
Hecnor yang pulang kembali kediamannya, di perjalanan ia selalu memikirkan gadis itu, Felona. Hal yang sudah ia lakukan meracuni pikirannya, seolah ingin membawanya lebih dalam. Hatinya tergerak seolah oleh nafsu, tetapi ia segan untuk melakukannya. Dimana ia tahu bahwa Felona adalah puteri dari keluarga Santosa, yang mana adalah wanita yang dijodohkan dengannya.
Meskipun ia tahu Felona adalah wanita itu, dalam hatinya masih terbersit rasa tak terima. Hal itu karena Hecnor tak mau nantinya keluarga kecil yang ia impikan akan hancur atau putus ditengah jalan pernikahan. Oleh karena itu ia masih belum melakukan pertunangan bahkan Felona belum mengetahui ia sebenarnya.
Hecnor termenung dalam hatinya,
*Rasa apa ini? Apa hanya karena nafsuku? Atau apa?*
Dalam pikirannya berkecimpung sosok Felona yang selalu ia temui.
*Apakah dia bisa mencintaiku?*
Tiba-tiba....
"Tinnn tinnnn.... Dwaaaarrrr"
Mobil Hecnor menabrak pembatas jalan, ia pun seolah tak sadarkan diri. Dia hanya melihat ada sosok laki - laki yang mengetuk dan mendobrak pintu mobilnya lalu mengeluarkannya.
"Dhummmm... Dwaaarrrr"
Mata Hecnor terpejam. Sosok laki - laki itu kaget dan terjatuh. Beruntung dia datang tepat waktu sebelum mobil itu meledak, jika tidak mungkin dia akan lebih parah atau bahkan tak bisa diselamatkan.
Laki - laki itu membawanya ke rumah sakit menggunakan mobilnya dengan segera. Karena malam itu sepi dia melajukan mobilnya dengan lebih cepat. Melihat Hecnor yang tak sadar mengeluarkan banyak darah membuatnya semakin khawatir. Tak lupa ia mengabarkan ke polisi bahwa terjadi kecelakaan.
---
Polisi : " Halo ini pihak kepolisian, ada yg bisa kami bantu?".
"Sudah terjadi kecelakaan tunggal mobil plat EI 2219 VV menabrak pembatas jalan di Jalan Bunaka, dan saya sedang membawanya ke rumah sakit karena tak sadarkan diri", kata laki - laki itu.
Polisi : "Baik, terima kasih akan kami proses. Tetap berkendara dengan hati - hati dan taati peraturan!".
__ADS_1
---
Laki - laki itu langsung menutup telponnya. Tiba di rumah sakit ia memanggil satpam agar diperbolehkan langsung masuk ke bagian UGD jalur samping.
"Pak pak, maaf ini ada korban kecelakaan lukanya parah, saya mau langsung ke UGD pak".
Ucap laki - laki itu yang masih di mobil dan membuka jendelanya.
Satpam itu melihat ke dalam dan memang ada korban.
"Baik pak silahkan".
Balas satpam itu tanpa pikir panjang dan menghubungi pihak UGD.
Portal terbuka dan laki - laki itu langsung menuju UGD sudah ada petugas kesehatan yang menyambutnya. Seolah waktu berjalan cepat dibawalah Hecnor masuk ke ruang UGD dan menjalani pemeriksaan serta perawatan.
"Dia putera keluarga ternama, bagaimana bisa dia seceroboh itu menabrak pembatas jalan yang sangat besar? Apakah dia ingin mati?".
Seorang suster menghampirinya.
Suster : "Maaf pak, bisa ikut saya sebentar untuk mengisi data pasien?"
"T-tapi saya bukan keluarganya Sus!", balas laki - laki itu.
Suster : "Tak apa pak, pasien tadi membawa dompet ini lengkap berisi semua datanya, selebihnya bapak bisa menjelaskan kejadiannya ya pak untuk menghubungi keluarganya".
"Ouh, baik Sus".
Laki - laki itu mengikuti Suster itu dan berpikir keras menengokkan kepalanya keruangan di mana Hecnor berada. Laki - laki itu seolah ingin selalu ada di dekatnya.
Siapakah laki - laki itu sebenarnya? Mengapa fia begitu peduli?
__ADS_1
Dia adalah ayah dari Edra, Rega...
Ya dia adalah salah pemilik saham di keluarga Gracia. Selama ini keluarga Gracia dikenal dengan baik, tetapi tak sebanding dengan keluarga Hecnor.
Ayah Edra dulu adalah mantan kekasih dari ibu Hecnor. Mereka berpisah dengan hal yang tak lain adalah perjodohan. Perjodohan ayah Edra waktu itu sangat menikam hati ibu Hecnor yang menyebabkan abisi dan dendam pada keluarga Gracia. Lambat laun memang rasa itu memudar karena kesibukan, tapi tak menutup kemungkinan bila saat mereka bertemu akan timbul perapian yang membara.
Ayah Edra tak menguak semuanya, hanya saja saat mengisi data Hecnor....
Keluarga Hecnor datang dengan rombongan keamanan yang ketat dan serentak seolah bisa menghancurkan seluruh isi rumah sakit itu. Ayah Hecnor memandang sosok laki -laki yang gagak berwibawa datang dengan perempuan yang penuh raut kecemasan. Mereka tak lain adalah orang tua Hecnor.
Tanpa basa basi perempuan itu mendatangi suster dan menanyakan ruangan puteranya itu.
"Suster! Di mana ruangan puteraku?", ucapnya sambil menahan kesedihan
"Di ruang UGD unit 2 no 003 ya bu... ini ada orang yang telah menolongnya sampai di sini.", ucap suster menjelaskan.
Akan tetapi ibu Hecnor langsung menuju ruangan, diikuti separuh rombongan. Ayah Hecnor yang melihat sosok laki - laki itu bertemu pandang dan berbicara.
"Sudah pernah ku katakan, jauhi keluargaku Rega!!", ucap Ayah Hecnor penuh ketegasan
" Ya, aku sudah menjauh bukan? Aku hanya menemukannya di jalan yang mana puteramu itu ceroboh! Bukan kah dia anak keluarga ternama? Bagaimana bisa seceroboh itu Indra?", jawab Ayah Edra menekan.
"Ya, aku tak akan lupa mengucapkan terima kasih... Tapi aku minta ini kali terakhir kau memunculkan wajahmu di depan isteriku! Harus! Tak ada penolakan!! Karena kau tak pantas Rega !!", ucap ayah Hecnor sembari meninggalkannya.
Ayah Edra bergumam dalam hatinya...
*Ya, aku tak pantas lagi. Bahkan untuk bertemu pun tak layak. Kesalahan keluarga yang memaksaku membelengguku seumur hidup.*
Ayah Edra bergegas pergi dan kembali ke kediaman Gracia.
Ayah Hecnor menghampiri isterinya yang menunggu di luar ruangan. Dipandangnya sosok ibu yang sangat menyayangi anak pertamanya itu.
__ADS_1
〰️ Tunggu episode berikutnya yaa!〰️