
Kisah di lanjutkan dengan kedatangan Teman baru dalam Geng Zen, Tugas Alexia setiap harinya adalah selalu berada di samping Yue, di karena kan dia adalah pengawal sekaligus teman curhat Yue
"Alexia!, Apakah kamu suka makanan manis?" Ucap Yue yg melihat wajah Alexia dengan sangat dekat
"Saya tidak terlalu suka makanan manis, kata mama kalo kebanyakan makanan manis bisa bikin gendut, dan kalau gendut, saya tidak bisa bergerak dengan fleksibel"
"Ah.... Jawaban mu cukup kompleks ya....." Ucap Yue yg masih mencerna jawaban Alexia
"Ayo kita pergi ke sekolah, sepertinya kita masih bisa masuk dengan tepat!" Ucap Yue yg kemudian menarik tangan Alexia untuk pergi ke mobil
"B-baik non!" Ucap Alexia yg kaget karena di tarik dengan tiba²
Di dalam mobil, Yue&Alexia meng obrol² untuk meng-akrabkan diri
"Apakah kau suka belajar beladiri Xia?" Ucap Yue yg sengaja me-singkat nama Alexia agar lebih akrab
"Kenapa saya ganti nama........ Tapi, kalau soal beladiri mungkin saya cuma belajar otodidak di rumah" ucap Alexia yg kaget karna namanya berubah
"Hehe, maaf ya Alexia, belajar otodidak itu keren! Nama beladiri yg kamu pelajari apa Alexia?" Ucap Yue sambil mendekati tempat Alexia
"Emm..... Kalau gitu sih... Mungkin taekwondo, Boxing,kung Fu, Capoeira, ya.... Sedikit sih, hehe" ucap Alexia yg bingung atas kelakuan Yue
"Itumah banyak bjir!, Kenapa tidak belajar beladiri pencak silat? Itukan beladiri negri kita...." Ucap Yue yg kecewa karna mengira Alexia belajar pencak silat juga
"Maaf ya non, bukan nya gmn, tapi saya belajar itu dari paman saya, sebenarnya saya mau belajar pencak silat, hanya saja kan pencak silat itu harus bayar seragam segala macem" ucap Alexia sambil menghela nafas dan menatap ke arah jendela luar
"Oouh... Begitu ya, maaf ya Alexia, aku gk tau" ucap yue yg merasa bersalah
"Bagaimana kalau kamu belajar pencak silat di tempat ku biasa berlatih? Nanti biaya nya aku yg bayar!" Ucap Yue yg tersenyum ke arah Alexia
"Wah boleh non? Kalau boleh sih saya mau......" Ucap Alexia dengan nada gembira dan gelisah
"Boleh2 aja, nanti juga bakal berlatih, nanti Yue kenalin temen2 Yue!" Ucap Yue sambil memberi jempol ke Alexia
"Sudah sampai non" ucap pak supir
"Oh baik pak, ayo Alexia kita keluar" ucap Yue yg sedang memegang tangan Alexia
"Ouh baik non! Tunggu saya sebentar" Ucap Alexia yg terburu² mengambil sesuatu
"Apa itu?" Ucap Yue yg penasaran
"Adadeh non" ucap Alexia yg berusaha menyembunyikan barang nya
"Tch, pelit!" Ucap Yue yg kesal karna tidak di beri tahu
Sore pun tiba, Yue&Alexia tiba di tempat berlatih, dan Alexia memiliki niat untuk mengasah kemampuan nya di sana
"Ini anak barunya?" Ucap Senior yg sedang menghampiri Alexia
"Ah iya kak, mohon bimbingan nya" ucap Alexia yg kemudian menyodorkan tangan, berusaha untuk berjabat tangan
"Tch, aku hanya akan berjabat tangan dengan orang kuat" ucap sang senior yg kemudia pergi dari tempat Alexia
"Apaansih, gaje bgt" ucap Alexia yg kesal terhadap perkataan senior
"Begitulah bg zaki, dia sangat sensitif dengan orang baru" ucap Yue sambil menghela nafas
Akhirnya pembelajaran di mulai, sang guru memberikan teknik² dasar terhadap Alexia, dan kemudian Alexia dapat meniru nya dengan sempurna
"Wah keren kamu nak! Baru belajar tapi langsung bisa!" Ucap sang guru yg takjub dengan bakat Alexia
"Hehe, makasih pak!" Ucap Alexia yg sudah bisa berbaur dengan teman² seperguruan nya
"Spar dengan Zen sana coba! Sekalian sama² belajar" ucap salah satu senior sambil tersenyum
"Boleh aja, Zen yg mana ya?" Ucap Alexia yg belum mengenal Zen, dan berusaha meningkatkan kemampuan nya
Semua orang disana terkejut, mendengar Alexia menantang Zen dengan sangat PD
"Dia gila ya?" Ucap orang² disana
"Emm, halo? Saya Zen, salah kenal ya!" Ucap Zen yg mengulurkan tangannya kepada Alexia
"Ahhh kau Zen rupanya, salam kenal juga" ucap Alexia yg kemudian berjabat tangan dengan Zen
"Kosongkan tempat nya, pertarungan akan di mulai hari ini" ucap guru yg menyuruh murid² nya mengosongkan lapangan
Ketika pertarungan di mulai....
