
Setelah kejadian itu, Zen dan rio pun menjadi teman dekat, dan Rio menjadi satu satu nya teman yang di miliki oleh Zen, karna orang² yg ada di sekolahnya takut untuk mendekati Zen, karna mereka takut dengan Rio dan tidak mau berurusan dengan teman Rio
"oy, pr yg kemaren udah gk lu?" ucap Zen sembari menaruh tasnya ke meja nya
"lah emang ada pr?" ucap Rio yg sedang kebingungan
Zen pun memegang kepalanya, tak disangka memiliki teman yg pelupa, "ya ada lah, brengs*k" ucap Zen yg kesal terhadap Rio
"bejir, lu kok gk bilang sih??" ucap Rio yg marah karna tidak di beritahu tentang pr tersebut
"kemaren kan udah di tulis di papan Segede gaban itu blog, lu aja yg tidur bang*e" ucap Zen yg kesal dan kemudian mengerjakan pr nya sendiri
"tch khawatir bgt dah, pr doang gk bakal ngaruh ke nilai rapot" ucap Rio yg sedang melihat-lihat di balik jendela
"hah? Gk ngaruh kata lu?" ucap Zen yg kemudian mengomeli Rio
Samar² Rio melihat Alexia yg sedang berjalan di koridor sekolah, Rio pun terpanah dengan kecantikan Alexia, dan akhirnya Rio bertanya tentang Alexia kepada Zen, "oi bro, lu kenal dia gk?" ucap Rio sembari menunjuk ke arah Alexia
"mana?..... Gk ada kocak, gaje bet" ucap Zen yg kesal dan merasa sedang di bohongi
"sumpah tadi ada gila, dia tiba² menghilang gitu aja!!" ucap Rio yg menjelaskan ciri-ciri dari wanita yg dia lihat
*hacuuh*
"lagi pilek kamu alexia?" ucap Yue yg khawatir dengan keadaan Alexia
"enggak kok non, keknya ada yg ngomongin saya" ucap Alexia sembari mengusap hidung nya
"ooouh begitu"
Kelas pun di mulai, wali kelas dari kelas Zen dan Rio memberitahukan kalau salah satu dari mereka menjadi top 10 di ujian bulan depan, mereka akan mendapatkan hadiah yg bagus, "jika kalian menjadi top 10 ranking di ujian bulan depan, bapak akan liburkan kalian semua ke pantai!" ucap sang guru yg ingin memberi semangat kepada murid² nya
"Halah, omong kosong doang, paling nanti hadiahnya di ambil sendiri" ucap Rio yg sedang menggerutu karna kesal tidak dapat memperlihatkan wanita yg barusan dia lihat
Rio pun diam sejenak, dan kemudian berpikir, "kalo gw jadi top10, bisa jadi populer, dan bisa membuat dia tertarik" ucap Rio dalam benak pikirannya
"jangan mimpi ya bg*t" ucap Zen sembari menertawakan pikiran Rio
"hah? Lu ngomong apaan dah?" ucap Rio yg terkejut sejenak, melihat Zen bisa mendengar isi hatinya
"lah? Lu tadi gk ngomong sesuatu?" ucap Zen dengan kebingungan
"kagak lah, daritadi aja gw diem doang" ucap Rio sembari menenangkan hatinya
Zen pun berdiam sejenak, dan sadar jika dia bisa mendengar isi hati seseorang, " t-tidak mungkin" ucap Zen yg terkejut dengan apa yg baru saja terjadi
Zen pun berdiam sejenak, dan berhasil menenangkan pikiran nya
"ya sudahlah,tujuan gw sekarang adalah menjadi yg terbaik!" ucap Zen sembari menggenggam tangan nya erat-erat
"apaandah, mimpi lu bocah!" ucap Rio yg menertawakan ucapan Zen
"hah? Bocah? Kita aja seumuran bego!" ucap Zen yg terheran² dengan ucapan Rio
"Hei yg di belakang sana, jangan berbicara sendiri!!" ucap guru terhadap Zen&Rio karna terlalu berisik
"baik pak...."
