
Polisi tersebut pun menerjang dengan sangat cepat ke arah Van hitam itu, dengan jubah nya yg besar, polisi tersebut terlihat seperti kelelawar yg sedang berburu mangsa nya
Polisi tersebut pun langsung memegangi bagian belakang Van hitam itu, dan langsung membocorkan ban Van hitam itu, membuat Van tersebut kehilangan kendali dan langsung menabrak pohon" yg ada di sana, polisi tersebut pun membuka bagian belakang Van itu
bruak
sang polisi pun terdiam sebentar, melihat isi Van tersebut sudah kosong tanpa ada jejak kaki yg keluar dari Van itu,"kemana mereka pergi?" ucap sang polisi yg kemudian menyadari jika mereka sudah pergi dari sana dengan kecepatan yg sangat cepat
polisi itu pun mengedus" sekitaran Van itu, dan polisi itu langsung tau kemana mereka pergi, polisi tersebut langsung melanjutkan perjalanan dan di ikuti oleh Yue yg membawa mobil nya kembali
Di sisi lain, para penculik yg sudah membawa tubuh Alexia pun memasukkan nya ke dalam tempat tunggu di markas mereka, "di lihat-lihat tubuhnya bagus juga bro!!! Kita coba dikit gpp lah?!" ucap salah satu penculik di sana
"wah bener tuh, pegang² dikit gk bakal ada yg tau"
Mereka pun akhirnya sepakat untuk hanya meraba-raba tubuh Alexia, namun ketika salah satu dari mereka ingin menyentuh tubuh Alexia, "Kena Lo!!" Alexia pun langsung mengahancurkan tangan penculik tersebut dengan meremukkan nya, dan langsung menghantam wajahnya di pojok ruangan
Hei!!
Tangkap dia!!
Alexia pun langsung melempar salah satu pot yg ada di sana, melemparkan tepat ke muka salah satu penculik, dan langsung mengambil Tanah di pot itu, dan langsung melemparnya ke mata mereka, tidak sempat menghindar, mereka langsung di serang dengan serangan yg cepat, tepat di jakun mereka, membuat salah satu dari mereka ada yg langsung pingsan
"gini doang? Mudah bgt" ucap Alexia, yg kemudian membuka pintu dan mencoba untuk keluar
Clekk
"HM? Baru di tinggal sebentar udah kalah semua?" ucap pria berbadan besar yg kemudian langsung memukul Alexia dengan tangan nya
Alexia pun reflek menghindar, dan bekas pukulanya dapat menghancurkan sebagian besar lantai ruang tersebut
Alexia pun langsung menendang sikut pria tersebut, namun langsung di tangkap dan langsung di terjang oleh pria tersebut, sampai Alexia terlempar ke luar ruangan
"pria.... Kuat lagi!" Alexia pun memasang kuda-kuda nya, bersiap untuk bertarung
"Kau menarik juga, sepertinya kau tidak tahu siapa aku"
Pria tersebut pun langsung menerjang Alexia, namun tiba-tiba langsung terpental sampai ke tumpukan besi yg ada di sekitar sana, "Kalo lawan itu sama yg setara dong" ucap polisi tersebut yg sudah tiba di tempat itu
"siapa kau? Apa kau ada urusan dengan ku"
"tidak, aku hanya polisi biasa yg sedang bertugas" ucap polisi tersebut yg kemudian langsung menerjang dan menghantam muka pria tersebut dengan sikut nya
Arghh
"kau... Juga anggota 'perhaps' ternyata, tak ku sangka Anggota 'perhaps' melindungi warga" ucap sang pria yg kemudian menyerang balik dengan menghantam tanah, membuat tubuh polisi tersebut terbang dan langsung di serang dari bawah oleh pria itu
"CK ck ck, kalo anda sudah tahu saya anggota 'perhaps', kenapa gunain teknik se simpel ini?" ucap polisi tersebut yg memblokir serangan pria tersebut menggunakan senjata polisi nya, dan mengarahkan tinju pria tersebut ke bawah
Polisi tersebut pun memasang kuda-kuda seni beladiri kali arnis, dan langsung menyerang dengan serangan bertubi-tubi kepada pria itu, sang pria yg tak mau kalah pun menggenggam baju polisi itu, membanting kan nya ke tanah dengan sangat keras
Aaarghhhhh!!!!