"Jangan galak² ya Alexia😅, aku masih pemula" ucap Zen yg sedang menyiapkan baju ny
"Tenang aja, gk bakal sakit kok, toh nanti kamu bakal langsung pingsan" ucap Alexia dengan sombong, berusaha memancing amarah lawan
"Hehe, aku tahu kamu kuat Alexia" ucap Zen yg segera mengambil kuda-kuda menyerang
Bruak
Bruk
Bruk
"H-hei, dia bisa mengimbangi nya?"
Semua orang di sana kaget setengah mati, melihat ada orang yg bisa mengimbangi Zen kecuali 'dia'
"Kau belajar taekwondo ya?, Alexia"
Ucap Zen yg terus menghindari serangan bertubi-tubi milik Alexia
"Begitulah, aku punya kenalan yg cukup kuat"
"Sayang sekali, tapi kau akan kalah disini" Ucap Zen yg langsung menghantam Alexia menggunakan tangan nya
Dushh
Arrghhhh
"P-perut ku, kaki ku..... Tidak mau bergerak"
Alexia sangat kaget, melihat Zen menghantam nya tepat di jantung nya
"Jika aku kalah..... Aku tidak pantas untuk di samping nona Yue....."
Zen pun melaju pesat ke arah Alexia, menghajar dan memutar balik badan Alexia
"H-ha? B-badan ku terbang?" Ucap Alexia yg terkejut
H-hei, lihat dia di atas!
"HM? Kenapa?,,, O-oi oi oi, teknik apa itu?" Ucap Senior yg terkejut
Semua orang disana terkejut, melihat Alexia yg terbang di atas, menggunakan teknik yg bahkan tidak di ajari oleh guru
"I-itu.... Terlihat seperti elang?" Ucap Tania sambil menunjuk Alexia
"K-kau benar"
Alexia pun menendang Zen dalam keadaan badan nya terbang di atas langit, menghantam nya sampai ke arah pohon beringin
Bruk
Dubrasshhh
"W-waw, tak ku sangka ada teknik seperti itu"
Ucap Zen yg kemudian berdiri untuk menyeimbangkan posisi nya
Alexia pun berlari ke arah Zen, menghantam nya menggunakan sikut nya
Arrghh
"Kau kesakitan?, Kalau kau menyerah, aku akan menyelesaikan nya dengan cepat"
Ucap Alexia yg melancarkan serangan nya tanpa henti
Di satu serangan Alexia, Zen mampu memegang lengan Alexia dan kemudian langsung menghantam nya ke tanah
"G-gilaa, mereka gk segan²" ucap Theo yg takjub dengan pertarungan itu
Hosh
Hosh
Hosh
"K-kau, lumayan juga"
Ucap Alexia dengan nafas yg tergesa²
"Tubuh ku berat.... Mungkin karna serangan tadi...." Ucap Alexia yg segera kembali ke posisi nya semula
Zen pun kemudian menendang sikut Alexia, dan berusaha melakukan spin kick , tapi itu di gagal kan oleh Alexia karna dia segera memegang kaki Zen dan kemudian menghantam nya ke arah batu sampai batu tersebut hancur
Zen pun langsung menyerang lengan Alexia, dan di iringi dengan menghantam wajah Alexia ke tanah
"H-hei bukan kah itu keterlaluan? Inikan cuma latihan" ucap Senior yg sudah tidak kuat melihat pertarungan nya
Kemudian Alexia memeluk erat tubuh Zen, berusaha membanting nya ,Tapi Zen kemudian langsung loncat dengan sangat tinggi
"T-tunggu dulu, teknik itu kan...."
