Frasta

Frasta
Eps Prolog


__ADS_3

Suatu hari, di sebuah rumah sakit, ada yang bersedih karna kehilangan orang yang di sayang nya, ada pula yang bersyukur karna telah sembuh dari penyakit yang di deritanya, dan di suatu kamar ada orang tua yang bahagia atas lahirnya buah hati mereka


"Anak nya Cewek buk!" ucap salah satu suster disana


"Syukurlah anakku,Manis banget sih kamu,betul kan sayang?" ucap sang ibu pada suaminya


"bener mah..... loh?, Anak kita gak nangis mah!" ucap sang ayah dengan panik, karena anaknya tidak menangis seperti bayi pada umunya


"bener apa yang kamu ucapkan sayang,SUSTER SUSTER!" sang ibu pun berteriak memanggil suster


*bruk*


*bruk*


*Kenapa buk??!?*


"Anak kami...... Tidak menangis sus" ucap sang ibu yg khawatir


"Tenang buk,sini saya lihat dlu.... Sepertinya ini karna pernapasan nya terganggu,saya izin cubit ya" ucap sustet dengan tenang


"Baik sus,tolong ya!"


*mencubit tangan bayi*


*Menangis*, sang bayi pun menangis, membuat orang tuanya sangat bahagia karena anaknya baik" saja


"Terima kasih tuhan"


"Nah sudah buk pak,Saya minta maaf banget atas ke lalain saya dalam bertugas!" ucap sang suster karna merasa bersalah dan menundukkan kepalanya


"tidak apa apa kok sus,yang penting anak kami sehat! Bener kan sayang?" ucap sang ibu karena tidak enak dengan perlakuan suster(menundukkan kepalanya)


" betul.... Btw anak kita mau di namain apa mah?"


"hmmm......... bagaimana kalau Flora?" ucap sang ibu yg sedang membaca buku IPA


"itu bagus mah!, Sekarang nama mu flora sayang ku" ucap sang ayah sembari mencium pipi anaknya


"Pah,mah adek kenapa?" ucap Zen kecil yg kebingungan


"ouh, gapapa Zen,tadi ada sedikit masalah,liat nih adek kamu!" ucap sang ibu yg kemudian menunjukkan adeknya kepada Zen


"wah lucu ya mah! Adek cium boleh gak?" ucap Zen kecil dengan kegirangan


"boleh dong! Masa kakak sendiri gak boleh"


Zen pun mencium pipi adeknya, namun Zen seketika menjauh karena mencium bau tidak sedap, " iih kok bau sih mah (>_<)" ucap Zen sembari menutupi hidung nya


"wah ini pasti ulah papa mu,dia kan tadi nge rokok di luar" ucap sang ibu dengan kesal


"oiya, hehe"


"Maaf" papa lupa tadi hehe " ucap sang ayah sembari mengelus kepala zen


2 tahun berlalu....


"Zen!"


"apa mah?"


Tahun ini kan kamu sudah mau berumur 5 tahun, jadi sudah waktunya kamu sekolah TK" ucap sang ibu sembari memperlihatkan buku tentang kehidupan di sekolah


"Sekolah? Buat apa mah?"


"biar kamu pinter lah! Nanti bisa dapat temen baru disana!"


"temen baru? Asik², jadi nanti aku gak cuma maen sama dek flora ya?"


"betul!"


Zen pun kemudian langsung berdiri sembari memegang buku yg di perlihatkan oleh ibu nya, "aku mau sekolah sekarang!" ucap Zen yg tersenyum sembari melihat kehidupan sekolah di buku² itu


"Tunggu dlu dong.... Kalo umur Zen sudah pas 5 tahun baru di sekolah in" ucap sang ibu dengan tertawa kecil


"emang umur Zen sekarang berapa?"


"4 tahun 10 bulan sepertinya" ucap sang ibu sembari mengingat


"Heeeee.... Masih lama dong sekolah nya?" ucap Zen yg kecewa tidak bisa langsung sekolah


"ya begitulah"


"apa ini kok asik sekali kayak nya" ucap sang ayah sembari menggendong flora(adek Zen)


"papah! Flora!"


