Funny Ghost

Funny Ghost
VIII


__ADS_3

Kami terbang dengan cara kami sendiri menuju kerajaan Elang.


"Kesatria ! Bisakah sepatu ini menjadi milik ku ?" Tanya Wortel kegirangan


"Boleh saja !" Sahut ku


"Terimakasih !" Serunya lagi


Ia kegirangan dan terbang meliuk-liuk di udara.


"Putri ! Menurut mu, bagaimana cara kita untuk membobol gerbang itu? Karena jalan satu-satunya menuju istana adalah gerbang itu ?" Tanya ku bingung


"Seperti yang telah dijelaskan oleh pengawal tadi. Salah satu dari kita harus menjadi umpan. Ketika penjaga sibuk mengejar umpan, kita akan punya cela untuk masuk ke dalam gerbang !" Jelas Wortel


"Siapa yang akan menjadi umpan ?" Tanya putri Mala


Aku dan putri Mala serentak menoleh pada Wortel


"Aku ?" Tanya Wortel


"Sepertinya ide bagus. Aku akan menyihir mu menjadi panda yang sangat menarik !" Seru putri Mala


"Aku setuju !" Seru ku.


Tanpa basa basi, putri Mala langsung menyihir Wortel menjadi panda yang sangat menarik, bertubuh gemuk dan kelihatan sehat. Elang akan tertarik untuk menyantapnya.


"Kalian sangat tega kepada ku !" Ucap Wortel kesal


"Wortel, jadilah panda yang imut ! Aku berjanji akan melindungi Alice. Apapun yang terjadi !" Ucap ku dengan penuh keyakinan.


"Baik. Kita sudah dekat. Silahkan bekerja !" Seru putri Mala


Wortel takut untuk melakukan ini, tapi ia lebih takut lagi jika kehilangan Alice.


"Viiwiit !!" Wortel memberi tanda pada elang dengan bersiul.


Kerajaan elang di pimpin oleh manusia, namun mereka menyihir elang menjadi pengikut mereka dan pengawal kerajaan mereka.


"Heii ! Kemari !!" Seru Wortel memanggil.


Aku dan putri Mala bersembunyi dibalik pepohonan agar tidak terlihat oleh para pengawal kerajaan.


Para pengawal gerbang pergi mengejar Wortel. Dengan gagahnya mereka mengepakkan sayapnya dan terbang dengan cepat.


"Jovi ! Putri Mala ! Tolong segera bertindak. Aku tidak mau berlama-lama bermain dengan para monster ini !" Seru Wortel


"Baik. Kerjakan tugas mu !" Seru ku menyemangati.


"Putri Mala, tolong ubah benda ini menjadi nyata !" Seru ku mengeluarkan mobil jeep mainan milik ku.


Putri Mala melakukan apa yang aku perintahkan.


Kemudian aku menyalakan mobil dan menimpa pedal gas dengan batu besar, sehingga mobil berjalan terus ke depan.


Suara mobil menarik perhatian pengawal kerajaan yang lain, dan sekarang penjaga pintu gerbang benar-benar kosong.


Aku dan putri Mala berhasil masuk ke dalam kerajaan.


Kemudian putri Mala mengucap mantra agar kami tidak terlihat oleh siapapun.

__ADS_1


Wortel sedang asik bermain dengan para pengawal.


Aku baru ingat, kalau sepatu super yang dipakai oleh Wortel itu memiliki kekuatan untuk menembak.


"Wortel ! Dengarkan aku ! Sepatu itu bisa menembak. Silahkan beri perintah pada sepatu itu !" Ucap ku memerintahkan Wortel.


Aku dan putri Mala perlahan berhasil masuk ke kamar Rachel. Ia sedang tertidur pulas.


Namun, bola kristas milik kerajaan Mala tidak kami temukan disana.


Kemudian kami pergi mencari ke tempat lain dengan sangat berhati -hati.


Tiba-tiba, aku mendengar suara itu lagi !


Ada yang memanggil. Tapi aku tidak tau asalnya dari mana.


"Kalian, segeralah ke ruang bawah tanah. Yang kalian cari ada di sana !" Ucap putri Damayantis memberi aba-aba.


Pintu menuju ruang bawah tanah dijaga ketat oleh pengawal. Bahkan mereka mempekerjakan beberapa tinkerbell untuk selalu terbang mengawasi tangga dan ruang bawah tanah.


"Putri Mala, tolong ubahkan barbie ini menjadi nyata !" Seru ku pada putri Mala


Putri mala mengangguk.