Sang polisi tersebut pun berusaha untuk berdiri, namun langsung di terjang dengan serangan sang pria dengan bertubi-tubi, "kenapa kau!!. mengkhianati 'perhaps'!!!" ucap pria tersebut yg langsung menendang tubuh polisi itu ke beberapa tumpukan bensin di sana
Ckring
tubuh pak polisi pun terlumuri oleh bensin, tak kuat berdiri, polisi itu pun berbicara, "Bukan aku yg mengkhianati 'perhaps', tapi 'perhaps' lah yg mengkhianati ku" ucap polisi tersebut, pria itu pun membuka korek api dari celana nya, menyalakan korek api tersebut dan melemparkan nya ke genangan bensin itu
Blushhh
Tik
tik
Tik
Korek tersebut mengenai bensin itu, namun api yg keluar seketika padam karena tiba" terjadi hujan yg sangat deras, pria tersebut pun melihat ke arah kabut" di dekat sana, samar" terlihat bayangan Yue yg langsung menjatuhkan tubuh pria itu dengan air" hujan yg di beratkan massa nya oleh Yue
Dubrakkk
Pria tersebut jatuh ke lantai, membuat pria tersebut terjatuh, namun dengan cepat pria tersebut berlari dengan sangat cepat ke arah Yue dan langsung menghantam kan tinju nya, namun serangan itu tidak berdampak ke Yue, karena sebelum pria itu mendekati Yue, tubuh Yue sudah terlapisi oleh air" hujan yg sudah berat massa nya
__ADS_1
Membuat tubuh pria tersebut terpental menjauh, dari samping Alexia menendang dengan sangat keras tepat di tengkorak belakang pria tersebut, membuat pria tersebut tidak sempat menghindar dan akhirnya terjatuh
Bruak!!!
...
Hosh
Hosh
Hosh
"Alexia!!! Kau tidak apa-apa?"
"saya tidak apa-apa non, tapi pak polisi"
"Oh iya!!", mereka berdua pun langsung menghampiri pak polisi dan mereka heran karna mereka tidak melihat tubuh pak polisi itu sama sekali, Yue pun keluar dari tempat konstruksi tersebut dan melihat bayang-bayang polisi tersebut di pinggir jalan
"terimah kasih pak polisi!!!" ucap Yue dengan keras
Polisi tersebut pun hanya tersenyum dan kemudian menutupi wajah nya dengan jubah, "Te-ri-ma-ka-sih!, tentang tadi!" ucap pak polisi dengan suara pelan dan kemudian pergi dari tempat itu
Yue pun tersenyum dan akhirnya pergi dari tempat itu bersama Alexia, dan akhirnya hari di akhiri oleh mereka yg tidur berdua di satu kasur
Pagi harinya, mereka pun pergi ke sekolah untuk melaksanakan ujian berikut nya, dan Zen juga pergi ke sekolah, mereka saling berpas-pas an dan bertatapan namun mereka bertiga tidak menyadari satu-sama lain
"(tadi muka nya kayak familiar)" ucap Zen yg kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah Rio
"(ganteng bgt tadi gilaa, mirip Zen bgt cuyy)" ucap Alexia yg tersipu karna tiba" memikirkan Zen
"(jamet...)"
Ujian pun di mulai, semua orang menjalankan ujian mereka dengan gampang, setelah ujian selesai, Zen dan Rio memutuskan untuk jalan" dan sekalian pergi ke rumah irin
Clekk
"haloo?, ada orang di rumah?" ucap Rio yg kemudian langsung terjatuh karna melihat irin terkapar di lantai rumah nya
Zen pun melihat-lihat kondisi sekitar, dan dia melihat Bekas-bekas kapsul kecil di dekat sana
"apa ini?" ucap Zen sembari menunjuk kan kapsul itu ke Rio
Rio pun melihat kapsul itu, dan menyadari bahwa di dalam kapsul tersebut terdapat irin yg berteriak memanggil di dalam nya,"Hei!!!! Buka kapsul nya!!!!" ucap irin yg terdengar kecil karna tubuhnya yg mengecil
Rio pun membuka kapsul itu, dan tubuh irin yg terkapar tiba-tiba terbangun dengan nafas yg tidak stabil
Hoshhh
Hoshhh
"tenang bro tenang, apa yg terjadi?"
"ibu ku.... Di culik anak kecil!!"
Ha?
Irin pun menjelaskan kalau tadi, ketika dia hendak memberi makan ibu nya, tiba" pintu di buka kencang, irin mengira kalau itu adalah Rio yg datang untuk bermain, namun ternyata itu adalah orang asing yg kemudian langsung memukul perut irin sampai irin terkapar
"ambil jiwa nya doang ya buk?" ucap anak kecil tersebut yg kemudian mengarahkan tangan nya dan menggenggam nya, kemudian memasukkan nya ke dalam kapsul kecil
Anak kecil tersebut pun melihat isi di balik pintu yg hendak di masuki irin, dan melihat ibu irin, bocah tersebut pun tersenyum lebar dan memberitahukan rencana nya kepada seseorang di dalam telepon nya
Seseorang tersebut pun menyetujui ide bocah itu, dan bocah itu pun memasukkan jiwa ibu irin ke dalam kapsul yg lain
Irin yg marah besar pun mengaktifkan Frasta nya, membuat kapsul nya terjatuh, namun stidak di sadari oleh bocah itu
"ooouh jadi begitu, apa kau tau dimana mereka berada?" ucap Zen yg sedang menenangkan hati irin
"aku tidak tau, tapi yg pasti mereka tidak akan jauh dari sini" ucap irin yg kemudian mengambil baju di lemari nya
"nih"
__ADS_1
"ha? Buat apa ini, ngapain pake jaket segala" ucap Rio yg kebingungan tiba² di kasih jaket
Clekk
"ayo kita selamatkan ibu ku" ucap irin dengan senyum kecil dan tatapan tajam nya
"emang kamu tahu di mana mereka berada?"
