Frasta

Frasta
eps 1 -kekuatan tak Ter duga-


__ADS_3

Setelah kejadian itu,ibu hari dan anak" pun bawa ke kantor polisi terdekat untuk memberikan saksi


"hahh..... Untung bisa di selesai in dengan bayar denda😑, negara ini gini amat ya, orang lagi mertahanin diri aja kena hukuman-_-" ucap hari sambil menghela nafas


"Maaf ya mah..." Ucap Zen yg merasa bersalah


"gapapa kok sayang,selama kamu selamat, mamah akan senang😆" ucap hari sambil memeluk Ze


"Z-zen makasih ya.." ucap Yue Sambil memegang erat tangan zen


"gapapa kok Yue,kita kan teman" balas Zen sambil tersenyum


"ah iya Zen,tentang cita" ku tadi..." ucap Yue sambil tegang dan menatap ke arah zen


"hmm??" respon Zen yg kebingungan


"cita" ku adalah..... Tetap berada di sisi mu (>-<) " ucap Yue yg segera memalingkan wajah karna malu


"ahhhh.... Semoga bisa terwujud kan ya!" ucap Zen sambil memberi semangat


Hari:😦


Di rumah(sore)


"ehhh??? Yang benar saja!" Ekspresi Jack yg sangat terkejut dengan pernyataan Yue kpd zen


"beneran sayang,habis keluar dari kantor teman nya bilang kau 'dia ingin tetap berada di sisi Zen'!! Aaaaaaaa!!!" Ucap hari sambil kegirangan


Jack:wahh gawat!!, Aku masih belum ingin memilki cucu untuk sekarang!


"*memukul kepala Jack* jangan bicara sembarangan!, mereka itu masih kecil, kalau cinta di waktu kecil mah cuma berupa cinta monyet! HAHAHAHAH😆😃😄😀🙂,WAHH GIMANA INI!!!" Ucap hari yang perasaan nya tercampur senang,sedih,gelisah,bingung


"aduh2, tenang lah sayang, kita cuma perlu support mereka!" Ucap Jack dengan nada semangat sambil memberikan Jempol kepada hari


"kamu benar sayang ku.... Aku harap tidak akan terjadi apa2...." ucap hari yg memilki Perasaan khawatir pada anak nya yg masih kecil


8 bulan sudah berlalu,semenjak kejadian itu Zen dan Yue selalu bersama setiap saat, bahkan sekarang Yue lebih terbuka kepada Zen dari pada teman" nya yang lain,dan itu membuat teman" nya curiga.....


*ahh Zen!, Selamat pagi!" Dengan nada yg penuh semangat dan ceria


Zen:pagi Yue!


Yue:gimana kabarmu? Apa kau bersenang" kemaren?


Zen:baik dong!!, Kemaren aja aku BLA BLA BLA


*Bisik"*:


"hei.... Bukan kah kalian sadar akan sesuatu?" Ucap Theo yg merasa ada kejanggalan


Mash&Tania: tentu saja,itu pasti karena......


Mash&Theo: ayo kita kerjai mereka!


"hei sudahlah,hentikan hal itu, mereka kan pada awalnya emang teman" ucap Tania dengan nada yg terbantah-bantah, seolah-olah menolak pernyataan mereka berdua


"hooo??? Kau cemburu ya Tania?" Ucap Mash dengan nada mencurigai Tania


Tania:B-bukan begitu! Aku tidak masalah kalau mereka punya hubungan atau enggak!


Theo:hmmmm?


Situasi langsung menjadi canggung seketika,Mash&Theo pun sadar, kalau Tania juga menyukai Zen, tapi di sisi lain Yue lebih akrab dengan Zen sekarang... Mereka berdua pun berpikir apa yang paling baik untuk sekarang, dan mereka menemukan suatu ide.


"cie cie Zen Ama Yue Deket bgt,cie cie" ucap Mash yg berusaha menjahili Zen dan yue


"iya tuh,cie cie Yue suka Ama Zen ya? Cie cie" ucap Theo yg memanas-manas in keadaan


"haha, apaansih kalian ini, kita kan cuma Teman😆" Ucap Zen dengan santai nya


Satu ruangan kelas pun jadi sunyi, karna mereka semua di sana sadar kalau Zen telah melakukan kesalahan besar..


"ehh?? Bukan kah aku benar? Kita kan cuma teman" ucap Zen sambil kebingungan


"oouh, begitu ya Zen.... Kita dari awal memang sebatas teman....." Ucap Yue dengan nada kecil,seolah-oleh sedang di permainkan


Yue pun berlari keluar ruangan,dan di saat itulah Zen tersadar dengan apa yang dia ucapkan.


