Frasta

Frasta
eps 7 -penyelamatan 2-


__ADS_3

Hitman pun memberitahu kan seperti apa cara kerja dari permainan yg akan mereka main kan, "cara bermain nya cukup sederhana,setiap kartu yg kita dapatkan akan di susun menyerupai tangga"


"juri akan mengambil kartu, dan menaruhnya di tengah² meja, jika kamu punya kartu yg lebih tinggi daripada yg di taro oleh juri, maka kau harus menaruhnya"


"jika kamu punya kartu yg kecil, maka cara menggunakan nya adalah dengan mendapatkan 2 turn"


"cara mendapatkan 2 turn sendiri, adalah jika kamu berhasil menaroh 2 kartu yg lebih tinggi secara berturut², oiya, jika kamu mendapatkan 2 turn, kamu bisa memilih untuk siapa yg akan melakukan turn selanjutnya, dan setelah 2 turn, maka jika seseorang yg kamu pilih dapat menaroh kartu kecil sebanyak 8 kali! Maka dia akan selamat"


"dan satu hal lagi... Kalian, bisa berbagi kartu loh!, aku ini orang baik, jadi aku kasian kepada kalian"


"jika kamu dapat menghabiskan kartu mu, aku akan kalah, dan sebalik nya, maka kalian akan mati" setelah mengucap kan hal itu, Hitman pun menyeruput kopi nya


*slurrp*


Irin dan Rio yg hanya mengambil hal sebagian yg di jeaskan pun, mereka berdua pun melihat kartu mereka masing², kartu milik Rio lebih banyak berupa kartu besar daripada kecil, sedangkan irin hanya punya kartu As dan sisanya hanya berupa kartu kecil saja


"ambil kartunya" ucap Hitman kepada sang juri


Sang juri pun mengambil kartu yg sudah di tata, namun sang juri malah mengambil kartu paling bawah, membuat irin curiga dan langsung memegang tangan juri, "kau sedang apa?, ambil lah dari paling atas" ucap irin yg mulai muak dengan trik² milik Hitman


Hitman pun serontak berdiri dari tempat duduk nya, "ha... Huahhhhh!!!! K-kau.... Bisa menyentuh 'frasta' ku?"


"HM? Emang pada awalnya para 'frasta' memang tidak bisa di sentuh ya?" ucap irin yg kebingungan dengan sikap Hitman


Hitman pun kembali ke tempat duduk nya, dan Hitman pun baru sadar, jika setiap Frasta user bisa menyentuh bentuk Frasta orang lain, yg merupakan manifestasi jiwa user


Sesuai dengan keinginan irin, juri pun mengocok kembali kartunya, dan mengambil kartu dari atas, sang juri pun menaruh kartu di tengah" meja, dan membalikkan kartu nya


Kartu yg keluar adalah kartu 10 Clover, mereka bertiga pun bersuit untuk mengetahui siapa yg akan memulai duluan


Suit pun di lakukan, dan Rio menjadi giliran pertama, Hitman kedua, dan irin terakhir


Rio pun memutuskan untuk meletakkan kartu yg lebih besar, karna Rio mengingat kalau kartu yg di miliki oleh irin lebih dominan dengan kartu kecil, dan Rio memutuskan untuk mendapatkan 2 turn terlebih dahulu, agar irin bisa menghabiskan kartu kecil nya


Hitman pun langsung menaru kartu nya, dan ketika giliran irin, irin pun bertanya "jika tidak ada kartu yg lebih besar gmn?"


"mau tidak mau kau harus mengambil kartu yg sudah di siapkan di samping itu, sampai setidaknya kamu mendapatkan kartu yg lebih besar"


Irin pun mengambil kartu satu per satu, namun kartu yg dia dapatkan hanya berupa kartu angka saja, 'apa-apaan ini?' ucap irin di dalam hati nya


'hehe, mereka sepertinya belum menyadari kekuatan Frasta ku, Frasta ku bisa mengubah sesuatu sesuai keinginan ku tanpa ada halangan, itulah mengapa aku mengubah semua kartu besar yg ada di atas, menjadi berada di paling bawah'


'memaksa mu untuk menghabiskan kartu suply, aku pintar banget sih...' ucap Hitman dari dalam hati, sembari menertawai tindakan irin


Rio yg mengetahui ada yg tidak beres pun akhirnya ber alibi ingin merenggangkan badan nya, Rio pun berdiri dan merenggangkan badan nya, dan Rio sengaja mengarahkan dengan tepat pada tumpukan kartu suply tersebut, membuat kartu tersebut berantakan, dan irin punya kesempatan untuk mengambil kartu" yg berada di bawah


"hei!! Kau sengaja ya!" ucap Hitman dengan nada kesal nya


"ah, maaf²!! Aku akan diam sekarang"


