Funny Ghost

Funny Ghost
VII


__ADS_3

Mata ku tertuju pada seorang wanita muda cantik yang memakai mahkota sedang bermain ayunan di sudut ruangan.


Wortel memukul perut ku dengan siku tangannya.


Aku menolehnya dengan ekspresi marah.


"Kalian berdua? Siapa kalian ?" Tanya sang raja Mantis


"Aku adalah Wortel, tupai raksasa !" Ucap Wortel dengan gagah.


"Aku adalah manusia yang tersesat ke dunia ini !" Seru ku


"Siapa mereka ?" Tanya sang Raja pada putri Mala.


"Manusia itu adalah kesatria petir, dan sedangkan tupai raksasa itu, adalah teman sang kesatria !"


"Kesatria petir kata mu?" Raja bertanya dengan wajah heran


"Iya ya mulia. Ia adalah kesatria petir. Ia bahkan bisa mengendalikan pedang pusaka yang telah lama hilang !" Jelas sang putri Mala


"Bagaimana ia bisa sampai ke sini ?" Tanya raja lagi


"Ia manusia berasal dari abad ke-21. Ketika ia tertidur, ia sampai ke sini. Aku juga sedikit bingung kenapa ini bisa ia sampai di sini dengan mimpi tidurnya !"


"Masih tidak masuk akal. Tapi biarlah. Mari kita ke ruang bawah tanah. Aku akan menceritakan tentang Valentro pada kalian !" Jelas sang raja.


Aku dan Wortel menyusul putri Mala yang berjalan menuju ruang bawah istana raja Mantis.


Kerajaan ini sangat megah dan besar.


"Kata mu dia kesatria bukan ?" Tanya sang raja.


"Iya yang mulia !" Jawab putri Mala


"Kalau begitu, perintahkan ia menghidupkan semua obor yang ada disini untuk menerangi jalan kita !"


"Baik yang mulia. Kesatria ! Arahkan pedang mu ke obor-obor yang ada diruangan ini !" Seru putri Mala memerintah.


Ketika aku melakukannya, tidak ada reaksi yang muncul dari pedang ini.


"Kenapa pedangnya tidak berfungsi ?" Tanya Wortel


"Aku juga tidak tau !" Jawab ku dengan suara pelan.


"Aku tau itu adalah pedang kesatria. Namun pedang itu akan beraksi jika jiwa mu dan pedang itu menyatu !" Jelas sang raja


"Baiklah. Aku akan mencobanya lagi !"


Aku mengarahkan pedang pada obor-obor yang ada di dinding istana.


Dengan yakin, aku menggenggam pedang ini.


Tiba-tiba, petir keluar dari pedang ini dan menyambar obor-obor yang ada.


"Kamu harus banyak berlatih untuk mengendalikan pedang itu !" Jelas sang raja Mantis


"Baik yang mulia !" Jawab ku


Kemudian kami masuk menyusuri ruang yang dimaksud oleh raja Mantis.


"Terakhir kali Volentro bersembunyi di sini, namun ia berhasil dibawa kabur oleh pengawal kerajaan elang !" Ucap raja Mantis dengan kesal

__ADS_1


Tidak lama kemudian, wanita cantik yang bermain ayunan tadi datang menghampiri kami bersama sang ratu Mantis.


"Aku bisa membantu kalian !" Seru sang ratu.


Kemudian sang ratu menarik sebuah kain putih yang menutupi genangan air di lantai.


Dengan mengucap mantra, sang ratu menjadikan air itu berubah menjadi gambar yang tampak nyata.


Seperti vidio call. Mereka sudah canggih dengan sihir.


"Itu adalah Valentro. Ia di kurung dalam ruangan tahanan !" Jelas sang ratu


Putri Mala menangis dan spontan ia memeluk ku erat.


"Aku tidak bisa membiarkan dia berlama-lama di sana ! Tolong bantu aku kesatria ! Aku ingin bersamanya !" Ucap putri Mala dengan isak tangis


Aku mengangguk dan membalas pelukannya.


"Apakah yang mulia ratu bisa membantu ku?" Tanya Wortel


"Apa yang kamu ingin kan?" Taya ratu dengan lembut


"Aku punya kekasih bernama Alice. Dia juga ditangkap oleh pasukan elang untuk dijadikan stok makanan di musim dingin mendatang. Aku ingin mengetahui keberadaannya !" Jelas Wortel dengan penuh harap.


Kemudian sang ratu Mantis mengabulkan permintaan Wortel.


"Apah ini kekasih mu ?" Tanya sang ratu Mantis


"Iya benar. Itu dia !