Setelah di beritahukan, apa saja yg akan di dapat jika menjadi top 10, para murid pun antusias untuk meraih top 10
"oh iya, bapak lupa memberitahu kan, murid2 di sekolah ini berjumlah 3000 murid, karna itulah alasan kenapa top 10 akan mendapatkan hadiah" ucap sang guru yg tersenyum karna ambisi murid² nya
"hah? 3000 murid?, mana bisa lah kita c*k!"
"3000 murid ya ..... Baiklah, aku akan belajar dengan sungguh²!" ucap Zen yg bersemangat untuk melawan murid² pintar di sekolah nya
Disisi lain, di tempat Yue&Alexia, para murid² di sana sangat antusias tentang apa yg akan di dapat jika menjadi top 10, karna kelas Yue&Alexia lebih di dominasi oleh para wanita
"3 ribu murid ya..... Masih bisa lah ya!" ucap salah satu murid cewek disana
di bagian belakang, Yue yg mendengar kalau jumlah murid di sekolahnya itu berjumlah 3000 malah senang, karna berharsp ada yg bisa menandinginya(karna di SD, Yue adalah murid terpintar disekolah)
"3000?, berarti setidaknya aku harus mencapai nilai rata² sekitar 95 keatas untuk setidaknya mencapai top 10!" ucap Yue yg sangat bersemangat untuk belajar
"kalau kamu gmn Alexia?"
"saya sih belajar sebisanya aja non, masuk top 10 juga bukan prioritas saya" ucap Alexia sembari menata rambutnya
"oouh begitu ternyata" ucap Yue sambil menghela nafas karna mengira Alexia juga antusias untuk menjadi top 10
"btw non, anda sudah bertemu Zen gk?setelah kejadian perkelahian Zen dengan berandalan itu" ucap Alexia yg khawatir tentang keberadaan Zen
"tidak, aku tidak pernah melihat Zen semenjak kejadian itu, tapi aku yakin dia tidak akan pindah sekolah hanya karena hal itu!" ucap Yue sembari membulatkan tekad untuk tetap mencari Zen
"aku bahkan selalu menunggu di jendela kafe depan sekolah cuma buat mencari Zen, tapi hasilnya nihil..." ucap Yue yg gelisah
"Saya yakin kita pasti bisa menemukan Zen lagi!" ucap Alexia yg antusias untuk mencari Zen
"sepertinya kamu lebih antusias mencari Zen daripada menjadi top 10 ya;;;;;" ucap Yue yg terheran-heran dengan sikap Alexia
DISCLAIMER: Setelah kejadian perkelahian antara most, Rio, dan preman, Zen pun memutuskan untuk memanjangkan rambutnya, karna Zen tau jika di sekolahnya tidak ada aturan tentang memanjangkan rambut.
sepulang sekolah, Yue&Alexia pun pergi ke perpustakaan besar yg ada di pusat kota, berniat untuk belajar disana, sedangkan Zen&Rio, mereka belajar menggunakan buku paket yg sudah di berikan oleh para guru, mereka pun setiap pulang sekolah selalu bertemu di taman untuk belajar
"arghh.... Gk ngerti aku Zen!, gausah belajar lah aku!" ucap Rio yg kesal karna tidak mengerti tentang pelajaran yg dia pelajari
"makanya dengerin yg bener..... okelah gw bikin simple, jadi ini itu....." ucap Zen yg sedikit menyerah karena sikap Rio yg pemalas
Tiba² datang seseorang dari belakang kursi mereka, mengejutkan mereka berdua, "BWAAA!!!!" ucap pemuda itu yg dapat mengejutkan Zen& Rio
Ahhhh!!!!
