Funny Ghost

Funny Ghost
I


__ADS_3

Pagi ini, aku memulai hari ku di bangku SMA. Sekarang mata pelajaran matematika yang dibawakan oleh bu Findy sekaligus menjadi walikelas di kelas ku semester ini.


"Selamat pagi ! Ini kita pertama kali bertemu. Saya belum mengenal kalian. Saya mau kalian perkenalkan nama dan asal sekolah. Mulai dari ujung sana. Sekarang !!"


Ucapnya dengan tegas.


Aku yang mendapat giliran pertama.


"Selamat pagi. Nama saya Jovi Stanley. Saya berasal dari SMP Cadika 1. Terimakasih!"


Aku kembali duduk. Perkenalan dilanjutkan sampai pada wanita yang duduk di ujung paling depan.


"Peer.. Maaf. Perkenalkan nama saya Keysha Leonardo. Saya berasal dari SMP Bakti Jaya"


Ucap wanita tersebut dengan grogi.


Aku hanya bisa melihatnya tampak belakang.


"Nih cowok-cowok duduk dibelakang semua ya?! Saya mau roker tempat duduknya. Kamu !! Yang paling ujung!!


Jovi maju ke depan. Duduk sini!"


Aku maju kedepan menggendong sebelah tas ku dan langsung duduk di kursi yang ia maksud. Aku duduk di kursi ke dua dari depan.


"Tika!! Sini ! Kamu duduk bareng Jovi!"


Aku semeja dengan Tika.


Perhatian ku teralihkan pada wajah Keysha yang mejanya bersebelahan dengan Tika.


Namun, tidak lama, pandangan ku teralihkan pada mulut Tika yang mengunyah permen karet.


Kemudian ia meniup permen karet itu.


"Ffffiiiiiiuuuuh....."


"Pluk!!"


Balon permen karetnya meletus hampir menutupi setengah wajahnya.


Aku fikir dia bakal selesai sampai disitu saja.


Nyatanya tidak. Dia mengutip permen karet tadi dan mengunyahnya lagi.


Idih. Jorok banget sih.


Muka ku menjadi masam melihat dia.


Kemudian Tika mengambil permen karet dari mulutnya dan menempelnya dibawah meja.


Ih.  Jijik.


"Bu. Saya mau pindah. Saya rabun !" Seru Indra.


"Bu ! Saya aja tukar sama Indra!" Seru ku mengangkat tangan


"Indra silahkan kedepan. Jovi pindah ke samping Keysha!"


Jelas bu Findy.


Aku menurut saja dengan apa yang dia perintahkan.


Aku tetap duduk bersebelahan dengan Tika. Tapi tidak semeja.


Bu Findy menjelaskan mengenai materi yang akan dibahas dalam satu semester ini.


Tika tetap menjadi main star untuk ku.


Aku memperhatikannya lagi. Kali ini dia mengunyah dua permen karet sekaligus.


Ini dia saat-saat yang aku tunggu. Dia mulai mengambil ancang-ancang untuk meniup permen karet.

__ADS_1


"Ffffiiiiiiiuuuuuuuuuuh..."


Ia meniup permen karet menjadi balon yang cukup besar.


Tiba-tiba


"Pluk!"


Balonnya meletus. Letusannya seperti adonan pizza yang menutupi seluruh wajahnya. Bahkan sampai mengenai rambut.


Aku cekikikan melihat tingkahnya. Aku berusaha menahan tawa agar tidak membuat suasana riuh.


Keysha menyenggol lengan ku dengan sikunya


"Kenapa?" Tanya Keysha


Aku memundurkan badan ku agar Keysha dapat melihat Tika.


Dia turut cekikikan melihat Tika.


"Aastaafirruulllaaaaaah!!!"


Seru bu Findy melihat wajah Tika yang diselimuti permen karet.


Spontan tawa kelas menjadi pecah. Sesekali Keysha memukuli lengan ku karena terbahak-bahak.


****


(Satu minggu kemudian)


Aku ke sekolah menggunakan sepeda. Usia ku belum cukup untuk dapat SIM, jadi belum legal buat bawa sepeda motor ataupun mobil.


Aku mengayuh sepeda ku melewati jalan-jalan kecil agar terhindar dari kemacetan.


Di persimpangan jalan besar menuju sekolah, aku melihat Keysha yang sedang berdiri di halte angkutan umum.


"Heeii !!" Seru ku memanggil Keysha.


"Lagi nungguin angkot ya?" Tanya ku


"Iya"


"Barengan yok, aku boncengin !" Ajak ku


"Seriusan?"