Juri pun mengambil kartu" yg berantakan tersebut, dan kembali mengocok nya


Irin pun menaroh kartu yg lebih tinggi daripada yg di letakkan oleh Hitman, Rio pun menaroh kartu AS nya dan memilih irin untuk melanjutkan turn, irin pun menaroh kartu² kecil nya, namun kartu kecil nya hanya ada 6, membuat dia tidak dapat melanjutkan giliran nya


"sekarang giliran ku kan?" Hitman pun langsung menaroh kartu² besar milik nya, sampai kartu nya tersisa 2


Irin dan Rio pun was-was melihat kartu Hitman yg sudah tinggal 2, sedangkan kartu Rio tersisa 8, dan irin tersisa 10, irin pun mengalihkan pandangan nya kepada satu jendela, dan ketika dia melihat kembali kartunya, alangkah terkejutnya irin, karna melihat semua kartu milik nya yg awalnya besar,menjadi kecil


"apa-apaan ini!?!?" irin pun langsung membalikkan badannya, menatap ke arah juri, dan langsung menyetrum nya menggunakan tangan nya yg teraliri listrik, "hei² tenang dulu dong, knp kok marah begitu?" ucap Hitman dengan senyum kecil nya


"bisa kau pindah kan mereka?, aku merasa tidak nyaman jika mereka berada di belakang ku"


"emang knp? Mereka tidak gigit kok..."


Irin pun langsung menggenggam baju Hitman, dan melototi matanya "Licik banget trik mu brengs*k!!", Hitman pun hanya merespon nya dengan senyum kecil, namun langsung di hantam oleh tinju irin sampai terlempar ke bawah lantai

__ADS_1


Hitman dengan tenang pun kembali ke tempat duduk nya, "mungkin kau hanya menggigau... Tenanglah" ucap Hitman yg kemudian menyuruh Rio untuk melanjutkan gilirannya


Dalam benak pikirannya irin, irin sadar ada hal yg tidak beres, kemudian irin pun berbisik kepada Rio 'tutupi kartu mu', mendengar arahan irin, Rio pun menutupi kartunya dengan tubuh nya, membuat Hitman terkejut dengan sikap mereka berdua


Rio pun mendapatkan 2 turn lagi, dan dia memutuskan untuk memberikan giliran selanjutnya kepada irin, dan akhirnya irin meletakkan semua kartu kecilnya, namun irin kembali berputus asa karna kartu kecil nya hanya ada 7, "S-sialan.... padahal tinggal sedikit lagi"


Hitman pun menertawakan irin, "sayang bgt ya hahaha, namun kalian belum sadar, aku dapat 2 turn loh...."


Rio pun kembali mengecek kartu" yg sudah di letakkan oleh mereka, dan Rio menyadari kalau Hitman sedari tadi hanya meletakkan kartu besar, dengan kata lain Hitman sebenarnya sudah bisa menang dari awal


dan Hitman hanya sedang bermain" dengan mereka, Rio pun kemudian panik setengah mati, menyadari apa yg akan Hitman lakukan selanjutnya, Rio pun menatap ke arah bawah, dan menceritakan ceritanya dengan suara yg kecil


Walau suara nya kecil, Hitman mendengarkan ceritanya dengan serius, dan Hitman menyadari jika cerita Rio itu sangat sama persis dengan kehidupan Hitman ketika kecil, "kau.... sama seperti ku rupanya, masa lalu kita sama, namun masa depan kita berbeda...."


Hitman pun teringat dengan anak" muda yg sering datang ke arcade nya, dan mereka sering pulang malam hanya untuk bermain game" di dalam nya, sampai² mereka di marahi oleh orang tua mereka


Hitman yg menyadari jika Rio adalah anak yg baik pun teringat dengan cita-cita rekan kerja nya yg ingin membuat semua anak di Prancis menjadi anak yg tidak bergantungan dengan game


menyadari jika masa depan Rio sangat cerah, Hitman pun menggenggam tangan Rio dan menunduk ke bawah, "aku..... Menyerah nak..."


Rio dan irin yg terkejut pun serontak berdiri dan menanyakan motif dari hal yg di ucapkan oleh Hitman


"saya bukan nya terharu dengan cerita kamu ya nak, hanya saja bapak mengingat impian rekan kerja saya, dia menginginkan agar negara ini menjadi negara yg memiliki generasi yg baik, dan kalian adalah salah satu nya"


'tadi aku sudah memukul nya, dan dia bilang kita berdua baik?' ucap irin dalam hati nya sembari heran


Hitman pun membuka laci di meja tersebut, memberikan botol kecil yg hanya berisikan sirup, "minum lah jika kalian butuh, dan jangan sampai ini jatuh ketangan siapapun selain kalian" ucap Hitman yg kemudian memberikan botol itu kepada Rio


"bisa kau buka pintu nya?"


