
Putri Mala dan Wortel langsung mencari dimana kekasih mereka.
Aku melihat banyak ruang tahanan disini.
"Kalian siapa?" Tanya ku
"Tolong kami tuan ! Kami tidak mau mati di tempat ini !" Seru mereka bersahut-sahutan.
"Putri Damayantis !! Tolong, bantu aku !" Seru ku
"Gunakan pedang mu untuk membuka pintu selnya !"
"Baik !"
Aku memerintahkan mereka untuk mundur menjauhi pintu.
"Kalian mundurlah !!"
Aku mengeluarkan pedang ku dan menyambar gembok ruangan sampai pecah.
"Kalian jangan gegabah. Kalian tenang dulu. Disini saja. Aku akan memikirkan caranya agar kalian bisa keluar segera !"
Kemudian aku membuka semua ruang tahanan agar para sandera bisa bebas.
"Putri Damayantis ! Aku tidak tau cara mengubah mainan ini menjadi berfungsi. Bisakah kau membantu ku ?" Ucap ku dengan tergesa-gesah
"Letakkan benda itu di mana kamu mau, dan ucapkan mantra ini dengan mengarahkan pedang mu ke benda itu 'Aliha waja monaka'. Ucapkan mantra itu dengan yakin !"
"Baik putri !"
Aku meletakkan tentara-tentara mainan milik ku dan membuat mereka menjadi hidup dengan mantra yang telah diajarkan oleh sang putri.
"Aliha waja monaka !"
Mereka belum berubah. Mungkin karena aku masih cemas.
Kemudian aku menarik nafas dalam-dalam, dan menghembuskannya perlahan.
"Aliha waja monaka !!"
Tentara mainan itu menjadi hidup.
"Hei prajurit !" Seru ku mememanggil
"Siap kapten !" Balas mereka serentak.
"Tolong kalian bawa mereka ke tempat teraman diluar istana !" Perintah ku pada mereka.
Kemudian mereka melaksanakan apa yang ku perintahkan dengan sangat hati-hati.
"Kesatria ! Dengar aku !" Seru Wortel
Aku, Wortel dan Putri Mala dapat berkomunikasi dengan jarah jauh sekalipun.
"Di ruangan ruang bawah tanah, aku melihat manusia sebangsa mu !" Serunya
"Kenapa kamu tidak menyelamatkannya ?"
"Maafkan aku kesatria. Tujuan utama ku adalah menyelamatkan Alice terlebih dahulu. Hati ku tidak tenang jika belum menemukannya !"
Aku mengerti maksud Wortel.
"Aaaaaaaaaa" Seru putri Mala teriak
"Kesatria ! Tolong ! Rachel ada disini ingin menghajar ku !"
__ADS_1
Dengan secepat mungkin aku terbang mendapati putri Mala yang sedang dicekik oleh Rachel jahat.
"Lepaskan dia !" Seru ku dengan menodongnya dengan pedang milik ku
Ia menggunakan sihirnya mengangkat tanah dan melemparkannya ke pada ku. Namun aku berhasil mengelak. Aku belum bisa menyerangnya selama ia mencekik putri Mala.
"Putri, menghilang lah, gunakan sihir mu !" Seru ku dalam hati
Ternyata ia bisa mendengarkan ku.
Ketika ia telah lepas dari genggaman Rachel, aku langsung mengeluarkan petir dari pedang untuk menyambar Rachel.
Ia berhasil menangkis serangan ku dengan tameng tanah miliknya.
"Putri, segera lah pergi ! Aku akan melawan hantu ini !" Perintah ku
Aku tidak bisa melihat putri Mala, tapi aku yakin ia sudah pergi.
Aku melancarkan beberapa serangan petir ku. Tapi ia berhasil menangkis dan menghindarinya.
"Pergilah pulang ! Atau kau akan ku jadikan santapan elang-elang ku nanti !" Seru Rachel meremehkan kemampuan ku.
"Pltak !"
Sesuatu memukul kepala ku dan membuat ku pingsan.
Sontak aku terbangun dari tidur ku. Aku sudah berada di kamar.
Mereka sedang membutuhkan ku. Aku harus tertidur agar bisa menolong mereka !
Aku coba berbaring lagi sambil mendengarkan musik.
Tidak mempan. Rasa cemas ku membuat aku tidak bisa tenang.
Bagaimana ini ?
Aku memjamkan mata dan berbaring di sofa kamar ku.
Mengatur pernafasan dan membuat tubuh ku setenang mungkin.
