Gadis Bar-Bar Incaran Badboy Sekolah

Gadis Bar-Bar Incaran Badboy Sekolah
024- Memeluk Narendra


__ADS_3

Pertandingan futsal antara tim Juan dan tim Narendra dimulai. Pertandingan berlangsung dengan begitu sengit karena beberapa kali tim Juan melakukan kecurangan dan membuat tim Narendra mengalami cedera sampai harus ada yang mengganti pemainnya.


"Narendra! Narendra!"


"Juan! Juan!"


Seluruh supporter dari tim masing-masing terdengar berisik memenuhi tempat pertandingan sampai Hara harus menutup telinga yang sakit karena orang-orang yang duduk tidak jauh darinya berteriak sangat keras.


"Narendra hebat, Lo keren banget!" teriak Hara dengan hebohnya ketika Narendra berhasil mencetak gol di gawang lawan mainnya.


Narendra yang mendengar teriakan Hara langsung melambai kemudian memberi ciuman jarak jauh kepada gadis itu sampai Hara melotot kemudian memperlihatkan tangannya yang sudah dibentuk seperti bogem dan siap memukul cowok itu.


Arion yang menjadi suporter tim Juan tidak sengaja melihat Hara yang mendukung Narendra dan dia pun langsung menghampiri cewek itu karena penasaran.


"Woy, lo ngapain di sini?" tanya Arion yang sudah duduk di sebelah Hara sekarang setelah mengusir orang yang sebelumnya duduk di tempat itu.


"Anj! Gue kaget banget sumpah!" Hara mengusap dadanya yang berdebar.


"Hehe, sorry!" Arion tertawa renyah sekali. "Lo bukannya tadi bilang nggak mau datang ke sini, ya?" tanya cowok itu sambil sesekali menatap ke arah lapangan.


"Emang enggak," jawab Hara cuek.


"Terus kenapa lo sekarang bisa ada di sini?"


"Dukung Narendra," jawab Hara santai, matanya fokus menyaksikan pertandingan yang masih berlangsung. "Keren banget Rendraaa!" teriaknya lagi ketika cowok itu kembali mencetak gol.


"Cowok lo itu Juan, kenapa lo malah dukung Narendra? Lo selingkuh, ya?!" tuduh Arion yang lengannya langsung dipukul kuat sama Hara.


"Gila lo, gue nggak pernah pacaran sama Juan," sewot Hara yang begitu kesal karena Arion berpikir demikian. Itu semua gara-gara Juan yang mengaku-ngaku sebagai pacarnya, padahal pada kenyatannya dia sama sekali tidak pacaran dengan Juan.


Hara jadi kesal sendiri dan dia semakin berharap Juan akan kalah dalam pertandingan ini. Namun, tidak diduga sama sekali dalam waktu hanya lima menit saja tim Juan berhasil mencetak tiga gol yang membuat tim Narendra kalah satu poin darinya.


"Jangan bilang gitu, ntar lo jadi bucin sama dia," kata Arion dengan sangat serius.


"Semoga aja enggak," kata Hara dengan penuh harap.

__ADS_1


"Kalau kalian sampai nikah, gue bakal guling-guling di pelaminan kalian," kata Arion sungguh-sungguh.


"Bodoamat!" Hara cuek-cuek saja.


Tim diperbolehkan istirahat sebelum lanjut tanding dan pindah posisi. Hara buru-buru berlari menghampiri Narendra kemudian memberikan minum untuk cowok itu.


"Btw! Makasih, Ra." Narendra tersenyum senang mendapat perhatian dari cewek itu.


"Sama-sama. Lo harus semangat dan harus menang!"


"Pasti dan ini semua demi lo." Narendra mengacak rambut gadis itu saking gemasnya.


Sementara itu, Arion yang tadi duduk di sebelah Hara langsung berlari menghampiri Juan. "Bos, cewek lo tuh!" katanya pelan sambil menunjuk Hara yang terlihat sedang tertawa renyah dengan Narendra.


"Ngapain dia sama Narendra?" Juan langsung menatap ke arah mereka dan tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya. Dia tidak menyadari kalau Hara datang dan menyaksikan pertandingan itu dan dia dibuat sangat kesal karena Hara datang malah mendukung Narendra yang merupakan rivalnya dalam segala hal.


