Gadis Bar-Bar Incaran Badboy Sekolah

Gadis Bar-Bar Incaran Badboy Sekolah
021- Manis Banget


__ADS_3

"Juan, ngapain lo pagi-pagi datang ke sini?"


"Kok Juan sih? Panggil sayang dong!" celetuk cowok itu.


Hara melotot kesal ketika dia turun dari kamar dan pergi ke ruang makan malah mendapati Juan duduk santai di salah satu kursi di sana sambil menikmati roti bakar buatan Mama Deandra.


"Sayang palamu!"


Hara masih sangat kesal dengan cowok itu karena semalam membuatnya kesal setengah mati karena terus memaksa dirinya untuk mau jadi istri.


"Kok palamu, padamu saja!" Juan tersenyum manis, tetapi bukannya terpesona, Hara justru ingin muntah melihatnya.


Cowok itu ternyata tidak mudah menyerah walau sudah dia tolak mentah-mentah di hadapan orangtua mereka. Hara merasa harus bisa membuat cowok itu menjauh sendiri dengan segala cara.


Mama, Papa, Om, dan Tante juga lebih mendukung Juan daripada Hara sehingga kekesalan cewek itu jauh lebih besar berkali-kali lipat daripada sebelum-sebelumnya.


"Gue tanya serius, ngapain pagi-pagi banget lo udah ada di rumah gue?" Hara jadi enggan duduk karena adanya Juan.


"Gue pergi ke sini mau jemput lo buat berangkat bareng ke sekolah," jawab cowok itu dengan begitu santainya.


"Gue nggak mau, gue bakalan berangkat sendirian tanpa, Lo!" Hara jadi tidak nafsu makan, dia lalu pergi begitu saja dari ruang makan.


"Hara, lebih baik kamu berangkat bareng Juan suapaya lebih cepat sampai dan aman. Kamu baru saja sembuh dari sakit, mama tidak mau kalau kamu sampai drop lagi nanti," sahut Mama Deandra yang sedang sibuk membuat kopi untuk suaminya tercinta.


"Hara bisa berangkat bareng Kak Marcel nanti, Ma."


"Kakak kamu nanti dijemput temannya kok." Mama Deandra tidak berbohong karena Marcel memang akan pergi bersama temannya sehingga tidak akan bisa mengantar Hara lebih dulu.


"Tidak peduli, Hara berangkat pakai sepeda aja, Ma."


"Makan dulu, Sayang!" pinta Mama Deandra sambil berteriak keras karena Hara sudah pergi.


"Nggak mau, Ma! Hara mau berangkat sekarang, bye-bye!" Hara keluar rumah kemudian mengambil sepeda kayuh milik Marcel dan langsung pergi ke sekolah menggunakan sepeda itu.

__ADS_1


"Tante, terima kasih sarapannya. Juan mau nyusul Hara dulu. Tante tenang saja, Juan bawa bekal buat Hara kok." Juan langsung berdiri kemudian mencium punggung tangan Mama Deandra kemudian berlari keluar menyusul Hara.


"Hati-hati, Juan!"


"Iya, Tante."


Dia berdecak kesal ketika tidak mendapati Hara lagi sehingga dengan cepat langsung naik ke mobilnya dan melaju menuju sekolah karena yakin Hara masih berada di jalanan.


"Keras kepala banget sih, Lo! Udah enak banget gue jemput pakai mobil, malah lebih milih sekolah pakai sepeda kayuh begitu," sewot Juan yang saat ini mobilnya melaju pelan mengimbangi laju sepeda Hara.


"Berisik!" Hara menambah laju sepedanya dan Juan masih terus menyamai kecepatannya.


"Gue bakal jagain lo sampai kita sampai di sekolah," kata cowok itu dengan senyum yang sangat menawan.


"Bodo amat!" Hara mendelik kesal dan sesampainya di sekolah dia langsung memarkiran sepedanya kemudian berlari cepat menghindari Juan.


"Gue anterin sampai ke kelas." Juan segera meraih tangan Hara kemudian menggandeng mesra seperti seorang kekasih pada umumnya.


"Lepasin gue, Juan! Gue nggak suka gandengan sama, Lo!" Hara menarik tangannya sekuat tenaga, tetapi gagal karena tenaga Juan jauh lebih besar darinya.


