
"Goal... bola muntahan dari Alfian berhasil di manfaatkan oleh Riski menjadi sebuah gol volly yang sangat cantik sekali. Baru dimulai babak kedua SMA 70 gercap langsung mencetak gol." Ungkap komentator.
Pertandingan dimulai kembali.
Wismaraja mencoba melakukan serangan, tapi SMA 70 sudah bersiap untuk menghadang serangan dari Wismaraja.
"Jaga sana, jangan biarkan Chandra bermain dengan bolanya." Ucap Ridwan memerintah agar semua memperhatikan pergerakan Chandra.
Sesuai dengan perintah Pak Erwin. David mendekati Chandra untuk memberikan opsi operan kepada Chandra.
"Bang Chan sini." Ucap David meminta bola.
Chandra yang kebingungan mau tidak mau memberikan bola itu kepada David. Ketika bola menuju kaki David, Ilham langsung merebut bola sebelum sampai ke kaki David.
"Yosha." Ilham langsung menggiring bola dengan cepat.
Eril sebagai teman duet Ilham mencoba lepas dari penjagaan Bek Wismaraja. Dengan mudah Eril berhasil lepas dari penjagaan bek Wismaraja, serta memberikan opsi operan kepada Ilham yang masih menggiring bola.
Ilham mengoper kepada Eril yang sudah lari menusuk ke arah kotak pinalti Wismaraja.
Sesampainya di kotak pinalti, Eril memperlihatkan kuda-kuda untuk lakukan shooting. Melihat itu Alfian maju kedepan untuk mencoba nutupi ruang tembakan dari Eril.
"Takan ku biarkan kau mencetak gol." Ucap Alfian sembari maju ke arah Eril.
"Kau yakin?" Eril menarik sudut bibirnya dia mengoper bola ke arah Bara yang kosong tanpa penjagaan. Walaupun kelihatan seperti ingin menshooting bola, tapi Eril malah mengoper bolanya kepada Bara.
Alfian yang sudah mati langkah tidak dapat mengejar bola yang sudah berputar ke arah Bara.
Bara melakukan ancang-ancang untuk menendang bola itu ke arah gawang.
"Takan ku biarkan kau nyetak gol!" Chandra turun ke pertahanan dia mencoba mensliding bola dari arah belakang.
Chandra berhasil menyelamatkan gawang Alfian dari kebobolan.
Semua terkesima melihat penyelamatan Chandra tadi. Melihat Bara yang sudah 99% fix gol. Chandra malah menjadi penyelamat didetik itu juga.
"Makasih Bang Chandra." Alfian berterima kasih kepada Chandra yang sudah menyelamatkan gawangnya.
Wilson menurunkan tangannya untuk meangkat Chandra yang masih terduduk di rumput.
"Nice sliding brother." Ucap Wilson dengan senyuman.
Chandra membalas senyuman Wilson dengan senyuman dirinya.
"Yah."
*...
__ADS_1
Pertandingan kini memasuki menit ke 57. SMA 70 menguasai pertandingan di babak kedua kali ini. Wismaraja hanya bisa menyerang SMA 70 lewat serangan balik.
"Ambil ini Bang Chandra." Alfian menendang bola dari gawang ke arah depan.
Chandra mencoba mengambil bola itu tapi Doni masih membayangi Chandra dari babak pertama.
Bola itu didapatkan oleh Doni. Tinggi badan membuat Doni unggul dalam duel udara. Melihat Chandra gagal dalam perebutan bola, Wilson mencoba untuk mengambil bola dari kaki Doni. Berhasil didapatkannya.
Wilson menggiring bola dengan kemampuannya. Dia memanfaatkan badannya yang besar untuk melewati bek SMA 70.
Kini Wilson berhadapan dengan Ridwan.
"Baiklah kita lihat siapa yang lebih kuat kapten." Wilson menambahkan kecepatan giringan bolanya. Dengan sangat mudah dia melewati Ridwan.
Mulai memasuki kotak pinalti Wilson langsung lakukan shootingan keras ke arah gawang yang di jaga Al. Tidak mau kalah, Al menepis tendangan Wilson dan menghasilkan tendangan sudut.
Chandra langsung ke sudut lapangan untuk melakukan corner kick. Di kotak pinalti, Ridwan menjaga ketat Wilson mengingat gol Wilson di akhir pertandingan persahabatan 2 bulan yang lalu.
"Gak kerasa udah 2 bulan aku gagal menjaga mu ya Son." Ucap Ridwan.
"Ya aku ingat persis ekpresimu saat kebobolan di menit akhir." Sahut Wilson.