"Apa dia mencoba untuk meniru nya?"
Zen dalam keadaan tubuh di atas langit pun langsung menggunakan teknik, teknik yg di gunakan Alexia untuk menghantam nya
Alexia pun terhantam sampai lumayan jauh dari arena pertarungan,Alexia terkejut tidak main, karna teknik nya dapat di tiru oleh orang lain, dan dalam benak pikirannya Alexia, Alexia hanya berpikir satu hal
'aku.... Harus tetap hidup' dari benak pikiran Alexia melihat Zen yg berjalan ke arahnya
Apa yg di rasakan Alexia hanya lah keputusan asa an, dan rasa cemas
Haaa
Haaa
Haaa
"Sayang sekali Alexia, kau harus selesai disini"
Zen pun langsung melancarkan serangan tepat di atas kepala Alexia, tapi serangan tersebut segera di hentikan oleh guru
"Haaahhh... Sudah cukup, pertarungan nya sampai disini"
__ADS_1
Ucap sang guru yg kemudian membawa mereka berdua ke tengah lapangan
"Siapa yg menang pak?"
Ucap para senior dan murid
"Dari pertarungan tersebut, kedua pihak saling melancarkan serangan terbaik mereka"
"Mereka pun sama² terluka"
"Tapi, jika di lihat dari kondisi, saya tetapkan yg menang pada pertandingan kali ini adalah...."
"Zen!!!"
Ucap sang guru yg kemudian mengangkat tangan Zen dengan bangga
'aku.... Kalah?'
'jika melawan dia saja aku kalah..... Bagaimana dengan penjahat diluar sana' Ucap Alexia yg kecewa dengan dirinya sendiri
"Hei Alexia, daritadi kau menggerutu sendiri, menang kalah toh biasa" ucap Zen yg menyodorkan tangan nya
"Apa maksud mu?"
Ucap Alexia yg kebingungan dengan perkataan Zen
"Yahhh.... Kita kan masih anak², kita masih di masa belajar, wajar kalau kalah!"
Ucap Zen yg berusaha menyemangati Alexia
"Apa kau... pernah kalah?" Ucap Alexia terhadap Zen
"Tentu saja, kalah 2x pada orang yg sama lagi" ucap Zen sambil menggendong Alexia
"Emang siapa yg mengalahkan mu Zen?" Ucap Alexia yg penasaran dengan orang yg di maksud Zen
"Tuh, yg lagi lihat² danau, cwek rambut pirang" ucap Zen sambil menunjuk cewek yg di maksud
Di tempat perawatan
"Aduduh, sakit pak"
"Pelan" dong!"
Ucap Alexia yg kesakitan dengan obat yg di berikan guru
"Emm halo? Assalamualaikum" ucap sang senior yg tadi menghina Alexia
"Eh knp bg?, Apa Alexia ada salah?"
Ucap Alexia yg kebingungan dengan daeangnya sang senior
"Anu... Begini dek, saya minta maaf atas perkataan Abang tadi sore🙏" ucap sang senior dengan rasa bersalah
"Ouh iya, aku belum memberitahu nama Abang, nama ku Zaki! Zaki Iskandar putra!" Ucap bg zaki dengan bersemangat
"Wah salam kenal ya bg zaki!" Ucap Alexia yg sudah di rawat guru
Alexia pun mengangkat tangannya, ber maksud untuk berjabatan dengan bg zaki
"Maaf ya, bukanya apa ya, gw cuma merasa bersalah aja" Ucap bg zaki yg malu²
Mereka berdua pun akhirnya berjabat tangan, dan saling minta maaf satu sama lain
"Gapapa kok bg zaki, mohon bimbingan nya ya!"
