
Memprediksi stamina Doni, membuat Al melakukan pelanggaran dan mendapatkan pinalti serta kartu kuning buat Al.
Level anak ini bukan di tingkat Kota lagi.
Batin Pak Danang. Dia mengagumi permainan Chandra dari bench pemain.
"Ah aku terlambat ternyata." Pak Edi baru saja datang ke Wismaraja untuk menonton pertandingan Al melawan Chandra. Dia menonton pertandingan itu di tribun penonton.
"Pinalti ya." Ucap Pak Edi sambil melipat kedua tangan di dadanya.
......................
"Sit gabisa gitu dong dia sengaja ngenai kakinya agar di tekel sama kiper." Eril dan beberapa pemain SMA 70 mencoba memprotes keputusan wasit.
Tapi tampaknya wasit tidak menghiraukan protes dari pemain SMA 70 itu. Keputusannya sudah bulat, hadiah pinalti buat Wismaraja dan hukuman kartu kuning buat Al.
Al mencoba meneguk air minumnya sebelum tendangan pinalti di lakukan.
Tensi pertandingan semakin memanas setelah keputusan wasit ini. Terutama lagi ini sudah memasuki injury time, pasti tidak ada yang ingin kebobolan dimasa Injury time seperti ini termasuk SMA 70.
Chandra mengambil bola yang berada di rumput. Dia memegang bola itu sembari menempelkannya di kepalanya, seakan akan dia berbicara kepada bola itu untuk masuk ke gawang Al.
Di sisi lain, Al tampak sudah bersiap untuk menghadang tendangan pinalti dari Chandra. Sesekali Al melompat ke kanan dan ke kiri untuk pemanasan.
Gemuruh penonton pecah saat Chandra meletakan bolanya di titik putih.
Chandra dan Al sudah bersiap di posisinya. Tampak mereka fokus terhadap tugasnya.
*pritt...
Wasit meniup peluitnya.
Dengan kaki kanannya, Chandra menendang bola ke gawang Al. Tidak ingin kebobolan, Al menunjukan reflek gilanya untuk menangkis pinalti Chandra.
Tapi sayang, walau sudah terbaca arah tembakannya bola itu tidak mampu di tepis Al. Reflek Al cepat, tetapi bola yang ditendang Chandra jauh lebih cepat.
__ADS_1
Chandra tampak senang dengan golnya itu. Dia dan pemain SMA Wismaraja lainnya melakukan selebrasi bersama di hadapan suporter Wismaraja.
Sedangkan ekspresi murung di perlihatkan oleh pemain SMA 70. Mereka tampak tidak percaya bahwa mereka kebobolan dua gol di babak pertama
Begitu pula dengan Al, dia hanya bisa memandangi bola itu yang sudah melewati garis gawang.
*prit... prit... pritttt...
Tidak lama kemudian peluit panjang dibunyikan, tanda babak pertama sudah usai. SMA Wismaraja unggul 2-0 atas lawannya SMA 70.
......................
"Sialan! dikit lagi padahal bisa ku tangkis bola itu." Ucap Al, dia sangat kesal karena gagal menangkis tendangan pinalti dari Chandra.
"Gol mereka gol haram semua. Gol pertama si gendut itu diving, gol kedua juga Chandra sengaja nabrakin kakinya biar pinalti. Kalo aku jadi kau Al, udah ku tendang kakinya sekuat tenaga biar patah." Leo juga tampak kesal, merasa dicurangi oleh Wilson dan Chandra, karena Wilson juga dia mendapatkan kartu kuning di pertandingan ini.
"Udah udah udah diam lagi bapak akan menjelaskan strategi di babak kedua nanti. Babak kedua tidak ada perubahan formasi atau pemain, tetap seperti babak pertama. Hanya saja, jika babak pertama kita bermain terbuka dan mengandalkan Doni untuk menghentikan Chandra. Kali ini kita akan melakukan strategi Midle Press." Pak Danang mencoba mengganti strategi untuk babak kedua nanti.
"Ketika bek Wismaraja memberikan operan kepada pemain tengah mereka seperti David ataupun Chandra. Kalian langsung menutupi ruang jalur operan bola serta mengawasi pergerakan para pemain lawan. Strategi ini bertujuan agar bola hanya terhenti di lapangan tengah dan tidak masuk ke area pertahanan kita. Ingat, strategi ini juga memerlukan fokus yang tinggi serta menghabiskan banyak stamina bagi pemain tengah termasuk Doni yang sudah ngos-ngosan menjaga Chandra dibabak pertama tadi." Tambah Pak Danang.
