Funny Ghost

Funny Ghost
III


__ADS_3

"Ehhh.. Sudah pulang " Seru mama menyambut ku dan Keysha dari depan rumah.


"Halo tante, aku Keysha. Temen sekelas Jovi !" Seru Keysha sambil menyalim mama.


"Cantik ya.. Kalau gitu, kalian langsung makan gih. Makanan dah siap di meja makan !"


"Oke ma"


"Makasih ya tante " Balas Keysha dengan senyum.


"Tapi mah, celana aku robek nih !" Ucap ku sambil menunduk menunjukkan celana ku yang kena kait paku di sekolah tadi.


"Kamu emangnya ngapain? Kenapa bisa gitu ?!" Tanya mama heran


"Aku juga ga tau kenapa tiba-tiba ada paku di kursi aku tadi" Balas ku mengelakkan.


"Ya udah. Kamu ganti baju gih. Biar celananya nanti mama jahitkan !"


"Oke ma. Makasih sayang !" Seru ku berlari ke kamar.


Setelah aku ganti baju, aku kembali menemui Keysha yang sudah menunggu ku di meja makan untuk makan bersama.


"Key.. Maaf, jadi buat lama !"


"Iya santaaai"


"Ya udah, kita langsung makan aja yuk !"


"Btw, nanti kalau udah selesai makan, kamu ganti baju ya. Kamu pakai boxer sama kaos aku. Ada di atas kasur !" Tambah ku


"Makasih yaaa !" Balasnya


Aku tersenyum menanggapi


Setelah makan, Keysha langsung mengganti pakaiannya.


"Ga besar-besar amat la ya ?!" Tanya ku meyakinkan


"Iya ga papa kok. Dikasih pinjem aja, aku dah seneng banget !" Ucap Keysha


"Kalau kamu ada perlu apa-apa, kamu kasih tau aku aja. Anggap rumah sendiri !"


"Iyaa. Makasih yaa"


Aku tersenyum lagi menanggapinya.


Aku dan Keysha duduk di sofa ruang tamu. Sambil mengobrol-ngobrol tentang keluarga Keysha.


"Aku mau kasih tau sesuatu.." Ucap Keysha tiba-tiba


"Iya ? Ada apa ?" Tanya ku penasaran


"Aku mau cerita tentang keluarga aku !"


"Ooh.. Ya udah. Cerita aja. Aku dengerin kok !"

__ADS_1


"Dulu itu, papa aku pemilik Leonardo Coorporation. Tapi karena papa kena tipu, papa jadi bangkrut. Utang dimana-mana. Terus, papa jual rumah dan mobil untuk menutupi utang" Jelas Keysha


"Tapi aku ga sedih. Semenjak perusahaan bangkrut, aku dapet kasih sayang penuh dari papa mama. Dulunya mereka sibuk sama urusan masing-masing"


"Aku mau nanya sesuatu. Tapi kalau kamu ga mau jawab, engga papa kok !" Ucap ku meyakinkan


"Apa?"


"Kemarin aku pernah melihat ada lebam di kaki kamu. Itu kenapa ya?"


"Oh.. itu.. Itu bekas pukulan gesper kakak aku. Dia temprament gitu semenjak papa bangkrut !"


Aku tidak tau mau merespon bagaimana. Aku terdiam sebentar.


"Tapi..."


Keysha lanjut bercerita


"Sekarang dia udah di dalam penjara. Dia ditangkep sama polisi karena dia itu hamilin pacarnya. Terus dia kabur. Ga mau tanggung jawab !"


"Ooh gitu.. Tapi kenapa kamu mau terbuka sama aku? Kenapa kamu ga takut aku bakal bocorin ini ke orang-orang?"


"Aku lihat, kamu bukan tipe orang yang seperti itu. Aku percaya sama kamu"


Aku tersenyum mendengar penjelasan Keysha.


"Semenjak aku sekolah, dari Sd.. Aku ga punya sahabat. Aku ga punya tempat cerita. Papa mama sibuk kerja. Mereka hanya antar jemput sekolah tiap hari. Di rumah aku sendiri, kakak aku pergi main tiap hari. Aku keseringan tidur, main sendiri.. Gitu deh pokoknya. Waktu SMP, waktu untuk belajar ketat banget. Aku belajar terus biar dapet ranking. Kalau aku dapet ranking, papa mama bakal kasih hadiah. Tapi aku sebenarnya ga butuh itu. Aku butuh mereka perhatiin aku"


"Sabar ya Key. Aku ga tau nih mau ngomong apa. Tapi kamu hebat loh ! Kamu sanggup hadapin ini sendiri. Salut !!"


