
Sinar terang terpancar dari pedang ini.
Keren sekali pedangnya. Kemudian, pedangnya aku masukkan kembali kedalam sarung dan menggendongnya.
Tiba-tiba suara elang berbunyi sangat keras di susul dengan goncangan yang sangat kuat.
Dinding-dinding lubang sedikit runtuh.
"Krek krik krek krak. . . .
Blab !!"
Aku melihat seekor panda coklat terjatuh ke dalam lubang yang sama dengan ku.
Tapi kepala dan punggungnya memiliki corak garis kuning. Baru kali ini aku melihat ada panda coklat seperti ini.
Ia jauh lebih besar dari yang ada di Tv.
"Ah.. Aduh !" Serunya
Aku kaget dia mulai bergerak. Mungkin ia akan memangsa ku.
Aku merapat ke dinding lubang.
Ia berdiri tegap dan membersihkan bulu-bulunya yang terkena debu dan dedaunan.
Dia memiliki ekor. Aku belum pernah melihat panda yang memiliki ekor seperti ini.
Ia berbalik badan ke arah ku. Aku kaget bukan main.
Hewan gendut yang ada di depan ku bukan lah seekor panda. Tapi seekor tupai.
Aku meng-gampar pipi ku berkali-kali agar aku terbangun dari mimpi buruk ini.
Pipi ku sakit. Ternyata ini bukan mimpi buruk, ini adalah kenyataan buruk.
Ia melakukan peregangan tubuhnya dan mengeram kesakitan.
"Aduh punggung ku!" Serunya
Aku semakin takut. Ia bisa berbahasa manusia.
Aku memilih menjadi patung hiasan dinding lubang. Aku takut dimangsa oleh tupai raksasa ini.
"Hei manusia !" Serunya
Aku terkejut lagi. Mata ku melotot mendengarnya memanggil ku.
"Apa kau bisa mendengar ku?" Tanyanya
Aku mengangguk berkali-kali merespon tupai itu.
"Sudah berapa lama kamu ada di lubang ini?" Tanya tupai.
Aku menggeleng-geleng menjawabnya
"Apa kau bisu?!"
"Eeee engga !" Jawab ku gugup
"Kenapa kamu takut ?"
"Baru kali ini aku melihat tupai sebesar ini.. Di tempat ku, yang sebesar kamu pasti adalah badut. Tapi ini bukan !" Jelas ku takut-takut
"Dasar penakut !!" Balas tupai lagi.
Aku melihat sekeliling lubang lagi. Tiba-tiba, tupai memegang pedang yang aku gendong.
"Kamu dapat dari mana pedang ini ?" Tanya tupai
"Aku dapat dari tengkorang yang sedang tidur itu !"
Lalu tupai mengambil pedang tersebut dan mengamati tiap sisi pedang tersebut.
__ADS_1
"Sini, biar aku saja yang memegang pedang ini !" Seru Tupai
Aku dengan senang hati memberikan pedang itu. Aku tidak ingin terlibat dengan hal buruk ini lebih lama.
"Botol itu ?" Tanyanya lagi
Tanpa basa basi, aku langsung memberikan botol itu pada tupai.
Tupai mengamati botol itu, sampai mengintip ke dalam botolnya.
"Ini adalah botol jin. Kamu simpan saja. Siaap tau nanti kamu hooki, kamu mendapatkan jin !"
"Jin apa ?"
"Jin yang bisa mengabulkan semua permintaan mu !"
"Waaaaaaaaw"
"Kalau gitu, jangan berlama-lama. Tunduk lah, aku ingin naik ke badan mu, agar aku bisa manjat dan keluar dari lubang ini"
"Apah ? Eh gendut, lihat badan dong. Yang ada aku bisa mati ketindas kamu !"
"Kamu mau keluar ga ?!" Tanya tupai
"Ya udah iya iya ! Naik cepat !" Aku membungkuk agar tupai bisa naik ke pundak ku.
Tiba-tiba, tanah bergetar lagi. Kawanan gajah lewat membuat tanah terguncang. Tupai kehilangan keseimbangan dan terjatuh menimpa ku.
"Ah.. Singkirkan badan mu dari tubuh ku gendut. Kalau tidak aku akan mati !" Seru ku
Aku mengambil pedang yang ada di gendongan tupai. Pedang itu bersinar lagi.
Tupai terkejut menyaksikannya.
