Frasta

Frasta
eps 8 -Mencurigakan-


__ADS_3

Problem & gear pun langsung menerjang Zen, namun Zen langsung memutarkan tubuhnya ke langit-langit dan langsung menghantam tubuh gear dari atas menggunakan kaki nya.


Disisi lain, problem langsung menghantam kembali Zen menggunakan durian nya, "kau mungkin kaget kok bisa durian ini ada lagi setelah kau hancurkan" ucap problem dengan senyum lebar nya


Zen yang hanya diam pun langsung menghancurkan kembali durian tersebut, membuat tangan nya terluka dan mengeluarkan darah, namun luka tersebut sembuh seketika


"regenerasi ya?, ini akan sulit untuk melukainya" ucap gear yang langsung mengeluarkan 'frasta'nya yang berupa tombak panjang, "ini itu 'frasta' kami!" ucap problem yang melompati tubuh gear dan langsung menghantam kan durian(frasta) nya ke kepala zen


Zen dengan cepat menghindar dan langsung mematahkan tombak milik gear, namun dengan cepat gear langsung menebas zen menggunakan tombak nya, "nah bagaimana? ujung tombak ku ini ada racun yang dapat memperlambat regenerasi seseorang"


Gear pun terkejut, melihat tebasanya tiba" Ter regenerasi dengan cepat, "tidak mungkin.... Racun nya tidak ber efek?" gear pun dengan cepat mengarahkan kursi ke perut Zen, Zen pun memegang kursi itu


Namun langsung di hantam oleh durian problem, dan di iringi oleh tebasan bertubi-tubi milik gear, Zen yang tidak bisa menghindarinya pun terkena semua serangan itu. Zen pun hanya berdiri, membuat problem & gear bingung, tanpa basa basi gear pun ingin menebas zen lagi


Shlaaashh


Tebasan itu di hindari oleh Zen, membuat dinding bar itu hancur, Zen dengan cepat langsung mematahkan tombak gear dengan kakinya. Gear yang kesal pun ingin langsung menghantam Zen, namun dengan cepat Zen mencekik leher gear. Problem yang panik puj langsung melemparkan durian nya, namun na-as nya Zen langsung menggunakan kepala gear untuk melindunginya


Membuat gear lah yang terluka, Zen pun melemparkan tubuh gear ke ujung ruangan, dan langsung menerjang problem, problem yang tidak memegang durian nya pun akhirnya teleport ke durian nya. Membuat Zen cukup terkejut namun langsung di terjang kembali oleh Zen


Problem pun melakukan hal yang sama, namun dengan cepat Zen langsung menerjang kembali yang membuat problem tidak bisa menghindar Dan akhirnya tumbang.


Di mimpi Zen, cahaya" tersebut dengan cepat menghilang, membuat Zen terbangun dari mimpinya, Zen pun terkejut karna melihat problem sudah tumbang dan pria(gear) yang tidak di kenal ikut tumbang juga, tidak ingin membuang waktu, Zen pun langsung pergi ke bawah tanah, di bawah dia melihat tubuh ibunya irin berada di sebuah kapsul besar


Sedang di bawa oleh beberapa orang, dengan cepat Zen langsung menghajar orang" di sana, dan membuka kapsul tersebut. Zen pun membawa ibu irin yang pingsan itu pergi ke luar bar


tapi sebelum itu Zen menaroh tubuh ibu irin, dan Zen melihat-lihat tempat di bawah tanah itu, dia pun masuk ke suatu ruangan yang isinya adalah wajah" orang yang tidak dia kenal sama sekali "gen 1.... Gen2..... Gen 3 ?? Apa maksudnya ini...." Zen pun melihat ke ujung ruangan, dan alangkah terkejutnya dia, karena melihat wajah" dirinya dan teman" nya terpajang di sana "gen 4??!?.... Apa maksud dari semua ini?"