Ucap Alexia yg kemudian keluar dari ruang perawatan
"Tangannya.... Lembut..." Ucap bg zaki yg sedang melihat tangan nya sendiri
"Jangan harap buat di pacarin mas, umur mu loh udah tua, sedang kan dia masih kelas 4 SD" ucap sang guru yg lagi beres² barang
"Mana mungkin lah bang! Saya masih normal!" Ucap bg zaki yg kesal terhadap perkataan sang guru
"Haha, maaf²"
Di luar, Yue yg cemas dengan keadaan Alexia pun langsung menghampiri Alexia yg baru keluar dari ruang perawatan
"Alexia, apa kau gpp?" Ucap Yue yg khawatir
"Saya gpp kok non,tenang aja" ucap Alexia yg kemudian memberi jempol pada yue
"Ouh iya, TEMAN²! AKU MAU KENALIN SESEORANG!" ucap Yue dengan sangat antusias
"J-jangan keras² dong non..." Ucap Alexia yg gugup
Pluk
Pluk
Pluk
"Siapa Yue?" Ucap Theo&mash habis dari danau
"Nah ini dia, kenalin diri Alexia" ucap Yue sambil bisik² kepada Alexia
"Ah, h-halo! Namaku Alexia, Alexia floriska!, Salam kenal ya!" Ucap Alexia yg gugup
"... Wah! Salam kenal Alexia, namamu keren juga!"
"Ah, betul, itu memang saya" ucap Alexia
Kemudian mereka semua berjabat tangan satu sama lain
Matahari sudah tenggelam, latihan tersebut di akhiri dengan pertarungan sengit antara Zen dan Alexia ,Tahun pun berganti, mereka sudah kelas 6, dan akan mengalami kelulusan
"Zen! Apa kau punya waktu luang nanti sore?" Ucap Tania yg menghampiri Zen
"Ah, aku sedang sibuk hari ini, maaf ya" ucap Zen yg sedang beres² barang dan pergi keluar ruangan
Tunggu!
"Apalagi Tania?" Ucap Zen yg kesal dengan tingkah laku Tania
"Kenapa kau berubah Zen?apa gara² ucapan 'dia'?" Ucap Tania yg kemudian memegang erat tangannya sendiri
"tidak juga, Manusia selalu mengalami perubahan kan?"
"Cepat atau lambat,kita semua akan berpisah" ucap Zen yg kemudian meninggal ruang kelas
Hari kelulusan pun tiba, hari dimana para murid menentukan jalan mereka sendiri
"Kau akan sekolah kemana Tania?" Ucap Yue yg melihat Tania murung
"Emm... Aku sih sekolah dekat sini aja, biar gk terlalu makan waktu" ucap Tania yg seperti memikirkan sesuatu
"Ha... Kau memikirkan Zen ya?, Zen sudah berubah sekarang, tujuan dia hanya untuk pergi ke puncak sekarang" ucap Theo sambil menghela nafas
"Kalau kau, mau kemana Theo,Mash?" Ucap Tania yg kemudian di panggil untuk melakukan foto ijazah
"Aku Ama Mash sih bakal mondok" ucap Theo yg merasa sedih akan berpisah dengan temanya
"Hmm?
Itu bagus, kau kan akhlak nya minus, bisa menjadi lebih kau kamu disana"
Ucap Yue yg sedang mengejek Theo
"Bisa²nya kamu Yue, tapi itu memang tujuan kita berdua" ucap Theo yg kemudian menatap ke arah jendela dengan perasaan sedih
"Ya sudahlah, ada pertemuan, pasti ada perpisahan kan?" Uca mash yg kemudian mengajak Theo untuk keluar ruangan
"Kalo nona mau pergi kemana?"
"Gak tau, kita pikirkan itu nanti aja deh" ucap Yue yg kemudian tertuju ke satu orang
"Hahh... Itu Zen ya? Dia beda banget dari pertama kali kita bertemu" ucap Alexia dengan menghela nafas
Hahh...