"hahahaha, kalian takut?" ucap pemuda itu sembari menertawakan Zen& Rio
"siapa kamu?" ucap Rio yg kesal karna sudah di jahili
"we we, santai dulu dong" ucap pemuda itu yg kemudian perlahan² berjalan mundur dan pergi dari snaa
"jangan lari lu Bangs*t!!" Ucap Rio yg sudah terlanjur emosi
Zen yg takut Rio kenapa-napa pun mengikuti Rio yg sedang mengejar pemuda itu, mereka pun saling kejar-kejaran, bahkan pemuda tersebut bisa memanjat rumah² yg ada di sana, yg membuat Zen&Rio kesulitan mengejarnya
tepat di satu gang, pemuda tersebut yg sedang bergelantungan di antara pipa² saluran di dekat sana pun memperkenalkan dirinya, "Hahaha kalian lucu bgt, nama ku Irin!" ucap irin yang kemudian langsung menghantam muka Rio dari atas menggunakan kaki nya
"tujuanku hanya satu, yaitu menghabisi kalian berdua!" ucap irin yg kemudian mematahkan salah satu pipa saluran disana, membuat air yg di dalamnya mengenai mata Zen, yg membuat Zen tidak bisa melihat Dengan jelas
Irin pun langsung menghantam muka Zen menggunakan pipa, tapi Zen dapat menahan pipa Tersebut, di luar dugaan, pipa tersebut tiba-tiba mengeluarkan listrik dari dalam nya, yg membuat Zen pun terkejut dan langsung menjauh dari irin, "hmm?.... Apa kau kaget?" ucap irin sembari tersenyum
"inilah.... Kekuatan 'frasta' ku!!!" ucap irin yg sedang mengangkat tangan nya ke langit dengan senyum yg lebar, kemudian, Rio pun menghantam irin dari belakang, namun dapat di hindari oleh irin, dan irin langsung menyerang menggunakan pipa yg lagi-lagi mengeluarkan listrik dari dalam pipa tersebut
__ADS_1
Arghhh!!!!
Bajin**n kau!!!
Rio pun langsung menarik baju irin, dan langsung menghantamkan sikutnya, tepat di kepala irin, dan ketika irin hendak menggunakan pipa nya, Zen pun langsung menendang pipa tersebut, dan hendak menendang lengan irin, "aduh aduh, kalian sepertinya sedikit lengah ya!" ucap irin dengan senyum lebar dan langsung loncat ke atas pipa², yg membuat tendangan Zen mengarah ke Rio
"Ahahahaha, kalian harusnya tau siapa aku, aku ini irin loh!!" ucap irin yg kemudian langsung menerjang Zen & Rio, namun Zen dengan cepat membalik kan badan irin, dan di iringi dengan hantaman kuat dari tinju milik Rio, yg membuat irin terpental sampai ujung gang
Hei hei!!
Siapa itu, berani-beraninya bermain di kawasan kami!!
ucap beberapa preman yg sedang minum-minum disana
"wah maaf ya bg! Tapi aku..... Sedang sibuk nih.." ucap irin yg kemudian langsung menendang muka salah satu preman disitu, dan mengambil beberapa botol yg berisi kan air 'itu', dan langsung melemparkan nya kepada Zen & Rio, yg membuat baju mereka basah
Zen dengan cepat langsung melepas bajunya, menyisahkan pakaian dalam nya saja, "lepas baju mu Rio, dia sedang merencanakan sesuatu!!" ucap Zen yg kemudian langsung di lakukan oleh Rio, seperti ucapan Zen, irin benar² merencanakan sesuatu, yaitu irin langsung menyetrum air yg baru saja dia lempar ke Zen & Rio, "ehhh...... Kalian kok ngehindar sih" ucap irin yg kecewa karna kekuatannya meleset
"tapi kalian lucu jika hanya pakai pakaian dalam, ahahahah" ucap irin yg menertawakan Zen & Rio
Irin pun langsung berlari ke arah Zen & Rio, namun kemudian langsung di hantam kembali oleh Zen, irin yg kehilangan posisinya kemudian langsung di iringi oleh tendangan dari Rio, membuat irin hampir menabrak beberapa kabel berlistrik tinggi disana, namun dapat di selamatkan Zen yg langsung berlari ke arah irin, dan mendorongnya menjauh dari kabel³ listrik²
"kenapa kamu...... Menyelamatkan ku?" ucap irin yg terkejut dengan aksi Zen tersebut
"yahh..... akan sangat bahaya jika kepala mengenai kabel² berlistrik ini, jadi aku menyelamatkan mu" ucap Zen sembari menggaruk kepalanya karna bingung juga dengan apa yg telah dia lakukan