"Okey. Sama-sama. Kita sahabat !" Ucap ku mengacungkan jari kelingking


Kemudian ia membalas ikatan jari kelingking ku


"Sahabat !"


"Hoaaaaaaaaaamm !"


Keysha menguap


"Kamu ngantuk Key? Tidur di kamar aku aja !" Ucap ku


"Engga ah Jo. Aku senderan di sini aja !" Serunya


"Yakin nih ?"


"Iyaaa"


Aku membiarkannya tidur di sofa. Tapi aku juga ngantuk. Aku melihat jam masih pukul 14.25. Masih sempat untuk tidur sebentar. Kemudian aku membenarkan posisi ku untuk tidur. Aku duduk di samping Keysha dan mulai terlelap.


"kooaaak ! Koaaaak ! Arrrrrrrrrrhhh ! Tokkek ! Tokkek ! " Suara hewan bersahut-sahutan. Ini mulai mengganggu ku.


Aku fikir ini suara dari Tv. Ini mengganggu tidur ku. Kemudian aku merasakan getaran tanah yang begitu keras. Seperti ada gempa.


Goncangannya cukup kencang membuat ku bangun dari tidur ku.

__ADS_1


Haaaaaa. Aku dimana ini? Aku kaget sekali. Ini dimana?


Aku melihat ini seperti di hutan. Sejak kapan aku ada disini? Siapa yang mengantar ku di sini?


Goncangan itu terasa lagi. Tanah bergetar kuat di iringin suara gajah yang berteriak-teriak.


Aku langsung lari ke balik pohon agar tidak terkena injakan gajah.


Ukuran gajahnya tidak seperti yang aku lihat di kebun binatang umumnya. Tapi ini jauh lebih besar.


"Sssssssst.. Sssssssstt"


Itu seperti suara ular yang mendesis.


Ketika aku menoleh ke atas pohon, aku lihat ular yang sangat besar. Ini jauh lebih besar dari piton yang biasa dipameran binatang !


Aku terkejut dan langsung lari sejauh mungkin.


Aku berlari sambil menangis memanggil mama dan papa. Aku takut sekali. Aku bingung dengan semua yang terjadi sekarang.


Aku melewati kayu-kayu dan bebatuan yang berukuran cukup besar.


Kali ini aku seperti anak kecil yang mengejar papa nya ketika ingin berpergian tapi aku tidak di ajak.


Paaaaaaaaaaaaaaaaaa


Maaaaaaaaaaaaaaaaa


Teriak ku sambil bercucuran air mata


Tiba-tiba....


"Krak krik krek krik krik krek" (Suara ranting-ranting patah)


Aku terjatuh ke dalam lubang. Aku tidak tau ini lubang apa. Lubang ini cukup dalam. Jika ada hewan buas di lubang ini, ia pasti akan menyantap ku. Sial amat hari ini.


Setelah aku perhatikan, ternyata ini adalah perangkap untuk hewan.


Aku mencoba menyusuri tempat sekitar ku. Ketika aku melangkah, aku baru sadar ternyata aku memakai sepatu, celana dan juga baju safari. Di kantong celana ku ada kompas. Di leher ku ada teropong yang terkalungkan.


Aku maju beberapa langkah. Aku tidak sengaja memijak seperti benda keras bulat panjang tapi kecil.


Aku penasaran. Kemudian benda itu aku tarik ke bawah sinar, agar aku bisa melihatnya.


Aku kaget lagi. Jantung ku berdegub kencang. Kali ini aku menemukan tengkorak manusia dengan botol yang menjadi kalung di lehernya.


Aku mengambil botolnya dan menggoyang-goyangkan botolnya. Tapi tidak ada reaksi apapun yang keluar dari dalam.


Aku memilih mengantongi botolnya, mungkin nanti bisa digunakan.


Aku juga menemukan pedang yang masih di bungkus oleh sarungnya.


Aku penasaran lagi. Kemudian aku membuka pedang itu dari sarungnya.


Sesuatu yang aneh terjadi lagi

__ADS_1


__ADS_2