Kemudian tupai mengambil pedang itu dari tangan ku.
Sinarnya padam. Kemudian aku menyentuh pedangnya lagi.
Sinarnya kembali menyala. Ketika aku melepaskan sentuhan ku dari pedang itu, sinarnya padam.
"Siapa nama mu ?!" Tanya tupai
"Aku Jovi"
"Baik lah. Nama ku Wortel !"
"Pfffftttt....."
"Ada yang lucu dengan nama itu ?" Tanya Wortel
"Engga. Nama yang bagus !"
"Katakan apa yang harus kita lakukan sekarang ?" Tanya ku
"Boleh aku bertanya sesuatu ?" Tanya Wortel
"Iya silahkan !"
"Kamu dari mana ? Apa tujuan mu datang ke tempat ini ?" Tanya Wortel lagi
" Aku tidak tau aku ada dimana. Jelas, ini sangat berbeda dari dunia ku. Aku hanya mau pulang !" Jelas ku
"Aneh sekali !" Balas Wortel.
"Kamu kenapa ada di tempat seperti ini ?" Tanya ku pada Wortel
"Aku ingin menyelamatkan kekasih ku. Ia bernama Alice. Dia ditangkap pasukan elang untuk dijadikan stok makanan. Karena minggu depan musim dingin akan tiba !" Jelas Wortel.
Aku melihat wajah Wortel sedih saat bercerita.
"Aku minta tolong, bantu aku membebas kan Alice. Setelah itu, aku akan membantu mu untuk pulang ke dunia mu !" Ucap Wortel dengan penuh harap.
"Baik lah. Sekarang kita berteman !"
__ADS_1
Seru ku mengacungkan jari kelingking.
"Aku tidak punya jari kelingking seperti milik mu !"
Oh iya. Aku lupa kalau tupai tidak punya jari kelingking.
"Kalau gitu kita tos. Kamu kepalkan tangan kamu !" Seru ku
Kemudian aku dan Wortel menyatukan kepalan tangan.
"Teman !" Seru kita berdua.
Goncangan itu muncul lagi. Goncangan ini membuat ku terjatuh ke tempat yang tidak terkena sinar matahari.
"Wortel !!!" Seru ku teriak
"Ga usah lebay. Kamu masih di sini. Cepat berdiri !" Sahut Wortel.
Aku berdiri dan membersihkan pakaian ku dari debu.
"Heiii !" Teriak Wortel
Wortel menarik ku ke tempat yang terkena sinar matahari.
"Lihat ! Kamu punya jubah sakti !" Serunya lagi
"Apaan ?" Tanya ku tidak percaya
"Lihat ini !" Wortel menunjukkan jubah yang menempel di tubuh ku.
"Waaah. Ini datangnya dari mana ?" Tanya ku
"Tidak tau !"
"Nanti saja kita mengobrol, ayo pakai pedang mu agar kita keluar dari tempat ini !" Perintah Wortel
Aku mengeluarkan pedang yang ada di punggung ku dan ia memancarkan sinar yang terang.
Pedang ini aku arah kan ke dinding-dinding lubang untuk mencari cela agar bisa keluar.
"Hei tupai ! Lihat ini. Ada jalan seperti terowongan !"
"Ayo kita kesana !"
Aku dan Wortel menyusuri jalan untuk menemukan ujung dari terowongan ini.
"Ksriiiinng"
Suara benda terjatuh
"Ups ! Aku menendang sesuatu !" Seru Wortel
Aku mengarahkan pedang ke kaki Wortel.
Kita menemukan tameng, pedang dan gulungan kertas yang sudah usang.
"Hei lihat ! Ini seperti gambar pedang ini. Tapi ini ada piramit kecil diatas meja !" Jelas Wortel
"Entah la. Aku tidak mengerti !" Seru ku
Aku menyender ke dinding goa. Tapi tidak sengaja aku menekan batu berbentuk bata yang ada di dekat lengan ku.
"Srrrrrrrr"
Pintu suatu ruangan terbuka.
"Waaaaaaaaawww" Ucap ku terkagum
"Lihat, ini meja yang persis seperti di gambar ini !" Jelas Wortel
"Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang ?" Tanya ku
"Letakkan pedang mu diatas piramid ini !" Perintah Wortel
__ADS_1
Aku melaksanakan yang dikatakan Wortel, namun tidak ada reaksi apa pun