Rio pun menawarkan tangannya kepada irin, "Sorry bro atas tendangan tadi, lu hampir kehilangan nyawa karna hal itu" ucap Rio yg kemudian membangunkan tubuh irin yg sedang terkapar karna terkejut
"kenapa..... Kalian tidak menghabisi ku?" ucap irin yg masih bingung dengan prilaku Zen & Rio
"ngapain kita ngehabisi seseorang cuy! Orang gk pada salah" ucap Rio yg menertawakan ucapan irin
"benar apa yg di katakan Rio, setiap orang pasti punya alasan di balik prilaku nya" ucap Zen yg kemudian merangkul irin
"T-terimah kasih"
Mereka bertiga pun akhirnya keluar dari gang, namun di lihatin oleh orang² di sekitar karena Zen & Rio hanya memakai celana pendek dan hanya memakai kaos dalam
"hei, mereka gk tahu malu ya? Keluar setengah telanjang begitu" ucap salah satu orang yg bisik² pada teman nya
Zen & Rio yg baru sadar akan hal itu pun langsung mengambil kembali pakaian mereka yg tertinggal, namu hasil nya nihil, karna pakaian mereka sudah tercampur dengan bau minum-minuman disana, "Ahh!! Aku minta maaf tentang hal itu, kita bisa pergi ke tempat inggak ku di dekat sini! Kalian bisa meminjam beberapa pakaian ku sebentar!" ucap irin yg merasa bersalah dengan sikap dia sebelum nya
mereka pun pergi tempat tinggal irin, dengan melewati gang itu, tapi karena beberapa preman yg tadi irin hantam, mereka pun berniat untuk membalaskan dendam nya kepada mereka bertiga.
"Hei bocah, tadi kita cuma sedikit, kalau begini gimana?" ucap salah satu preman sambil membawa senjata tajam
"wah gawat...."
Sekitar 20 an orang ya?
Irirn pun langsung merobek baju salah satu preman tersebut, dan tak terduga, robekan baju tersebut berubah menjadi Anjing besar yg seketika itu juga menerkam leher salah satu preman itu, yg membuat preman lain pun reflek memukul anjing Tersebut
BUNK!!
Ketika preman itu memukul kepala dari anjing itu, tak di duga anjing tersebut tiba² meledak, menyemburkan listrik yg besar dari dalam tubuhnya, membuat beberapa preman pingsan dalam sekejap
"maaf ya paman, tapi kami sudah kedinginan nih..." ucap icip yg sedang mengangkat kepala salah satu preman, dan langsung melemparkan nya ke preman lainya, membuat preman itu terjatuh, dan langsung di iringi oleh tinju dari bawah oleh Rio
Tiba² dari belakang, para preman pun memukul kepala Rio
BUNK!!
Tapi serangannya tidak mempan, karena Zen dengan cepat menangkis serangan tersebut, dan langsung menarik rambut preman itu, dan langsung menghantamnya ke tanah, "dingin uy....." ucap Zen yg kemudian mengambil salah satu jaket yg di miliki oleh preman itu, melihat kebrutalan mereka bertiga, para preman yg tersisa pun pergi dari sana, dan ber kata "Awa saja kalian Bangs*t!!!" uca salah satu preman yg langsung berlari keluar dari gang itu
Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan nya, dan akhirnya mereka sampai di tempat tinggal irin
*cklek*
"Irin pulang! " ucap irin yg membuka pintu dan langsung berjalan ke lemari baju nya
"hmm, kecil juga ya" ucap Rio yg melihat-lihat kondisi rumah irin
"jangan gitu Rio! Gk sopan ngehina rumah orang" ucap Zen yg kemudian langsung menutup mulut Rio dengan jaket yg dia bawa
"gapapa kok Zen, aku juga tau kalau rumah ku kecil" ucap irin yg sedang mencari baju-baju nya, "nahh, nih!" ucap irin sembari memberi Rio dan Zen baju nya
Uhukk
uhukkk!!!
"hmmm? Apa itu" ucap Rio yg kemudian membuka salah satu pintu yg menghasilkan suara aneh tersebut
"i-ini?!?!?.... ada orang disini" ucap Rio yg kemudian menjaga jarak dari irin karena curiga dengan irin
"ini.... Apa maksudnya ini irin?" ucap Zen yg keheranan karna ada seseorang yg terkapar di lantai
"oouh... Beliau adalah ibu ku" ucap irin dengan santai
Uhukk
uhukk!!!