"Iya ayo. Sini tas kamu. Aku aja yang gendong depan!"


Dia berdiri di foot stape dan memegang pundak ku.


Aku mengayuh speda dengan perlahan.


"Kamu tiap hari naik angkot?" Tanya ku pada Keysha


Seingat aku, dia itu lulusan SMP Bakti Jaya. Itu sekolah favorit dan elit di kota ini. Hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk sekolah itu.


"Iya. Kenapa?" Tanyanya balik


"Engga papa sih !" Jawab ku singkat.


"Eh Jo ! Aduh ! Aku baru ingat, buku PR aku ketinggalan dirumah ! Aduh gimana ini?!" Ucapnya panik


"Ya udah ! Pegangan ! Kita putar balik !Kamu tunjukin rumah kamu dimana !!" Seru ku bergegas dan langsung memutar sepeda.


"Itu jalan kecil yang kanan ! Masuk ke sana !" Seru Keysha


Aku menurut saja.


"Stop !!" Serunya memukul pundak ku.


Aku menunggunya didepan gerbang rumah tampak sederhana. Rumah itu berwarna abu-abu kelabu dengan atap coklat yang sudah usang.

__ADS_1


aku juga memerhatikan sekeliling yang memang sepi. Tidak ada orang lewat di jalan.


Aku baru tau, Keysha tinggal di tempat seperti ini.


"Udah ayok !!" Serunya memukul pelan pundak ku


"Huaaa!!!" Seru ku kaget


"Ayok ! Kita berangkat !" Perintahnya memukul pundak ku lagi


Aku mengayuh sepeda sekencang mungkin, agar tidak terlambat.


Jam ku menunjukkan pukul 06.55. Lima menit lagi gerbang akan tutup. Jam 7 tepat pelajaran akan dimulai.


Aku mulai panik. Tapi sepeda tetap ku kayuh dengan kencang karena takut telat ke sekolah.


"Paaak. Tunggu !!!!" Seru ku dan Keysha serentak.


"Kalian ini. Dari mana saja ?! Cepat masuk !!" Seru satpam yang sedang bertugas.


"Makasih pak !" Seru ku


Sampai di kelas, aku ngos-ngosan kecapean. Baju ku lembab karena bilur keringat yang menetes.


"Makasih banget ya !" Seru Keysha.


Aku mengangguk menanggapinya.


Tiba-tiba ada tangan yang berbalur tissue menyentuh wajah ku.


"Kamu keringet banget !" Serunya


"Eh. Makasih !" Sahut ku


Aku mengambil tissue yang ada di tangannya dan melap sendiri keringat ku.


"Selamat pagi !!" Seru pak Heru


"Pagi pak.." Jawab siswa serentak


"Kalian bawa bibit yang saya pesan kemarinkan ??" Tanya Pak Heru


Aku membawa bibit sayur yang ia pesan satu sachet. Padahal ia memesan empat biji per orang.


"Ada yang ga bawa ya? Coba angkat tangan yang ga bawa !" Perintah pak Heru


Keysha mengangkat tangan.


Aku menoleh ke arahnya dan menaikkan alis ku pertanda bertanya dia kenapa tidak membawa bibit.


"Ga punya bibit!" Bisiknya pada ku


Aku menarik tangannya turun.


"Ssstt" Ucap ku pelan


"Keysha bawa atau engga?!" Tanya pak Heru


"Dia bawa kok pak !" Jawab ku


"Baik. Kalau gitu, keluarkan semua bibitnya. Taruh diatas meja. Saya mau lihat !" Perintahnya lagi


Aku bergegas mengeluarkan bibit yang aku bawa dan menaruhnya di atas meja.


Aku sobek bungkusnya dan mengeluarkan beberapa biji bibit.


Ada bibit yang berguling dan jatuh ke bawah meja.


Aku menunduk ke kolong meja untuk mengambil bibit yang jatuh tadi.


Aku melihat ada lebam di kaki Keysha. Tapi aku hiraukan dan langsung mengambil bibit yang jatuh.

__ADS_1


"Oke bagus ! Kalian ternyata bawa semua ya! Silahkan dua bibit ditanam di lahan yang sudah disediakan. Sedangkan dua lagi kalian tanam di rumah masing-masing. Tapi kalian harus buat dokumentasi pertumbuhannya. Mengerti kan? Ngerti-ngerti ajalah ! Kalau gitu ayo semua ikut saya !" Seru pak Heru


__ADS_2