
"Kita akan keluar dari ruang ini. Kalian harus sangat berhati-hati. Kita berpencar lagi. Kalian tetap disini sambil menunggu aba-aba dari ku. Aku akan keluar untuk melawan Rachel dan Xantarius. Mainan yang ini akan berfungsi nanti. Pandai-pandailah melihat situasi !" Jelas ku pada mereka.
Mereka mengangguk.
"Jooo. Tolong aku !" Teriak seseorang.
"Kalian mendengar sesuatu ?" Tanya ku penasaran
Mereka menggeleng.
Siapa yang memanggil aku ? Dan kenapa hanya aku saja yang mendengarnya?.
Aku kemudian keluar dari sel, dan menyerang penjaga tahanan.
Aku perlahan menaiki tangga. Ku setrum dua penjaga pintu tangga dengan pedang ku.
Mereka jatuh terkapar.
Aku mengendap-endap menuju ruang utama istana. Aku yakin, Xantarius pasti ada di sana.
"Jooo ! Aku sudah tidak tahan ! Tolong aku !" Seru suara itu lagi.
Kuputuskan untuk terbang langsung dari balik tiang-tiang istana agar tidak terlihat oleh pengawal.
"Gtuk !"
Ubun-ubun ku terbentur ke atap ruangan. Aku tidak fokus karena suara yang selalu memanggil ku.
Ahhhh. Sakit. Sepertinya berdarah didalam.
"Rachel, kali ini aku mau kita bekerjasama untuk memusnahkan para penghalang di kerajaan ini !" Ucap Xantarius
"Baiklah. Tapi setelah itu, kerajaan ini harus bagi dua !" Perintah Rachel
"Terserah lah !" Serunya
Aku mengintip dan menguping mereka berdua. Dasar jahat !
Tiba-tiba, angin kencang menghampiri ruangan ini. Angin ini mengamuk dan menghancurkan se isi ruangan.
"Segera tutup bola kristal itu !" Perintah Xantarius.
Aku melihat bola kristal yang dibungkus dalam kain putih.
Angin reda. Sepertinya angin itu punya pengaruh pada bola kristal yang mereka bungkus kain putih.
Rachel dan Xantarius pergi meninggalkan bola itu di dalam ruangan.
Ini kesempatan besar untuk ku agar bisa mencuri bola kristal.
****
"Jangan sakiti aku ! Aku tidak tau apa-apa !" Teriak Keysha
"Masih tidak mau jujur ?!!" Bentaknya
Keysha ada di salah satu ruangan para penyihir. Ia di tangkap dan dijadikan tawanan.
"Pembohong ! Kalau kamu mau selamat, kamu harus mau menggunakan sihir mu untuk mengambil barang itu !" Seru penyihir
"Aku sungguh-sungguh tidak tau. Aku manusia biasa, tidak mengerti dengan sihir-sihir ini !"
"Plak !"
Keysha digampar oleh penyihir jahat
"Jovii. Tolong aku !!" Seru Keysha memanggil
"Bodoh ! Orang yang kamu panggil tidak akan datang !
Kalau begitu, kamu akan segera aku nikahkan pada putra ku !" Ucap penyihir jahat
Penyihir pergi meninggalkan Keysha untuk mendekorasi rumahnya. Ia merencanakan pernikahan putranya dan Keysha.
__ADS_1
****
Seperti ada yang memanggil ku lagi.
"Putri Damayantis. Aku mendengar suara yang selalu memanggil ku, tapi aku tidak tau asalnya dari mana !" Ucap ku kawatir
Dari kejauhan putri Damayantis memberi ku respon.
"Bergegaslah hancurkan kerajaan Rachel dan Xantarius !" Serunya memerintahkan
Aku perlahan-lahan pergi ke markas senjata kerajaan Elang.
Aku temukan ada banyak senjata yang mungkin bisa dipakai oleh para tawanan agar segera bebas.
Untuk masuk, aku harus mengalahkan pengawal terlebih dahulu.
Aku menggunakan petir ku untuk menyambar mereka sampai hangus terbakar.
Aku mengumpulkan semua senjata yang bisa di gunakan.
"Putri Mala, tolong buatkan portal penghubung kita. Aku akan memberi kalian senjata !"
Dengan sigap putri Mala membuat portal sesuai perintah ku.
"Nah, ambil ini !" Seru ku memberikan senjata-senjata kerajaan.
"Tolong kalian evakuasi semua para tawanan dengan menggunakan dua mainan ini. Pandai-pandailah memanfaatkan situasi !" Seru ku pada mereka.