Zen yg tidak tahan pun langsung menghampiri ibu irin tersebut, namun langsung di cegah oleh irin, "maaf aja nih Zen, tapi ini berbahaya" ucap irin sembari berusaha menutup pintu itu kembali
*Slashh*
Irin!!
Ibu irin tersebut men cakar punggung irin sampai keluar dar*h, "maaf ya Bu, irin akan tutup lagi pintu nya!" uca irin yg langsung menutup pintu itu
"kau tidak apa-apa?" ucap Zen yg langsung menghampiri irin karna melihat dar*h menetes di punggung irin
"aku tidak apa-apa kok Zen"
"kenapa beliau seperti itu kepada anaknya sendiri?" ucap Rio yg kebingungan dengan hal yg terjadi barusan
"ibu ku mengalami kesulitan untuk melihat, dan dari dulu.... Beliau adalah orang yg sangat sensitif, itulah mengapa beliau menyerang saya" ucap irin yg sedang menahan air mata nya
"tapi walau beliau sensitif, beliau tidak akan menyerang anaknya sendiri, hanya saja ..... Karna beliau kesulitan dalam melihat, sampai-sampai beliau tidak mengenali anaknya sendiri"
Zen dan Rio pun merasa simpati kepada irin, "ayo kita keluar, aku tau tempat yg enak untuk makan²!" ucap Rio yg kemudian merangkul irin
Mereka berdua pun makan di suatu kafe, di tengah-tengah makan, Zen pun bertanya "btw.... Kamu kenapa menyerang kita berdua?" ucap Zen yg kemudian menghentikan makanya
"iya juga, aku juga masih bingung tentang hal itu" ucap Rio yg masih memakan makanan nya
"ahh, aku sungguh minta maaf akan hal itu"
"seperti yg kalian lihat tadi, ibu ku sedang mengalami penyakit yg cukup langka"
__ADS_1
"sebenarnya aku sudah pernah membawa beliau ke dokter ahli, tapi kata dokter, ibu ku mengalami penyakit yg terakhir terlihat 80 tahun lalu,yang membuat obatnya sudah tidak di produksi"
"di suatu malam, ada seseorang yg menghampiri ku, dia berkata: 'hei nak, aku bisa menyembuhkan penyakit ibumu, tapi kamu harus bekerja dengan ku', seperti itulah yg dia katakan" ucap irin yg kemudian menyeruput minumannya
"Jadi dialah yg menyuruh mu untuk menyerang kita?!?" ucap Rio dengan nada marah
"aku hanya disuruh untuk menyerang Zen, tapi berhubung ada kau.... Jadi aku menyerang kalian berdua" ucap irin yg masih merasa bersalah
"kenapa dia menyuruhmu menyerang aku?" ucap Zen yg kebingungan dengan perkataan irin
"aku tidak tahu pasti, tapi.... Dia bilang kalau kamu(Zen) itu adalah ancaman bagi dia" ucap irin yg kemudian melanjutkan makannya
"ancaman?..... Sepertinya aku tidak melakukan apapun di negara ini" ucap Zen yg masih kebingungan dengan hal yg terjadi
Setelah menghabiskan makanan nya, mereka bertiga pun kembali ke taman, dan Zen meminta irin untuk mengajari Rio, sementara, Zen akan belajar sendiri
"mengajari Rio? Itumah mudah bgt!" ucap irin yg antusias untuk mengajari Rio
"haha..... Yg betah ya!" ucap Zen yg khawatir dengan reaksi irin selanjutnya
Tak di duga-duga, ternyata penjelasan dari irin dapat masuk ke otak Rio dengan mudah, "oouh, ternyata kek gini toh!" ucap Rio yg tercegang dengan pelajaran dari irin
"mudah kan? Yg inimah tinggal di giniin"
"gila..... Rio langsung mengerti?" ucap Zen yg terkejut dengan irin dan Rio
Mereka pun melanjutkan belajar mereka, sampai malam pun tiba, "gila!!, dalam waktu 2 jam, aku sudah mengerti isi buku ini!" ucap Rio yg kemudian pamit untuk pulang kerumah nya
"besok-besok ajarin aku lagi ya irin!" ucap Rio sembari merangkul irin
"baiklah!!! Aku pulang duluan ya Zen!" ucap irin yg kemudian meninggalkan Zen di tengah taman
"baiklah, ayo kita pulang" ucap Zen yg kemudian pergi ke rumahnya melewati jalanan yg sepi, Zen adalah bukan tipe orang yg takut dengan hantu, tapi Zen tau, kalau ada yg mengikuti nya dari belakang, "Siapa disana!!" ucap Zen yg langsung melakukan kuda-kuda, karena mendengar suara langkah kaki di dekatnya
"Wee Wee Wee, tenang dong!! Ini gwe most" ucap most yg muncul dari balik kegelapan
"lu bikin gw was-was aja!" ucap Zen yg kesal dengan prilaku most
Haha, maap²!