"Jooooo !!"
Suara itu memanggil lagi.
Aku terbangun dari tidur ku. Aku pandangi sekitar ku. Aku sudah ada di dunia aneh lagi. Kali ini aku di ikat dalam sel busuk ini.
"Putri ! Wortel ! Kalian dimana?" Tanya ku mulai panik.
"Hei ! Kami ada di belakang mu !" Seru mereka.
Aku menoleh ke belakang, dan memang mereka sedang di sekap sama seperti ku.
"Kita kalah ?" Tanya putri Mala
Aku menatap wajah putri Mala yang mulai murung.
"Kenapa kamu ada disini ?" Tanya ku pada Wortel
"Kekuatan sepatu super telah habis !" Jawabnya
Aku menganguk mengerti.
"Berapa lama lagi waktu yang kalian butuhkan untuk bersantai ?" Tanya putri Damayantis
"Entah la. Aku bingung. Ini berbeda sekali dengan dunia ku. Aku tidak tau apa-apa !"
__ADS_1
Jawab ku kesal
"Kamu sengaja di datangkan oleh dunia kami untuk bisa menyelamatkan kami. Kami berharap penuh pada mu. Tolonglah kami !" Seru putri Damayantis memohon.
Aku terdiam. Aku tidak tau apa yang harus aku perbuat.
****
"Kesatria ! Lihat kami ! Kami berharap pada mu. Tolong lah kami !" Ucap putri Mala lagi
"Maaf. Aku tidak tau harus bagaimana !" Ucap ku putus asa
"Tuan ! Kekuatan mu muncul ketika kamu memiliki semangat. Semua mimpi mu akan terwujud ketika kamu mau memulai !" Seru Wortel
"Kamu tau kata-kata itu dari mana?" Tanya ku
"Wortel benar kesatria. Semua harapan akan menjadi nyata ketika kita menciptakannya !" Tambah putri Mala lagi
"Kalian benar. Aku harus mencobanya !"
Seru ku yakin.
Wajah mereka kembali ceria melihat ku yang bersemangat.
Mendengar kata-kata puitis mereka, aku memejamkan mata. Berkonsentrasi, dan setenang mungkin.
"Apa yang tuan akan lakukan ?" Tanya Wortel
"Aku mau tidur, agar aku kembali ke dunia ku. Itulah tujuan utama ku ! Kembali ke dunia ku !" Jelas ku
"Kamu sangat egois !" Seru Wortel
"Aku kira, aku dapat mengandalkan mu. Tapi nyatanya tidak ! Aku benci kamu !" Seru putri Mala.
Lantas apa yang bisa aku perbuat ? Pedang milik ku di bawa mereka, dan aku tidak punya kekuatan lagi.
"Kamu salah tuan ! Kekuatan kesatria ada di tubuh dan jiwa ! Bukan di pedang !" Ucap raja Mantis.
Aku terdiam mendengar perkataan raja.
"Kesatria pengecut !" Seru Wortel
"Aku menyesal pernah percaya bahwa kamu itu adalah pahlawan !" Sahut putri Mala
Mendengar cacian itu, tekanan darah ku meningkat.
Tubuh ku terasa hangat, dan aku merasa aliran listrik ada di tubuh ku.
Rantai pengikat tangan ku putus dan terlepas.
"Aku kesatria petir, akan menyelamatkan kalian !" Seru ku semangat.
Kemudian aku mengangkat tangan ku. Dengan secepat kilat, pedang datang dan menancap di genggaman ku.
Aku memutuskan rantai yang mengikat putri Mala dan Wortel.
Kemudian aku mengeluarkan semua isi tas ransel ku.
"Kita harus menyusun rencana baru !" Seru ku pada mereka
"Aku punya banyak mainan yang bisa kita jadikan pengalih saat kita nanti akan menyelamatkan semua sandera !" Ucap ku
"Apa yang bisa kita buat dengan cemilan ini ?" Tanya Wortel menunjuk mainan-mainan milik ku.
"Ini adalah Ultraman. Ini biasanya bisa menjadi raksasa. Putri Mala hanya perlu memberi mantra agar dia hidup ! Kemudian ini adalah Transformers. Ini adalah truk yang bisa mengangkut semua sandera dan membawanya keluar. Ia juga bisa berubah menjadi sesuatu yang hebat !" Jelas ku.
__ADS_1
"Apa yang bisa kita lakukan dengan ini?" Tanya putri Mala lagi