Juan melempar handuk kecil yang baru saja dia pakai untuk mengelap keringat kemudian dengan langkah yang cepat dia menghampiri Hara yang masih sibuk bicara dengan Narendra.


"Bos mau ke mana?" Arion langsung berlari kecil menyusul Juan.


Hara otomatis langsung menoleh dan mengerutkan dahinya bingung karena Narendra bicara sembarangan dan tangan cowok itu merangkul bahunya sekarang. Hara menepis kasar tangan Juan kemudian melotot tajam padanya. "Mulut lo kalau ngomong jangan ngawur! Gue bukan kesayangan lo dan nggak sudah pakai aku kamu, geli banget dengarnya!" Hara yang pada dasarnya sangat tidak menyukai Juan itu tentu saja langsung marah-marah dan protes padanya.


"Lo oti cewek gue!" tekan Juan dengan begitu tegasnya.


"Nggak usah ngaku-ngaku. Kata nggak laku aja lo!" sindir Hara sambil menatap kesal cowok tampan itu.


Narendra tersenyum sinis ketika mendengar Juan memanggil Hara dengan panggilan yang mesra. "Kasihan banget sih, Lo! Ngaku-ngaku jadi pacar, sementara ceweknya aja nggak ngakuin," ledek Narendra yang sengaja memancing emosi Juan.


"Gue bukan pacarnya dia, tetapi calon suami," kata Juan yang membuat Narendra mengangkat sebelah alisnya kemudian menatap Hara dengan penuh tanya.


"Idih, PD banget lo jadi manusia." Hara memukul lengan Juan kemudian langsung mendekati Narendra. "Jangan dengarkan apa yang dia katakan, gue ke sini buat dukung lo dan lo harus menang, Rendra!" Hara menepuk bahu cowok itu dengan bangga.


"Oke, Cantik. Gue pastikan gue bakal menang tanding." Narendra mengusap lembut pundak kepala Hara dan itu disaksikan oleh murid lain yang menjadi suporter di sana.


Juan tentu saja tidak terima dengan semua itu. "Awas aja lo, gue pastikan beberapa hari ke depan baju lo sama baju gue bersanding di lemari yang sama," bisik Juan sebelum akhirnya pergi meninggalkan cewek itu.

__ADS_1


"Bodoamat!"


"Gue, Juantariksa Haidar akan menang dalam pertandingan kali ini," kata Juan dengan sombongnya.


"Gue yang bakal menang!" kata Narendra kemudian kembali bergabung dengan tim.


Beberapa saat kemudian, pertandingan dimulai lagi dan semakin sengit karena semua tim tidak ada yang mau kalah. Tim Juan masih unggul dalam pertandingan ini dan Hara mulai ketar-ketir karena lima menit lagi pertandingan akan segera selesai.


"Narendra, lo harus menang!" teriak Hara walau suaranya tersamarkan oleh teriakan murid yang lain.


"Nggak usah ngimpi, ini masih siang, di sini yang akan menang pasti Juan," celetuk sebuah suara yang sangat tidak asing untuk Hara karena suara itu sangatlah jelek baginya.


"Lo tuh yang ngimpi!" Hara mengorek telinganya sarkas.


"Anj! Awas aja lo!" Rani mendorong Hara sampai gadis itu hampir terusngkur dari tribun. Namun, Hara mampu mempertahankan diri dan langsung pindah ke tempat lain karena malas meladeni Rani yang sok hebat dan kecakepan itu.


Tim Juan unggul dua poin dari tim Narendra. Namun, Hara tetap mendukung Narendra sampai menit terakhir dan.


Gol!


Gol lagi!


Gol!


"Woy, kita menang!" Narendra dan timnya saling memeluk satu sama lain setelah berhasil mengalahkan tim Juan.


Hara langsung berlari ke lapangan dan mengucapkan selamat kepada cowok itu.


"Lo keren banget, selamat atas kemenangannya!" Hara menjabat tangan Narendra dan menggoyangkan ke atas dan ke bawah dengan begitu semangat.


"Selamat juga buat lo yang bakal dapet tiket konser dari gue." Narendra tersenyum.


Hara mengangguk dan saking senangnya dia refleks memeluk tubuh Narendra.


Deg!

__ADS_1


Jantung Narendra langsung berdetak dengan kencangnya.


__ADS_2