"Oiya"


Hitman pun memencet tombol yg berada di bawah meja nya, dan kemudian pintu menuju bawah tanah terbuka, "untuk apasih kalian kesana, toh di bawah sana hanya berupa tape² buangan"


"kalian.... Jangan sampai mati ya" ucap Hitman dengan suara kecil, berharap tidak ada yg mendengarkan nya


Irin dan Rio pun akhirnya memasuki ruangan bawah tanah itu


Disisi lain, Zen pun memasuki suatu gang, dan disana dia hanya menemukan jalan buntu, Zen pun melihat-lihat sekitar nya, dan Zen melihat tuas kecil, tanpa pikir panjang Zen pun menarik tuas tersebut


*Dreeetttttttt*


Sebuah pintu yg sangat mirip dengan tembok-tembok di sekitar nya pun terbuka, membuat Zen cukup terkejut namun Zen pun langsung memasuki ruangan tersebut


Di dalam, Zen di sambut oleh 2 orang wanita, yg menanyakan seperti apa tipe wanita yg di sukai Zen, Zen yg bingung pun menanyakan tempat apakah ini


"HM? Inikan tempat menyewa 'itu' dan tempat jualan minum-minuman"


Zen yg terkejut pun terjatuh, yg kemudian kembali berdiri, menolak tawaran 2 wanita itu, Zen pun menanyakan tempat bawah tanah kepada barista di sana, "bawah tanah? Untuk apa kau ke sana" ucap barista tersebut sembari membersihkan gelas2 sisa minum-minum


"aku ada urusan disana, tolong izinkan aku kesana" ucap Zen yg berusaha keras untuk meyakinkan barista yg merupakan seorang wanita


"apa kau punya surat nya?"


Zen yg kesal pun menyadari jika di bawah meja ada tombol untuk membuka suatu pintu, berfikir jika itu adalah tombol untuk membuka pintu bawah tanah, Zen pun mencoba untuk memencet nya


Barista Tersebut dengan cepat memegang tangan Zen dengan sangat erat, membuat Zen kesakitan dan langsung menghantam tubuh barista itu sampai ke botol-botol di belakang nya


"jangan pegang-pegang sembarangan" ucap barista itu yg kemudian langsung loncat ke arah Zen dan langsung menendang nya, membuat Zen pun terpental sampai ke meja-meja pelanggan


"hadirin semua nya, bagi yg sedang berada di dalam ruangan ini, harap untuk keluar dari sini secepat mungkin,,, karna akan ada pertarungan besar" ucap barista tersebut di dalam mic nya


Zen yg sadar jika barista itu tidak bisa di ajak damai pun akhirnya memasang kuda-kuda, Zen yg melihat barista itu hanya diam di tempat pun akhirnya membuat mata Zen berkedip


Dan ketika membuka matanya, barista tersebut langsung berada di depan muka Zen, dan langsung mengarahkan pukulan nya kepada Zen, Zen yg kaget pun tidak sempat untuk menghindari pukulan nya

__ADS_1


Membuat Zen terhantam ke lantai, sampai membuat lantai itu retak, barista tersebut pun langsung melanjutkan serangan nya dengan langsung menendang Zen yg sedang terjatuh, sampai Zen kembali terpe tal ke ujung ruangan, Zen pun akhirnya berusaha untuk mengucapkan kata 'mati' namun mengurungkan niatnya, karna Zen tau jika lawan nya adalah lawan yg bisa dia kalahkan


Barista itu pun menerjang dengan cepat ke arah Zen, namun kepala nya langsung di hantam oleh Zen sampai ke salah satu pot bunga disana, barista itu dengan cepat mengambil ranting bunga tersebut, dan langsung menggunakan nya untuk menyerang muka Zen


membuat mata Zen perih karena serbuk bunga yg ada di ranting tersebut, barista tersebut pun akhirnya kembali menghantam wajah Zen ke dinding


Dan ketika barista tersebut mau menendangnya lagi, Zen pun langsung memegangi kaki barista itu, "kakak namanya siapa?" ucap Zen yg kemudian langsung melempar tubuh barista itu ke langit-langit dan langsung di tendang oleh Zen sampai terpental ke ujung ruangan, belum sempat berdiri, barista itu langsung di hantam oleh pot bunga di dekat sana


Zen dengan santai pun merenggangkan tubuhnya. tapi tiba-tiba dadanya langsung di tebas oleh barista itu, "maaf ya dek, tapi kakak gk suka yg kecil" ucap barista itu sembari terus memukuli Zen, Zen pun terjatuh membuat Zen harus kabur sebentar


"Jangan kabur dong~~" ucap barista itu yg kemudian mengeluarkan sebuah durian di kantong celana nya, "ha? durian di kantong? Mana muat lah" ucap Zen yang tempat persembunyian nya langsung di hancurkan oleh durian yang di bawa oleh barista itu


"tadi kamu nanya nama ku kan? aku gk bisa memberitahu hal itu, tapi adek bisa panggil aku 'Problem', itu nama kakak dulu, hehe" problem pun langsung memegangi kepala zen dan langsung menghantamkan kepala nya ke durian yang dia pegang


Arghhhh!


