
Setelah kejadian itu, Rio pun di bawa ke ruang BK, disana dia di suruh untuk memanggil orang tua nya
"Panggil orang tua mu!, Baru hari pertama sudah berkelahi" Ucap pak guru dengan nada tinggi
"Orang tua saya..... Sudah gk ada pak.." Ucap Rio sembari menatap lantai
Suasana di dalam ruang BK pun menjadi sunyi, sang guru tidak mengetahui kalau Rio adalah anak yatim piatu, takut Rio bersedih, pak guru kemudian membawa Rio ke luar, menuju kantin dan berniat untuk mentraktir kan nya makanan.
"Maaf untuk yang tadi Rio, bapak tidak tau" ucap sang guru sembari memegang pundak Rio
"Gapapa kok pak, saya sudah biasa akan hal itu"
"Kamu sekarang tinggal dengan siapa?" Ucap pak guru sembari memakan sandwich pesanan nya
"Untuk sekarang saya tinggal dengan nenek dan adek saya pak, kita tinggal di dekat sekolah sini" ucap Rio dengan nada seperti menahan nangis
Pak guru yg merasa bersalah pun melepaskan Rio dari hukuman nya, "lain kali jgn berantem di sekolahan, mending ajak ke taman atau kemana gitu, yg penting jgn memakai seragam sekolah" ucap pak guru sembari memberinya uang saku
"Baik pak, terimakasih atas traktir nya" ucap Rio yg kemudian pergi ke kelas nya
Di perjalanan, Rio terpikirkan atas kejadian dia di masa lalu, dimana ketika dirinya berumur 8 tahun, ada sekelompok orang yg merampok rumahnya di malam hari, ibu dan ayah Rio sempat melawan, sebelum mereka berdua di tembak tepat pada bagian kepala, Rio yg sedang bersembunyi di dalam lemari sangat ketakutan akan hal yg barusan dia lihat
Selang beberapa saat setelah perampokan, para polisi datang ke TKP, karna mendapat laporan ada suara tembakan di tempat tinggal Rio, mereka terkejut bukan main, melihat 2 mayat orang dewasa tergeletak tak bernyawa di depan pintu rumah tersebut, TKP pun di bersih kan oleh para polisi tersebut, dan salah satu polisi menemukan Rio yg sedang bersembunyi di lemari dalam keadaan terdiri dalam posisi menutup kuping nya, dan bekas air mata yg sangat terlihat jelas
Polisi tersebut pun membawa Rio ke kantor polisi di dekat sana, meminta ke saksi an atas kejadian di malam hari tersebut
"Nak.... Apa yang kamu lihat di malam hari kemarin?" Ucap sang polisi sambil memberikan teh kepada Rio
"A-aku... T-iw$&@"
"...... Tenang lah nak, disini adalah tempat para polisi berada, tempat yg paling aman, kamu tidak perlu takut kepada kami" ucap sang polisi sembari mengelus pundak Rio
Rio pun menjelaskan apa yg dia lihat tadi malam, dalam nada yg sangat ketakutan, perlahan-lahan Rio menetes kan air matanya kembali, dan memeluk erat sang polisi dengan sangat ketakutan
Tidak lama setelah kejadian itu, nenek Rio pun datang ke kantor polisi tersebut, mencari cucunya dengan keadaan khawatir, sang nenek pun bertemu dengan Rio, nenek nya pun memeluk Rio dan berkata "semuanya baik² saja Rio, nenek selalu ada bersama mu", akhirnya nenek tersebut pun mendapat izin dari pihak polisi untuk membawa pulang Rio, di rumah Rio bertemu dengan saudara nya yg lain, yaitu Philip
Di tempat tinggal neneknya rio, pergaulan sangat jelek disana jika di bandingkan dengan tempat tinggal Rio dulu, tanpa ajaran dari orang tua, Rio menjadi pribadi yg sangat nakal, hampir setiap hari, dia selalu berkelahi dengan anak² di sekitar rumah nya, dan mengambil semua uang yg dia dapat dari lawanya yg tumbang
"Wah lumayan nih, buat beli makanan nanti malam" ucap Rio sembari menghitung uang yg dia dapat
Rio hidup seperti itu selama 5 tahun, hidup yg sangat berantakan jika di bandingkan dengan anak² seumuran nya
"Arrgh, yasudah lah, masa lalu biarlah berlalu, gw sekarang cuma ada 1 tujuan, yaitu mengalahkan Zen!" Ucap Rio sembari memegang erat tangannya
Di dalam kelas Rio terkejut tidak main, melihat Zen sekelas dengan nya, "hei,, kita sepertinya bertemu kembali" ucap rio kepada Zen dengan muka tersenyum lebar
"Jika kau memberi ku uang saku mu sekarang, aku akan membiarkan mu" ucap Rio sembari mengangkat kakinya ke atas meja Zen
"HEI!, tidak sopan mengangkat kaki seperti itu, turunkan kaki mu!" Ucap sang guru yg sedang menjelaskan pelajaran
"Emang knp bg*t?, Masalah buat Lo?" Ucap Rio yg kemudian berjalan ke arah sang guru, berniat untuk menantang nya berduel
"Takut lu pak?, Lu kira karna lu guru, gwe takut gitu?" Ucap Rio dengan senyum lebar kepada sang guru
"Erghh... Tidak sopan mengangkat kaki seperti itu, saya hanya melakukan tugas saya" ucap sang guru sembari menatap mata Rio
Rio yg kesal pun berusaha menampar pak guru
*Plash*
"Hm?"