"ada urusan apa kau disini?" ucap Zen yg masih bingung dengan prilaku most
"kau tadi melawan irin kan?" ucap most yg tersenyum kepada Zen
"k-kenapa kau bisa tahu?" ucap Zen yg kemudian langsung menjaga jarak dari most
"tenang aja kali, lu pasti kaget pas ketemu irin kan?" ucap most yg kemudian merangkul zen
"oouh itu.... Sejujurnya aku juga kaget, maksud dari 'Frasta' yg di ucapin irin itu apa..." ucap Zen yg masih merasa tidak enak karna dekat² dengan most
"oouh itu, aku akan menjelaskannya di perjalanan, jadi ayo kita jalan dulu"
Di perjalanan pun most menjelaskan jika 'Frasta' itu adalah sisa jiwa yg terjebak dari tubuh seseorang ketika mereka baru di lahirkan di bumi, umumnya para frasta akan pergi ke suatu tempat yg tidak tahu dimana, sebelum mereka kembali ke tubuh mereka lagi untuk menyempurnakan jiwa yg ada di dalam nya
"jadi frasta itu jiwa seseorang yg tersisa ketika kita di lahir kan?"
"betul sekali! Kau cepat mengerti rupanya" ucap most yg kemudian mengelus-elus rambut Zen
"Apaandah kau Bangs*t, jangan pegang-pegang!!" ucap Zen yg jijik dengan prilaku most
sorry²
Di tengah perjalanan, mereka berdua di kepung oleh orang-orang yg memakai jas hitam, Zen yg kebingungan dengan hal yg terjadi pun bertanya kepada most,"ada apa ini? Siapa mereka itu?" ucap Zen yg kemudian langsung di peluk oleh most, "gw bakal menjelaskan hal ini nanti, jadi kita lari dulu!" ucap most yg kemudian langsung berlari ke dalam gang sempit bersama Zen
Orang-orang berjas hitam itu pun langsung menembaki mereka berdua dengan pistol, dan mereka pun mengikuti Zen dan most yg memasuki gang
Di dalam gang Zen dan most pun berusaha menghindari semua tembakan itu, namun kakiost trkena salah satu tembakan dari pistol itu, yg membuat most kesulitan untuk berlari, di ujung gang, most pun melempar tubuh Zen ke atas tembok gang, menyuruh Zen untuk lari dari sana,"Tetap hidup di luar sana bocah, kalau kau mati.... Dia akan marah" ucap most yg kemudian langsung di kepung oleh orang-ornag berjas hitam
Zen yg terlempar sampai keluar gang pun melihat bercak dar*h yg terlihat di langit-langit gang itu, Zen yg ketakutan dengan hal yg terjadi pun berusaha melarikan diri dari sana, namun dia segera di kepung menggunakan mobil-mobil yg isinya orang-orang berjas hitam yg kemudian langsung mengeroyok Zen, Zen pun mau tidak mau harus melawan mereka
Zen pun menjatuhkan salah satu dari orang berjas itu, dan mengambil pistol yg di pegangnya, mengarahkan ke salah satu orang berjas hitam, membuat beberapa dari mereka berdiam di tempat
namun, dari belakang, ada yg memukul kepala zen dengan pipa, membuat Zen terkapar di atas tanah, dan langsung di hajar oleh orang-orang berjas hitam itu
Zen yg sudah tidak tahu mau melakukan apa, akhirnya dia pun memikirkan semua orang berjas hitam yg ada di sana mati dengan sekejap
"m-mati...." ucap Zen yg sudah tidak bisa berdiri lagi
Semua orang berjas hitam di sana pun langsung mati di tempat, tanpa terkecuali, akhirnya Zen pun berdiri dan berusaha membersihkan bajunya
Namun tiba-tiba ada satu mobil panjang yg berhenti di tempat Zen tersebut, daru dalam mobil, ada wanita yg keluar dari pintu mobil tersebut," maaf nak, tapi hidup berakhir disini" ucap wanita tersebut sembari menembaki kepala zen dengan pistol
Dooor!!!