"hmmm... Lagi bicara in apa mah?" ucap sang ayah yg kemudian menurunkan flora dan mengelus kepala zen


"ini Zen mau cepat² sekolah, tapi umurnya masih belum pas 5 tahun


"sabar ya nak,bentar lagi kalo kamu udah 5 tahun, nanti papah sekolahin kamu" ucap sang ayah sembari memberikan jempol kepada anaknya...


"oke Pah!"


Aaa... Aa


"liat Pah! Mah! Adek udah bisa ngomong!"


"mana coba liat?"


Aaaa... Aaa


hmmm?


Aaaa...Aaaa *menangis*


"loh kok nangis?" ucap Zen dengan kecewa dan kebingungan atas kejadian itu


"ini mah adek flora lagi lapar😅" ucap sang ibu yg kemudian menggendong flora dan membawanya ke dapur


"Kamu sih mah,lupa ngasih makan"

__ADS_1


"aku juga mau makan!" ucap Zen yg kemudian mengejar ibunya ke dapur


Hari-H (Zen masuk sekolah TK)


"Wahh... Ini yang namanya sekolah ya mah?" ucap Zen yg terpesona dengan keadaan di TK tersebut


"betul!, Bagus kan? Sekolah TK ini lumayan jauh dari rumah sih.... Tapi yg penting murah!" ucap hari(sang ibu) yg merasa sedih karna melihat anaknya sudah besar


"wahh!!!😮 Mana temen" mah?" ucap Zen dengan kebingungan


"Kalo teman mah, cari sendiri nak."


"heeeeee.."


"yaudah, cari temen yang baik" ya!, Jangan Mandang fisik teman, mau dia berbeda, kalau dia baik temenin!"


Siap mah!!


"sip pinter,mamah tinggal ya!, Nanti siang jemput!" ucap hari yg kemudian memasuki mobilnya dan segera berangkat kerja


okeee byeee!!!


"byee!!!"


di dalam kelas, Zen cuma diam di pojokan, karena tidak tau cara berteman dengan seseorang


"ummm..... (cara berteman gimana ya?, Lupa nanya ke mamah sih....)" ucap Zen dalam hatinya


*dump*


*dump*


"Hei! Kamu yang di sana" ucap salah seorang murid cewek disana


Zen pun menoleh ke kiri dan kanan nya, memastikan kalau emang dia yg di ajak ngobrol, "....Aku?" ucap Zen sembari menunjuk dirinya sendiri


"iyalah,siapa lagi?"


"(apa dia mau ngajak Zen berantem? Seperti yang di tonton sama papah kemaren malam..) kenapa ya?" ucap Zen yg gemetaran dan kemudian perlahan² berjalan ke gadis itu


"Ayo maen keluar,tadi Tania liat kamu sendirian aja disitu" ucap Tania yg kemudian langsung menarik tangan Zen, pergi ke luar kelas


"boleh nih?, Makasih ya!" ucap Zen yg senang telah mendapatkan teman baru


"ngapain terimakasih, kata mamah harus berteman dengan siapa aja! Ayo keluar,Tania kenalin temen" Tania!"


aah tunggu!


Di luar...


*brerz*


"nama mu siapa tadi?" ucap Zen yg berusaha basa basi


"namaku Tania! Sheila Tania Octavia!" ucap Tania sambil tersenyum


"(unik juga namanya😅) salam kenal Tania,aku Zen! Zen Pratama Wijaya" ucap Zen yg kemudian mengenalkan dirinya juga


Nah itu Meraka, Hei kawan" aku bawa teman baru nih!"


"hmm? Siapa Tania?"


"kenalin diri mu Zen" ucap Tania sembari bisik² pada Zen


"namaku Zen! Hobi ku menonton film yang di sukai ayahku! Salam kenal semua!!!" ucap Zen dengan gugup karena kurangnya interaksi dengan orang baru


emmm......