"Yg sopan dong sama guru, bocah" ucap Zen yg sedang memegang tangan Rio yg hampir mengenai wajah guru
"Nah gitu dong, ayo kita berantem!" Ucap Rio yg kemudian lengung menghantam Zen sampai terlempar ke ujung kelas
"Gw lupa nanya nama lu, siapa namamu?" Ucap Rio yg sedang berjalan ke arah Zen
"Gwe Zen, pukulan lu kalau di bandingan dengan bayi sih, masih sakitan bayi" ucap Zen yg berusaha memancing amarah rio
"Gimana kalau kita ketemuan sepulang sekolah? Kata guru jgn berkelahi ketika sekolah" ucap Rio dengan senyum seperti meremehkan Zen
"Boleh² saja, tapi jgn nangis ya, kalau kalah" ucap Zen yg kemudian berdiri dan kembali ke tempat duduk nya
Setelah sekolah selesai, mereka berdua pun bertemu di taman, berniat untuk baku hantam, untuk mencari siapa yg terkuat di antara mereka
"Hei², katanya ada yg mau berantem di taman sana, liat yuk!"
"Yg bener aja?!?, Siapa emangnya?"
"Iu si Rio, dia mau berantem dengan murid baru" ucap para murid yg mengajak teman² nya untuk melihat pertarungan antara Rio dan Zen
Di sisi lain, Yue yg sedang membaca buku di kelas nya melihat keributan di lantai bawah, lalu kemudian Yue di datangi oleh Alexia, "non, Zen mau berantem sama berandalan yg tadi pagi!" Ucap Alexia dengan penuh semangat
"Kenapa nda mu seperti antusias begitu?" Ucap yue yg keheranan serta terkejut
"Mau nonton gk non?, Kalo capek berjalan bisa saya gendong" ucap Alexia yg kemudian menawarkan untuk di gendong
"Ahh... Tidak perlu sampai begitu!, Kita lihat aja dlu, aku pun sudah lama tidak melihat Zen berkelahi" ucap Yue yg kemudian pergi dengan Alexia menuju taman
Di taman, banyak sekali orang² yg melihat, kebanyakn dari mereka bersorak untuk Rio "Rio Rio Rio!!!, Kalahin pecundang itu" ucap beberapa murid disana
ada pula yg hanya sebatas menonton, dan tidak mendukung siapapun, karena banyak nya penonton, membuat Zen cukup terkejut karna hal itu, Zen mengira kalau di luar negeri, perkelahian adalah hal yg sangat kekanakan, tapi di luar dugaan, di sana pertarungan antara Zen dan Rio mendapat banyak penonton
"Kau gugup Zen?, Dilihat orang segini aja gugup, Cemen bgt" ucap Rio sembari membuka jaket nya
__ADS_1
"Untuk apa gugup, toh yg malu nanti lu" ucap Zen yg kemudian memasang kuda-kuda menyerang
Pertarungan pun di mulai, Rio langsung berlari dengan sangat cepat ke arah Zen, yg membuat Zen cukup terkejut, namun bisa di hindari oleh Zen
"Kaget ya? HAHAHAHAH!!" Ucap Rio yg membara², mengira kalau dirinya bisa mengalahkan Zen
Zen pun langsung menyerang jakun Rio, membuat Rio kehilangan keseimbangan, dan Zen pun langsung menghantam nya ke tanah
Semua orang disana terkejut bukan main, melihat Rio berhasil di lukai oleh Zen, "t-tidak mungkin, apa tadi dia benar² menghantam nya?"