Zen pun membuka loker yang ada di bawah foto" tersebut, dan menemukan data" dari orang yang ada di sana, di salah satu dokumen, Zen melihat tentang rencana untung memusnakan gen 4, "menghancurkan gen 4?, bukan kah itu berarti menghancurkan teman² ku?" tanpa pikir panjang Zen pun mengambil semua dokumen itu dan membawanya keluar


Diluar semua orang langsung lari karena melihat Zen yang di lumuri darah, "itu monsternya!!!, lari!!!"


Keluar gang, Zen pun bertemu Rio dan irin, "Heii!!! Zen !!!" ucap irin yang kegirangan karna melihat tubuh ibunya di belakang Zen


Irin pun langsung memegangi tubuh ibunya, dan memutuskan untuk membawa ibunya terlebih dahulu ke rumah nya, "bajumu banyak darah gitu bro... Gapapa lu?" ucap Rio yang cemas dengan kondisi tubuh Zen


"ah gapapa, tadi gw lawan orang kuat disana, ini darah² mereka"


"hahaha, kurang pinter bohong lu!"


Zen dan Rio pun memutuskan untuk pergi ke rumah Zen, untuk membersihkan diri karena kondisi tubuh Rio dan Zen sama" tidak baik.


Ting nong


Ting nong


"iya!! tunggu sebentar!!"


Clekk


"h-heeeee!!!! Tubuh kakak kenapa...." ucap flora yang panik

__ADS_1


Zen dengan tenang pun bilang kalau dia habis jatuh dari tangga, dan bilang kalau Rio sedang mengantarkan nya, Zen yang tidak ingin adeknya khawatir pun menyuruh flora untuk cepat" tidur karna sudah larut malam, "gw mandi duluan ya bro, nanti lu" ucap zen yang langsung masuk ke kamar mandi


Rio yang bosan akhirnya pergi ke ruang tamu, disana dia melihat flora bermain puzzle dan sepertinya flora tidak tau cara menyelesaikan nya, "mau ku bantu dek?"


"eh boleh om!"


"aku masih 14 dek...."


Mereka pun menata puzzle tersebut bersama", Rio juga berbasa basi tentang kehidupannya dan bertanya tentang keseharian flora, flora menyatakan kalau dia sangat senang hidup di dunia ini, dan tidak ingin berpisah dengan kakak nya.


"oi bro, gw dah selesai nih, lanjutin aja"


Rio pun Pat" kepala flora, membuat Zen jengkel dan menanyakan apa maksud dari hal tersebut, "tadi gw maen puzzle Ama dia. Btw gw nginep disini gpp kan?" ucap Rio yang kemudian langsung masuk ke kamar mandi


"setelah mandi, langsung ke atas dan masuk ke kamar ku, ada yang mau gw sampai in" ucap Zen yang kemudian naik ke atas dan memasuki kamarnya


Flora yang sudah bosan dengan puzzle nya pun ingin mengambil air di dalam kulkas, flora pun beranjak dari sofa dan berlari menuju dapur. ketika berlari flora terjatuh, membuat flora bingung karna dia tidak merasa sedang tersandung sesuatu


"apa-apa an itu?" ucap flora dengan bingung, flora yang tidak terlalu memperdulikan nya pun langsung membuka kulkas, di dalam kulkas flora tiba" di dorong dan pintu kulkas tersebut di kunci


flora dengan panik pun berusaha membuka pintu kulkas, namun apalah daya si flora tidak bisa membuka pintu tersebut, seolah-olah ada yang menahan di luar dengan sesuatu. "Tolong!!! Kakak tolong!!" ucap flora yang kemudian perlahan menangis, karna kedinginan di dalam sana


Beberapa menit pun berjalan, flora yang sudah tidak kuat pun akhirnya hilang kesadaran. Di dalam kesadaran nya flora melihat keluarganya sedang ber piknik di bawah pohon, flora dengan cepat langsung menghampiri keluarga nya tersebut, "kakak!! Ibu!! Ayah!!!"


ayah ibu dan Zen yang bingung pun menanyakan, "kamu siapa dek?", flora pun bingung dan cemas, mengira kalau keluarga nya melupakan dia, "ini aku!!! Flora!!" ucap flora sambil memegangi pundak Zen


Zen pun melepaskan tangan flora, "maaf dek, tapi saya anak tunggal"


Flora pun menangis di sana, membuat keluarga Zen yang khawatir pun meninggalkan tempat itu.


