
Karl meletakkan kembali kertas tersebut, ia mengambil pena yang telah disiapkan oleh Silva, lalu menandatangani isi kertas tadi.
“ Sudah aku tanda tangani ” seru Karl, sambil meletakkan pulpen tadi keatas meja
Mika melihat hasil tanda tangan Karl, ia tersenyum senang menatap hasil tersebut.
“ Bagus!, aku akan mengambil map ini, lalu pergi dari kota ini ” ujar Mika
Ia menepuk bahu Karl terlebih dahulu, sebelum berjalan keluar di ikuti oleh Silva. Tidak butuh waktu lama bagi keduanya, untuk menghilang dibalik pintu.
Setelah kepergian Mika, Karl menuju kearah laci mengambil pisau cukur, ia berencana menghilangkan bulu Serigala mutasi tadi.
Kedua tangannya sudah siap, mencukur habis bulu tersebut. Karl mulai melakukannya, dari bagian ekor menuju keatas.
Waktu yang dibutuhkan cukup lama, mengingat ukuran Serigala mutasi yang sangat besar. Karl merubah rencananya, ia hanya akan mengambil sebagian bulu. Membiarkan tubuh Serigala tadi botak setengahnya.
Mengambil bulu-bulu yang telah ia cukur, Karl menaruhnya di dalam toples, lalu meletakkannya begitu saja diatas meja.
“ Cukup. Tinggal mengambil darahnya saja ” seru Karl, menatap kearah Serigala malang tersebut
Kembali mendekati laci tadi, Karl mengambil sebuah suntikan berukuran 10cc. Ia mulai membuka tutupnya, lalu mengarahkan ujung jarumnya pada tubuh Serigala mutasi.
Menarik belakang suntikan secara perlahan, sehingga darah Serigala tersebut berpindah kedalam suntikan.
Dirasa sudah penuh, Karl mencabut suntikan tersebut, terlihat darah yang pekat didalamnya, lalu ia mengangkat ujung bibirnya, merasa puas dengan perbuatannya barusan.
Karl meletakkan toples berisi bulu dan suntikan berisi darah tadi, di dalam lemari pendingin. Setelah itu ia naik menuju kelantai atas untuk tidur.
...****************...
Suasana malam yang gelap, tidak membuat Masha mundur untuk melakukan penyelidikan.
Beberapa menit yang lalu, ada seorang pria yang melaporkan penemuan mayat manusia Serigala, tidak mau kehilangan jejak, Masha bergegas menuju lokasi kejadian tanpa menghiraukan telapak kakinya yang masih sakit.
Dengan memegang kaca pembesar ditangannya, Masha mulai mengamati tanah disekitarnya mayat manusia Serigala tadi. Siapa tau dia bisa menemukan bukti-bukti penting.
Untuk mayatnya, sudah dibawa terlebih dahulu keruang lab, agar Tio dapat melakukan otopsi dengan cepat.
Sekian lama menggunakan kaca pembesar, akhirnya Masha menemukan sesuatu yang janggal, sebuah gundukan kecil seperti tanah, tetapi teksturnya sangat berbeda dengan tanah disekitarnya.
Masha membuka plastik klip yang ia bawa, mengambil gundukan tanah tadi menggunakan sarung tangan, lalu memasukkannya ke dalam plastik klip tersebut, kemudian ditutup rapat kembali. Setelah memastikan semua tanah aneh tadi masuk kedalam tanpa sisa.
Setelah mendapatkan bukti barusan, Masha mengajak tim yang ia bawa untuk kembali ke laboratorium, meninggalkan tempat kejadian.
__ADS_1
Jalanan yang sepi, menyebabkan mobil yang Masha kendarai sampai dengan cepat. Ia turun dari mobil, lalu memberikan klip yang berisi tanah tadi kepada Edgar, kebetulan Edgar tadi lewat didepannya.
...****************...
Diruang otopsi, Tio sedang membelah dada manusia serigala menggunakan pisau bedah, memeriksa apakah ada bagian yang hilang.
Sekitar 2 jam, Tio melakukan pemeriksaan dengan teliti, memang tidak ada satupun organ yang hilang, tidak seperti pada kasus sebelumnya.
Namun semua organ didalam tubuh mayat tersebut, telah terkena kanker yang mematikan. Semua organnya telah rusak. Ditubuh bagian luarnya juga terdapat bercak hitam, dan terjadi penebalan kulit.
Tio mulai menjahit kembali tubuh yang terbuka lebar tersebut, kemudian menulis data kematian tentang mayat tadi.
“ Sepertinya ia kehilangan nyawa, akibat kanker yang mulai menggerogoti organnya tetapi mengapa mayatnya bisa ada ditengah hutan ? ” tanya Tio kepada dirinya sendiri
...****************...
4 jam telah berlalu, Tio telah keluar dari ruangan otopsi. Dengan langkah lebar, ia berjalan menuju ruang laboratorium untuk melihat hasil sampel darah.