(wah gimana ini..... Apa nanti Zen di usir karna Zen aneh....)


"wah salam kenal Zen! Aku mash!"


"salam kenal juga Zen! Film kesukaan mu apa? Namaku theoo"


"H-hallo... Namaku Yue..."


"liat kan,teman² Tania baik² kok,gak perlu ada perbedaan" ucap Tania yg kemudian mengajak teman² nya bermain


"wahh!!" ucap Zen yg gembira karena mendapatkan teman baru


"sini maen bikin rumah dari pasir Zen" ucap Mash sembari membawa peralatan menyusun


"mana bisa begitu, dia sama ku dlu, kan setiap ada teman baru pasti sama aku" ucap Theo yg langsung menarik tangan zen


"sejak kapan?*


"sejak tadi😁"


"ha?" ucap Mash yg kesal dengan lelucon theo


"udah2, mending kita maen" bareng,ke prosotan yuk!"


" Ayuk²"


"Tunggu dlu Wee....... Kamu gak ikut Yue?" ucap Zen yg kebingungan karna yue masih diam di tempat, "ah iya sebentar" ucap Yue yg kemudian merapikan sepatunya


beberapa waktu pun berlalu, setelah semuanya saling akrab dan bermsin-main, mereka pun bingung untuk membicarakan tentang hal apa, Zen pun menanyakan pertanyaan yg umum bagi orang² seumuran nya


"Kalian cita" nya apa?" ucap Zen yg sedang mencari bahan pembicaraan


"Tania sih mau jadi dokter,biar semua manusia di bumi ini sehat!" ucao tania dengan penuh semangat


"Aku sih jadi manajer restoran,biar aku bisa makan sepuas nya!" ucap Mash sembari tertawa kencang


"kau emang banyak makan Mash...... Cita" sih pengen jadi orang hebat! Seperti ayah ku!" ucap Theo dengan spontan


"wahhhh.... Kalo kamu Yue?, Kamu mau jadi apa?"


"a-aku?.... Aku gak tau..."


"Yue emang punya sedikit masalah kalo ngomong sama orang baru, jadi jangan heran kalo dia begitu." ucap Tania sembari bisik² pada zen

__ADS_1


"oouh ternyata begitu toh!"


"Anak" ayo masuk kelas, istirahat nya udah selesai"


"Heeeee"


Di kelas, pelajaran pun di mulai seperti biasa, yaitu dengan bernyanyi, ataupun bermain suatu hal


"tepuk Pramuka! Prok prok prok!


*prok prok prok*


"haaa..... bosen bgt" ucap Zen yg kemudian menoleh ke arah Yue, dan berbisik-bisik pada Yue, "Yue...YUE!!"


"ehh ada apa Zen?" ucap Yue yg kaget karna suara Zen yg keras


"hehe gapapa,sekedar nyapa aja😁"


-_-


"soal cita" tadi pas istirahat..... Sebenarnya apasih cita" mu?" ucap Zen sembari bisik-bisik dengan yue


"aku gak tau..... Aku ikut apa kata ortu ku aja" ucap Yue yg menundukkan kepala nya


"ehhh... Kok gitu? Ini kan hidup kita! Orang tua mah cuma nafkahi kita, kalo ngurus hidup anak mah berarti ortu gk support anak nya!" ucap Zen yg meniru naskah dari film yg dia tonton semalam


"betul sih..... Aku akan memikirkan itu nanti"


"hei kalian berdua di belakang! Kok keknya seru bgt ngomong" sendiri!" ucap guru yg kesal dengan suara bising-bising di belakang


"maaf buk...."


"yang menyuruh ngobrol siapa?" ucap sang guru yg kemudian menoleh ke arah Yue, "eh.... Yasudahlah gpp" ucap sang guru yg kemudian kembali ke tempatnya, seperti dirinya gk melihat apa


"Bu guru ini kenapa ya?,emang Yue siapa?" ucap Zen yg kebingungan


"oke kita lanjutin anak²!”


sekolah pun berakhir, semua anak² pun di jemput oleh orang tua mereka masing-masing, sedangkan Zen dan Yue.... mereka lupa di jemput oleh orang tua/pengasuh mereka


"bye-bye teman²!" ucap Tania yg melambaikan tangan nya dari jendela mobil


"bye!, Rumah ku searah sih Ama Theo, jadi kita dluan ya!"


okeee...