Rio pun langsung berdiri, dan menghantam dada Zen, namun Zen dapat menahan pukulanya menggunakan dahi nya, melihat Zen bisa menahan pukulanya, Rio pun langsung mengangkat Zen ke atas langit, dan langsung menghantam nya ke tanah
Zen belum sempat menghindari serangan Rio tersebut, karena kaki Zen sempat di injak oleh Rio, yg membuat Zen tidak bisa leluasa untuk bergerak
Mereka berdua pun akhirnya adu pukulan, Zen pun memegang kedua kuping Rio, menariknya kearah Zen dan langsung di hantam menggunakan sikut Zen, Rio pun kehilangan keseimbangan dan dirinya langsung di hantam dengan tendangan dari Zen, Rio pun berhasil menyeimbangkan kembali posisi tubuhnya
"Panas!!!" Ucap Rio yg sangat bergembira atas pertarungan tersebut
"Buka baju dong kalau panas" ucap Zen sembari membuka bajunya, berniat untuk meringankan beban pada tubuhnya
Zen pun langsung berlari ke arah Rio dan langsung menghantam nya, dengan cepat Rio pun menghindari serangan tersebut, dan orang² disana terkejut karena melihat bekas pukulan Zen yg dapat menghancurkan air mancur di dekat sana
"G-gila, bukan kah bahan air mancur itu sangat kuat? Orang² aja membutuhkan bor untuk menghancurkan batu itu" ucap salah satu penonton
"Kau lumayan juga" ucap Rio yg tersenyum, dan kemudian langsung memukul kuping kanan dari Zen, yg membuat Zen tidak bisa menghindarinya karna berada di titik buta
Zen yg kehilangan keseimbangan pun langsung di hantam oleh Rio sampai terpental menuju kerumunan orang yg sedang menonton, para penonton di situ pun langsung lari dari tempat itu, menghindari Zen yg segera di hantam oleh Rio, tak di duga hujan Tiba² turun, membuat Rio terkejut sejenak, membuat dirinya lengah dan dahinya pun langsung di serang oleh Zen
"Sepertinya kau jarang lihat hujan ya?" Ucap Zen yg sedang mengejek Rio sembari tersenyum
"Bg*t"
Rio pun langsung menyerang pundak Zen, tapi di karenakan hujan, yg membuat tempat tersebut mengalami kabut, membuat serangan Rio meleset, "bg*t, kabut² menyebalkan ini" ucap Rio yg kemudian langsung di hantam dengan sangat keras oleh Zen, "jangan lengah dong..." Ucap Zen yg kemudian langsung berlari ke arah Rio dan langsung melayangkan serangan yg bertubi²
"Bg*t, penglihatan mu gk terganggu apa dengan kabut ini?" Ucap Rio yg kaget karena Zen melancarkan serangannya tepat di titik vital Rio tanpa meleset sekalipun
"Penglihatan ku aja masih terlihat jelas, mungkin kau saja yg buta" ucap Zen yg mengejek Rio
Rio pun di penuhi rasa amarah, dia pun menarik sabuk di celana nya dan langsung melayangkan nya ke arah Zen, membuat leher Zen terlilit dan Rio pun segera melayangkan pukulan nya ke arah Zen
Tak di duga, Zen yg sedang terlilit itu langsung membanting tubuh Rio dengan cara memegang tangan Rio dan langsung menendang kaki kiri Rio, membuat Rio terhantam ke atas tanah dengan sangat keras
"H-hei, karna ada kabut, kita tidak bisa melihat pertarunganya.... Kira² siapa yg menang ya?" Ucap salah satu penonton di sana
"Pake nanya lagi, ya Rio lah!! Dia kan-"
Hujan pun berhenti, kabut pun mereda, samar² para penonton melihat bayangan yg tetap berdiri, dan para penonton pun berlari ke arah bayangan tersebut, berusaha melihat, siapa yg menang dalam pertarungan tersebut
"Akulah pemenang nya" ucap Zen sembari mengangkat tangannya, menunjuk kan kalau dirinya adalah yg tetap berdiri
"T-tidak mungkin..... Rio kalah?"