"(sip berhasil!) Hayo lo Zen.... Yue nangis tuh!! Kasian banget Yue.... Omongan mu jahat sih Zen" ucap Mash&Theo yg berhasil menjahili Zen&yue


"G-gimana ini....." Ucap Zen dengan nada yg merasa bersalah dan kebingungan


"sudahlah kawan", tidak perlu di perpanjang, sudahlah Zen... Jangan dengerin apa kata mereka" ucap Tania sambil mengelus punggung zen


Zen: ummm..


Sampai kelas berakhir pun, Yue tidak kembali ke kelas, Zen yang merasa bersalah pun akhirnya meminta saran kepada Ayah nya,bagaimana cara meminta maaf kepada seorang perempuan.


"gimana nih Pah..." Ucap Zen kepada ayahnya dengan nada yg tergesa-gesa


"tenanglah anak ku!, Papah ini jago nya!" Ucap si ayah(Jack) yg sedang membanggakan dirinya


"papa suka berurusan dengan perempuan?" Ucap Zen sambil memegangi dagu karna keheranan


"tentu sa-, ehhh bukan begitu maksud papah, papah hanya tau tips" untuk meminta maaf saja" ucap Jack Dengan nada yg seperti sedang ketakutan


Zen:bagaimana cara nya ayah?


" yang pastinya kamu harus mengakui kesalahan mu, mau itu di sengaja atau tidak di sengaja, fakta ataupun bohong, karna pada dasarnya melukai hati seseorang itu sama hal nya mengukir kata" jelek di atas batu..... Kata tersebut tidak bisa di hapus" ucap Jack sambil mengelus kepala zen


"emm..... Jadi aku harus mengakui kesalahan ku,trus meminta maaf begitu?" Ucap Zen yg masih kebingungan


"kau pintar juga haha! Lakukan lah besok,dan jika dia menjauhi mu, maka cobalah untuk mencari perhatian nya" ucap jack dengan nada bangga


Ke esokan harinya, Hari dimana hati Zen merasa berdebar", SE akan akan dia akan mengalami masalah yang sangat sulit, sesampai nya di kelas Zen pun mencoba untuk berbicara dengan yue,tapi dia selalu menghindar


"duh gimana ini... Bagaimana cara ku untuk mendapatkan perhatian nya" ucap Zen yg sedang kebingungan


Zen pun tertuju pada satu benda,yaitu keran rusak di taman, dan sepertinya Zen memilki ide yang gila...


"seharusnya begini.... Dan nahh! Tinggal hidup kan keranya dan-" ucap Zen yg sedang merusaki keran


Keran tersebut meledak, mengeluarkan semua air di dalam nya, dan air tersebut terlihat seperti air mancur yang membasahi semua tubuh Zen, mendengar suara yang keras di taman, semua orang dari dalam kelas,kantin,dan bahkan orang di luar sekolah langsung mendatangi tempat munculnya suara keras tersebut, dan sepertinya rencana Zen berhasil


"wah baju ku basah semua!" Ucap Zen dengan ekspresi terkejut


"ada apa ini? Kok ada suara keras tadi!" Ucap orang" di sekitar karena terdengar suara keras


"ini pak,tadi saya mau ngehidupin keran,tapi tiba" keran nya meledak dan saya di basahi air,lihat nih baju saya!" Ucap Zen sambil membuat alasan yg seolah-olah itu tidak sengaja


Orang":alamak,emang tidak ada tulisan tentang keran rusak di dekat sana?


"tidak ada!,kalau ada pun pasti aku gk bakal memakai nya..." Ucap Zen sambil menggaruk garuk kepalanya


"ada apa ini?" Ucap Yue yg kebingungan dengan keributan di luar


"ah Yue!" Ucap Zen sambil memegang erat tangan yue


"tch apa² an ini... " ucap Yue yg kesal sambil memasang wajah kecewa kepada zen


Yue pun mencoba untuk meninggalkan taman, tapi ketika dia memalingkan tubuhnya, ada yang memegang tangan nya dengan sangat erat,dan setelah Yue menoleh, itu adalah Zen yang akhirnya bisa meminta maaf kepada Yue


"y-yue! Tentang kejadian kemarin....,aku mengaku kalau aku salah! Akus dari kalau ucapan ku terlalu sembrono! Sebenarnya aku telah menganggap Yue sebagai orang yang paling berharga di hidup ku [yang pastinya masih di bawah orang tua ku]" ucap Zen sambil memegang tangan Yue dengan erat