Zen pun terjatuh, dan wanita itu kembali memasuki mobilnya," tugas saya sudah selesai pak, orang yg gugur berjumlah 47 orang" ucap wanita Tersebut yg berbicara dengan seseorang di dalam telepon
Wanita Tersebut pun meninggalkan tubuh Zen disana, bersama dengan mayat² dari orang-orang berjas hitam lainy
Tak di sangka-sangka, Zen pun kembali berdiri setelah kepala nya di tembaki oleh pistol, dan bekas tembakan tersebut langsung menghilang karna regenerasi yg sangat cepat,"aduduh..... siapa mereka itu? sepertinya aku harus berhati-hati mulai sekarang" ucap Zen yg kemudian berjalan menuju rumahnya dengan jalan yg ling-lung
di pagi harinya, siaran berita menyiarkan kalau kemarin malam, terdapat setidaknya 63 orang meninggal di satu tempat yg di antaranya berupa 46 laki-laki dan 17 wanita yg meninggal di satu tempat, yaitu gang yg kemaren di lewati oleh Zen dan most
Semua mayat yg mati di sana setidaknya 47 orang mati karna alasan yg tidak di ketahui, dan 16 orang mati karna kehabisan dar*h
Tentu saja itu membuat warga-warga di sekitar sana menjadi ketakutan dan akhirnya sekolah pun di liburkan selama 1 Minggu karna peristiwa tersebut
"hahaha asik!! Libur 1 Minggu!" ucap Rio yg kegirangan karna mendengar kabar itu
Zen pun hanya diam, karna dia tahu, kalau dialah yg menjadi dalang dari terbunuhnya orang-ornag yg ada di berita itu
"kenapa lu diem doang Zen? Gk seneng ku ada libur?" ucap Rio yg kebingungan dengan sikap Zen
"ah tidak, aku hanya sedang memikirkan sesuatu" ucap Zen sembari senyum kecil kepada Rio
Akhirnya mereka berdua pun pulang dari sekolah, dan bertemu kembali di taman, untuk belajar pada irin "oi, les ku ini tidak gratis tau!" ucap irin yg sedang mencari cuan tambahan
"emang kamu mau berapa?" ucap Rio sembari melihat isi dompetnya
"aku tidak mau uang!!, kemaren malem aku liat mesin arcade di dekat sana! Tapi ketika aku inun memainkan nya, uang ku kurang untuk menyewa satu mesin arcade!" ucap irin yg kesal karna hal itu
Oalah....
"setelah kita belajar, kita akan pergi ke tempat arcade yg kau maksud, aku yg akan bayar" ucap Zen dengan tersenyum dan tertawa kecil karna tingkah irin
di tengah-tengah belajar, Zen pun bertanya,"kamu udah lulus sekolah ya irin? Kok mahir bgt ngajarnya" ucap Zen yg tercengang dengan sistem belajar dari irin
"sebenarnya aku sudah tidak sekolah semenjak lulus sekolah dasar karna penyakit ibu ku, tapi aku tetap membeli buku-buku pelajaran sekolah dan membaca nya ketika sedang ada waktu luang" ucap irin yg tertawa dengan ucapan Zen
Ouuh, begitu...
__ADS_1
mereka pun melanjutkan belajar nya, sampai ujian semester ganjil pun di mulai