
Masha mengikuti gerombolan tersebut menuju gedung walikota, ia berada ditengah-tengah untuk menyamarkan keberadaannya.
Mereka semua kemudian berhenti, Masha berusaha menajamkan penglihatannya untuk melihat yang terjadi didepan sana.
“ Rakyatku sekalian, bertahun-tahun lamanya kita berada dalam masa kejayaan. Dan itu tidak bisa terjadi tanpa bantuan kalian, maka sebagai bentuk terima kasihku akan aku tunjukkan sebuah mahakarya ”
Dapat Masha dengar dengan jelas suara pria didepan sana, namun ia tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya, karena berada ditengah-tengah.
“ Saksikan pertunjukannya ” seru suara itu lagi
Semua orang disana terdiam, mereka sangat gugup, yang terdengar hanya suara deru napas mereka.
“ *Apa itu besar sekali? ” *
* “ Itu Serigala, lihat bulunya sangat lebat ” *
* “ Keren ini pertama kalinya aku melihat Serigala* ”
Terdengar suara tepukan tangan yang meriah, Masha yang belum bisa melihat apa yang terjadi didepan, hanya ikut tepuk tangan saja.
“ Maaf tuan yang didepan sana apa? ” Masha menepuk bahu pria didepannya. Pria itu berbalik dan menatap Masha
“ Mereka menunjukkan seekor Serigala besar. Kenapa kamu ada disini? maju kedepan saja kalau tidak bisa lihat ” seru pria didepannya
Masha mengikuti saran pria tadi, ia berusaha maju kedepan, menerobos kerumunan manusia yang sedang berteriak senang.
“ Dari sini saja ” Masha menatap kedepan, sekarang ia sudah bisa melihat dengan jelas. Didepan sana terdapat seekor Serigala besar dengan bulu berwarna putih, dan sebuah luka sayat dimata kirinya.
“ Bukankah ini mengerikan? lalu mengapa mereka semua bertepuk tangan? ” batin Masha heran
Satu kandang besar didepan Serigala tadi dibuka, lalu keluarlah seekor Serigala besar lainnya tetapi dengan bulu berwarna coklat dan tubuh yang penuh luka.
Teriakan dan tepuk tangan dari para penonton semakin meriah, membuat keadaan di sana sangat berisik.
“ Auuuu ” lolongan serigala putih tadi sangat keras, sampai memekakkan telinga
“ Auuuu ” tidak mau kalah, Serigala coklat tadi juga melakukan hal yang sama
Ikatan pada leher mereka dilepas, tanpa aba-aba kedua Serigala tadi melompat kearah depan. Menatap lawannya dengan bengis.
Lalu mereka mengelilingi satu sama lain, sambil menampilkan tatapan pembunuh.
Serigala putih mulai menyerang duluan, dengan cakarnya yang tajam, ia mengayunkannya tepat ditubuh lawannya, menambahkan luka ditubuh Serigala coklat.
“ Arg ” erangan kesakitan keluar dari mulut Serigala coklat
Ia menatap nyalang kearah Serigala putih, dengan napas yang memburu. Siap untuk membalas dendam.
“ Lebih mengerikan dari pada yang aku kira, bagaimana jika mereka malah menyerang penonton ” Masha menatap cemas sambil menggigit kukunya
Sangat berbeda dengan penonton lain yang menampilkan wajah bahagia, dan menikmati tontonan aneh ini, seperti menonton sebuah konser.
__ADS_1
“ Mengapa kamu terlihat cemas ? ” tanya wanita disampingnya menatap heran
“ Aku baru pertama kali menonton yang seperti ini, lagipula dikota xxx sana tidak ada yang seperti ini ” jawab Masha
Terlihat kening wanita tersebut berkerut, ia mundur perlahan, menatap Masha dengan sorot mata ketakutan.
“ Akkhhhh ” teriak wanita tadi dengan kencang
Menyebabkan semua mata memandangi kearahnya, bahkan kedua Serigala tadi berhenti sejenak, hanya untuk menatap heran kearah wanita tadi.
Jari wanita tadi mulai terangkat, dengan gemetar ia menunjuk kearah Masha.
“ Dia adalah musuh ” kata wanita tadi
Masha menaikan satu alisnya, ia baru saja membuka mulutnya ingin menjelaskan kejadian tadi. Namun Masha urungkan, ketika melihat tatapan semua penonton menuju kearahnya, dengan pandangan membunuh.
“ Wow, sepertinya aku harus kabur ” Masha berlari menjauhi area pertunjukkan, melompati para penonton yang berada dibelakang.
