
"Apa yang akan kita lakukan sekarang ?" Tanya ku bingung.
Wortel dengan cermat masih asik mengamat-ngamati tiap-tiap inchi dari kertas yang ia pegang.
"mmmmmmmmm"
Lalat terbang mengitari ruangan ini. Aneh sekali, dari mana datangnya lalat yang menyebalkan ini.
"mmmmmmmmmm"
Aku tidak sabar dengan tingkah lalat ini. Dia menjadi perhatian ku sekarang.
Ia hinggap di gagang pedang.
Tanpa fikir panjang, aku langsung menepuk lalat bodoh ini.
"Duarr !!"
Ledakan terjadi di dalam ruangan. Aku dan Wortel terhempas ke dinding ruangan.
"Jovi !!" Seru Wortel memanggil.
"Aku tidak apa-apa !!"
"Berhentilah berbuat konyol !!"
"Maafkan aku"
Batu yang tadinya tempat pedang tertancap, telah hancur.
Aku mencari pedang yang tertimpa reruntuhan batu, sedangkan Wortel mengabil gulungan kertas yang ada di dalam cela yang telah hancur.
"Ini ada kertas lagi. Ayo kita lihat sama-sama !" Seru Wortel
"Kalau dilihat-lihat, ini mirip seperti peta...."
Wortel mengusap-usap dagunya sambil mencermati isi peta.
"Entah la. Aku buta tentang itu !" Balas ku
"Sebaiknya kita keluar dari tempat ini !"
"Baiklah. Ayo !"
Aku dan Wortel berbalik badan serentak.
Namun naas. Kami dihadang dengan tombak tajam.
"Pletak !"
Kepala ku di pukul mereka.
"Joo.. Bangun.. Joo....!" Seru suara itu sambil mengguncangkan tubuh ku
Aku membuka mata dan melihat Tika sedang membangunkan ku.
"Hei ! Susah amat sih banguninnya !" Seru Tika
"Ini dimana ?!"
"Di rumah la ***** !"
Aku memandangin langit-langit rumah dan sekeliling ku. Beneran, ini ada di rumah.
__ADS_1
Berarti, tadi aku hanya mimpi. Tapi aneh sekali. Terasa nyata. Punggung ku juga sakit.
"Key ! Bangun ! Key !" Seru ku membangunkan Keysha yang tertidur disamping ku.
Dia terbangun dengan respon yang asing.
Ia bangun dengan ngos-ngosan. Seperti ada yang mengejar.
"Ini dimana ?!" Tanya Keysha panik
"Di rumah aku !" Jawab ku
"Haaa..... " Keysha menghela nafas panjang.
"Kamu mimpi apaan? Kok kayaknya capek gitu. Padahal dari tadi tidurnya pulas banget"
Tanya Indra bingung
Aku langsung mengalihkan pembicaraan.
"Kita kerjain langsung aja yok ! Nanti hujan, susah pulang kalau kelamaan !"
"Oh.. Okey !" Balas mereka
****
Tugas kelompok sudah selesai, sekarang aku menghantarkan Keysha pulang.
Sampai di depan rumahnya, ia turun dari foot stape dan mengucapkan terimakasih.
Sejujurnya, aku pengen menceritakan mimpi ku tadi padanya.
"Key !"
Aku dan Keysha saling memanggil.
"Duluan deh !" Seru ku
"Kamu aja !"
Aku terdiam. Kalau aku cerita, nanti dia akan mentertawakan mimpi ku.
"Besok jangan telat ya ! Aku jemput !"
"Okey. Kamu hati-hati ya !"
Keysha masuk ke rumahnya dan aku langsung mengayuh sepeda untuk balik ke rumah.
****
Mimpi yang aneh. Tadi waktu di mimpi, aku pukul wajah ku sakitnya beneran.
Apa sekarang ini aku ada di mimpi ya ?
Aku memukul wajah ku lagi.
Ini ga mimpi kok. Aku beneran ada di rumah.
Haaa sudah la. Aku tidur saja. Besok pagi aku harus bangun cepat.
"Jovi ! Hei bodoh ! Bangun !" Seru Wortel membangunkan ku
Masih setengah sadar. Aku sangat mengantuk. Tiba-tiba salah satu prajurit mencubit dada ku (cute).
__ADS_1
"Hiyaaaaaa !!!!" Teriak ku kesakitan
Aku membuka mata perlahan. Perasaan, aku barusan tidur. Tapi kenapa dibangunkan lagi.
"Tuan, mereka ini telah berhasil membobol xilas, dan mereka menemukan peta ini !" Seru salah seorang prajurit kerajaan.