Barbie ini bukan milik ku, ini adalah milik sepupu ku yang tertinggal di rumah kemarin.


Barbie itu hidup dan ia mampu terbang bebas.


"Hai barbie. Bisakah aku meminta tolong kepada mu ?" Tanya ku


"Baik tuan. Apa yang bisa aku bantu ?" Tanya barbie


"Tolong kamu ajak para tinkerbell yang ada didalam, untuk pergi bermain !" Seru ku.


"Ini, ambil. Ini adalah koleksi baju-baju mu. Silahkan bermain !" Jelas ku memberikan baju-baju barbie yang ada di dalam tas ransel ku.


Dengan santai, barbie terbang menghampiri para pengawal. Namun pengawal menghiraukan keberadaan barbie yang membuatnya sangat mudah untuk masuk ke dalam ruangan bawah tanah.


"Barbie !" Panggil ku dengan nada pelan.


Ia tidak memberi ku respon.


Tiba-tiba Wortel dengan tingkah konyolnya datang ke halaman kerajaan dengan mengendarai mobil jeep mainan milik ku.


"Hei Jovi. Aku sedikit mabuk. Tolong aku. Kalian dimana ?!" Serunya


"Kesatria dan putri Mala, silahkan lanjutkan pekerjaan kalian. Biar aku saja yang menangani Wortel !" Seru putri Damayantis


"Baik !" Seru kami menyahut


Aku dan putri Mala mencoba melewati pengawal. Namun naas, pergerakan kami dapat di tebak oleh pengawal.


Dengan sigap aku mengambil pedang ku dan menyetrum kedua pengawal tersebut.


Alhasil, keduanya pingsan. Kemudian aku dan putri Mala langsung menuju ruang bawah tanah.


Aku mengintip apa yang sedang dilakukan oleh barbie ku dan tinkerbell.


Mereka sedang mengadakan pesta minum teh.

__ADS_1


"Aku punya beberapa power rangers. Bisa kah kau hidupkan mereka? " Taya ku lagi pada putri Mala


Ia mengangguk.


Kemudian aku mengeluarkan 3 power rangers koleksi ku.


Power rangersnya hidup.


"Hei jagoan ! Kalian harus menolong ku. Disana ada dua tinkerbell dan satu barbie. Barbie itu adalah teman kalian. Tugas kalian adalah menyekap dua tinkerbell. Aku percaya pada kekuatan kalian !" Jelas ku pada power ranges.


Power rangers milik ku ada berwarna Merah, biru dan juga hitam.


Dengan senang hati, para power rangers melaksanakan perintah ku.


Mereka mulai menghampiri para wanita-wanita mungil itu.


"Hei cantik !" Seru power rangers merah.


"Boleh kah kami bergabung ?" Tanya power rangers biru.


Dengan sigap, kedua tinkerbell menghampiri para power rangers.


"Plak !"


Mereka berhasil membuat kedua tinkerbell tidak berdaya.


Aku mengacungkan jari jempol sebagai pertanda mereka hebat.


Kemudian kami mulai menyisir tiap sisi dari ruangan itu.


"Puk ! Puk ! Puk ! Puk ! Puk !"


Tepuk tangan seorang yang datang menghampiri kami.


"Kalian lumayan juga, bisa sampai ke tempat ini !" Seru Xantarius.


Aku terkejut dengan kehadirannya. Bagaimana bisa ia tau keberadaan kami disini.


"Kebetulan, para elang ku membutuhkan stok makanan, dan kalian datang dengan sukarela. Saya ucapkan selamat datang dan bersenang- senang !" Ucapnya dengan girang


"Hiyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !"


Wortel berteriak kencang.


Tiba-tiba, ia jatuh dari langit-langit ruangan dan menimpa Xantarius.


"Blash !!!"


"Aku jatuh dari langit ketujuh, untungnya telah berhenti sampai disini !" Ucap Wortel terengah-engah.


"Aku capek berteriak dari tadi !" Tambahnya lagi.


Kemudian Wortel bangkit berdiri dan mengeluh badannya yang terasa sakit.


Xantarius tertanam kedalam lantai istana. Wortel memang sangat berat.


Kemudian kami bergegas menyisir ruang-ruang bawah tanah.


"Kalian harus berpencar !" Perintah putri Damayantis

__ADS_1


"Baik ! Aku akan ke sana, Wortel ke sana dan putri Mala segera lah ke sana !" Perintah ku


Kami bergegas menyusuri ruangan yang telah menjadi bagian masing-masing.


__ADS_2