"apa itu benar?Trus apa maksud ucapan mu di kelas kemaren" ucap Yue dengan nada curiga dan tidak yakin


"itu beneran cuma ke sembrono an ku!, Aku tidak akan mengulangi nya lagi!" Ucap Zen yg perlahan-lahan melepaskan genggamannya dari tangan yue


Setelah keran selesai di perbaiki,Zen di periksa tubuhnya oleh guru karna di khawatir kan tentang kondisi mental dan fisik Zen


Setelah kejadian itu, Zen dan Yue kembali berbaikan, dan berbeda dari sebelumnya, Yue pun akhirnya menjadi orang yang lebih terbuka kepada semua orang


4 bulan sudah berlalu, Zen dan kawan" akan segera lulus TK, dan para guru pun akhirnya memutuskan untuk mengadakan liburan ke suatu tempat, dan para guru ingin murid nya yang memutuskan


"halo anak2" ucap guru sambil menyapa murid² nya dengan ceria


"halo Bu guru!" Respon murid terhadap Sapan guru


"haha,kalian pasti mendengar beritanya kan?, TK kita akan mengadakan liburan ke suatu tempat, kira" kalian mau kemana?" Ucap guru sambil tersenyum dan melihat 1 per 1 wajah murid nya


Para murid pun menyebutkan wisata" yg ingin mereka kunjungi


"apa ada tempat yang lain?" Ucap guru sambil berharap bahwa ada yg sependapat dengan nya


"bagaimana kalau ke gunung?, Di gunung kita semua bisa mempelajari cara bertahan hidup di hutan, dan siapa tau, di masa depan salah satu dari kita ada yang terjebak di hutan atau semacamnya" ucap Yue Sambil berdiri dan berbicara dengan lentang


"wah bagus tuh idenya! Kalian pada setuju gk kalau liburan ke gunung? Kita sekalian belajar cara bertahan hidup disana!" Ucap guru yg tersenyum karna ada yg sependapat dengan nya


"wahh setuju banget inimah gw! " Ucap para murid lainya sambil bersorak2 karna akan adanya liburan


Satu kelas menyetujui permintaan Yue untuk liburan ke gunung,dan akhirnya sekolah di akhiri dengan di tetapkan nya destinasi liburan untuk pergi ke gunung.


Sampai hari-H tiba....


"wooah, baju Pramuka ku bagus gk?" Ucap Zen sambil mata berkaca², melihat baju Pramuka untuk pertama kali


"bagus", banyak medali² nya" ucap tania sambil memegangi mendali² di baju zen


"bagus Zen, baju Pramuka ku terasa sesak karna tubuh ku ini..." Ucap Mash yg baru datang dan berjalan dengan sedikit lambat karna badanya


"mungkin kau harus melakukan diet atau semacamnya...." Ucap Theo sambil meng Hela nadas


"mungkin......" Respon Mash tentang ucapan Theo


Selang beberapa waktu,bus liburan mereka sudah sampai, dan ternyata di dalamnya sudah ada Yue dan kawan"


"loh Yue?, Kok duluan sih!" Ucap Tania yg terkejut melihat Yue sudah di dalam bus


"aku kira kalian sudah duluan......" Ucap Yue yg merasa bersalah telah meninggal kan temanya


"yasudahlah Tania,yang penting kita liburan sekarang! Aku sudah tidak sabar!" Ucap Zen sambil duduk di samping jendela bus


Mereka semua pun berangkat,menuju ke gunung pasti nya membutuhkan beberapa waktu, ada yang sedang tertidur, ada yang melihat" keluar dari balik jendela, dan ada yang mengobrol bersama teman.


Mereka puh akhirnya sampai di gunung pada jam 14:00, cuaca yang panas pastinya masih bisa di lalui dengan mudah, tapi kalau cuaca dingin di malam hari.....


"haaa.....haaa....haaaa akhirnya..... Kita sampai di puncak....." Ucap Zen yg kelelahan karna sudah mendaki terlalu lama


"mana ada puncak,inikan masih di pos 2" ucap salah satu guru sambil tertawa karna ucapan zen

__ADS_1


"ha? Sampai kapan kita harus berjalan..... Aku lelah......" Ucap Zen yg mengambil air minum di tas nya


"hahhh.... Baiklah,DENGARKAN ANAK ANAK! Kita akan bikin kemah di pos 3, jadi bertahan lah" ucap guru dengan suara yg keras, untuk menyemangati murid² nya


Selesai sampai di pos 3, mereka semua pun akhirnya membuat suatu kemah, namun banyak dari mereka tidak tau cara membuat kemah, sampai malam pun hampir tiba.......