Zen pun terkejut melihat Rio masih bisa berdiri tegak setelah hampir semua titik vitalnya di serang oleh Zen
"Makan²?, Mending lu ke RS dlu sana, badan mu bnyk Dar*h" ucap Zen sembari menjauhi badan Rio yg berlumuran dar*h
"Santai, inimah tinggal di bilas, makan² aja yuk, laper nih"
"Apa maksud mu?, Kau gk marah pada ku?, Setelah aku menyerang mu seperti itu?" Ucap Zen dengan kebingungan atas perkataan Rio
"Untuk apa marah, gw suka lu!, Sekarang kau harus jadi teman ku!" Ucap Rio dengan nada bersemangat
"H-hah? Suka gw?, Lu gay ya?, Gw masih normal ya bg*t" ucap Zen yg semakin jijik dengan ucapan Rio
"Bukan kek gitu bg*t, gw suka orang² kuat, makanya gw tertarik sama lu, biar gw bisa jadi lebih kuat!
"Serah lu dah" ucap Zen yg kemudian pergi ke tempat makanan all you can eat di dekat sana
Ketika sedang memakan daging² an yg ada disana, Rio memikirkan sesuatu di dalam pikirannya "gw kalo makan disini seharian bisa hemat bjir, ambil bnyk bayar sedikit"
"sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu......" ucap Zen sambil geleng² kepala nya
Tiba² ada beberapa preman yg datang ke arah mereka berdua, "wah enak tuh makanannya" ucap sang preman yg sedang basa basi
"buta ya? kelihatan enak begini masih di tanya" ucap Rio yg sedang memakan dimsum
"hei bos, dia itu Rio, berandalan yg ada di desa kita dlu" ucap salah satu anak buahnya yg bisik² pada bos preman
"ooouh!! Rio si anak cengeng itu ya?" ucap preman sembari duduk di samping Rio
"tak ku sangka kita bisa bertemu disini, apalagi sekarang kau punya teman!" ucap sang preman sembari tersenyum lebar
"trus?"
"jangan sok cuek gitu dong br*ngs*k, kita kan dlu temenan" ucap sang preman yg sedikit kesal dengan respon Rio
Sang preman pun punya ide gila, sang preman pun membicarakan tentang orang tua Rio, cerita yg seharusnya tidak boleh di dengar oleh Rio lagi
"hei" ucap preman kepada Zen
"ah, ya?"
"lu tau gak? Orang tua Rio itu-"
Rio pun langsung menghantam wadah yg berisi air panas ke muka sang preman dengan sangat keras, membuat sang preman kesakitan dan tidak bisa menyeimbangkan posisinya
__ADS_1
"breng**k, berani-beraninya kau Rio!!" ucap sang preman sembari mengusao matanya
Rio pun langsung melempar daging yg baru matang ke arah preman, dan langsung menghantamnya ke atas tanah, sang preman tak tinggal diam, dia langsung menghantam Rio sampai Rio terlempar ke dekat jendela restoran
"hei, bukankah gk sopan berkelahi di dalam restoran?" ucap salah pelanggan yg sedang memakan di sana
Sang preman pun langsung menghampiri orang tersebut,"masalah buat Lo bg*t?" ucap preman yg sudah di penuhi amarah
"kalo gw bilang iya, lu mau apa?" ucap sang pelanggan tersebut sembari membuka kacamata nya
Sang preman pun langsung mengangkat pelanggan tersebut, dan langsung melemparnya ke meja kasih, seketika semua orang di sana berlari keluar, kecuali Zen dan anak buah sang preman
"banyak gaya Lo bg*t, di hantam dikit tepar" ucap preman kepada sang pelanggan, kemudian sang preman pun mencoba untuk meninju pelanggan tersebut, namun aksinya gagal karna segera di tangkis oleh Rio dengan sangat cepat
"t-tidak mungkin, bukan kah jarak dari jendela itu ke sini sekitar 10m?, dan bahkan kau sampai disini sebelum waktu menunjukan 1 detik" ucap sang preman karna kaget dengan kecepatan Rio
"banyak bacot Lo b*engs*k, lawan lu tuh gw" ucap Rio sembari memasang kuda-kuda
"siap kalah?"