Aku lanjut mencari pangeran Valentro dan Alice.
Hal yang mengejutkan ada di depan mata.
Aku melihat seorang pria di taruh di kandang layaknya seekor burung.
Kemudian aku terbang menghampirinya.
"Siapa kamu ? Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya ku bingung.
Aku bergegas mengeluarkannya dari kandang itu. Namun kandangnya di lindungi oleh sihir.
"Bagaimana caranya agar kamu bisa keluar ? Beritahu aku !" Tanya ku
"Kamu harus mematahkan ilmu sihir di istana ini dengan cara melawan Rachel sampai ia tidak berdaya !"
"Tidak ! Sihir Rachel tidak ada apa-apa dibandingkan dengan kekuatan ku !!" Ucap ku murka
Tubuh ku memancarkan kilat-kilat petir.
"Menjauh la !" Seru ku
Ia menjauh dari pintu kandang.
Dengan sekuat tenaga, aku berhasil menghancurkan pintu kandang dan membawa pangeran Valentro pergi.
"Apakah kau melihat tupai berukuran besar seperti mu di istana ini ?" Tanya ku pada pangeran Valentro.
"Iya aku pernah melihat. Tapi ia dibawa ke ruang sebelah sana !" Seru pangeran menjelaskan.
"Baik. Terimakasih !" Balas ku
"Putri Mala, tolong buatkan portal !" Seru ku memerintah
"Putri Mala ?" Tanya pangeran Valentro
"Iya benar. Apakah kau mengenalnya ?" Tanya ku
"Sepertinya namanya tidak asing !" Sahutnya.
Portal oleh putri Mala muncul, aku menghantarkan sang pangeran dan langsung pergi mencari Alice.
"Kesatria ! Tolong cari Alice !" Seru Wortel
"Baik !" Sahut ku.
__ADS_1
Di dunia ini unik.
Aku, Wortel, Putri Mala dan Putri Mantis tidak memerlukan talkie walkie untuk berkomunikasi. Kami dihubungkan oleh daun yang sudah disihir oleh putri Damayantis.
Aku perlahan berjalan menuju ruangan yang pangeran maksud.
Tiba-tiba ada yang menarik kaki ku.
Itu adalah pengawal kerajaan Elang.
Aku mencoba melawan dengan terbang berlawanan arah dari elang ini.
Namun aku tidak berhasil. Cengkraman elang ini sangat kuat.
Pedang ku terjatuh. Tangan ku tidak bisa meraihnya.
Aku mengambil mobil-mobilan yang ada di dalam ransel ku.
"Aliha waja monaka !!" Seru ku melemparkan mobil mainan ke tubuh elang.
Mobil mainan berubah menjadi mobil asli dan menimpa elang.
"Mampusin !" Ucap ku kesal.
Sambil berlari menuju ruangan tempat Alice berada, aku mengangkat tangan ku agar pedang datang.
Akhirnya aku menemukan Alice. Ia terkulai lemas.
"Apakah kau Alice ?" Tanya ku
Ia mengangguk lemas.
Di dalam ruangan ini hanya ada Alice.
"Putri Mala, buatkan portal !" Seru ku lagi
Putri Mala melakukan sesuai dengan perintah ku
"Hey Wortel kemari !!" Seru ku memanggil
"Putri Mala, segeralah bawa mereka keluar dengan menggunakan robot ini. Gunakan kekuatan sihir mu agar tidak terlihat siapapun !" Perintah ku.
Ia mengangguk mengerti.
Aku mengambil Ultraman dan membawanya bersma Wortel.
"Hei Alice !!" Seru Wortel memanggil
Aku membuka pintu sel dengan sekuat yang aku bisa.
"Kalian segeralah pergi !" Seru ku pada Wortel yang sedang menggendong Alice.
"Tapi sepatu ini tidak berfungsi lagi !" Seru Wortel
Tanpa berfikir panjang, aku menyetrum sepatu Wortel.
"Apa yang kamu lakukan ? Jangan bertindak konyol ! Ini bukan saatnya !!" Seru Wortel kesal
"Diam lah. Sepatu mu sudah berfungsi. Selamatkan diri kalian !" Perintah ku
Wortel membawa Alice untuk keluar dari tempat ini.
"Kalian dimana ?" Tanya ku
Putri Mala menyahut
"Kami sudah ada di luar gerbang !" Serunya
"Wortel, segeralah !!" Seru ku
"Baik !!" Balas nya
Aku menatap Ultraman kesayangan ku
__ADS_1