"hufttt..... Akhirnya selesai juga kemah kita!" Ucap Zen dengan bangga


"haha betul tuh!... Eh, sekarang sudah mau malam, bukan kah kita belum mencari kayu bakar?" Ucap Theo yg sebenarnya ingin menjelajahi hutan di gunung


"kau benar Theo,aku kita cari kayu bakar bersama"!" Ucap Tania dengan nada bersemangat


"bukan kah terlalu berbahaya? jalan" pada malam hari di tengah gunung seperti ini, apa kau tidak takut terhadap hewan buas?" Ucap Yue yg memilki firasat buruk


"tenang lah Yue!, Tadi kan pak guru bilang "gunung ini sudah terjamin keamanannya,tidak akan ada hewan buas disini,kecuali serangga....." Begitu!" Ucap Mash yg berusaha untuk menyakin kan yue


"Aku ikut kalian aja deh....." Ucap Yue yg sedikit gelisah


Stlah mendapatkan izin dari pihak guru, Zen&dkk pun akhirnya menelusuri gunung, sebelum berangkat mencari kayu bakar, guru sudah mengingatkan mereka untuk membuat tanda pulang........ Setelah mendapatkan banyak kayu bakar, mereka lupa tentang menaroh tanda pulang agar tidak tersesat,sampai malam hari pun tiba....


"h-hei..... Tadi kemah kita d-dimana??...." Ucap Mash dengan nada ketakutan


"waahhhh???....... Bagaimana ini Zen.... Apakah kita tersesat?..." Ucap Tania sambil memegangi tangan zen


"kan sudah kubilang! Mendingan minta ke anak lain aja!" Ucap Theo yg berusaha menyalahkan temen nya


"loh! Kan kau yang ngajak kita buat cari kayu bakar" ucap Mash yg kesal atas tuduhan Theo


Di malam yang dingin itu, gunung seperti hanya terisi debat panjang antara Mash&Theo, tapi tiba" semua orang terdiam ketakutan melihat ke arah Zen


"hmm?... Kalian kenapa,kok tiba" diem?" Ucap Zen dengan ekspresi kebingungan


"Z-zen... Di belakang mu..." Ucap Yue yg ketakutan tidak main


"hah? Di belakang ku? *Menoleh kebelakang* " ucap Zen yg terkejut, melihat beruang yg sedang berjalan ke arahnya


Malam yang ramai itu,seketika menjadi sunyi karna hewan yang tidak di sangka" berada di gunung yang katanya aman ini


"B-beruang!!!" Ucap Theo sambil berlari menjauh dari sana


"ayo lari semua nya go**ok!!!" Ucap Mash yg berusaha menyusul mash


"ayo Zen, kita lari!!!" Ucap Tania yg sambil memegang tangan zen


Mereka pun akhirnya berlari tanpa arah,sampai ketika mereka tersudut karna di halangi oleh jurang,serta pohon yang menutupi jalan mereka, Tania & Mash & Theo akhirnya memanjat pohon" saling takutnya, tapi Yue & Zen yang tidak bisa memanjat hanya bisa ketakutan, melihat seekor beruang yang sedang berjalan ke arah nya


"aa.....Aaaa....." Ucap Zen yg sudah gelisah karna tidak tau harus bagaimana


Zen pun teringat sesuatu,tentang film yang di tonton nya kemaren malam


"H-hei....." Ucap Zen kepada Yue sambil memegangi tangan nya


"E-eh? Iya,k-knp Zen?a-apa, apa kau punya rencana?" Ucap Yue yg kebingungan serta ketakutan melihat beruang yg menuju kearah mereka berdua


Seketika itu juga, beruang tersebut berlari dan berusaha menerkam mereka berdua


"M-matii!!!!" Ucap Zen yg reflek mengucapkan hal itu karna sudah putus asa


Dan, semua orang yg hadir pada saat itu terkejut tidak main, melihat beruang tersebut benar² mati dan beruang tersebut tidak bergerak sedikit pun


"H-hei, apakah dia benar² mati? Apa yg kau lakukan Zen?" Ucap Theo yg turun dari pohon tempat dia memanjat, sambil terkejut bukan maen, melihat sebuah bangkai hewan buas di depan nya


"T-tidak mungkin, apa yg harus kita lakukan sekarang?" Ucap Mash yg ketakutan setengah mati karna kejadian itu


"H-hei, tenanglah terlebih dahulu, pertama² kita harus berpura² tidak tau akan hal ini,oke?" Ucap Tania yg kebingungan dengan apa yg di lihat nya


Semua orang yg berada di situ pun sepakat untuk tidak menceritakan kejadian tersebut pada siapa pun,dan akan berpura² tidak mengetahui apa pun