Yue pun akhirnya keluar ruangan, mengejar Zen yg sedang keluar sekolah
"Zen!!, Tunggu!" Ucap Yue yg sedang mengejar Zen
"Ada apa Yue? Apa kau punya perlu dengan ku?" Ucap Zen dengan penuh kebingungan
Hosh
Hosh
"Setelah hari ini, kamu mau pergi kemana?...." Ucap Yue yg kecapean karna mengejar Zen
"Ahh... Soal itu ya, aku mau pergi ke luar negeri" ucap Zen dengan tersenyum
"Kenapa kamu pergi ke luar negeri? Apa ada yg salah disini?" Ucap Yue yg sedih dan kebingungan
"Tidak... Ayah ku mendapat pekerjaan di luar negeri, tepatnya di Prancis, jdi aku sekalian sekolah disana" ucap Zen sambil menepuk pundak Yue
"Aduh... Terus kenapa kamu menghindari kami!" Ucap Yue yg sedang kesal dengan pernyataan Zen
"Itu karna aku ingin kalian tidak sedih atas kepergian ku, kalau kita tetap dekat, kalian akan sgt sedih karna perpisahan kita" ucap Zen yg akhirnya di jemput oleh kedua orang tuanya
"Aku duluan ya, titip salam pada yg lain" ucap Zen hendak menaiki mobil ortu nya
Kemudian Yue pun menggenggam tangan Zen dalam tangisannya Yue berkata
"Kau tidak lupa cita² ku kan?, Aku akan tetap bersama mu!" Ucap Yue yg kemudian memeluk Zen dengan erat
"E-ehh... Jangan di tempat umum begini dong" ucap Zen yg kemudian melepaskan pelukan Yue
"Gw ingat kok cita² mu, tapi lu gk lupa kan? Tentang cinta² gw" ucap Zen yg kemudian menaiki mobil nya
"Apa itu?"
"Ahh, yg benar saja? Kau lupa?"
Ucap Zen yg kecewa karna cita² nya di lupakan
"Cita² ku itu menjelajahi dunia ini",ucap Zen yg kemudian memberikan medalinya ke Yue
Kemudian Zen dan keluarga nya pun pergi dari sekolah, dan berniat untuk pergi ke luar negeri besok
"Hati² Zen, kita pasti akan bertemu lagi" ucap Yue yg sedang mengusap air mata ny
__ADS_1
"Sudah lah non, dia itu red flag, aku tau dari ti*to*" ucap Alexia yg sedang mengelus -elus pundak Yue
Setelah hari kelulusan, mereka pun menempu jalan mereka sendiri, ada yg pergi mondok, ada yang pergi ke luar negeri, dan ada yg tetap di zona nyaman
Di hari keberangkatan Zen dan keluarga nya untuk pergi ke luar negeri, Zen dalam benak hatinya memikir kan 'apakah jalan yg ku tempuh ini benar?', sembari mengemas pakaian dan barang² nya, Zen menemukan buku kenangan dirinya bersama temanya, berisi semua foto dan cerita yg dia lalui
Zen pun membuat grup chat khusus teman² lama nya, dan berpesan 'aku di luar negeri tidak akan lama, kita pasti akan bertemu lagi', setelah berkemas-kemas, Zen pun akhirnya pergi dari rumah tersebut
"Ayo cepat keluar kak, ibu dan ayah nunggu nih" ucap flora yg sudah tumbuh besar
"iya² tunggu, bentar lagi Abang datang" ucap Zen yg segera memasukan buku kenangan ya kedalam koper miliknya
"tch,lama bgt sih" ucap flora sambil memasang muka cemberut
"hehe, maaf² kakak ketemu barang bagus di dalam lemari, jadi lama kemas-kemas nya" ucap Zen sambil mengelus -elus kepala flora
"ya sudahlah ,ayo keluar, ibu dan ayah nunggu in" ucap flora sambil membawa kucing kesayangan nya
Rumah tersebut sudah kosong, yg tersisa hanya perabotan rumah² an saja, masing² keluarga membawa barang berharga mereka sendiri, dan Zen membawa buku kenangan nya
"nah itu mereka, ayo masuk paman udah nungguin nih" ucap hari sambil membawa barang² lainya
"gpp kok hari, udah biasa inimah gw" ucap si paman sambil tertawa
mereka pun berkemas-kemas, dan mereka pun berangkat, di tengah perjalanan Zen pun membuka hp miliknya, dan di isinya terlihat foto teman² nya yg sedang menempu kehidupan baru
"haha.... Aku yakin mereka bisa,gw pun harus berusaha yg terbaik" ucap Zen sambil melihat pemandangan dari kaca mobil
"kak!, barang berharga yg kakak bawa apa?" ucap flora yg sedang mengelus-elus kucing nya
"oouh, iniloh, buku kenangan kakak, isinya itu petualangan kakak dan teman² kakak" ucap Zen sambil menunjukan buku kenangan nya
"wahhh.... Kerenn...."