Irin pun melihat-lihat ke sekitar nya, dan melihat jalanan di dekat sana, irin pun melihat bekas jejak mobil yg berjalan lurus dari sana, "itu pasti mereka!"
Mereka bertiga pun akhirnya mengikuti jejak mobil tersebut, Zen yg curiga karna jejaknya seperti di sengaja untuk di tebalkan pun menghentikan jalan nya, " kenapa kau berhenti Zen? Ayo selamatkan ibu irin" ucap Rio yg bingung karena Zen berhenti
"kalian tunggu lah disini, ada hal yg gk beres sepertinya" ucap Zen yg kemudian menyebrang jalan dan melanjutkan perjalanan
Rio dan irin yg bingung pun akhirnya tetap melanjutkan perjalanan mereka, mengarahkan mereka ke tempat arcade dan akhirnya mereka memasuki tempat arcade tersebut, "selamat datang tuan², ada yg bisa saya bantu?" ucap pria gagah itu sembari mengocok kartu dan tersenyum
irin yg terlanjur kesal pun langsung menghantam muka pria itu dengan tangan nya, namun langsung di hindari oleh pria itu, "apa saya melakukan kesalahan?" ucap pria tersebut dengan muka kesal
Rio pun menghampiri irin dan menenangkan nya, "maaf pak! Dia ini emang seperti ini! Mohon di maklumi ya" ucap Rio yg kemudian mengajak irin untuk pergi ke tempat bawah tanah
Rio pun me coba untuk membuka tempat bawah tanah itu, namun tidak bisa "kalian mau masuk ke dalam sana?" ucap pria itu sembari membagi kartu nya menjadi 3
irin dan Rio yg mengerti maksud nya pun mengikuti apa yg di maksud dengan pria itu, irin dan Rio pun mengambil kartu mereka, dan bersiap untuk bermain
"apa yg akan kau taruhkan?" ucap pria itu sembari tersenyum
"yg di taruhkan? Maksudnya?" ucap Rio yg kebingungan dengan perkataan pria itu
"kalau main kartu ya pasti ada taruhan nya lah!!!" ucap pria itu sembari menghantam kan tangan nya ke meja
"kita keluar aja Rio, orang ini aneh"
Mereka berdua pun mencoba untuk keluar, namun ketika mereka berdiri dari tempat duduk mereka, ada beberapa mahkluk berbadan besar yg menghalangi jalan mereka, "apa-apaan ini??!?!" ucap irin yg kesal dengan hal itu
"santay aja dong.... Jadi, apa yg akan kau taruhkan?"
"jika aku menang, aku akan mengambil apa yg kau taruhkan, dan jika aku kalah, aku akan memberikan kekuatan ku dan membuka kan pintu itu, ingin bermain?
Mereka berdua pun kembali ke tempat duduk nya, Rio terdiam sejenak, dan akhirnya memutuskan "aku mempertaruhkan mendali emas ku!" ucap Rio dengan suara lentang
Hahh
Hahahahhahahahahag
Pria tersebut pun tertawa dengan sangat keras, "taruhan emas? Ya gk bisa lah!!!!"
"apa maksud nya gk bisa?, emang yg harus di taruh kan itu apa?" ucap irin yg sedang melihat-lihat kartu nya
"ya nyawa dong... Biar gw gk rugi juga" ucap pria tersebut dengan senyum lebar nya
Kemudian mahkluk" yg ada di belakang Rio dan irin pun memukul Rio dan irin dengan keras dari belakang, mengubah jiwa mereka menjadi gelembung"
"taruhan nyawa kalian aja gmn?" ucap pria tersebut yg kemudian mempertaruhkan nyawa nya juga
Rio pun tidak setuju jika nyawa nya di taruh kan, begitu juga irin yg tidak terima dengan taruhan itu
"lagi pula, emang aku percaya dengan gelembung-geoembung itu?" ucap Rio yg sedikit tidak percaya dengan kekuatan pria itu
Pria itu pun melihat lalat yg terbang di sekitar nya, dan langsung mengubah jiwa lalat itu menjadi gelembung, dan langsung meledakkan nya
Seketika lalat tersebut mati, dan membuat Rio dan irin terkejut, "inilah.... Kekuatan 'Frasta' ku" ucap pria itu yg kemudian memperkenalkan diri sebagai Hitman
"jadi.... Ingin bermain?"
Irin dan Rio pun akhirnya menjalan kan permainan itu, namun irin minta untuk di kocok ulang kartu nya, khawatir jika Hitman melakukan kecurangan
Hitman pun mengocok kartu nya lagi, dan membagikan kartunya lagi, tapi tidak di sangka" kartu yg di dapat adalah kartu yg sama sebelum nya
Hitman pun tersenyum lebar melihat reaksi irin dan Rio yg terkejut tidak main
BERSAMBUNG......
__ADS_1