"Hei,itukan kemah kita!" Ucap Yue sambil menunjuk pemukiman mereka


"Ha? Apa yg kau maksud Yue, yg kau tunjuk itu hanya sebuah pohon besar" ucap Mash yg kebingungan dengan ucapan Yue


Seketika semua orang disana mengerti, apa yg sedang di maksud oleh Yue


"H-hei Yue, kau tidak sedang main2 kan?" Ucap Tania yg sedang ketakutan


"Apa2 ini,bagaimana mungkin..." Ucap Yue sambil gelisah dengan apa yg dilihat nya


"Hei Zen,kenapa kau diam saja?" Ucap Theo yg kebingungan


"Tidak mungkin..... Ternyata yg ku lihat tadi...." Ucap Zen yg ketakutan dengan apa yg di lihat oleh matanya


Suasana menjadi sunyi, dan semua orang di situ akhirnya menyadari, bahwa mereka bukan sedang merada di dunia manusia.... Tapi Dunia jin


"H-hei Ayo kita pulang,Aku takut" ucap Theo sambil menarik baju Mash


"Aku juga ingin pulang...." Ucap Mash yg menahan air matanya agar tidak mengalir


"Lalu,bagaimana cara kita keluar dari tempat ini?" Ucap Yue yg berusaha untuk tetap tenang


"Mungkin di ujung sana ada Jawabanya" ucap Tania sambil menunjuk seseorang yg sedang terduduk di ujung pasar


Mereka berlima pun akhirnya berjalan me uju ujung melewat di tengah" pasar jin tersebut


"Basreng nya nak......" Ucap salah satu penjual disana


Mereka berlima pun akhirnya saling berpegangan tangan,dan yakin kalau cobaan mereka pasti akan terlalui


"Kenapa kalian bisa berada disini?" Ucap seorang kakek² tua yg berada di ujung pasar


"Kami.... Tersesat kek" ucap Zen sambil mendekati si kakek


"Huhh..... Hari2 ad aja orang yg tersesat sampai kesini" ucap si kakek sambil menghela nafas


"Apa ada cara untuk keluar dari tempat ini kek?" Ucap Yue yg akhirnya tidak takut tentang hal yg di lihat nya


"Ada satu cara" ucap si kakek sambil memberikan tongkat yg di pegang nya


"Apa ini kek?" Ucap Zen yg kebingungan karna tiba² di beri tongkat


"Pukul lah kepala kakek...." Ucap si kakek dengan tersenyum bahagia


"Apa maksud mu kek?" Ucap Tania yg kebingungan


"Kakek sebenarnya juga orang yg tersesat nak..... Hanya saja kakek tetap tinggal disini,agar jika ada yg tersesat kesini, maka kakek bisa tolong" ucap si kakek sambil menunduk di bawah


"Kakek berpesan, setiap ada yg tersesat ke pasar ini lagi, maka tongkat itu akan bergerak², maka pada saat itulah, kakek tolong, pukul lah sebuah baru penggunakan tongkat tersebut" ucap si kakek sambil memegang tangan zen


".... Baiklah kek,saya akan memegang perkataan kakek" ucap Zen sambil memegang erat tongkat nya


"Terimah kasih ya.... Akhirnya kakek bisa bebas" ucap si kakek sambil tersenyum bahagia


*Pluk*


"Eh?, Kita sudah kembali?" Ucap Mash SMA ik mengusap air mata nya


"Seperti nya begitu" ucap Zen yg lega, dan ketika Zen menoleh ke bawah, dia melihat mayat seorang laki² dewasa yg sudah tertinggal tulang nya saja


Akhirnya Zen pergi ke tempat kemah nya berada, sebelum pergi, Zen mengambil mendali emas nya dan menaroh pada dada tengkorak tersebut


"Hei,kalian dari mana saja, sekarang sudah larut malam" ucap guru sambil memeluk mereka berlima


"Kita sedikit tersesat pak,jadi rada telat" ucap Theo sambil memegangi kepala nya


"Jadi mana kayu bakarnya?" Ucap si guru sambil kebingungan karna mereka tidak membawa apapun selain tongkat yg di pegang Zen


"Oy Zen,darimana kau dapat tongkat itu?" Ucap guru dengan nada curiga


"Inimah saya bawa dari tadi pak" ucap Zen yg berbohong karna ingin menutupi rahasia


"Hmmmm..... Yasudah lah, kembalilah ke tempat kemah kalian,besok kita pulang" ucap guru sambil menghela nafas,seolah-olah sang guru mengetahui apa yg sebenarnya terjadi


