
Bola keluar lapangan menghasilkan lemparan ke dalam buat SMA 70.
Febri langsung melempar bola ke dalam bermaksud mengoper ke rekan setimnya. Tapi Chandra menyadari itu, ia langsung menutupi arah lemparan bola itu lalu merebutnya sebelum mendarat ke kaki pemain SMA 70.
Saat Chandra menggiring bola, Doni berusaha berlari mengejar Chandra.
"Walah walah Doni si anak baik yang menjaga ku, padahal pas SMP kamu cuma jadi bayangan ku Don." Ucap Chandra.
Ibaratkan veteran melawan pemula, Chandra dengan sangat mudah melewati adik kelasnya saat SMP dulu.
Namun Doni tidak menyerah, dia tetap mengejar Chandra walaupun dirinya tau bahwa dia akan kalah duel dengan Chandra.
"Jangan naif Don, kau butuh 10 tahun lagi buat ngalahin ku." Lagi dan lagi Chandra berhasil menghindari Doni.
Dua kali kalah duel tidak membuat Doni putus asa. Dia tetap berusaha menghentikan Chandra.
Aku tau kau lebih hebat dari ku. Aku hanya bayangan mu saat di SMP dulu. Bisa dibilangin gelar yang ku dapatin itu semua berkat ada mu di timku.
Batin Doni. Dia meningat masa lalu saat berlatih dengan Chandra.
*******
Flashback.
*hah... hah... hah...
Doni menunduk memegang lututnya, keringatnya menetes ke tanah, dia kelelahan habis latihan.
"Nah Don minum dulu." Chandra melemparkan botol air minum kepada Doni yang keletihan.
"Dari semua anak kelas 1 yang ada. Hanya kau yang membuat ku kagum. Yang lain tampak tidak begitu berbakat seperti mu. Ada sih yang berbakat, yang kemarin nantang Wilson itu." Ucap Chandra memuji Doni, dia sempat membicarakan Riski yang tidak dapat tempat di tim utama kepada Doni.
"Aku tidak berbakat, aku hanya beruntung tidak banyak saingan di gelandang bertahan." Sahut Doni.
"Gelandang bertahan ataupun gelandang serang. Kita tetaplah gelandang si pemain tengah. Kita adalah jantung serangan di tim. Umpan-umpan kita dibutuhkan untuk pemain depan agar mereka mencetak gol. Jika di bilang saingan, kita adalah saingan di lini tengah."
Doni menghela nafasnya, dia berpikir bahwa dia beruntung bisa menjadi pemain inti di tim. Tapi setelah mendengar perkataan Chandra, dia mengerti. Dia masuk tim inti karena usahanya sendiri.
"Kalo Bang Chandra saingan ku. Ayo duel, aku akan merebut bola dari kaki Bang Chandra." Doni menantang Chandra satu lawan satu dalam duel perebutan bola.
"Ok siapa takut." Chandra menerima tantangan dari Doni.
...*******...
__ADS_1
Apa ya lanjutan dari itu. Aku lupa, sepertinya aku kalah deh saat itu. Aku selalu kalah dalam menghadapi Bang Chandra sebagai pemain tengah, mau sebagai tim yang kalah pamor, ataupun sebagai lawan duel saat latihan. Aku selalu kalah.
Batin Doni. Pikiran Doni mengatakan bahwa dia sudah menyerah menjaga Chandra.
*....
Riski turun ke garis pertahanan untuk menghentikan Chandra yang tengah membawa bola.
"Jangan berharap kau bisa melewati ku!" Ucap Riski saat berhadapan dengan Chandra.
"Doni saja yang memiliki skil bertahan saja tidak bisa menghentikan ku apalagi kau!" Sahut Chandra.
Doni yang mendengar itu langsung tersontak hatinya. Dia adalah seorang gelandang bertahan. Harusnya dia yang menghentikan Chandra bukan malah Riski yang berposisi sebagai striker.
Seperti yang diharapkan Chandra berhasil melewati Riski dengan mudahnya. Tapi Chandra tidak sadar bahwa perkataannya membangkitkan semangat Doni.
Doni berseluncur di rumput, dia berhasil mengambil bola dari kaki Chandra dengan cepat. Chandra terjatuh ke rumput saat itu juga.
"Sejak kapan kau disitu ha?" Tanya Chandra.
"Sejak saat aku akan mengalahkan mu!" Doni langsung melakukan long ball kedepan. Eril berhasil mendapatkan umpan jauh dari Doni.