“ *Tangkap dia, lalu bunuh! ” *
* “ Cepat tangkap! ” *
* “ Hei, berhenti berlari*! ”
Teriakan orang-orang yang berada dibelakangnya semakin keras, meminta dirinya untuk berhenti berlari.
Tentu saja ia tidak berhenti dan makin mempercepat larinya.
“ Aaaa ” Masha berteriak, ketika sebuah tangan menariknya ke sebuah lorong kecil. Lalu menutup mulutnya.
“ Dasar bodoh ” maki suara tersebut
Masha seperti mengenal suara tersebut, ia menggigit tangan yang menutup mulutnya dan membalikkan tubuhnya kearah belakang.
“ Tio? ”
“ Sudah aku bilang tadi cepat tinggalkan tempat ini, mereka tidak suka jika ada orang dari kota xxx berada disini ”
Tio menarik tangan Masha, mereka berjalan menyusuri lorong sempit tersebut menuju apartemen.
“ Tio apa kamu sering kesini? Mengapa kamu sangat hapal jalannya ? ” tanya Masha memicing curiga
“ Sering, temanku tinggal disini. Teman yang kemarin aku bilang, tempatku menginap ”
Akhirnya mereka sampai diarea apartemen, Tio kembali menarik tangan Masha untuk segera masuk kedalam.
“ Hei Tio, kita bertemu lagi ” seru Megan yang berada tepat didepan mereka
Tio menghela napas panjang, Mengapa wanita gila ini tidak takut dengannya?. Setelah kemarin ia hampir mati ditangannya.
“ Minggir aku tidak ada urusan dengan mu ” kata Tio sengit sambil menyenggol bahu Megan
__ADS_1
...****************...
“ Siapa wanita tadi ? ” tanya Masha menginterogasi
“ Dia teman kelasku dulu, ketika berada di fakultas kedokteran ” jawab Tio
“ Dia terlihat menyukaimu ”
“ Memang tapi aku hanya menyukaimu ” kata Tio sambil menaik turunkan alisnya
Membuat wajah Masha menjadi merah padam, ia meraih bantal disampingnya dan melemparkannya kearah Tio.
Tio tidak tinggal diam, ia berjalan mendekati Masha dan menggelitik perutnya.
“ Hahahaha, hentikan!, itu geli ”
“ Hahahaha, kamu duluan yang mulai. Aku tidak akan berhenti ” Tio terus menggelitik Masha
Sampai sebuah suara dari luar, menghentikan aktivitas mereka.
“ Hihihi ” Akhirnya aku temukan wanita itu ”
Kedua orang yang berada didalam apartemen tersebut terdiam, mereka memandangi satu sama lain dengan gugup. Masha menelan salivanya sedangkan Tio menggaruk kepalanya.
“ Aku lupa, wanita gila itu masih ada diluar ” batin Tio menatap nanar kearah jendela
“ Kamu pasti lelah, lebih baik tidur dulu ” ajak Tio, lalu menggendong Masha ala bridal style
Masha yang berada di gendongan Tio hanya diam, ia masih saja memikirkan suara yang tadi.
“ Apakah wanita didepan tadi yang melakukannya? ” batin Masha bertanya-tanya
“ Sudah sampai ” Tio langsung menurunkan Masha diatas kasur
“ Tidurlah ” seru Tio sambil mengecup kening itu sekilas
Kemudian Tio bangkit dan duduk dimeja belajar dalam ruangan itu, ia membuka ponselnya lalu membaca file tentang anatomi manusia.
“ Ternyata cara memelukku kemarin salah, pantas saja Megan hanya pingsan tidak mati ” gumam Tio pelan
Tio meraih sebuah kertas dan pena disampingnya, ia mulai menulis beberapa kata penting disana.
“ Kurasa segini cukup, jika Megan berani menyentuh wanitaku. Tidak akan aku biarkan dia hidup ” gumam Tio, menatap dingin kearah pena yang ia genggam
...****************...
Diluar apartemen terlihat seorang wanita sedang mondar-mandir, sambil bergumam tidak jelas.
“ Kenapa Tio bisa menyukai wanita tadi? apakah dia lebih cantik dariku? ” Megan bertanya kepada dirinya sendiri
“ Aku harus mencari cara agar wanita itu mati, dan Tio menjadi milikku. Hahahaha ” seru Megan yang diakhiri dengan tawa jahat
__ADS_1
Dengan mengendap-endap Megan mulai masuk kedalam apartemen Masha, lalu ia bersembunyi didalam lemari yang berada di ruang tamu, sambil memegang sebuah belati.
“ Sebentar lagi kamu akan mati. Hahahaha ” gumam Megan kecil