
Aku terbang menyusuri hutan ini. Hutannya cukup luas dan kelihatan menyeramkan.
Aku menemukan sebuah kastil kecil. Ada asap yang keluar dari cerbong. Pertanda bahwa ada yang menghuninya.
"Kooaaaaakk Koaaaaaak " Suara burung gagak berbunyi keras.
Aku langsung bersembunyi dari balik pohon.
Aku melihat ada orang yang keluar dari kastil tua itu.
Ia melihat sekitar kastil, setelah itu ia masuk kembali.
"Ssssstttttt "
"Ssssstttttt "
Alangka terkejutnya aku melihat kepala ular yang sangat besar memandang ku dengan bringas.
Sontak aku langsung terbang menjauhi ular itu. Namun naas, ekornya sanggup menangkap dan menarik ku.
"Awas ! Nanti kamu jadi ular panggang !" Seru ku kesakitan
"Kamu akan jadi santapan ku hari ini !"
Seperti sebelum-sebelumnya, aku sang kesatria petir memnyetrum ular sampai ia menggelepar dan gosong.
"Makanya, kalau dibilangin jangan bandel !" Seru ku
Aku langsung bangkit dan terbang menuju kastil.
"Kesatria !" Seru putri Damayantis
Aku terdiam mendengar suara itu.
"Kau masih bisa mendengarkan ku kan?" Tanya putri Damayantis
Aku menyahut panggilan putri Damayantis.
Selama daun ini masih menempel di daun telinga ku, aku masih terhubung dengannya.
"Aku tau kau bisa mendengar ku, aku bisa merasakan kau ada di dunia kami. Aku akan membantu mu !" Jelasnya
Aku mengangguk mengerti
"Hati-hati. Itu adalah rumah penyihir yang jahat. Kamu bisa celaka !"
"Baik. Terimakasih telah mengingatkan !"
Aku terbang untuk mengamati Kastil.
"Joviii ! Aku tau kau bisa mendengar ku ! Tolong aku !" Seru seorang wanita dari dalam kastil.
Aku mengintip dari salah satu jendela kastil.
Seperti ada bayangan di balik jendela ini.
Kemudian aku menguping dari balik tembok kastil.
Aku tidak yakin, tapi itu memang mirip dengan suara Keysha.
Kemudian aku mengeluarkan pedang ku dan mengamati apa yang terjadi selanjutnya dari jendela.
Dengan membawa beberapa helai kain, nenek sihir jahat datang dan melemparkannya pada orang yang ada di balik tembok ini.
"Kamu segeralah bersiap-siap, kamu akan aku nikahkan dengan putra ku yang sangat tampan !" Ucap nenek jelek itu
Setelah ia pergi, aku menghancurkan besi pagar jendela dengan pedang sakti.
Aku berhasil masuk. Sesuai dugaan ku, itu adalah Keysha.
Ia menangis memanggil nama ku.
"Seessstt!" Ucap ku menutup mulutnya.
Ia mengerti dengan yang aku maksud.
__ADS_1
Aku memutuskan rantai yang mengikat kaki Keysha.
Ia langsung memeluk ku erat.
"Diam dan tenang lah. Apapun yang terjadi, aku akan selalu bersama mu !" Ucap ku menenangkan.
"Apakah kamu sudah siap ?!" Teriak nenek sihir jahat
"Peluk aku dengan sekuat mungkin !! Apapun yang terjadi, jangan lepaskan !!" Bisik ku.
Kemudian aku merobohkan dinding kastil agar bisa keluar.
Kali ini aku menggunakan pedang, untuk membobolnya. Pedang ku menembakkan petir dan berhasil menghancurkannya.
Aku dan Keysha langsung bergegas keluar pergi sejuah mungkin.
Nenek sihir menyusul ku dengan menggunakan sapu ijuknya.
"Tuan, botol yang ada di dalam kantung mu bisa kamu pakai untuk menjerat penyihir jahat. Tapi sebelum itu, kamu harus menjauhkan wanita yang ada bersama mu. Karena wanita itu adalah manusia yang di kutuk menjadi jin !" Jelas putri Damayantis
"Baik, terimakasih !" Ucap ku pada putri Damayantis
"Kamu ngomong sama siapa ?" Tanya Keysha.
"Nanti aku ceritakan semua. Yang penting kamu selamat !" Jelas ku.
"Jubah ! Dengar aku, tolong kamu bawa dia ke istana Mantis. Apapun yang terjadi, terbanf la secepat mungkin dan segera kembali kepada ku !!" Perintah ku pada jubah.