"Gak usah memaksa kalo capek bilang biar saya ganti." Melihat Doni yang kelelahan Pak Danang menawarkan pergantian pemain kepada Doni.
"Gak usah Pak. Jika lawan Bang Chandra saja saya tidak bisa. Gimana saya mau jadi pemain sepak bola profesional nantinya." Doni menolak tawaran pergantian pemain dari Pak Danang. Dia ingin mengalahkan Chandra walaupun sudah kelelahan.
"Mantap Don Bapak bangga denganmu."
*****
"Kerja bagus anak-anak kalian berhasil mengalahkan SMA 70 2-0." Ucap Pak Erwin memuji performa pemain Wismaraja.
"Gak usah berlebihan. Walaupun kita menang, kita tetap kalah dalam permaianan. Mereka unggul dalam segala hal, pertahanan penyerangan jika saja tidak ada Alfian mungkin kita sudah kebobolan 3 gol lebih." Ucap Chandra yang tidak puas dengan rekan setimnya.
"Itu semua salah kau yang mati kutu dihadapan Doni." Sahut Wilson.
"Jadi tanpa ku kalian hanyalah tim lemah gitu? Aku dijaga ketat oleh Doni, walaupun lepas kapten mereka sudah bersiap menghentikan ku. Tapi kalian? Pas aku dihentikan apa yang kalian perbuat? Kenapa tidak ada satupun gol yang tercipta ke gawang mereka?" Chandra kesal, dia sedikit sulit menciptakan gol karena terus dijaga beberapa pemain SMA 70. Tapi saat perhatian banyak teralih kearahnya, rekan-rekannya sendiri sulit menciptakan gol.
__ADS_1
"Kau juga egois sialan. Apa itu yang baru kick off langsung nyerang gak jelas. Kalo gol okelah ini gak gol buat malu aja." Wilson tak ingin kalah, dia tak ingin disalahkan sepenuhnya, dia juga merasa Chandra terlalu berlebihan.
*puk...
Pak Erwin memukul papan tulis yang di dalam ruangan. Pukulannya sangat kuat hingga terdengar hingga keluar.
"Bisa tenang kalian? Buat kamu Chandra sehebat apapun kamu, saya tetap pelatih kamu dan kamu harus hormat kepada saya. Jika kamu masih berbuat seenaknya, saya tidak akan segan-segan mencoret kamu dari tim. Saya punya hak untuk itu. Buat lepasin genggaman dari Doni, saya punya strategi itupun jika kamu mau ikutin strategi dari saya." Pak Erwin marah besar kali ini atas perilaku Chandra yang seenaknya.
"David kamu akan menjadi pengawal Chandra dari Doni. Saat lakukan serangan dekatin Chandra apapun yang terjadi lalu lakukan permainan kombinasi berdua untuk lewati pertahanan musuh, dan saat kalian bertahan jaga Doni dia adalah jantung serangan dari SMA 70." Pak Erwin memberikan tugas kepada David untuk mengikuti pergerakan Doni.
*****
15 menit berlalu. Para pemain kini memasuki lapangan untuk bersiap bermain di babak kedua.
*prit...
Kick Off dimulai dari SMA 70 kali ini.
Tampak kedua tim bermain dengan hati-hati dibabak kedua ini.
Bola kini berada di kaki Doni. Dia mencoba maju ke depan tapi sayangnya David mencoba menghadang Doni.
Doni berusaha tenang dan tidak panik, dia melihat Ilham yang sedang overlap ke depan lalu mencoba mengoper kepadanya.
Ilham menggiring bola dari pinggir lapangan. Ketika sudah mencapai area kotak pinalti. Ilham mencoba melakukan crosing ke tengah lapangan berharap ada rekan timnya yang menjangkau bola itu.
Bara berhasil menyundul bola itu. Tapi sayang, Alfian sangat hebat dia berhasil menangkis kembali bola itu.
"Ah sial." Ucap Bara.
Bola muntahan yang di tangkis Alfian kini mengarah ke Riski. Tidak berpikir panjang Riski menendang bola itu ke gawang.
*goal...
Alfian yang sudah mati langkah tidak bisa mengantisipasi tendangan dari Riski.
__ADS_1
SMA 70 1-2 SMA Wismaraja.