Sesampainya di bandara, keluarga Zen pun pamitan dengan paman nya, dan mereka membeli tiket pesawat menuju Prancis
"nah ini dia tiket nya anak²!" ucap Jack sambil memberi kan tiket tersebut
"ayo kita berangkat ke pesawat, pesawatnya berangkat sebentar lagi" ucap hari yg tersenyum
"iya,pesawatnya berangkat sebentar lagi..... Btw kurang brp menit?" ucap Jack kepada hari
"sekitar 10 mnt lagi" ucap hari yg kebingungan
"oouh, 10 mnt toh.... Eh 10 mnt?, kita harus cepat²!" ucap Jack yg terkejut dan tergesa-gesa membawa barang bawaan
Hosh
hosh
Hosh
"halo pak!, bisa saya lihat tiket nya?" ucap pramugari penjaga pesawat
*memberikan tiket*
"ini tiket untuk kami ber empat mbak... Bisa kita langsung masuk?" ucap jadi yg kelelahan karna berlari
"silakan masuk pak!"
Di dalam pesawat Zen melihat di balik jendela, melihat dia sedang meninggal kan negerinya 'hah... Semoga jalan yg kalian tempuh benar teman² ku...'
Ucap Zen sambil menghela nafas
"kita ketinggalan pesawat non" ucap Alexia kepada Yue
"yasudah lah, kita pake pesawat pribadi aja" ucap Yue sambil menghela nafas
"baik non!"
Tuuttt
Tuutt
Tuutt
'ah iya halo?, kenapa agen Fall menelpon?' ucap seseorang dari dalam telepon
"bawakan kami pesawat sekarang, nona Yue sedang membutuhkan nya"
'baik!, laksanakan!'
"terimah kasih"
Tuut
"mungkin sebentar lagi sampai non, kita pergi ke luar bandara aja dlu" ucap Alexia sambil membawa semua barang bawaan Yue
"ahh... Baiklah Alexia, ayo kita cari angin sebentar" ucap Yue yg kecapean
Di luar, Yue dan Alexia akhirnya di jemput dengan pesawat pribadi milik ayah Yue, di dalam pesawat, Yue & Alexia di beri makanan mewah, dan mereka pun berbincang²
"hei Alexia..." ucap Yue yg keheranan dengan makanan Alexia
"kenapa non? Apa cara makan ku salah?" ucap Alexia yg kebingungan
"ah tidak, aku heran saja, dari semua menu makanan mewah yg tunjukan..... Kepada kamu lebih memilki naid goreng?" ucap Yue sambil memakan makanan nya
"gpp kok non, di rumah, saya sering makan makanan seperti ini" ucap Alexia yg kemudian melanjutkan makanan nya
"oouh... Begitu ya"
Mereka pun akhirnya sampai di Prancis, disana Yue&Alexia merubah tampilan mereka
*berbahasa Prancis*
"Rambutnya rada di pendekin di bagian sini ya kak, dan poninya rada di gini in.............. Dan modelnya itu wolfcut aja" ucap Yue yg sedang menjelaskan model rambut yg di inginkan nya
"ahh .. Baik kak.." ucap pekerja disana
"kalo kamu mau potong model gmn mbak?" ucap seorang pekerja kepada Alexia
"Rambutnya di pendekin aja kak, sampai leher aja" ucap Alexia sambil memainkan hp nya
"kalian berdua orang asing ya? tapi kok lancar BHS Prancis nya?" ucap sang manager terhadap Yue&Alexia
"kita sempat les BHS prancis di pesawat,jadi tahu kosa katanya sedikit-sedikit" ucap Yue sambil mengobrol dengan Alexia
"ooouh begitu.... Maaf sudah menganggu"
setelah keluar dari salon, pengawal Yue dari negeri asalnya pun sudah menyiapkan tempat tinggal milik Yue&Alexia yg berada di sebuah gedung besar berlantai 40, yg sebenarnya itu adalah penginapan yg mirip seperti kos-kost an jika di indo
"ahh... Ini ya tempatnya, besar juga" ucap Alexia terhadap tempat tinggal barunya
"kau benar, tapi masih besaran tempat kita di indo sih...."