Ia melakukan seperti yang aku perintahkan.
"Putri, aku menitip Keysha pada mu. Tolong jaga dia !" Seru ku
"Baik !" Sahutnya
Kemudian aku melanjutkan pertarungan dengan nenek buruk rupa ini.
Beberapa kali ia memberi mantra, tapi aku berhasil menghindari mantranya.
"Sudah la nenek tua, nanti asam urat mu bisa kambuh !" Ucap ku meremehkan
"Kamu jelek !!"
"Beraninya kau !!!"
"Yaps. Aku berani !" Sahut ku. Aku membuatnua semakin kesal dan murka.
Aku menyerap energi, menjadi bola listrik yang sangat besar. Bahkan angin sekitar ku turut mendukung ku untuk melancarkan serangan ini.
Seperti badai angin tornado bercampur dengan listrik.
"Terima ini !!!" Aku menyerang nenek sihir jahat
"Dubbbbbaaaaaarrrrr !!" Kastil hancur.
Sedangkan nenek tua hangus kesambar. Kemudian aku mendekatinya. Rambutnya jingkrak seperti duri bunga mawar.
"Baiklah nenek. Kamu harus beristirahat !"
Ucap ku dengan tenang.
Aku mengambil botol dari kantong ku dan membukanya.
Ia disedot oleh botol ini. Waaaaaw. Botol ini hebat juga.
"Hei !!" Teriak ku memanggil seorang pemuda yang buruk rupa
Ia menoleh kearah ku.
Aku melemparkan botol itu kepadanya.
"Simpan jadi kenang-kenangan !!" Seru ku
"Baik. Terimakasih !!" Sahutnya.
"Putri, jubah ku dimana?" Tanya ku
__ADS_1
"Ia akan datang, sabar lah menunggu !" Serunya
Aku mencoba untuk bersabar menunggunya.
Lama sekali dia ini.
"Hei tuan ! Bisa kah kau membantu ku ?" Tanya pemuda tadi
"Apa yang bisa aku bantu ?" Tanya ku
"Kau harus membuat ku kembali seperti bentuk semula, aku disihir ibu ku menjadi manusia kera seperti ini !" Jelasnya.
"Putri, bagaimana cara membantunya ?" Tanya ku pada putri Damayantis.
"Setrum ia dengan kekuatan mu, agar sihir di tubuhnya patah !"
"Baik putri !" Ucap ku
Aku melakukan sesuai dengan perintah putri Damayantis.
"Duaaaaaaaar"
Aku menyambarnya dengan petir. Ia memang menjadi sedikit gosong.
Belum aku melihat hasilnya, jubah datang menghampiri dan membawa ku ke kerajaan Mantis.
"Siuuh"
Aku sampai di halaman kerajaan Mantis.
"Kamu sudah sampai !" Seru putri Damayantis.
"Dimana Keysha ?" Tanya ku
"Dia ada di kamar tamu, mari kita mematahkan sihir yang ada padanya agar ia bisa kembali ke dunia kalian !"
Saat aku menghampirinya, ia telah memakai pakaian baru dan ia lebih wangi dari sebelumnya.
"Hei !" Seru ku memanggil
"Bagaimana bisa kau ada di tempat ini ?" Tanya ku penasaran.
"Ceritanya panjang. Aku sudah dua kali masuj ke dunia ini !" Ucapnya
"Aku tidak tau berapa kali datang ke sini. Aku lupa !" Balas ku
"Sudah selesai mengobrolnya ?" Tanya putri Damayantis.
"Maaf tuan putri, silahkan !" Seru ku.
Putri Mantis membaca mantra-mantra untuk mematahkan kutuk yang ada pada Keysha.
"Tuan, sepertinya ini tidak berfungsi !" Serunya.
"Maksud mu, mantranya tidak bisa dipatakan ? Ia akan menjadi jin selamanya ?" Tanya ku panik
"Iya benar sekali !" Serunya.
Aku dan Keysha saling menatap tajam.
"Baiklah. Tidak apa. Yang penting sekarang kita harus kembali ke dunia kita !" Ucap ku yakin pada Keysha.
"Bagaimana kita bisa kembali ?" Tanya Keysha
"Kita cukup tertidur, dan nanti kita akan kembali ke dunia kita !" Jawab ku
Kemudian aku menggenggam tangan Keysha dan bebaring.
"Putri, terimakasih banyak !!" Ucap ku
Putri Damayantis mengangguk dengan senyum mengembang.
****
"Heii nak !!"
__ADS_1
Panggil seorang mengguncang tubuh ku