
Kita harus berpisah Ultraman.
Kemudian aku melemparkan Ultraman kesayangan ku.
"Aliha waja monaka !!!" Teriak ku
Ultraman berubah menjadi raksasa yang sangat besar. Bahkan ia menghancurkan setengah dari istana.
Para elang datang menyerang Ultraman.
Tapi itu bukan lah jadi hal yang menegangkan untuk ultraman. Dengan kekuatan Ultraman, apapun pasti bisa dikalahkan.
Tiba-tiba, bola-bola batu datang menyerang ku bertubi-tubi.
"Hei jelek ! Kamu tidak ada apa-apanya !" Seru ku membuatnya bertambah marah
Pertarungan ku dengannya membuat bola-bola batu menjadi seperti hujan petaka yang turun dari langit.
"Siiuuu!"
Xantarius menembaki ku dengan panahnya.
Tapi untungnya aku punya juba hebat yang mampu menangkis semua serangan mereka.
"Ultraman !!!" Seru ku memanggil
Ultraman bangkit berdiri dan menghancurkan seluruh isi istana. Bahkan istana hampir rata dengan tanah.
"Kau telah membuat ku murka !!"
Seru Xantarius.
Ia kembali melancarkan serangan. Disusul dengan bola api tanah dari Rachel jahat.
Aku tidak bisa mengelak. Aku terhempas ke teras istana.
"Apa kamu membutuhkan bantuan?"
Tanya Valentro
Ia menarik tangan ku dan membantunya berdiri.
"Hei penghianat ! Kenapa kamu tidak melindungi istana mu ?!!" Seru Rachel
"Diam lah kau kurcaci ! Kali ini aku yang akan menghabisi mu !" Ucap Valentro murka
Akupun ikut bersemangat sama seperti Valentro.
Tubuh ku mengeluarkan kilat-kilat petir lagi.
Aku terbang secepat kilat dan menyentuh mereka bergantian. Rachel dan Xantarius terkena setruman ku. Mereka tidak dapat menebak pergerakan dengan secepat kilat ini.
Awalnya aku berfikir seperti itu, ternyata aku salah. Xantarius mampu menebak dimana kepala ku berada. Ia menarik rambut ku yang membuat ku berhenti terbang.
"Aduuh duh duh ! Lepaskan !!" Seru ku
"Hanya itu yang kamu dapat lakukan ?" Tanya Xantarius bringas
"Tidak dong. Kamu kena prank !!" Seru ku gembira.
Aku memeluk Xantarius dengan kuat sekali.
"Rasakan ini !!" Aku mengeluarkan kekuatan listrik ku
Ia menggelepar-gelepar.
"Aku akan menjadikan mu menjadi burung panggang yang lezat !" Seru ku
Rachel sibuk melawan Valentro bertarung.
"Kalian dimana ??" Tanya ku
Wortel dan Mala menyahut.
"Kami sudah ada di kerajaan Mantis. Kami berhasil menyelamatkan diri !" Seru mereka
"Bagus. Tetap waspada. Aku takut mereka datang ke kerajaan menyerang !" Jelas ku
****
__ADS_1
"Setelah ini kamu akan menjadi pengantin yang paling cantik. Aku ingin kamu menghasilkan banyak keturunan untuk menjadi pengikut ku !" Ucap penyihir jahat
"Mimpi mu tidak akan menjadi nyata nenek tua ! Sebentar lagi, akan datang yang menolong ku !" Sahut Keysha
"Terserah lah. Tidak ada orang yang bisa sampai ke sini !"
Penyihir jahat melanjutkan mendekorasi rumahnya.
****
"Debbbuuussssh!!!"
Valentro terhempas jauh ke pepohonan hutan.
Aku mengeluarkan pedang ku dan membuat petir menyambar-nyambar di istana. Itu membuat istana menjadi lulu lantah.
Tidak cukup hanya sampai itu saja, aku juga mengejar mereka berdua sampai aku puas. Amarah ku tidak reda jika mereka belum menyerah.
Serangan bola-bola batu Rachel ku anggap seperti roti krenyes. Sangat mudah dihancurkan oleh kilat pedang ku.
Serangan terakhir aku lancarkan. Aku menyerap semua energi yang ada.
Kekuatan itu aku kendalikan dengan pedang sakti ini.
"Srrrrrrrr Duaaaaarrrrr !!!!!"
Mereka semua terkena sambaran petir.
Aku mencium seperti bau daging panggang.
Aku memilih untuk meninggalkan tampat terkutuk itu.
"Kesatria !!! Bawa aku !!" Seru Valentro memanggil.
Aku datang menghampirinya dan membawanya terbang.
