa!", ucap Edra .


Edra adalah teman laki-laki Felona yang cukup dekat dengannya.


Felona pun menyahut,


"Iyaa mari makan, kau bawa bekal apa Dra?", tanya Felona.


"Aku bawa bekal sate ayam dan lontongnya juga ada oh yaa ada sambal kacangnya juga, kau mau Fel?"


"Wahh, sepertinya enak... aku mau coba yaa!", pinta Felona yang mukanya seperti kucing merengek meminta makan.


"Haha, ambillah supaya badanmu makin gemuk Fel!", Kata Edra sambil tertawa.


"Yup, yupp", jawab Felona yang sudah langsung memasukkan lontong ke dalam mulutnya.


Felona dan Edra pun menyantap bekal sambil bercanda tawa. Hecnor yang melewati kelas Felona selintas melirik mereka berdua, *Kenapa dia bersama dengan putera dari keluarga Gracia?* tanyanya dalam hati.


Setelah makan, Felona merapikan tempat bekalnya dan beranjak ke toilet.


"Dra, aku ke toilet dulu ya!", ucap Felona sambil menunjuk arah toilet.


"Ouh iyaa Fel, aku ikut!", balas Edra.


"Heehh... Kau tak boleh ikut, kau kan laki-laki Dra, gak boleh ke toilet perempuan!", tegas Felona.


"Haah? Tentu aku ke toilet laki-laki Fel!", ucap Edra sambil tertawa.


"Atau kau ingin aku ikut denganmu?", bisik Edra ke telinga Felona.


Felona yang malu pun mendorong pelan Edra dan bergegas ke toilet. Di toilet Felona menepuk ke dua pipinya.


*Sadar Fel, kau tak boleh menyukainya* ucapnya dalam hati.


Felona sadar akan keberadaannya, meski dia selalu dekat dengan Edra tetapi hanya cukup sampai hubungan pertemanan tak bisa lebih. Hal itu karena Ayah Felona sudah terikat janji dengan rekan kerjanya, bahwa Felona akan dijodohkan dengan salah satu putera rekan kerjanya itu.

__ADS_1


Bel masuk berbunyi, Felona segera kembali ke kelas. Tak disangkanya ternyata guru sudah ada yg datang. Felona pun masuk dan mengucapkan maaf.


"Permisi pak, maaf saya datang ter... laamm... bat..", ucap Felona yang awalnya lantang menjadi terbata melihat sosok di depannya adalah Hecnor yang tafi pagi ditabraknya. Felona pun langsung menundukkan kepalanya.


"Oh, Kenapa kamu terlambat masuk kelas?", tanya Hecnor.


"Maaf pak, saya tadi dari kamar mandi.", ucap felona menjelaskan.


Tak disangka Edra pun terlambat dan mengetuk pintu.


"Maaf, pak saya juga terlambat baru saja dari toilet.", sahut Edra yang menghela napas karena lari terburu-buru.


"Wah wah apa ini? Kalian berduaan di toilet begitukan?", suara Hecnor yang lantang dengan tatapan tajam mengancam membuat hawa kelas itu mencekam.


"Aah, tidak pak... saya kan di toilet laki-laki", balas Edra.


"Bapak kira saya wanita seperti apa? Apakah karena kebetulan seperti ini anda bisa menilai orang seenaknya begitu saja? Bukankah anda berpendidikan, hanya karena hal seperti ini saja dibesar-besarkan?", balas Felona menatap penuh ketegasan.


Hal itu karena Felona sangat tak suka laki-laki yang merendahkan perempuan.


"Sudah - sudah Fel, mari duduk", sela Edra menuntun pundak Felona untuk duduk ke bangkunya.


Pada pelajaran itu pun Felona tak mau memperhatikan ke depan. Hecnor yang merasa kata-katanya memang tak sopan sesaat melirik Felona yang hanya menatap buku. Tak ingin memperkeruh suasana kelas maka Hecnor memberi tugas supaya murid sekelas itu tak memikirkan hal tadi.


Dalam benak Hecnor terbesat niat untuk meminta maaf pada Felona karena ucapannya tadi. Tetapi ia masih bingung karena Felona pun seperti tak sudi melihat wajahnya.


*apakah aku sudah terlalu jahat ?* ucap Hecnor dalam hatinya.


Seolah ingin mengetahui apa isi pikiran anak itu ia selalu melihat ke arah Felona.Edra yang menyadari hal itu pun sekilas berpendapat dalam jalan pikirannya.


*apakah mereka saling kenal? atau ada sesuatu sebelumnya?* pertanyaan seperti itu terlintas di pikiran Edra yang juga berbalik melihat Felona.


Felona menyadarinya dan berkata,


"Kenapa kau melihatku seperti itu? Apa ada jawaban diwajahku?"


"Eeeh, .... Hhaa tidak - tidak Fel", balas Edra yang agak kaget sembari tertawa kecil.


"Fokus saja kerjakan soalmu!", kritik Felona.


"Okok, bu guru", balas Edra mengejek.

__ADS_1


〰️ selanjutnya di episode 2 yaa !!! 〰️


__ADS_2