
“ Pergi dari rumahku, SEKARANG ! ” teriak Karl, kesabarannya sudah habis
Ia menarik tangan Tio, hingga pemuda surai coklat itu bangun dari duduknya. Karl menarik tangan Tio menuju pintu keluar, tidak menghiraukan rengekan dari Tio.
“ Jangan pernah kembali lagi ” seru Karl
Dengan kasar Karl mendorong tubuh Tio hingga keluar pintu, lalu ia menutup pintu dengan kencang, sampai menimbulkan suara yang keras.
“ Tidak sopan, Karl ” teriak Tio marah, ia mengambil batu dan melemparkannya kearah pintu rumah
Kemudian meninggalkan area rumah itu, dengan cara melompati pagar seperti tadi. Ia berjalan dengan kesal, sambil menendangi batu-batu kecil di jalanan.
Langkah Tio berhenti sebentar, ia teringat ucapannya yang bilang akan menginap. Kemudian Tio membalikkan badannya, dan berjalan kembali menuju rumah Karl.
“ Tio ”
Untuk yang kedua kalinya Tio terpaksa menghentikan langkahnya, ia membalikkan badannya menghadap kebelakang lagi.
“ Tio ” teriak seorang wanita berlari kearahnya
“ Megan ? ” tanya Tio memastikan
Wanita itu mengangguk kecil, membuat Tio menggaruk tengkuknya. Penampilan Megan yang ia temui sekarang, sangat berbeda dengan penampilannya, pada saat di markas Karl.
Penampilannya sekarang lebih Feminim, dengan rok selutut dan rambut yang dibuat bergelombang menjuntai ke bawah.
“ Maaf kau agak berbeda, aku jadi tidak mengenalimu ” seru Tio
“ Benar, aku memang agak mengubah penampilanku ” kata Megan, sambil memainkan rambutnya yang bergelombang
Tio hanya ber oh ria, ia membalikkan badannya berniat pergi dari sana, tetapi sebelum itu Megan terlebih dahulu menahan pergelangan tangannya.
“ Kenapa ? ” tanya Tio menaikkan satu aslinya
“ Kamu tidak mau mampir dulu ke rumahku?, aku baru saja belajar memasak. Maukah kamu mencoba masakan buatanku? ” tanya Megan balas bertanya
Ia menatap Tio dengan pandangan berharap, sambil menggoyangkan tangan pemuda bersurai coklat tersebut.
Tio yang dipandangi begitu, merasa tidak enak, dengan terpaksa ia menyetujui ajakan Megan.
...****************...
“ Tunggu disitu dulu, akan aku ambilkan makanannya ” seru Megan, meninggalkan Tio yang duduk sendiri dimeja makan
__ADS_1
Tio memberikan acungan jempol, dan lanjut memainkan alat makan yang ada didepannya, menimbulkan suara nyaring dari peraduan antara sendok dan piring.
“ Ini dia, masakan spesial buatanku ” seru Megan, sambil meletakkan sepiring seafood diatas meja makan.
Kemudian Megan ikut duduk disamping Tio, dengan sengaja ia mendekatkan tubuhnya kearah Tio, sampai tidak ada jarak antara keduanya.
Tio merasa agak risih, lalu ia menggeser kan kursinya sedikit. Menimbulkan kekecewaan pada hati Megan, karena secara tidak langsung Tio telah menolaknya.
“ Akan aku coba ” seru Tio, menghilangkan suasana canggung keduanya
Ia mulai mengambil udang dan kerang serta kuah dari seafood tersebut, lalu memasukkan kuah itu sedikit ke mulutnya. Rasa pedas langsung terasa di indra pengecap miliknya.
“ Sangat enak ” seru Tio memuji, sambil sesekali mengipasi mulutnya yang terasa pedas
“ Sungguh?, aku sangat senang. Terima kasih banyak Tio ” Megan berucap dengan senyum manis
“ Akan aku ambilkan minum ” seru Megan
Sekarang Megan tengah berada di dapur, ia terlihat sedang sibuk mengaduk segelas susu. Kemudian merogoh saku roknya, mengambil kertas yang berisi serbuk putih.
“ Kamu akan menjadi milikku malam ini ” seru Megan sambil mencampurkan serbuk tadi kedalam susu
Ia mulai membawanya menuju ruang makan, meletakkannya tepat dihadapan Tio.