"Ini dimana? Tadi aku ada di rumah, terus, aku bangun ada di tempat ini lagi. Apa yang terjadi sebenarnya ??!!" Tanya ku
"Hei bodoh. Jangan bertindak aneh. Kembali lah berlutut !" Bisik Wortel
Aku mulai dongkol dengan semua ini. Aku mengambil pedang yang ada di punggung ku dan mengarahkannya ke langit.
"Ctaaarrrrr !!" Suara petir menggelegar
Wortel ternganga melihat ku.
Seketika semua tunduk, bahkan sang raja bertulut memberi salam pada ku.
"Maaf kan kami kesatria. Kami tidak tau kalau kamu adalah pangeran petir yang akan menyelamatkan kami !" Ucap sang raja dengan merendahkan diri
"Apa yang terjadi ?" Tanya ku lagi
"Hendaknya kesatria bersedia untuk tinggal di tempat ini malam ini, maka akan aku ceritakan semua yang telah terjadi !" Seru sang raja.
Aku mengangguk.
Makan malam dan tempat istirahat disediakan oleh raja untuk ku dan Wortel.
"Tolong ceritakan pada ku, apa yang sebenarnya terjadi !" Ucap ku dengan tegas
"Baik kesatria. Hamba akan menceritakan semuanya. Izinkan hamba untuk memperkenalkan kerajaan hamba terlebih dahulu. Hamba adalah raja Mala. Pemimpin kerajaan ini. Hamba sangat menjaga ketentraman rakyat hamba. Itu sebabnya hamba sangat ketat dalam melakukan penjagaan. Maafkan hamba dan pasukan hamba yang telah berbuat tidak sopan tuan !"
"Sudah bisa bercerita ?" Tanya ku
"Dulunya, kerajaan elang adalah kerajaan termakmur. Mereka mendapat penghargaan dan menjadi tempat pengadilan tertinggi pada masanya. Namun semua berubah. Semenjak kematian raja Surel, pemimpin utama kerajaan elang, para putra dan putri Surel berebut kekuasaan. Surel memiliki 2 putra dan 1 putri. Putri Surel adalah anak terakhir bernama putri Hilary, namun ia punya kekuatan yang tidak bisa di sepelekan. Ia bisa mengendalikan tanah dan ia memiliki emosi yang berubah-rubah suatu saat. Putra tertua bernama Valentro. Ia petarung hebat dan memiliki kekuatan pemanah yang handal. Ia seharusnya menjadi pemimpin kerajaan elang. Ayahnya sudah menurunkan tahta padanya, namun karena ketamakan dari kedua saudaranya, ia disingkirkan dan tidak ada yang tau keberadaannya dimana. Putra ke dua bernama Xantarius. Putra kedua sangat tamak, bahkan ia ingin menjadi penguasa atas semua kerajaan yang ada disini !"
"Lantas, apa yang harus aku lakukan ?" Tanya ku pada raja Mala
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Bola kristal milik suku kami telah diambil oleh mereka. Bola kristal itu adalah milik suku Mala. Bola itu berguna untuk menangkal badai yang akan datang !"
"Sebaiknya, besok sebelum matahari terbit, tuan harus bergegas ke kerajaan Mantis. Mereka adalah tempat terakhir peristirahatan pangeran Valentro sebelum menghilang !" Ucap seorang putri cantik yang datang menghampiri.
"Baik lah. Terimakasih atas sarannya !" Balas ku
Sepanjang malam aku tidak tertidur. Aku masih memikirkan bagaimana bisa hal gila ini terjadi dalam hidup ku.
Lantas, bagaimana aku bisa keluar dari tempat ini? Terbebas dari omong kosong ini semua dan kembali hidup normal.
"Aku tau kau pasti kaget dengan ini semua !" Ucap sang putri menghampiri ku
"Iya benar. Aku juga bingung kenapa ini terjadi.
"Kamu berasal dari mana ?" Tanya putri
"Aku berasal dari dunia manusia. Di tempat ku, tidak ada kerajaan. Disana tidak ada magic seperti ini !"
"Lantas, kenapa kamu bisa sampai disini ?"
"Awalnya aku tidur siang, ketika bangun, aku ada di hutan. Kemudian aku tertidur lagi, dan ketika bangun, aku ada di kerajaan Mala. Aneh bukan ?" Tanya ku
"Kalau katamu tidak ada kerajaan, berarti kamu berasal dari abad ke 21 ?"
"Iya ! Benar sekali !"
__ADS_1