"Kau tau kesatria ? Aku kemarin melihat ada wanita yang ditangkap oleh penyihir jahat. Sepertinya ia sebangsa dengan mu. Aku tidak pernah melihat orang dengan pakaian unik seperti itu !" Jelas Valentro
"Wanita ?" Tanya ku penasaran.
"Iyaa. Benar sekali !" Jawab Valentro
"Ada dibalik bukit itu. Disana banyak monster buas !"
"Hmmm Baik lah !"
Aku membawa Valentro ke istana Mantis.
"Yang mulia raja !" Seru ku berlutut
"Kesatria ! Terimakasih telah menyelamatkan kami dari teror yang selalu menghampiri !"
"Apakah ini sudah berakhir ? Aku ingin pulang !" Ucap ku
Wortel memeluk ku erat.
"Terimakasih teman ! Walaupun kamu sangat menyebalkan, tapi aku sangat berterimakasih telah menyelamatkan Alice !" Ucap Wortel
"Apa kau menangis ?" Tanya ku
"Tidak. Mata ku kemasukan bulu ku yang rontok !" Jawab Wortel
Mala juga menghampiri dan memeluk ku.
"Terimakasih tuan !" Serunya
"Oh ya, ini dia bola kristal milik kalian !" Aku mengeluarkan bola kristal dan memberikannya pada putri Mala
****
Aku bangun dari tidur ku, ini sudah pukul 5.30. Aku harus bergegas untuk mandi dan segera ke sekolah.
Tas sekolah ku dan semua mainan ku ada di sini. Bagaimana mereka bisa kembali ?
Aneh sekali.
"Ma... Aku pergi !" Ucap ku dan langsung bergegas mengayuh sepeda ku menuju rumah Keysha.
Jam segini, Keysha belum muncul dari rumahnya. Ia belum bangun atau bagaimana?
__ADS_1
Gerbang rumahnya juga di kunci. Apa dia sudah ke sekolah ya?
Ya udah deh. Aku mengayuh sepeda ku dan pergi sekolah sendiri.
Sampai di kelas, Tika heboh sendiri.
Ia berlari-lari menemui ku.
"Jo.. Keysha masuk rumah sakit !!" Seru Tika dengan ludah yang muncrat
"Mundur !!" Seru ku
Ia mundur perlahan.
"Kenapa Keysha ?" Tanya ku
"Ia masuk rumah sakit !" Jawab Tika
"Bagaimana bisa ?"
"Aku tidak tau. Aku hanya mendapat info dari wali kelas tadi !"
Aku mengangguk menanggapinya.
Dia sakit apa ya? Perasaan, semalam dia tidak kenapa-kenapa.
Biar lah. Nanti sepulang sekolah, aku akan ke rumah sakit untuk menemui Keysha.
****
"Permisi bu, pasien atas nama Keysha Leonardo di ruang mana ya?"
"Keysha Leonardo ada di ruang bougenville kamar nomer 12 !"
"Baik bu, terimakasih !"
Aku bergegas masuk ruangan yang di beritahu oleh perawat tadi.
"Permisi tante !" Seru ku dari depan ruangan.
"Kamu Jovi ya ?" Tanya wanita paruh baya
"Iya tante. Aku Jovi, teman sekolah Keysha !"
"Nak.. Dari kemarin Keysha demam dan tidak sadarkan diri. Ia beberapa kali memanggil mu !"
Aku jadi teringat suara yang memanggil ku beberapa kali sewaktu ada di mimpi buruk kemarin.
Apa jangan-jangan Keysha ada di dunia itu juga?
"Joooo!!" Seru Keysha memanggil
Iya benar sekali. Itu suara yang sama dengan suara yang memanggil ku kemarin.
"Nak, itulah nama yang sering ia panggil !" Ucap mamah Keysha.
Aku harus kembali ke dunia aneh itu dan menyelamatkan Keysha.
"Nak, aku menitip Keysha sebentar. Kamu jaga dia ya !"
"Pasti tante !" Ucap ku yakin
Setelah mamahnya pergi, aku langsung berbaring disamping Keysha agar aku bisa tertidur.
Aku menarik nafas perlahan dan menghembuskannya teratur.
Ini terasa dingin sekali.
Tunggu dulu !! Aku terbang ?
"Huaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!"
"Hek"
Aku tercekik. Jubah ku tersangkut di ranting pohon.
"Ayo bawa aku terbang !" Perintah pada jubah.
Ia menurut dan membawa ku terbang.
__ADS_1
Aku menatap semua dari atas langit. Tempatnya seperti tidak berpenghuni dan sangat bau