"anda benar nona, semoga kita betah disini"
"ahh... Kalian yg menyewa sebagian besar gedung ini ya... Salam kenal ya!" ucap sang pemilik gedung dengan wajah penuh kebahagiaan
"tentu saja, salam kenal ya" ucap Yue yg kemudian menjabat tangan pemilik gedung
"ayo kita beres² non, besok kita akan pergi sekolah" ucap Alexia sembari membawa barang bawaan milik Yue
"sini biar aku bantu bawa kan" ucap Pemiliki gedung
"terimah kasih buk"
ke esokan harinya Yue&Alexia pun pergi ke sekolah, dengan menggunakan mobil panjang milik ayah nya, mereka pun bersekolah di sekolah elite yg bernama sekolah 'marteda'(author malas ngasih nama)
Disisi lain, Zen pun sekolah di sekolah yg sama dengan Yue&Alexia, tapi Zen tidak mengenali mereka, karena mereka merubah tampilan mereka
"ahh... Rambut putih, dia mirip dengan Alexia, tapi pastinya mereka tidak mungkin disini, mereka tidak akan berniat sampai sejauh ini" ucap Zen yg menarik sepatu di rak sepatu
Bruk
*Bahasa inggris*
"aduduh.... Maaf ya, aku tidak lihat kamu berada di sana" ucap Zen sambil merapikan buku² nya yg terjatoh
"LO PUNYA MATA GAK SIH,BAN**T" ucap sang pemuda dengan amarah yg besar
"aku kan sudah minta maaf tadi..." ucap Zen yg tidak tau harus melakukan apa
"SONGONG BET LU A**, GELUT KITA DISINI!!" ucap sang pemuda yg emosinya sudah tak terkendali
"hei², mereka mau berantem tuh, panggil guru yuk" ucap salah satu murid yg melihat kejadian tersebut *bisik-bisik*
"APA LO LIAT² BAN**AT!" ucap pemuda tersebut dan kemudian berusaha meninju anak² cewek tersebut
Bruk
Aaargghhh
"apaan ini bg*t, kau cari gara² ya?!?!" ucap sang pemuda karena tangan nya di pukul sebelum melancarkan serangan terhadap cewek²
"jangan maen kasar kepada wanita dong...." ucap Zen yg kemudian memasang kuda-kuda
"nah gini dong dari tadi, kalo gabut kan enaknya berantem" ucap sang pemuda dengan oenuh semangat
"pertama² siapa namamu?" ucap Zen yg sedang mengamati tubuh lawan, berusaha mencari titik vital lawan
"namamu Rio, Fernando Rio O'Brien!" ucap Rio dan langsung meluncurkan serangan nya menuju Zen
Cepat!
Zen pun langsung menangkap tangan Rio, dan membantingnya ke lantai
"aduduh.... kau lumayan juga ya.." ucap Rio sambil merenggangkan tubuhnya
"SUDAH STOP SAMPAI SITU, apaan ini? Baru hari pertama sudah ada kasus perkelahian" ucap seorang guru yg datang ke tempat perkelahian
"ahh.... Sepertinya kita lanjut kan lain kali" ucap Zen yg kemudian meninggal kan tempat tersebut
"apa maksud mu bg*t?, kau takut ya?" ucap Rio yg berusaha memancing amarah Zen
"gak juga, gw takut lu mati, jadi.... Arrivederci" ucap Zen yg mau terlihat keren
"apaan sih.... Itukan bahasa Itali" ucap Rio yg kebingungan dengan perkataan Zen
"eh begitu ya?, yasudah lah, pokoknya selamat tinggal!" ucap Zen yg langsung pergi dari tempat tersebut
"HEI KAU YG SEDANG TIDUR,IKUT BAPAK KE RUANG BK" ucap pak guru yg hanya bisa membawa Rio
__ADS_1
"(bang**t, awas kau ... Aku lupa menanyakan namanya) baik pak...." ucap Rio yg kemudian mengikuti pak guru
Akhirnya Rio masuk ke dalam ruang BK di hari pertama dia masuk sekolah, dan akhirnya dia di kenal sebagai berandal sekolah