"Baik pak" ucap Zen dan kawan² sambil pergi ke kemah mereka masing²


Setelah kejadian itu,Zen dan kawan2 pun memutuskan untuk mempelajari ilmu seni bela diri, karna untuk menjaga diri mereka sendiri


Setelah naik ke kelas 2 SD, Zen mendapatkan banyak teman baru yg asik dan baik tentu nya, tapi ada salah satu orang yg sangat tidak suka akan kehadiran Zen, karna Zen selalu dekat dengan Tania


"Hei kau!!" Ucap sang anak sambil menaiki kaki nya ke atas meja milik Zen


"Kenapa ya?" Ucap Zen yg kebingungan tentang apa yg terjadi


"Jangan sok polos lu bg*t!" Ucap sang anak sambil emosi dan menggenggam baju zen


"Hei,sepertinya kau salah paham....pertama² siapa nama mu?" Ucap Zen yg berusaha meredakan suasana


"Nama gw Dafa, Lu tuh gk cocok sama Tania ya bg*t" ucap Dafa sambil nada membentak dan emosi


"Ha?, Gw Ama Tania aja sebatas temen, knp lu iri?" Ucap Zen sambil melepaskan genggaman Dafa dan merapikan baju nya


"Bg*St kau Zen!!" Ucap Dafa sambil meninju muka Zen dengan emosi


"Weey,apaan ini?!?" Ucap Zen yg terkejut, dan akhir nya hanya berusaha menghindari serangan Dafa saja


"Lu ikut pencak silat kan?" Ucap Dafa dengan nada mengejek


"Kok lu gk mau tunjukin teknik mu sih?,apa karna lu ikut pencak silat cuma buat caper doang?" Ucap Dafa yg berusaha memancing emosi Zen


Zen yg kesal pun akhirnya membanting tubuh Dafa dengan mencengkram perut nya dan mengangkat serta membanting nya


"Aargghh..." Ucap Dafa yg kesakitan karna di banting Zen


Tak di duga Tania melihat perkelahian mereka berdua dan terkejut serta kecewa karna sejujurnya Tania adalah tipe orang yg sangat tidak suka perkelahian


"Aah.... Tania! Lihat ini temen mu,dia membanting ku tanpa sebab" ucap Dafa yg berusaha membuat dirinya seperti korban


"Bukan begitu Tania! Dia itu-" ucap Zen yg terpotong oleh Tania


"Sudah cukup! Tania gk suka ya sama orang yg suka berkelahi!" Ucap Tania sambil membangunkan Dafa


"Aku benci kamu Zen" ucap Tania sebelum membawa Dafa ke UKS


Zen yg merasa kebingungan akan apa yg terjadi membiarkan hal itu,hari demi hari Zen pun menyadari bahwa Tania sudah tidak bersama dengan mereka lagi


"Tania gk kesini lagi ya?" Ucap Theo sambil memakan roti nya


"iya nih,akhir² ini dia tidak bersama kita" ucap Mash yg merasa kebingungan


"apa kau tau sesuatu Zen?" ucap Yue dengan perasaan curiga

__ADS_1


"d-dia...." ucap Zen sambil menundukkan wajahnya


kawan": hmm??


"Dia salah paham aja, sebenarnya itu...." ucap Zen sambil memberitahu aa yg sebenarnya terjadi


"oouh, ternyata hanya hal itu" ucap Yue sambil menghela nafas


"apa kau punya rencana?" ucap Theo yg kebingungan


"tentu saja, aku punya ide yg menarik, dan pastinya dia akan sngt membantu!" ucap Yue sambil bangga


"dia?" ucap semua teman nya sambil kebingungan


"Jadi rencana nya itu..." ucap Yue sambil menjelaskan semua rencana nya


"wooah... Itu rencana yg bagus, aku yakin Yue bisa sadar!" ucap Mash sambil terkejut mendengar ide Yue


"itu bagus, tapi 'dia' itu siapa?" ucap Zen yg heran dengan 'dia' yg di ucapkan Yue


"tenang aja, nanti bakal aku kenalin" ucap Yue sambil tersenyum melihat Zen


"cie cie" ucap Mash&Theo yg berusaha menjahili Yue&Zen


"apaan sih kalian hahaha" ucap Yue sambil berusaha tertawa, tapi tawa nya terdengar terpaksa


"hooo??" ucap Theo sambil terheran an


"ah sudah lah, aku mau kembali ke kelas" ucap Yue sambil pergi meninggal kan meja kantin


Setelah pulang, Zen pun menceritakan hal yg sebenarnya terjadi terhadap Tania&Zen, berharap Ayah nya bisa membantu dengan menelpon orang tua Tania untuk menjelaskan hal yg terjadi


"ouh, itumah gampang, serahkan pada ayah mu ini!" ucap Jack sambil menunjukan badan kekar nya


"makasih yah!, btw cara bikin tubuh menjadi seperti itu gmn?" ucap Zen yg terheran² dengan tubuh milik ayah nya


"kamu masih kecil, kalau udah besar ayah ajarin!" ucap Jack yg bangga atas semangat milik anaknya


Ke esokan harinya...