"Nice pass Don." Ucap Eril memuji umpan Doni.
Jika tidak bisa mengalahkanmu saja aku tidak bisa. Jangan panggil aku sebagai gelandang bertahan lagi.
Batin Doni. Dia melihat wajah kesal Chandra yang masih terduduk di rumput.
Selanjutnya duel tanpa bola. Aku akan mengikuti pergerakan mu kemana juga walaupun tanpa bola.
Batin Doni.
Bola yang dioper Doni kini berada di kaki Eril. Dia mencoba keberuntungannya dengan menshooting bola itu ke gawang Alfian.
Dengan ini skornya akan menjadi 1 sama.
Batin Eril. Dia menendang bola itu menggunakan kaki kanannya dengan kuat. Tapi Alfian lagi-lagi menunjukan performanya dengan menangkap bola hasil tendangan dari Eril.
"Sial." Eril menarik rambutnya. Di terlihat kesal tendangannya di tepis baik oleh Alfian.
"Lakukan gol yang cantik Bang Chandra." Alfian menendang bola yang dia tangkap ke arah Chandra.
Chandra sudah bersiap menerima bola dari Alfian. Tiba-tiba Doni sudah berada di belakang Chandra. Tampaknya Doni tidak akan membiarkan Chandra bermain bebas kali ini
__ADS_1
"Naif sekali kipermu memberikan bola ke arah mu." Ucap Doni sebelum mereka duel udara untuk menjangkau bola.
Duel itu berhasil di menangkan oleh Doni. Chandra benar-benar sudah berada di dalam genggaman Doni.
Waktu pertandingan sudah di menit 39. Enam menit waktu normal lagi babak pertama selesai.
Berkat Doni pertahanan SMA 70 menjadi aman dari serangan Chandra. Berkat Doni juga SMA 70 menang dalam penguasaan bola dan lebih banyak melakukan shoot on target dibandingkan SMA Wismaraja, gawang Al benar-benar aman semenjak gol pertama tadi.
Alfian tampaknya tidak ingin kalah dari Doni. Penampilannya hari ini benar-benar membuat penyerang SMA 70 frustrasi karena selalu gagal untuk mencetak gol.
Skor 1-0 masih bertahan hingga menit ke 39 ini.
Sial, dia benar-benar menjaga ku. Aku harus menemukan cara untuk melewati dia, karena waktu babak pertama tersisa 6 menit lagi. Eh tunggu 6 menit lagi?...
Batin Chandra. Dia menarik sudut bibirnya sambil melihat Doni yang tepat di sampingnya. Sepertinya dia sudah menemukan cara untuk mengalahkan Doni.
Disisi lain Riski mencoba menusuk pertahanan Wismaraja. Walaupun sering gagal dia tetap mencoba dan mencoba sampai membuahkan gol.
"Tak akan ku biarkan kau mencetak gol." David menekel kaki Riski yang sedang membawa bola. Wasit meniup peluitnya dan memberikan kartu kuning kepada David.
Pelanggaran ini membuat SMA 70 mendapatkan tendangan bebas.
Chandra turun ke belakang, seperti biasa dia di ikuti oleh Doni yang sudah tampak kelelahan.
Dia lalu membisikan sesuatu kepada Alfian.
"Saat kau mendapatkan bolanya kau langsung tendang ke depan langsung."
Alfian hanya menangguk saja.
Eril menjadi eksekutor tendangan bebas kali ini. Dia langsung melakukan shootingan langsung ke arah gawang. Sayang bola itu terlalu mudah buat Alfian.
Sesuai dengan arahan Chandra, Alfian langsung menendang bola ke arah depan.
Chandra langsung berlari ke arah bola yang ditendang oleh Alfian. Faktor kelelahan Doni lengah dia tidak menyadari bahwa Chandra berhasil lepas. Dia berusaha mengejar tapi stamina lah yang berbicara Doni gagal mengejar Chandra yang sudah jauh disana.
Chandra sudah berhasil melewati semua pemain SMA 70 dan hanya menyisakan Al sendiri. Al sudah bersiap untuk menghadang tendangan Chandra.
Saat Chandra sudah memasuki kotak pinalti. Al mencoba maju kedepan untuk menutupi jangkauan tendangan Chandra. Bukan menendang, Chandra malah sengaja mengenakan kakinya ke kaki Al sehingga membuat Chandra terjatuh.
*prit...
Wasit meniup peluitnya. Menunjuk titik putih. Al terkena kartu kuning serta mendapatkan hukuman pinalti.
__ADS_1