30 mnt berlalu, Zen dan Yue masih belum di jempu juga, Zen pun mulai khawatir, dan dia merasakan firasat buruk yg akan terjadi


"hmmmm ini mamah kemana ya?,kok belum di jemput" ucap Zen yg sedang memainkan batu-batuann di dekat sana, "kalo kamu gmn Yue?" ucap Zen yg ingin mencairkan suasana


"mungkin lagi ada urusan.... Aku sih baru kali ini lama begini di jemput nya" ucap Yue dengan gelidah


oouh..


"hei! Ssst sstt" ucap seseorang yg baru keluar dari sebuah mobil


"siapa ya?"


"mau permen gak dek? Paman punya banyak loh di mobil" ucap pria itu sembari menawarkan tumpangan pulang


"apasih,aku gak suka permen!" ucap Yue yg berusaha waspada


"hei udalah,ikut paman ke sini!" ucap orang tersebut yg kemudian langsung menarik tangan Yue dan memaksanya untuk memasuki mobil


"issh lepasin,tolong2"


"yuee!!!!" ucap Zen yg kemudian berlari menuju pria tersebut, dan langsung menendang muka penculik tersebut sampai dia kesakitan


Arghhh


"hei2!, Lari Yue ayoo" ucap Zen yg kemudian menarik tangan Yue dan berusaha kabur melewati jalanan


"sini kalian berdua bg*t!!" ucap sang penculik yg berusaha membalaskan dendamnya


tiha² datang ibu nya Zen, dan langsung menghantam muka penculik tersebut ke tiang listrik di dekat sana sampai tiang listrik tersebut rusak


"arghhh muka ku" ucap sang penculik yg kemudian berusaha menusuk hati(ibunya Zen), namun kemudian benda tajam yg di pegang penculik tersebut terlempar jauh sampai ke mobil sang penculik, dan akhirnya penculik tersebut kena mental


sehabis itu, hari pun mengikat penculik tersebut, dan segera menelpon polisi, serta merekam apa yg terjadi disana untuk di jadikan bukti


Hari pun mengejek anaknya karna takut dia terluka" kau tidak apa-apa anak ku?" ucap hari yg begitu khawatir dengan kondisi Zen


"Zen sih gk kenapa Napa mah, tapi kalau Yue" ucap Zen yg kemudian menunjukan luka yg di terima Yue, yg bahkan Yue sendiri tidak menyadari luka Tersebut


hari pun segera memperbani luka Yue, dan Yue pun berterimah kasih atas bantuan yg sudah di beri oleh Zen dan ibunya zen


":tetap disana!! Mana penculik nya,saya dapat laporan tentang percobaan penculikan anak!" ucap sang polisi yg baru datang di tkp


"ini penculik nya pak polisi!"


" TETAP DISITU!!!...... Eh? Dia sudah pingsan? Siapa yang melakukan ini?" ucap sang polisi dengan ekspresi kaget, melihat sang polisi sudah dalam kondisi pingsan


,"sepertinya dia kena serangan di bagian jantung" ucap rekan dari polisi yg melihat kondisi tubuh penculik


"kau betul.... Apakah anda yang melakukan hal ini?" ucap sang polisi kepada hari, karna sang polisi curiga pada hari


emm......


zen yg mengira ibunya akan di beri penghargaan oleh pak polisi, dia pun menceritakan semua hal yg terjadi tanpa terdids


Zen diam lah..


"oke, sudah jelas Sekarang,Bu hari!" ucap pak polisi yg sedang mem-borgol penculik


iya pak?


"ikut saya ke kantor sekarang,dan bawa anak" itu, kita perlu saksi atas kasus ini"


baik pak.....


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2