"Tania! Ada yg mau aku omong in" ucap Zen yg berlari ke arah Tania


"hah? Apaansih, Tania gk suka orang jahat" ucap Tania yg segera menghindar


"dengarkan ucapan ku dulu, ku mohon...." ucap Zen sambil memohon untuk meminta Tania untuk mendengarkan ceritanya


"Emang apaansih?" ucap Tania yg kesal


"sebenarnya......." ucap Zen yg menjelaskan semua hal yg terjadi, tanpa ada terkecuali


"H-hah?, apa maksud mu?, kata Dafa tidak begitu....." ucap Tania yg kebingungan


"jangan dengarkan ucapan nya Tania! Itu hanya tipuan belaka" ucap Dafa yg datang ke arah mereka berdua


"Apa maksud mu? Zen gk pernah bohong!" ucap Zen yg kesal karna dia di fitnah


"A-apasih maksud kalian ini, kalian membingungkan!" ucap Tania yg kesal, dan kemudian Tania berlari keluar dari ruang kelas, menuju tempat bawah tangga


"*menangis* s-siapa... Yang harus ku percaya?..." ucap Tania yg menangis tersedu-sedu


"emmm..... Halo?" ucap seseorang yg melihat Tania nangis di bawah tangga


"S-siapa kamu? Ada urusan apa kamu dengan ku?" ucap Tania yg sedang gelisah


"Oh iya, aku belum perkenalan, nama ku Alexia! Alexia floriska" Ucap Alexia sambil duduk di samping Tania


"Ada urusan apa kau dengan ku?" ucap Tania yg masih bersedih dan kebingungan


"Enggak ada, Kamu ada masalah apa?" ucap Alexia sambil menatap ke arah Tania


"aku....bingung..." ucap Tania yg benar² sedang kebingungan


"kenapa emang nya?" ucap Alexia yg perlahan berdiri


"aku bingung, teman² ku berkelahi, dan aku tidak tau siapa yg salah..." ucap Tania sambil menunduk kan kepalanya ke bawah


"menurut ku sih itu gampang, kau tinggal dengar kan apa yg mereka ucap kan, dan berbaikan lah bersama mereka" ucap Alexia sambil menepuk pundak Tania


"Don't judge book by the cover, itu pepatah yg sudah me legenda kan? Menurut ku seperti itulah teman² mu" ucap Alexia sambil menatap langit" atap


"hmmm.... Mungkin kau benar" ucap Tania yg perlahan² berdiri


"terima kasih, Alexia!" ucap Tania kepada Alexia sambil memegang tangan Alexia


"terimah kasih untuk apa? Aku gk bantu apapun" ucap Alexia yg berbalik badan dan tertawa kecil


"yahh.... Pokok nya aku berterima kasih untuk pencerahannya!" ucap Tania yg kemudian berlari menuju kelas nya


"haaaa..... *mengangkat telepon*, sudah selesai nona" ucap Alexia yg sedang berbicara dengan sesorang


"terimah kasih untuk pekerjaan mu Alexia, tapi mohon jika bertemu dengan ku di sekolah jangan memanggil ku 'nona'" ucap seseorang dalam telepon


"baik non- eh, Yue..." ucap Alexia kepada Yue dalam telepon


*Tuuutt*


"ha.... Mudah juga ternyata pekerjaan ku yg sekarang" ucap Alexia sambil merenggangkan tubuh nya


"ayo kita kembali ke kelas, dan tidur...." ucap Alexia yg kemudian kembali ke kelas nya dengan wajah gembira


Sementara itu di kelas:


Tania yg sudah mendapatkan pencerahan dari Alexia, dia puh kembali ke kelas, dan berusaha memperbaiki hubungan pertemanan nya


"Hei!!" ucap Tania yang membuka pintu kelas, kemudian berjalan ke kedua teman nya itu(Dafa&Zen)


"aku sudah tahu siapa yang salah" ucap Tania yg kemudian menatap kedua wajah temanya