Zen yg melihat akan ada perkelahian pun segera menelpon polisi, karna khawatir dengan keadaan Rio yg sudah terluka parah karna luka yg dia dapat ketika berantem tadi
"sudah cukup...." ucap sang pelanggan sembari merapikan baju nya
"kau kuat juga ya, sudah di hantam tapi masih bisa bicara" ucap sang preman yg kemudian langsung menerjang ke arah sang pelanggan dengan kecepatan yg luar biasa
Di luar dugaan, sang pelanggan tersebut langsung memutar tubuh dari preman tersebut sampai kepalanya terhantam ke atas tanah, anak buahnya pun kaget dan segera mengepung pelanggan tersebut
Rio pun segera membantu pelanggan tersebut untuk mengalahkan anak buah preman itu
"kita kerja sama nih sekarang?" ucap sang pelanggan yang sedang merapikan kacamatanya
"aduh, ini kacamata mahal, baru kemaren malem beli"
bos preman pun kembali berdiri, dan samar² di belakangnya terlihat suatu bayangan yg cukup besar, "kalian sepertinya meremehkan gw" ucap bos preman sembari menatap langit² restoran
"apa itu?" ucap Rio yg terkejut melihat banyangan tersebut
"tak ku sangka ada 'pengguna' di negara ini" ucap sang pelanggan yg kemudian melepas jam nya, untuk di pakai menjadi senjata nya
Zen pun terkejut tidak main, ada mahkluk berbentuk aneh di belakang bos preman, bos preman pun langsung menerjang Rio, membuat Rio lengah dan tidak sempat menghindar
*bruak*
"loh?"
bos preman tersebut langsung menendang badan Rio ke arah sang pelanggan, namun sang pelanggan dapat menangkap tubuh Rio
"keren juga kekuatan mu" ucap sang pelanggan yg memuji bos preman
sang pelanggan pun langsung melempar dimsum ke arah mata bis preman namun bisa di hindari, dan saat itu juga penglihatan bos preman sedikit lengah, yg membuat dia langsung di hantam oleh sang pelanggan, "lain kali jgn lengah dong, gk seru jadinya" ucap sang pelanggan dengan maksud mengejek bos preman
"b-bang**t"
*bruk*
Bos preman pun langsung menghantam sang pelanggan, namun sang pelanggan dapat memblokir serangan dari bos preman, "g-gila, siapa dia?" ucap Zen yg bersembunyi karna tidak ingin mencari masalah
Sang pelanggan pun langsung menginjak kaki bos preman, dan menyerang mata serta mulut bos preman dengan jam tangan miliknya, bos preman yg kehilangan penglihatan pun langsung di terjang oleh Rio dan kemudian langsung di hantam ke tempat makan ² yg berisi air panas
*plush*
Arghhh
Panas bg*t!!!
bos preman pun langsung melempar air panas tersebut ke arah Rio dan langsung menghantam mukanya menggunakan piring di sekitar sana, "mampus lu penganggu!" ucap sang preman yg dengan di cepat di tendang ulu hatinya oleh sang pelanggan
bos preman pun kesakitan tidak main, karena ulu hatinya di tendang dengan sangat keras, muka bos preman pun langsung di lilit oleh sabuk milik Rio, membuat sang preman tidak bisa bernapas dan akhirnya pingsan
"wah makasih atas kerja sama nya!" ucap Rio yg kemudian berjabat tangan dengan sang pelanggan
"gapapa kok!, kalo gk ada lu, gw juga bakal kalah" ucap sang pelanggan yg sedang merendah
"ah bisa aja"
Zen pun keluar dari tempat persembunyian nya, dan meminta sang pelanggan untuk menjadi gurunya, "sepertinya kau tahu tentang makhluk itu, jadikan aku murid mu!!" ucap Zen yg kemudian berjalan ke arah sang pelanggan
Sang pelanggan pun langsung memegang tangan Zen, memutar tangan nya sampai Zen kesakitan, "hmmm....."
"lepasin!! Tolong...." ucap Zen yg kesakitan
"lu ternyata punya juga rupanya!, okelah kalau begitu" ucap sang pelanggan yg kemudian berjalan lewat pintu belakang restoran
"T-tunggu!"
Hm?
"namalu siapa?" ucap Rio sembari mengamankan bos preman
"....... Nama gw?, gw gk bisa beritahu itu, kalian bisa menyebutku 'most'" ucap most yg kemudian pergi dari restoran tersebut
"most? Aneh bgt nama samaranya"
"ya sudahlah Rio, ayo kita pergi darisini, polisi akan datang sebentar lagi" ucap Zen yg kemudian membawa Rio pergi dari restoran
__ADS_1
Para polisi pun datang ke restoran tersebut, dan mereka terkejut tidak maen, isi restoran tersebut sangat berantakan, dan bahkan banyak dinding yg retak, "g-gila.... Ini bukan monster yg melakukanya kah?" ucap salah satu polisi disana
BERSAMBUNG...