Hiks


Hiks


Di tengah" tangis nya, tiba" pohon di depannya membeku seketika, "knp kau menangis?" ucap pohon tersebut, membuat flora kaget karna melihat pohon tersebut benar" berbicara.


"aku.... Takut kehilangan keluarga ku"


"takut? Kalau kau takut kehilangan, kau akan lebih sengsara jika merasakan kehilangan tersebut" sang pohon pun menceritakan kalau ada seorang petani yang kesusahan untuk menanam tanaman di sawah nya, suatu hari ada salah satu teman nya ber usul untuk menanam padi dalam sekali yang besar


Namun petani tersebut ragu", dia khawatir kalau rencana itu gagal, dan berakhir kerugian. Namun teman nya itu menyakin kan petani tersebut, selang beberapa lama, petani tersebut meng-iya kan usulan teman nya itu.


Petani tersebut pun menanam padi dalam sekali yang besar, dan benar saja, semua padinya berhasil di panen dengan baik, dan petani tersebut mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Mengingat perkataan temanya, petani tersebut pun pergi menemui teman nya itu, berusaha untuk berterima kasih


"Wee bro!! makasih atas usulan nya!! sekarang gw udah sukses" ucap sang petani sambil memeluk teman nya itu


"udalah, kalau kau tidak berani mengambil resiko, dan takut kehilangan apa yang kau miliki, kau tidak akan sukses seperti sekarang" .


setelah menceritakan hal tersebut, flora pun meminta penjelasan dari cerita yang di sampaikan pohon tersebut, "seperti yang aku bilang, kalau kau takut kehilangan, kau tidak akan pernah maju"


"apa yang harus aku lakukan sekarang?"

__ADS_1


Pohon tersebut pun berusul untuk melawan rasa takutnya, dengan tidak takut untuk kehilangan keluarganya. dan sang pohon berjanji akan menjadi tempat berteduh jika flora tidak ada lagi tempat pulang.


Flora pun mengusap air matanya, dan kemudian berdiri, "aku.... Tidak akan takut lagi!!". Setelah mengucapkan hal itu, seluruh tempat tersebut hancur dan tersisa kehampaan saja, flora pun melihat sekeliling nya, dan melihat cahaya kecil


Flora pun mengulurkan tanganya, dan kemudian bongkahan es muncul, membuat flora terlempar ke cahaya tersebut, tanpa basa basi flora langsung memegang cahaya tersebut


Membuat flora terbangun dari pingsan nya, "aku.... Tidak merasa kedinginan lagi?" flora pun melihat sekeliling nya, dan menggerakkan tubuhnya


flora pun memegangi pintu kulkas, dan pintu tersebut tiba" membeku dan hancur seketika, membuat flora bingung. Namun flora langsung beranjak dari kulkas tersebut, karna flora tau orang yang mendorong flora masih ada di dalam rumah nya


Flora akhirnya berjalan ke tangga di atas, dan ketika sampai di atas, flora tiba" di pukul menggunakan pipa, namun pipa Tersebut membeku sebelum mengenai muka flora, "jadi kau yang mengusik kehidupan flora?" ucpa flora yang kesal, kemudian langsung menghantam tubuh orang tersebut sampai ke ujung koridor


"Anak kecil seperti mu tidak akan melukai ku!!!!"


flora yang tetap berada di tempatnya pun mengulurkan tangan nya, mengangkat tangan nya ke atas langit", membuat bongkahan es langsung menghantam orang tersebut dari bawah, membuat kebisingan.


