
"Bisakah tuan menceritakan sedikit tentang abad ke-21 ?"
"Pada abad ke-21, rumah tidak berbentuk seperti ini. Rumah dibangun layaknya istana. Ada yang bertingkat, ada yang tidak bertingkat. Terserah siapa yang punya. Kemudian, tidak ada hewan yang sebebas ini. Tempat tinggal hewan dibedakan dari pemukiman manusia. Di tempat ku, hewan bukan lagi alat transportasi. Semuanya sudah memakai teknologi !"
"Teknologi ?" Tanya putri bingung.
"Teknologi itu bisa dikatakan cara yang praktis untuk mendapatkan apa yang kita mau !"
"Sama dong. Kami juga punya sihir untuk mendapatkan apa yang kami mau !"
"Jelas berbeda. Tegnologi bisa dimiliki siapapun di tempat ku. Namun jika sihir, hanya orang-orang tertentu yang dapat memilikinya !"
Dia mengangguk-angguk mendengar penjelasan ku.
"Kalau begitu, apa tuan mau kita ke rumah tuan ? Kita mengambil teknologi yang tuan ceritakan ?"
"Bagaimana bisa ? Sementara untuk datang ke sini, aku hanya tertidur. Tidak menggunakan kendaraan apapun !"
"Tenang saja tuan. Sihir ku bisa melakukan itu !" Serunya
"Baik. Ayo kita lakukan !" Seru ku memerintah.
Sang putri membuat portal dengan menggunakan tongkat sihirnya.
Ia mengajak ku masuk kedalam portal tersebut.
Aku terkejut sekali melihat aku yang sedang tidur pulas ditempat tidur.
"Itu aku yang sedang tertidur !" Seru ku
"Iya.. Aku percaya kalau kamu datang ke tempat ku memang melalui mimpi !" Sahut sang putri.
"Dimana teknologi itu ?" Tanya sang putri
Belum aku menjawabnya, ia mengajukan pertanyaan lagi.
"Bagaimana bisa bulan menempel di langit-langit rumah mu?"
Tanyanya sambil menunjuk lampu yang ada di kamar.
"Itu bukan bulan. Itu lampu, fungsinya untuk menerangi ruangan. Itu juga merupakan teknologi !"
"Apakah sihir mu bisa membuat benda mati menjadi berfungsi ?" Tanya ku
"Tentu !" Sahutnya.
Kemudian aku mengambil tas sekolah ku dan memasukkan semua mainan ku sewaktu kecil ke dalamnya.
"Ayok kita kembali !" Seru ku
"Tunggu dulu. Bisakah kau mengajak ku keluar? Aku mau melihat bagaimana dunia di abad ke-21 !"
"Bagaimana jika nanti orang-orang melihat kita?" Tanya ku panik
"Orang tidak akan melihat kita, termasuk barang-barang yang kamu pakai ini. Mereka tidak bisa melihatnya !"
Aku dan putri berjalan keluar rumah melihat sekeliling. Kemudian ia menarik ku untuk terbang ke langit untuk melihat bumi dari atas.
"Indah ya. Ada lampu dimana-mana !"
"Bisa kah kita pulang sekarang ?" Tanya ku kawatir
"Baiklah" Serunya.
Kemudian ia membuat portal untuk kami bisa kembali ke dunia sang putri.
"Apakah kau tiap saat bisa melakukan kunjungan ke abad 21?" Tanya ku
__ADS_1
"Tidak. Mungkin tadi itu kesempatan terakhir. Aku bisa ke rumah mu, itu karena ada kamu yang menjadi penghubungnya !"
Aku mengangguk mengerti.
"Tuan? Bisakah kau berjanji pada ku ?" Tanya putri
"Apa yang kau inginkan?"
"Aku ingin Valentro kembali. Ia adalah kekasih ku !"
"Bukannya dia jahat?" Tanya ku
"Tidak. Dia tidak jahat. Dia hanya ingin mempertahankan tahtanya agar tidak jatuh ke dalam kekuasaan adiknya yang jahat !"
"Lantas, apa yang bisa aku lakukan ?" Tanya ku bingung.
"Bawa aku berjuang bersama mu. Aku mau mencari Valentro !"
"Kenapa kamu tidak menggunakan sihir mu untuk membuat portal dan membawanya kembali ?"
"Dulunya, aku berfikir seperti itu. Dan aku mencobanya berkali-kali. Namun gagal. Sepertinya ia telah melupakan ku. Sihir ku bisa terhubung jika aku sedang bersama orang itu atau jika kami saling memikirkan satu dengan yang lain !"
Aku terdiam tidak mengerti dengan yang ia maksud.
"Apakah tuan punya kekasih ?"
"Tidak. Aku tidak punya "
"Apakah tuan tidak pernah jatuh cinta ?"