"Lepas!" kesal Hara.


"Nggak akan!"


Hara akhirnya pasrah walau sepanjang jalan menuju kelas dia terus menggerutu tanpa henti. Perutnya berbunyi, cacing-cacing di dalam perut pada demo karena tidak dikasih makan. Hara mengusap perutnya pelan, dia sangat lapar sekarang dan pengen makan sesuatu tetapi kantin sekolah belum buka.


Juan mengantar Hara sampai ke bangku cewek itu dan setelah memastikan Hara duduk nyaman di bangkunya. Juan langsung mengeluarkan kotak bekal dari mamanya kemudian memberikan kotak itu untuk Hara. "Isinya ada nasi goreng pakai seafood, dimakan sampai habis!" perintah cowok itu yang membuat Hara mendelik kesal karena tidak suka dengan Juan.


"Jangan melotot gitu, nanti mata lo lepas." Juan mencubit kedua pipi Hara dengan keras sampai pipi itu jadi memerah karena cubitannya.


Hara mengabaikan Juan, dia tidak mau makan makanan yang diberikan cowok itu. Lebih baik lapar sampai pingsan daripada makanan bekal dari Juan.


Hara mengambil ponsel dari saku kemudian memilih membaca novel di aplikasi novel online daripada menatap wajah Juan yang tampan tapi selalu bikin naik darah.

__ADS_1


Juan merebut ponsel Hara dan ketika cewek itu membuka mulut mau protes, Juan langsung memasukkan satu sendok dari goreng ke mulutnya.


"Pinter banget kucing manis!" Juan menepuk-nepuk kepala Hara ketika dengan kesal Hara mengunyah nasi itu yang sudah terlanjur masuk ke mulutnya.


Juan menyuapi Hara sampai kotak bekalnya bersih karena isinya sudah masuk semua ke perut cewek itu.


"Minum!" Dia memberikan air mineral kemasan yang masih tersegel rapi.


Hara menerima kemudian minum setengah botol lalu merebut ponselnya dari tangan Juan.


"Pergi sana!" usirnya.


"Oke, Sayang. Suami pergi dulu, istri yang pinter belajarnya." Juan langsung pergi setelah membuat Hara kesal sampai menggebrak meja.


"Emang udah gila itu cowok kurang asem!" Hara sampai keringetan saking emosinya.


Mereka datang terlalu pagi sehingga kelas masih sepi karena anak-anak yang lain belum berangkat ke sekolah.


Hara menatap kepergian Juan dengan perasaan kesal setengah mati dan setelah memastikan cowok itu benar-benar pergi. Hara memilih tidur sebentar sampai bel masuk berbunyi karena setelah makan kenyang dia mendadak sangat mengantuk sekarang.


Saat bel berbunyi, kelas sudah ramai dan semua murid yang hadir sudah duduk di bangku masing-masing.


Ella menatap Hara yang terlihat lelah, dia tersenyum kemudian membangunkan sahabatnya itu yang masih tidur.


"Hara, bangun!" Dia menekuk pelan bahu Hara.


"Iya." Hara membuka mata kemudian belajar dengan sungguh-sungguh ketika guru sudah masuk ke kelas. Hara ingin belajar giat agar nilainya bisa bagus dan menjadi juara kelas nanti.


Saat semua murid pusing mengerjakan tugas matematika. Hara sudah tidur nyenyak karena semua soal sudah selesai dia kerjakan semuanya. Ella juga ikut tidur karena dia menyalin tugas Hara tadi.


Hara bangun ketika merasakan seseorang mengusap kepalanya lembut. Ketika dia membuka mata, dia langsung disuguhi wajah tampan Narendra yang terlihat begitu manis di matanya. Hara tersenyum kemudian mengusap pelan pipi Narendra, tetapi ketika sadar dengan apa yang dirinya lakukan, Hara buru-buru menarik tangannya kemudian duduk tegak di bangku dan memalingkan wajah dari Narendra.


"Nyenyak banget tidurnya, Cantik." Narendra tersenyum, manis sekali, sampai bisa bikin anak gadis orang diabetes kalau menatap lama senyumannya.

__ADS_1


"Manis banget senyumnya," komentar Hara tanpa sadar.


Bersambung...


__ADS_2