Zen yang kesakitan pun di tertawai oleh problem, "kena duri durian doang nangis dek?"


Sembari memegangi kepalanya yang terluka karena duri durian, Zen langsung me-tackle problem membuat tubuhnya melayang di atas langit, Zen pun langsung memukul nya namun di halangi oleh durian yang masih di pegang problem


"Durian itu..... Dia bukan buah kan?"


Problem pun menertawa Zen, "sadar juga akhirnya kamu!!" ucap problem yang kemudian langsung melempar durian tersebut


Zen dengan reflek langsung menghindari durian tersebut, namun tiba² posisi problem dengan durian yang di lemparnya tertukar, membuat Zen kaget dan langsung di hantam oleh kursi kecil oleh problem sampai kursi itu hancur


dubraakkk!!


Zen terlempar ke tempat kasir, membuat uang² yang ada di dalam nya meledak dan berantakan, melihat Zen yang seperti sudah tidak bisa berdiri, problem pun akhirnya mengumpulkan uang² berserakan tersebut


Zen yang sudah di ambang kebatasanya pun sudah tidak bisa berkata apa-apa, matanya sudah mau tertutup, tapi sebelum tertutup Zen melihat sosok pria tinggi yang lewat di depan pintu tempat itu


Zen pun pingsan, di dalam mimpinya itu Zen hanya melihat kekosongan semata, tapi di kekosongan itu Zen samar" melihat sosok cahaya yang berbentuk tubuh manusia, yang seperti sedang bertarung. Zen yang tidak ingin membuang kesempatan untuk berlatih pun akhirnya bertarung dengan cahaya tersebut


Di dunia nyata, problem terkejut tidak main, melihat Zen berdiri diam dengan reflek problem kembali melayangkan durian nya ke kepala zen, namun hal itu tidak berefek sama sekali.


Zen memang mengalami luka, tapi luka tersebut sembuh dengan cepat. Problem yang terkejut pun langsung di hantam oleh Zen ke lantai, membuat problem was-was


Dengan cepat problem kembali berdiri, "kau... Jadi orang yang berbeda sepertinya?" ucap problem yang kemudian Dengan cepat langsung di tinju oleh Zen dari bawah, problem pun langsung membuat durian nya sebagai pelindung nya. Namun durian itu pecah karena tinju Zen. kecepatan Zen meningkat dengan pesat, membuat problem terpojok dan akhirnya....


Bruaak


Dengar suara hancurnya durian itu, problem yang belum mencerna pun langsung di tendang oleh Zen, membuat dia terlempar ke depan pintu.


Orang" yang ada di luar pun bingung, terlebih lagi mereka mendengar suara yang sangat keras di dalam sana, salah satu dari mereka pun ada yang memberanikan diri untuk membuka pintu


Cleek


Orang Tersebut pun membuka pintu, di sana dia hanya melihat Zen yang berdiri di tengah² ruangan, "apa kau tidak apa²?" ucap sang pria yg khawatir melihat kondisi Zen, Zen yg terdiam sejenak kemudian langsung menatap pria tersebut, membuat pria tersebut ketakutan setengah mati karena hal itu, pria tersebut langsung keluar dari ruangan itu


"m-monster!!!.... Ada monster di dalam sana!!" ucap sang pria yang masih ketakutan


di kerumunan orang" tersebut ada yang kemudian ke depan dan menawarkan diri, "apakah saya boleh masuk?" ucap pria tersebut yang kemudian langsung di izinkan oleh orang² disana


Cleek


Ketika pria tersebut membuka pintu, tubuh problem terlempar ke arah nya, namun tubuhnya bisa di tangkap oleh pria tersebut. Problem pun berdiri kembali, "dah lama gk ketemu nih.... 'gear'!"


"kalau di dengar lagi, namanya aneh juga ya"


"jadi.... Ini pertarungan 2vs1 sepertinya..." ucap problem yang masih was-was


"aduh-duh, melihatnya saja aku sedikit takut" ucap gear yang langsung kuda-kuda waspada


"jangan mati, gear"

__ADS_1


Pertarungan 2vs1 pun di mulai, Zen di dalam mimpinya tiba" terkejut karena muncul 1 cahaya lagi, Zen yang mengira kalau itu sengaja di lakukan oleh otaknya agar dapat melatih nya pun langsung bertarung dengan 2 cahaya itu.


Bersambung...


__ADS_2