“ Aku menemukan kadar arsenik yang tinggi didalam darahnya, seperti korban telah telah terpapar racun arsenik sangat lama, tetapi dia belum menyadarinya ” seru Caroline menjelaskan
“ Atau korban dipaksa untuk mengkonsumsinya. Aku telah memeriksa tanah yang diberikan oleh Masha, didalamnya tercampur dengan serbuk yang tidak memiliki bau, dan setelah aku periksa itu adalah arsenik ” jelas Edgar
“ Jadi pelaku telah mengatur semuanya, agar kita berpikir korban kehilangan nyawanya karena terpapar racun dalam waktu lama ” seru Tio, dengan menatap kedua orang didepannya bergantian
“ Itu terdengar masuk akal, berarti sekarang kita tinggal mencari pelaku dan motif dia melakukan hal itu ” seru Masha, yang mendapat anggukan dari ketiganya
“ Aku telah berhasil memecahkan kode pada buku pribadi milik Karl ” seru Caroline mengganti topik pembicaraan
“ Menurutku kasus ini adalah perbuatannya juga, ia berusaha membuat kita terkecoh ” lanjut Caroline dengan yakin
Masha menerima kertas tersebut, sambil mengucapkan terima kasih. Pekerjaannya jadi lebih mudah, dengan bantuan teman-temannya.
“ Aku rasa pekerjaanku sudah selesai, aku harus pergi terlebih dahulu. Ada janji dengan temanku ” seru Tio bangkit dari kursinya
“ Semalam ini ? ” tanya Masha curiga
“ Iya, aku akan menginap ” jawab Tio mengecup kening Masha, setelahnya pria itu keluar dari ruangan laboratorium
...****************...
Tio meloncati sebuah pagar, ia mendarat dengan selamat, tepat didepan sebuah rumah besar yang terlihat suram.
Tanpa rasa takut sedikitpun, Tio mulai berjalan kearah pintu rumah besar tersebut.
__ADS_1
“ Sial !, harus pakai kode ” gerutu Tio, setelah sampai didepan pintu
Ia mulai menekan angka-angka tersebut dengan asal-asalan. Berharap angka yang ia tekan merupakan kode pintu tersebut.
“ Angka berapa lagi yang harus aku coba ? Coba angka kelahiran Mika saja, Mungkin itu kodenya ” monolog Tio
Tio menekan angka 13, 4 dan 3. Seperti dugaannya, tidak lama kemudian pintu itu terbuka.
Tio masuk pelan-pelan sambil melihat sekeliling, apakah ada jebakan atau tidak yang menunggunya.
Prang....
Tanpa sengaja tangan Tio menyenggol sebuah vas bunga, menyebabkan vas tersebut jatuh kebawah dan pecah berkeping-keping.
“ Apa yang kamu lakukan!!! vas bunga itu mahal tau ” seru Karl yang berdiri diatas tangga
Atensi Tio langsung teralihkan, dari sebuah vas bunga menuju kearah Karl. Mata keduanya saling bertemu, terlihat sorot mata mereka yang tajam dan ingin membunuh satu sama lain.
“ Maaf tentang itu Karl, aku tidak sengaja ” kata Tio tulus dengan menyatukan kedua telapak tangannya
Karl menanggapi hanya dengan memutarkan kedua bola matanya, lalu ia melompat turun kebawah dan mendarat tepat di depan Tio.
“ Mengapa kamu mencari ku sampai kesini, apa ada yang salah? ” tanya Karl tidak santai
“ Aku ingin mengajakmu bergabung dengan kelompok Serigala, maksudku dari pada kamu bekerja sama dengan Mika. Lebih baik kamu bekerja sama dengan ku ” jelas Tio
Karl menatap kedua manik mata Tio sejenak, sebelum kedua alisnya menyatu.
“ Kau lupa aku ingin membunuhmu?, dan bagaimana bisa dengan santainya kamu mengajakku bergabung ” seru Karl, ia sangat heran dengan jalan pikiran Tio
Tio menggaruk pipinya yang gatal, sejujurnya ia juga bingung mengapa harus mengajak Karl, namun ide itu tiba-tiba saja terlintas di otaknya.
“ Aku juga tidak tau, tetapi aku merasa kamu cukup berguna, jika berada di satu kelompok dengan ku ”
“ Aku menolak, pergi sekarang!, sebelum aku berubah pikiran dan menebas lehermu ” seru Karl dengan nada mengancam
Tio masih diam ditempatnya, ia sama sekali tidak takut dengan ancaman Karl yang menurutnya sangat bodoh.
“ Berikan aku satu alasan, mengapa kamu menolak ku? ”
Karl menghela napasnya, seharusnya ia tau menolak permintaan Tio sama saja dengan berdebat.
“ Karena Mika yang menolongku, tanpa dia mungkin aku sudah mati dari dulu. Sebagai bukti balas budiku, aku akan selalu ada disisinya ” ujar Karl dengan nada tegas
__ADS_1
“ Berikan aku alasan lain ” pinta Tio
Karl mengusap wajahnya, ingin sekali rasanya ia menebas kepala orang yang berada didepannya saat ini.