Frasta

Frasta
eps 9 -penjelasan-


__ADS_3

Selang beberapa saat, orang tua dari Zen dan flora Kembali ke rumah dalam keadaan cemas, "Zen!! Flora!!! Aku mendapat telpon dari polisi, apakah kalian tidak apa-apa?" ucap sang ibu dengan cemas


Sang ayah yang bernama Jack, pun langsung pergi ke atas, melihat keadaan anak nya, "dimana flora!?!" ucap sang ayah kepada Zen dan Rio. "tadi sudah ku suruh untuk cepat-cepat tidur"


Sang ibu dan ayah langsung pergi ke kamar flora, dan dia melihat di ranjang flora, ranjang nya di selimuti oleh salju yang berterbangan ketika sang ayah membuka pintu. "apa yang terjadi?" ucap sang ibu dengan terkejut


Zen pun keluar dari kamar, menjelaskan paa yang sudah terjadi. "jadi maksudmu flora di rasuki oleh jin?" ucap sang ayah, Zen pun membantah hal tersebut, zen menjelaskan kalau itu bukan hanya sebuah jin di dalam tubuh seseorang


Zen juga memperjelas kembali, kalau itu di namai oleh 'frasta', suatu hal yang misterius yang berupa representasi dari jiwa seseorang. Sang ibu tak percaya dengan apa yang di katakan Zen tentang 'frasta' itu, tapi sang ayah mempercayai ucapan Zen, karna sedari kecil Zen Riska pernah berbohong kepada orang tua nya sama sekali.


"Aku..... Akan mencari tahu lebih lanjut akan hal ini" ucap Zen sembari menyakin kan kedua orang tuanya untuk tidak menceritakan kepada siapapun tentang hal ini


Kedua orangtua Zen pun meng-iyakan permintaan Zen, mereka berdua pun akhirnya memasuki kamar mereka. Dan Zen mengajak Rio untuk masuk ke kamar nya lagi


*tik*


*tik*


*tik*


Hm?


"sepertinya malam ini akan menjadi badai yg besar" ucap Rio yg kemudian langsung menutup jendela kamar Zen


[ DI KOST AN YUE DAN ALEXIA ]


"uiii, dingin euy"


Perut Alexia berbunyi, Alexia pun membuka kulkasnya, melihat tidak ada apapun di dalam sana, "arghh ayolah?!?!". Dengan perasaan kesal, Alexia pun memakai pakaian nya, membuka pintu dan pergi ke supermarket terdekat.

__ADS_1


*whussshhh*


"eh? Ada badai?, wah gw harus ambil payung nih" Alexia pun ke dalam kamarnya kembali, mengambil payung nya. Namun Alexia terheran-heran, karna setau dia, setiap kamar di beri setidaknya 2 payung di setiap kamar.


Tanpa memperdulikan hal tersebut, Alexia pun langsung pergi keluar. Di koridor dia melihat kamar Yue sedikit terbuka, merasa ada yang janggal, Alexia pun pergi untuk memeriksa.


"Nona!!! Apa anda tidak apa-apa?" ucap Alexia dengan suara yg keras. Alexia menjatuhkan payungnya, karna dia kaget hanya melihat darah di jendela kamar Yue yg terbuka lebar


"t-tidak mungkin"


Alexia dengan cepat langsung pergi ke bawa, melompati lantai" gedung, "woi nak!!! Awas jatoh" ucap salah satu ibu2 disana


tanpa memperdulikan nya, Alexia menuju ke pintu depan, dia sempat terhempas karna badai yang besar. Alexia yang kesal pun menerjang badai itu, samar-samar Alexia melihat sosok pria yg seperti memegang payung dan menggendong seseorang di atas langit.


Alexia yang menyadari jika itu adalah Yue pun langsung mengejarnya.


*Wushhh*


di tengah suara yg keras dari badai tersebut, pria yang berada di atas langit" mengucapkan sesuatu, "tidak kah kau berpikir kami berdua itu sama?"


"apa maksudnya itu?!?"


Pria tersebut pun berdiam di atas menara listrik, Alexia yang kesal pun menendang menara listrik itu, membuat pria itu terjatuh.


Dengan cepat Alexia menangkap tubuh Yue yang terjatuh, nun kulit tangan Alexia tergores karna tergesek ketika menangkap Yue.


Pria itu pun tertawa, "apa yang kau lakukan nona?!?, apa kau berpikir bisa mengalahkan ku?" ucap pria itu yang kemudian langsung menghantam tiang listrik yang terjatuh itu ke arah Alexia


Alexia yang kaget pun terpental, namun Alexia dapat melindungi tubuh Yue. "kau pasti terkejut bukan? Apakah ini kekuatan gravitasi? Apakah ini kekuatan ajaib?..... Hooo, itu semua salah!!!!, ini adalah.... 'frasta' ku"

__ADS_1


"apa maksud mu?"


"aku... sama seperti dia, dia juga bisa mengendalikan hujan, aku juga seperti itu" ucap sang pria tersebut, pria itu pun menjelaskan jika dia bisa mengatur berat suatu benda dan dapat melemparkan dengan tetesan air hujan yang di perbesar massa nya


Itulah knp pria itu bisa melempar tiang listrik tanpa menyentuh nya, "kau bisa memanggilku.... 'Rain'!!" ucap rain


Rain pun berjalan dengan pelan ke arah Alexia, menawarkan alexia untuk menyerahkan Yue. Dan jika Alexia menyerahkan Yue, nyawanya akan di ampuni.


"bagaimana? Kau bisa pergi ke suatu tempat jika kau merasa bersalah" ucap sang pria yang teta berjalan pelan ke arah Alexia


"aku.... Menolak!!" ucap Alexia yang kemudian langsung meludahi rain


"arghhhh apa-apaan ini?"


"sini kau!!!"


Rain pun berusaha untuk menggapai Alexia, namun Alexia menghindar. Alexia pun berusaha berlari menjauh, tapi tiba" Alexia merasa jika baju nya sangat berat sekali, "apa yang terjadi?"


"tadi sudah ku bilang kan? Aku bisa mengendalikan massa dari tetasan air ini, dan baju mu basah karena hujan ini"


Alexia tersungkur ke tanah, dengan cepat rain langsung menerjang nya. Namun tiba" Alexia membuka baju nya, dan melemparinya ke rain


Rian yang tidak fokus langsung di tendang kepala nya sampai membentur tembok dan tembok tersebut hancur. Alexia pun mengambil sesuatu di kantong nya


Sebuah jas hujan!!!, Alexia memakai jas hujan tersebut, "selama tidak menyerap air itu... Tidak akan jadi masalah kan?" ucap Alexia yang langsung menyerang rain


Rain pun menghindari dan terbang, "apa kau berpikir bisa menandingi ku? Hanya karna jas hujan itu?"


Alexia terdiam sesaat, melihat sekeliling nya, "aku rasa seperti itu!"

__ADS_1


[ Bersambung ]


__ADS_2