"Entahlah. Sepertinya tidak pernah"
"Kenapa begitu ?"
Tiba-tiba aku merasa gelisah. Seperti ada suara yang memanggil. Tapi aku tidak tau asalnya darimana.
"Apa kamu mendengar sesuatu ?" Tanya ku
"Tidak. Aku tidak mendengar apapun !"
Suara itu memanggil lagi.
"Aku mendengar ada suara wanita yang berteriak memanggil ku !"
"Sepertinya memang ada yang memanggil tuan, tapi aku tidak bisa membantu. Bagaimana jika tuan istirahat saja. Nanti, sebelum matahari terbit, kita akan pergi berjuang !"
Aku mengangguk menanggapinya.
Sang putri perlahan pergi berjalan meninggalkan ku.
"Kemana tujuan kita besok?!" Tanya ku pada sang putri
"Kita akan pergi ke kerajaan mantis ! Mereka yang terakhir kali menjadi tempat persinggahan Valentro !"
"Baik !"
Aku memilih untuk terjaga. Jika aku tertidur, aku akan kembali ke dunia nyata. Aku tidak boleh egois. Mereka memerlukan ku.
Tapi, suara tadi. Sepertinya tidak asing. Itu suara siapa ?
Kemudian aku mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam ransel ku. Aku memeriksa satu persatu dan apa yang akan ku pakai nanti.
"Ini apa ?!" Tanya Wortel mengagetkan
"Haaa !" Seru ku spontan
"Lemah !" Sahutnya merendahkan
__ADS_1
"Ini adalah mainan milik ku di dunia ku. Putri mengatakan kalau ia bisa membuat ini menjadi berfungsi !" Ucap ku menjelaskan.
"Hmm ya sudah la. Mari beristirahat !"
Aku mengangguk menanggapinya. Dalam hitungan menit, Wortel sudah tertidur pulas dan mendengkur.
Aku masih memikirkan tentang suara yang memanggil ku. Dia siapa?
Semoga besok aku juga menemukan jawaban di kerajaan mantis.
****
"Ayo tuan. Kita harus cepat bergerak !" Seru sang putri Mala
"Apakah kamu sudah pamit kepada ayah mu?" Tanya ku
"Putri ku ! Tolong pertimbangkan lagi keputusan mu !" Seru sang raja
"Yah. Aku mau seperti ibu yang memperjuangkan ayah ketika menjadi tawanan kakek !"
"Tapi nak, kesatria yang akan membawa Valentro bersama mu. Tinggal lah bersama ayah di sini !"
"Tidak ! Pergi lah nak !" Seru ibu yang datang menghampiri kami
"Baik bu, yah. Kami pamit !"
"Putri, apakah kita bisa memakai portal menuju kerajaan mantis ?" Tanya ku
"Tidak tuan. Kerajaan mantis memiliki ilmu sihir yang sangat kuat. Sihir ku tidak mampu menembus kerajaan mereka !" Jelas sang putri.
"Sebaiknya ayo kita terbang !" Perintah sang putri
"Bagaimana cara mu terbang ?" Tanya ku penasaran.
Dengan senyum percaya diri, ia menempuk tangan dua kali, dengan secepat kilat, permadani datang menghampiri sang putri.
"Hei Wortel, silahkan naik !" Seru sang putri
"Baik. Ayo berangkat !" Seru Wortel
Aku terbang menggunakan jubah ku, menyusul sang putri dan Wortel yang pergi dahulu menunggangi permadani.
Akhirnya, kita sampai di depan gerbang yang sangat besar dan megah. Ini adalah pintu utama kerajaan Mantis.
"Siapa kalian ? Dan apa tujuan datang kemari ?" Tanya pengawal yang sedang berjaga.
"Aku putri kerajaan Mala, ingin bertemu dengan sang raja Mantis !"
"Baik tuan putri, kami akan menghantar mu masuk !"
Para pengawal menghantarkan kami kepada raja Mantis yang sedang menikmati sarapan paginya.
"Ya mulia !" Seru pengawal dengan berlutut.
Sang raja menoleh ke arah kami dan membalas senyuman putri Mala.
"Kemarih lah !" Seru sang raja Mantis
Aku dan Wortel berdiam ditempat, sedangkan putri Mala datang menghadap raja Mantis.
"Ada apa kiranya kamu mengunjungi kerajaan ini ?" Tanya sang raja
"Maafkan hamba yang telah lancang yang mulia ! Hamba datang untuk menanyakan tentang keberadaan Valentro !" Seru putri Mala
Sang raja menghentikan makannya, sepertinya ia kaget mendengar perkataan putri Mala.
"Bisa kah kita membicarakan ini setelah aku menyelesaikan makan ku ?!" Tanya sang raja
__ADS_1