Zen dan Rio yang sedang berada di kamar pun langsung mengecek keluar. Dan mereka berdua melihat seorang pria terkapar dan flora yang tertidur lemas di atas tangga


Rio pun mengecek pria di ujung koridor itu, dan mengetahui jika itu adalah pencuri karna di tas nya terdapat barang" dari rumah Zen, sedangkan Zen pun pergi ke tubuh flora.


Dan ketika Zen memegangi tubuh flora, Zen merasakan tubuh flora sangat dingin, bahkan saking Dingin nya, Zen langsung melepas tangan nya karna kedinginan.


akhirnya Zen mengambil sarung tangan di kamarnya dan langsung membawa flora ke kamar nya. sedangkan Rio langsung membawa pria tersebut ke kantor polisi terdekat.


Flora pun terbangun, dan menyadari jika dia sudah berada di dekat Zen, flora pun memeluk Zen dan menangis sekencang" nya. Zen yang menyadari jika flora ketakutan pun hanya mengelus-elus kepala flora, "tenang dek, kakak ada disini".


Flora pun menceritakan jika dia terjebak di dalam kulkas, dan flora tiba" berada di satu tempat dan bertemu pohon yang bisa berbicara, ketika sadar flora sudah bisa mengendalikan es dengan leluasa dan mengalahkan pencuri itu.


Zen yang belum percaya pun meminta flora untuk menunjukkan kekuatan nya, flora pun melihat sekitarnya, dan dia melihat aquariam kosong dan langsung mengulurkan tanganya, seketika aquarium tersebut membeku dan langsung hancur


Zen yang kaget pun tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, "beneran itu??!?". Flora pun menanyakan ke Zen apakah dia sudah percaya, dan menanyakan kenapa hal ini bisa terjadi.


Selang berpikir cukup lama, Zen pun memutuskan untuk menguak misteri dunia, dan langsung menyuruh flora untuk tidur, flora pun meng-iya kan perintah Zen dan langsung pergi ke kamar nya.


"apa-apaan ini?, apa kekuatan itu tidak hanya di miliki oleh aku saja?" Zen pun mengingat kejadian yang dia alami selama ini


"kalau di pikir-pikir... Irin,problem,aku,dan flora.... Apa masih ada pengguna kekuatan lain di luar sana?" Zen pun ingat dengan apa nama dari kekuatan" tersebut, "ooouh!!! Namanya itu 'frasta"!! mereka sering mengatakan hal itu dan sering membuatku bingung"


Rio pun kembali ke rumah Zen, dan memberitahu jika pencuri nya sudah di aman kan oleh polisi, akhirnya mereka kembali berdiskusi.


Zen memberitahu ketika dia pergi untuk menyelamatkan ibu nya irin di bar, dia tidak sengaja memasuki suatu ruangan, disana dia melihat foto" orang yang tidak dia kenal, dan di ujung ruangan dia melihat wajahnya sendiri bersama wajah" temanya. dan Zen pun membuka laci" yang berada di bawahnya


Menemukan sebuah data yang isinya merupakan data" dari teman" nya, Zen pun memberikan data" Rio kepada Rio itu sendiri, membuat Rio kaget karna data Tersebut benar dan sukses membuat Rio ketakutan.


Zen juga memberi satu data yang isinya merupakan rencana untuk menghancurkan gen 4, di karenakan khawatir dapat mempengaruhi gen" di atasnya, "jadi maksudmu kita akan di hancurkan oleh pak tua itu?"


"seperti itulah, aku tidak tahu apa maksudnya, tapi aku melihat data adik ku di gen 4.5"


"kemungkinan adik ku juga akan terkena imbasnya, jadi aku meminta bantuan mu untuk menghancurkan rencana ini dan menyelamatkan orang² yang ada di gen 4 "


Rio yang mengerti situasi nya pun meng-iyakan ajakan Zen, dan inilah awal pertualangan Zen dan kawan" nya untuk menghancurkan rencana dari seseorang yang tidak di kenal siapa.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2