Chandra langsung melakukan tendangan ke dalam kotak pinalti. Wilson melompat sangat tinggi untuk menjangkau bola itu. Dengan kepalanya Wilson menyundul bola itu dengan kuat ke gawang. Al melompat ke arah bola itu dan berhasil menangkapnya dengan kedua tangannya.
Al melampar bola itu dengan tangannya. Bola melambung hingga ke tengah lapangan. Febri mendapatkan bola itu tapi dia harus berhadapan dengan Chandra. Sedangkan Doni tampak dijaga oleh David.
Wilson, David dan beberapa pemain Wismaraja turut membantu serangan Chandra dengan berlari di sekitarnya.
Doni dengan sisa tenaganya mencoba untuk menghentikan serangan Chandra.
"Minggir, gak kapok-kapok kau ya." Ucap Chandra ketika berhadapan dengan Doni.
Chandra mengeluarkan skil olah bolanya berusaha membuat Doni bingung untuk melewatinya. Benar saja, Chandra berhasil melewati Doni dengan baik.
Ridwan sebagai tembok terakhir pertahanan SMA 70 mencoba maju untuk merebut bola dari Chandra. Tapi Chandra berhasil menipunya dengan umpan satu dua yang baik dengan Wilson.
Memasuki kotak pinalti Chandra langsung melakukan shootingan.
"Dengan tendangan ini aku akan hatrick!" Ucap Chandra berharap shootingannya membuahkan gol ketiga untuknya.
"Jangan harap."
Reflek gila yang ditunjukan Al berhasil menahan shootingan Chandra.
Penonton bertepuk tangan melihat penyelamatan gemilang Al yang tadi.
......................
__ADS_1
Strategi midle press milik SMA 70 tampaknya tidak berjalan dengan mulus mengingat Doni yang sudah kelelahan, dari babak pertama dia terus berlari untuk bertahan menjaga Chandra dan membantu penyerangan.
Ditambah lagi dengan semangat Chandra yang semakin berkobar membuat para pemain panik dan melupakan strategi dan tugas mereka.
"Hei anak-anak fokus dengan strategi, yang rapi mainnya jangan grasak grusuk." Pak Danang berteriak dari pinggir lapangan memberikan intruksi kepada anak asuhnya.
Sudah memasuki menit ke 83 tetapi permainan mereka berantakan gimana mau nyetak gol.
Batin Pak Danang. Dia mulai khawatir dengan permainan anak asuhnya.
Di menit 85 Wismaraja mendapatkan tendangan bebas yang sangat dekat dengan gawang.
Seperti biasa Chandra menjadi penendang tendangan bebas itu.
Al mencoba meingat apa yang diberitahukan oleh Pak Edi semasa latihan.
......................
Flashback
"Ingat Al bagi penjaga gawang, penempatan posisi dan juga prediksi ke mana bola akan mengarah adalah elemen penting dalam usaha mereka menghentikan sebuah tendangan bebas yang dilakukan lawan. Salah prediksi dan penempatan posisi, maka sudah bisa dipastikan bola akan mengarah ke arah gawang dan menjadi gol." Ucap Pak Edi kepada Al.
"Apapula begitu Pak emang tendangan si Chandra aja yang ngeri." Sahut Al yang tidak percaya dengan omongan Pak Edi.
"Hahaha Leo Messi, Ronaldo, hingga David Beckham yang algojo tendangan bebas pun kalo kipernya penempatan posisinya bagus dan prediksinya benar maka akan sulit bagi mereka untuk mencetak gol free kick." Pak Edi mencoba meyakinkan Al dengan omongannya.
"Satu lagi, bukan hanya penendang tendangan bebas yang menjadi momok menakutkan bagi kiper, pagar hidup juga bisa menjadi penyebab terjadinya gol. Maka dari itu, saat tendangan bebas kamu harus memposisikan mereka agar pandangan mu tidak terhalang oleh pagar hidup." Tambah Pak Edi.
......................
Yah aku mengerti.
Batin Al. Dia mencoba menghampiri pemain yang menjadi pagar hidup.
"Saat Chandra akan menendang, bisakah kalian sedikit bergerak ke depan untuk menganggu konsentrasinya." Al membisikan strategi kepada Leo, Riski dan pemain lainnya yang menjadi pagar hidup lainnya.
*prit...
"Kiper cepat siap-siap." Ucap Wasit menegur Al.
"Bang Leo ke kanan dikit, woi Riski jangan ngalangin pandangan ku." Al mengikuti strategi dari Pak Edi untuk memposisikan pagar hidup dan sedikit strategi darinya untuk menganggu konsentrasi Chandra.
Tidak hanya pagar hidup yang dia posisikan. Al juga mencari posisi yang nyaman buatnya untuk menghadang tendangan Chandra.
*prit...
"Maju sini Chandra."
__ADS_1
*push...