Tio yang memang sudah kepedesan, langsung meneguk susu dihadapannya hingga tandas. Tidak lama, ia merasakan sakit yang teramat dikepalanya.
“ Akhirnya yang aku tunggu-tunggu ” batin Megan menyeringai
Megan membopong Tio di bahunya, ia membawa Tio menuju kamarnya. Setelah sampai, Megan menjatuhkan Tio dikasur dan mengikat semua tubuhnya. Berjaga-jaga agar Tio tidak bisa lari saat terbangun nanti.
Beberapa menit berlalu, Tio menggeliat sambil mengedipkan matanya, berusaha memperjelas penglihatannya.
Setelah sadar sepenuhnya, Tio dibuat sangat panik “ Megan, apa yang kamu lakukan ” teriaknya, dengan berusaha melepaskan diri dari tali yang mengikat tubuhnya.
Megan muncul dari arah kamar mandi, dengan rambut yang basah dan masih menggunakan baju mandi.
Ia berjalan mendekati Tio, lalu duduk ditepi kasur sambil mengusap pipi pemuda itu.
“ Taukah kamu Tio bah_ ”
“ Aku tidak tau dan tidak mau tau. Lepaskan aku, dasar wanita gila ” teriak Tio, memotong perkataan Megan
Wanita itu tidak ambil pusing, ia melanjutkan perkataannya yang sempat terpotong ” aku menyukaimu dari dulu, tetapi aku hanya bisa menatap dari jauh. Sampai Karl mempertemukan kita, aku bisa melihat setitik harapan dari situ ” seru Megan, yang hanya mendapatkan tatapan aneh dari Tio
__ADS_1
“ Aku berusaha memperbaiki penampilanku, rencananya aku ingin mengungkapkan semua isi hatiku, namun kamu malah menikah dengan wanita lain ”
“ Wanita dari kalangan rendahan, bahkan dia adalah seorang manusia. Saat itu aku sangat-sangat terpukul Tio ”
“ Aku yang selama bertahun-tahun menyukai dirimu, kalah dengan seseorang yang baru beberapa bulan kamu kenal. Hahahaha bukankah itu lucu ” jelas Megan tertawa dengan menakutkan
Tio masih memandangi wanita didepannya dengan aneh, bahwa bergidik ngeri mendengar suara tawanya.
“ Lepas, kamu memang gila ”
“ Iya kamu benar ” Megan mulai menurunkan tangannya, yang awalnya mengusap pipi Tio berpindah mengusap dada bidang tersebut
“ Jauhkan tangan menjijikkan milikmu ! ”
Tio memandangi Megan dengan ekspresi jijik yang kentara, baru pertama kali ia lihat, wanita yang bersikap murahan seperti Megan.
“ Jangan sampai aku membunuhmu ” ancam Tio, yang dibalas dengan pandangan remeh oleh Megan
Wanita itu seakan-akan tuli, ia tidak memperdulikan ancaman yang dilontarkan Tio.
“ Tidak apa, jika mati ditangan mu ”
Seketika Tio melebarkan kedua matanya, ternyata wanita yang ada didepannya ini, sangat ingin mati ditangannya.
“ Aku haus Megan, bisa ambilkan aku air ” pinta Tio dengan nada memelas
Megan menggelengkan kepalanya membuat Tio berdecak kesal
“ Aku akan menikah denganmu, lagipula aku dan Masha hanya nikah kontrak ”
“ Sungguh? ” tanya Megan melompat senang
“ Lepaskan aku dulu ”
Lalu Megan mulai melepaskan tali yang mengikat tubuh Tio, setelah tali tersebut sepenuhnya lepas. Tio merentangkan tangannya berusaha memeluk Megan.
Megan yang sangat senang, lalu membalas pelukan Tio.
“ Tio, lepaskan aku tidak bisa..uhh..... bernapas ” adu Megan memukul bahu Tio
Bukannya melepaskan pelukannya, Tio malah mengeratkan pelukannya. Membuat dada Megan terasa sesak dan napasnya tercekik.
“ Tidak Ti..Tio ” seru Megan untuk yang terakhir kalinya
__ADS_1
Setelah itu tubuhnya bergetar, lalu tangannya jatuh dengan lemas disamping tubuh Tio
Tio meletakkan tubuh Megan begitu saja, kemudian dia keluar dari rumah tersebut.