Alice !!! Alice !!!" Seru Wortel memanggil, ia juga menangis melihat Alice yang di sekap.


"Yang mulia raja, apa yang bisa hamba lakukan untuk menyelamatkan Valentro dan Alice ?" Tanya ku tegas


"Redam amarah mu kesatria ! Sebaiknya kita menyusun strategi untuk bisa mengalahkan kerajaan elang !"


Aku fikir, raja benar. Aku mengangguk.


Melihat Wortel menangis, aku merasa sangat iba.


"Wortel ! Putri Mala !


Aku berjanji akan menyelamatkan mereka !" Ucap ku yakin.


Entah mengapa, pedang ku memancarkan sinarnya.


"Pedang mu !" Seru Wortel


"Pedang mu bersemangat untuk bertarung kesatria ! Kalau begitu, mari kita ke atas untuk bertemu panglima kerajaan ! Ia akan sangat membantu dalam menyusun strategi melawan elang !"


****


"Jooooo!!!" Seru suara itu lagi. Tapi aku tidak tau siapa yang memanggil.


Aku menoleh ke belakang, namun aku hanya melihat pengawal kerajaan Mantis yang sedang berjaga.


"Ada apa kesatria?" Tanya tuan putri Mantis.


"Aku mendengar ada yang memanggil ku. Tapi aku tidak tau dari mana asalnya !" Ucap ku bingung.


"Bolehkah aku memegang kepala kesatria ?" Tanya putri Mantis

__ADS_1


Oh iya. Putri Mantis bernama Damayantis. Ia bertubuh mungil dan memiliki sihir yang kuat. Ia dikenal dengan putri hijau, karna ia mampu menjaga kehidupan tumbuh-tumbuhan yang ada di kerajaan Mantis.


Aku mengangguk menyetujui perkataan putri Damayantis.


Kemudian ia memegang kening ku dan ia memejamkan mata.


"Ada seorang wanita yang memang sedang memanggil mu dari kejauhan. Tapi aku tidak tau siapa dia. Sepertinya ia bukan orang dari dunia ini !" Jelasnya


"Berarti, selain aku ada juga manusia yang datang kesini?" Tanya ku pada putri Damayantis


"Ia kemungkinan besar seperti itu !" Sahut putri Mantis.


Aku penasaran siapa manusia itu, dan mengapa ia bisa sampai disini.


"Baik lah. Sebaiknya kalian segera pergi dan berhati-hati. Penjagaan istana elang sangat ketat, dan mereka tidak segan-segan menghabisi siapapun !" Ucap sang panglima kerajaan Mantis


"Baik ! Termakasih yang mulia ! Kami pergi !"


Ucap ku dengan yakin.


"Putri Mala ? Bisakah kau mengubah sepatu mainan ini menjadi berfungsi ?" Tanya ku sambil mengeluarkan sepatu mainan milik ku.


Dengan kekuatan sihir, putri Mala mengubah sepatu itu menjadi sepatu besar dan memiliki kekuatan sesuai dengan karakter mainan tersebut.


"Terimakasih putri ! Baik Wortel !


Kamu pakai ini. Ini sepatu yang akan membawa mu terbang dan berlari cepat !" Seru ku yakin.


"Aku tidak pernah memakai sepatu sebelumnya !" Sahut Wortel


Aku terdiam mendengar jawaban Wortel.


"Tidak ada waktu. Sebaiknya, kalian semua segera bergegas !" Seru raja Mantis


Wortel memakai sepatu super dengan hati-hati. Ia belum terbiasa menggunakan sepatu kemanapun.


"Tunggu dulu !


Kalian pakaialah ini, ini akan membantu kalian dalam berkomunikasi satu dengan yang lain !" Ucap putri Damayantis.


Kemudian ia memetik benerapa daun dan menempelkannya di helai kuping ku, Wortel dan juga putri Mala.


"Kalian akan tetap terhubung, dan aku juga bisa merasakan dimanapun kalian berada !" Jelas putri Mantis


"Terimakasih atas bantuannya yang mulia tuan putri !" Ucap ku berlutut.


"Aaaaaaaakkkkkkkk !!" Teriak Wortel


Kuping ku dan putri Mala sakit mendengar teriakan Wortel.


"Apa yang kau lakukan ?!!" Tanya ku marah.


"Aku hanya mengechek apakah daun ini berfungsi atau tidak !" Jawabnya dengan santai.


"Dasar panda !" Cerutu ku kesal


"Hei bung ! Aku ini tupai !"


"Terserah la. Ayo berangkat !" Seru ku


Kami pergi meninggalkan istana menuju kerajaan Elang.

__ADS_1


__ADS_2