"S-siapa yg salah Tania?" ucap Dafa yg kemudian gugup


"yang salah itu adalah...... Tidak ada!" ucap Tania sambil tersenyum


"apa maksud mu? Kita berdua tidak bersalah?" ucap Zen yg kebingungan dengan ucapan Tania


"Tentu, kalian semua kan teman² ku, jadi kesalahan kalian sekarang aku maaf kan!" ucap Tania sambil ber pose bangga


"terima kasih Tania!" Ucap Zen yg mau memeluk Tania


"hei stooop!!!" ucap Dafa yg kemudian mendorong Zen ke pinggir sampai jatuh


"Adu duh.... Sakit, kenapa kamu dorong aku!" ucap Zen yg marah dan berusaha berdiri


"eehhh.... Maaf, aku benar² tidak sengaja, aku hanya..... Tidak ingin kau dekat² dengan Tania!" ucap Dafa sambil menolong Zen untuk berdiri


"aku benar² minta maaf!, aku sadar yg ku lakukan selama ini itu salah!" ucap Dafa yg kemudian menunduk kan wajah nya


"Heee.... Au tidak apa² kok! Lagi kita semua tidak salah!" ucap Zen yg kemudian men jabat tangan nya Dafa


"Sekarang kita teman ya!" ucap Zen sambil tersenyum ke arah Dafa


"wooaaah.... tentu saja!" ucap Dafa, yg kemudian di susul dengan di peluknya mereka berdua oleh Tania


Dan akhirnya drama sedikit dari para bocah SD pun berakhir


*Di telepon*


"sesuai rencana ya?" ucap Alexia kepada Yue


"ya, kau memang benar² membantu, Alexia" ucap Yue dengan bangga dan memuji Alexia


"itukan tugas saya non, saya hanya melakukan perintah" ucap Alexia yg gugup karna di puji


"hahaha iya²,yaudah kamu kerumah ku gih, ambil gaji mu" ucap Yue sambil menuruni lift menuju pintu depan


"baik non! Tunggu saya!" ucap Alexia yg kemudian berlari ke rumah Yue


*prek*


*prek*


*prek*


"ha... Ha..... Saya datang non..." ucap Alexia yg kelelahan karna sudah berlari lumayan jauh


"kau gila, kau berlari dari sekolah ke sini hanya butuh 3 mnt?, bukan kah jarak rumah ku dan sekolah itu 10 km an?" ucap Yue yg terkejut dengan kekuatan Alexia


"ini tidak seberapa non!, saya sudah sering berlari, jadi hal sekecil ini masih bisa saya lakukan!" ucap Alexia yg kemudian berjalan ke arah Yue


"baiklah, ini gaji mu! Makanlah makanan yang enak!" ucap Yue sambil memberikan uang sebesar 500k


"makasih non!, adik saya pasti tidak sabar untuk makan ayam sekarang!" ucap Alexia yg kemudian berjalan ke belakang sambil menunduk kan wajah


"uang ini cukup.... Setidaknya untuk 1 Minggu.... Syukurlah" ucap Alexia yg merasa bersedih


"hmmm" ucap Yue yg merasa prihatin


*tuut*


*Tuut*


*tuut*


"Ah iya nak?, kenapa kamu nelpon ayah?, tumben bgt" ucap ayah Yue di dalam telepon


"ayah...... Aku suka pengawal baru ku....." ucap Yue dalam telepon sambil terduduk di depan pintu


"oh ya?, kenapa kamu suka dia, bukanya dia cwek?" ucap sang ayah yg berusaha melucu


"bukan suka itu!!!, di bandingkan pengawal² lainya, dia yg paling ku suka" ucap Yue dengan nada bergembira


"ooouh begitu, baiklah..... Bawa uang lebih untuk nya, sekarang dia akan menjadi pengawal tetap mu! Udah ya, ayah lagi sibuk... Jaga dirimu baik² oke?" ucap sang ayah yg menyemangati Yue


"baik yah!" ucap yue yg masuk ke dalam rumah untuk mengambil sedikit uang, dan kemudian berlari ke depan gerbang, berusaha mengejar Alexia


"ALEXIA!!!! Tangkap ini!!!" ucap Yue yg melemparkan amplop berisi kan uang


"apa maksudnya ini non?" ucap Alexia yg kebingungan akan hal yang terjadi


"haaa..... Kau akan jadi pengawal tetap ku! Bekerjalah mulai besok!" ucap Yue yg kemudian berbalik badan menuju rumahnya

__ADS_1


"Terimah kasih non! Saya akan bekerja mulai besok!" ucap Alexia yg kemudian menunduk kan badan sebagai rasa hormat


Bersambung-


__ADS_2